USDC Kuasai 56% Pasar Stablecoin Euro, MiCA Tekan Dominasi USDT di Eropa
Panji Yudha•October 28, 2026

Key Takeaways
- USDC milik Circle menguasai 56% perdagangan stablecoin berpasangan euro, naik dari 10% pada Januari 2024, berdasarkan laporan Kaiko.
- Regulasi MiCA dan pembatasan USDT mendorong pergeseran pasar stablecoin Eropa.
- Likuiditas USDC di pasar euro sekitar 40% lebih dalam dibandingkan USDT.
- GENIUS Act berpotensi mengubah persaingan stablecoin di Amerika Serikat.
Pangsa USDC Melonjak, USDT Kehilangan Posisi di Pasar Euro
Stablecoin USDC milik Circle kini menyalip USDT milik Tether dalam perdagangan stablecoin terhadap euro. Pergeseran ini terjadi seiring regulasi Uni Eropa yang semakin mendorong penggunaan stablecoin yang mematuhi ketentuan di kawasan tersebut. Temuan ini tercantum dalam laporan terbaru perusahaan data kripto Kaiko yang dirilis pada Selasa (27/10/2026).
Menurut Kaiko, pangsa USDC dalam perdagangan stablecoin berpasangan euro mencapai 56%, meningkat dari 10% pada Januari 2024. Pergeseran ini semakin cepat setelah sejumlah bursa besar membatasi perdagangan USDT bagi nasabah di Kawasan Ekonomi Eropa (European Economic Area/EEA) untuk mematuhi regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA).
Dari sisi likuiditas, order book USDC dalam perdagangan berdenominasi euro sekitar 40% lebih dalam dibandingkan USDT. Meski demikian, Tether masih menjadi stablecoin terbesar secara global dengan pasokan beredar sekitar 2,5 kali lipat USDC.
USDC Jadi Jalur Transaksi Penting bagi Investor Kripto Eropa
Kaiko menyebut pasangan perdagangan stablecoin-euro sebagai jalur utama bagi nasabah Eropa untuk masuk dan keluar dari pasar kripto. Melalui pasangan ini, investor dapat menukar euro menjadi stablecoin berbasis dolar AS saat memasuki pasar, kemudian menukarkannya kembali ke euro saat keluar.
Posisi USDC juga diperkuat oleh status regulasinya. Sekitar dua pekan sebelum laporan Kaiko dirilis, Otoritas Perbankan Eropa (European Banking Authority/EBA) menetapkan USDC sebagai significant e-money token pertama di Uni Eropa berdasarkan MiCA.
Status tersebut menempatkan USDC di bawah pengawasan langsung EBA dan mewajibkan Circle memenuhi persyaratan regulasi tambahan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persaingan stablecoin di pasar Eropa.
GENIUS Act Berpotensi Mengubah Pasar Stablecoin AS
Perubahan serupa berpotensi terjadi di Amerika Serikat melalui GENIUS Act. Kaiko menilai regulasi tersebut dapat mendorong pergeseran perdagangan stablecoin di bursa-bursa AS.
Pada Rabu (21/10/2026), Office of the Comptroller of the Currency (OCC) menerbitkan aturan final pertama berdasarkan undang-undang tersebut. Aturan ini menetapkan persyaratan cadangan dan penebusan bagi penerbit stablecoin di bawah pengawasannya, serta mulai berlaku pada 18 Januari 2027.
Selanjutnya, mulai Juli 2028, platform di AS akan dibatasi dalam menawarkan stablecoin dari penerbit yang belum memenuhi persyaratan persetujuan berdasarkan GENIUS Act.
Perubahan regulasi ini berpotensi menguntungkan Circle, yang sejak awal mengejar izin di Eropa dan AS. Sementara itu, Tether memilih strategi berbeda dengan meluncurkan USAT, stablecoin terpisah yang secara khusus menyasar pasar Amerika Serikat.
Pantau Peluang Trading Kripto dan Mulai Trading di Ajaib Kripto
Dinamika pasar kripto membuka berbagai perkembangan yang perlu dicermati trader sebelum mengambil keputusan. Download Ajaib Kripto untuk memantau peluang trading aset kripto atau mulai investasi tokenized stock di Ajaib untuk mendapatkan eksposur terhadap saham perusahaan global.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi di atas bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau paksaan untuk melakukan transaksi. Harga aset kripto dapat berubah secara real-time. Pastikan melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi sesuai kondisi masing-masing.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Panji Yudha adalah seorang Financial Expert Ajaib yang sudah berpengalaman lebih dari 4+ tahun. Panji merupakan lulusan Victoria University, Melbourne, pada 2020 dengan gelar di bidang Financial Risk Management dan International Trade. Dengan latar belakang akademis dan pengalaman di industri aset kripto, Panji aktif membagikan analisis dan wawasan seputar investasi, trading, serta perkembangan pasar Kripto.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!