Dominasi RWA dan Cetak Rekor Pendapatan, Hyperliquid Kembali Bakar Token HYPE $1,2 Juta
Panji Yudha•July 27, 2026

Analisis dibuat pada Senin, 27 Juli 2026 oleh Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Sekuritas.
Key Takeaways
- Hyperliquid kembali membakar token HYPE senilai $1,2 juta, sehingga total token yang telah dimusnahkan mencapai 4,73% dari total suplai sebagai bagian dari strategi deflasi platform.
- RWA menjadi kategori perdagangan terbesar di Hyperliquid, dengan volume mencapai $25,1 miliar atau 52% dari total volume mingguan, melampaui seluruh kategori aset lainnya.
- Pendapatan dan adopsi Hyperliquid terus meningkat, didukung lonjakan pengguna RWA serta perhatian pelaku keuangan global terhadap potensi perdagangan aset dunia nyata secara on-chain.
Momentum Positif Terus Menyelimuti Hyperliquid
Momentum positif terus menyelimuti Hyperliquid. Selain rutin menjaga kelangkaan token HYPE lewat mekanisme burn, platform bursa terdesentralisasi ini juga baru saja mencatatkan tonggak sejarah baru: aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA) kini menjadi kategori perdagangan terbesar di platform tersebut, mengungguli seluruh kategori aset lainnya.
Strategi deflasi token yang konsisten dan ekspansi ke pasar RWA membuat performa Hyperliquid semakin menonjol di tengah persaingan platform bursa terdesentralisasi lainnya.
Strategi Deflasi HYPE: Burn Token Terus Berlanjut
Pada Minggu, 26 Juli 2026, Hyperliquid kembali menjalankan strategi deflasi dengan membakar 20.640 token HYPE senilai $1,2 juta, memanfaatkan pendapatan harian protokol yang mencapai $1,4 juta. Sejak Agustus 2025, total pendapatan bersih Hyperliquid sudah menembus $800 juta, dengan 95% di antaranya berasal dari aktivitas trading di sistem utamanya.
Dari $1,03 miliar dana yang terkumpul, sebanyak $1,01 miliar telah dialokasikan khusus untuk buyback dan burn. Hasilnya, 4,73% dari total suplai HYPE kini telah dimusnahkan secara permanen, setara lebih dari 15% suplai yang beredar saat ini.
RWA Jadi Kategori Trading Terbesar di Hyperliquid

Di sisi lain, performa bisnis Hyperliquid juga tak kalah mengesankan. Berdasarkan data Blockworks, volume perdagangan RWA di platform ini mencapai $25,1 miliar sepanjang 13–19 Juli, atau 52% dari total volume mingguan Hyperliquid yang sebesar $48,2 miliar, pertama kalinya RWA mengungguli gabungan seluruh kategori aset lain di platform tersebut.
Pencapaian ini turut mendapat sorotan dari kalangan analis. Direktur Riset Aset Digital ARK Invest, Lorenzo Valente, menyebut bahwa “pasar RWA Hyperliquid saja sudah lebih besar dari gabungan volume perpetual kripto seluruh DEX lain.”
Minat RWA Melonjak, Pendapatan Hyperliquid Ikut Terdongkrak
Lonjakan volume RWA ini sejalan dengan meningkatnya minat terhadap aset tokenisasi secara umum: jumlah pemegang RWA melonjak 32% menjadi 1,25 juta pengguna dalam sebulan terakhir, sementara total nilai RWA yang ditokenisasi naik 3,5% menjadi $36,7 miliar. Dari sisi pendapatan, Hyperliquid membukukan $7,6 juta dalam sepekan terakhir, menempatkannya di posisi ketiga aplikasi kripto dengan pendapatan mingguan tertinggi, di bawah penerbit stablecoin Tether ($112 juta) dan Circle ($45 juta).
CEO Circle, Jeremy Allaire, menyebut pertumbuhan RWA di Hyperliquid sebagai “pergeseran struktural besar” bagi pasar kripto, dari sekadar spekulasi aset digital native menuju instrumen yang menjembatani keuangan tradisional dan blockchain. Momentum ini bahkan menarik perhatian Wall Street, termasuk CEO Intercontinental Exchange (induk NYSE), Jeffrey Sprecher, yang mendesak regulator menciptakan “lapangan bermain yang setara” bagi kontrak perpetual onchain 24 jam.
Apa Artinya Bagi Trader Kripto?
Kombinasi dua tren ini (deflasi token yang konsisten dan dominasi RWA) memberi beberapa titik yang layak dicermati trader, di luar sekadar mengikuti kenaikan harga sesaat. Dari sisi tokenomics, mekanisme burn yang rutin dan sudah memusnahkan lebih dari 15% suplai beredar menunjukkan pola deflasi yang konsisten, bukan sekadar kampanye sesaat. Trader yang mencermati HYPE bisa menjadikan konsistensi burn rate ini sebagai salah satu indikator untuk menilai apakah tekanan suplai token terus berkurang dari waktu ke waktu, alih-alih hanya melihat harga di satu titik waktu.
Dari sisi ekspansi bisnis, pergeseran dominasi volume ke kategori RWA menandakan Hyperliquid tidak lagi hanya bertumpu pada aset kripto spekulatif, melainkan mulai menjembatani instrumen keuangan tradisional ke on-chain.
Bagi trader, ini berarti ada dua sumber katalis yang perlu dipantau secara terpisah:
- Tren volume dan jumlah pemegang RWA sebagai indikator pertumbuhan bisnis inti platform.
- Posisi pendapatan mingguan Hyperliquid relatif terhadap kompetitor seperti Tether dan Circle, sebagai gambaran seberapa cepat platform ini menyusul pemain-pemain besar di industri stablecoin dan RWA.
Pantau Pergerakan Aset Kripto dan Mulai Trading di Ajaib
Perkembangan seperti yang terjadi di Hyperliquid menunjukkan betapa cepatnya lanskap pasar kripto bergeser, dari sekadar aset spekulatif menuju instrumen yang menjembatani keuangan tradisional dan blockchain. Memantau data dan tren semacam ini secara konsisten menjadi kunci sebelum kamu mengambil keputusan trading.Melalui aplikasi Ajaib, kamu bisa mendapatkan update pasar kripto terkini dan memanfaatkan berbagai fitur untuk trading dengan lebih presisi. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Harga aset digital dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!