Altcoin Season Berikutnya Diprediksi Lebih Selektif, Token Apa yang Berpeluang Unggul?
Salsabilla•August 4, 2026

Key Takeaways
- Altcoin season berikutnya diperkirakan tidak lagi mengangkat sebagian besar altcoin secara bersamaan, melainkan lebih terkonsentrasi pada proyek dengan likuiditas dan fundamental yang kuat.
- Investor institusi kini mendominasi 72% transaksi OTC Wintermute, menunjukkan semakin besarnya pengaruh institusi terhadap arah pergerakan pasar altcoin.
- Arus modal mulai terkonsentrasi pada sedikit aset kripto, sehingga memahami kualitas proyek dan likuiditas menjadi semakin penting dibanding hanya mengejar momentum.
Mengapa Altcoin Season Berikutnya Diprediksi Berbeda?
Selama beberapa siklus pasar sebelumnya, altcoin season identik dengan periode ketika sebagian besar altcoin mengalami kenaikan harga dalam waktu yang hampir bersamaan. Setelah Bitcoin mencetak reli, sebagian keuntungan investor biasanya mulai mengalir ke Ethereum, kemudian berlanjut ke berbagai altcoin berkapitalisasi besar hingga token berkapitalisasi kecil. Pola rotasi modal ini membuat banyak aset kripto mampu mencatatkan kenaikan signifikan dalam waktu relatif singkat.
Namun, dinamika pasar kripto mulai berubah seiring meningkatnya partisipasi investor institusi. Laporan terbaru dari Wintermute, salah satu market maker aset kripto terbesar, menunjukkan bahwa altcoin season berikutnya berpotensi berlangsung lebih selektif. Alih-alih mengalir ke banyak token sekaligus, dana institusi kini cenderung terkonsentrasi pada aset kripto tertentu yang dinilai memiliki likuiditas, utilitas, dan prospek pertumbuhan yang lebih kuat.
Data Wintermute Tunjukkan Arus Modal Makin Terkonsentrasi
Laporan Over-the-Counter (OTC) Flow Report Wintermute untuk semester pertama 2026 memperlihatkan perubahan penting dalam perilaku pelaku pasar. Aktivitas investor institusi kini menjadi kontributor terbesar transaksi OTC, sekaligus menunjukkan bahwa preferensi mereka semakin terkonsentrasi pada kelompok altcoin yang lebih terbatas.
Berikut beberapa data penting yang menjadi sorotan.
| Indikator | Semester II 2025 | Semester I 2026 | Maknanya |
|---|---|---|---|
| Porsi transaksi spot OTC dari investor institusi | 61% | 72% | Rekor tertinggi, menunjukkan dominasi institusi semakin besar. |
| Porsi transaksi spot OTC dari investor ritel | 39% | 28% | Aktivitas institusi semakin mendominasi pasar OTC. |
| Pertumbuhan jumlah token yang diperdagangkan institusi (2024-2026) | – | 24% | Institusi hanya menambah eksposur ke sedikit token baru. |
| Pertumbuhan jumlah token yang diperdagangkan ritel (2024-2026) | – | 76% | Investor ritel tetap aktif mengeksplorasi lebih banyak altcoin. |
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun jumlah aset kripto terus bertambah, institusi tidak serta-merta memperluas investasi ke seluruh altcoin. Sebaliknya, mereka cenderung memilih sejumlah aset yang dianggap memiliki fundamental lebih kuat serta likuiditas yang memadai untuk mengakomodasi transaksi dalam skala besar.
Perbedaan perilaku antara institusi dan investor ritel juga terlihat dari cakupan token yang diperdagangkan. Dalam dua tahun terakhir, jumlah token yang diperdagangkan investor institusi hanya meningkat sekitar 24%, jauh lebih rendah dibandingkan investor ritel yang mencapai 76%. Hal ini mengindikasikan bahwa institusi semakin selektif dalam menentukan aset yang masuk ke dalam portofolionya.
Mengapa Institusi Semakin Selektif Memilih Altcoin?
Selain memilih lebih sedikit aset, Wintermute juga menemukan bahwa respons institusi terhadap momentum harga berlangsung lebih singkat dibandingkan investor ritel. Setelah sebuah token mengalami lonjakan harga dan volume perdagangan, aktivitas institusi umumnya mulai berkurang hanya dalam waktu sekitar satu hari. Sebaliknya, aktivitas investor ritel cenderung tetap tinggi hingga sekitar tiga hari setelah reli terjadi.
Perbedaan pola tersebut menunjukkan bahwa institusi lebih mengutamakan efisiensi penggunaan modal dan likuiditas, sedangkan investor ritel masih cenderung mengikuti momentum yang sedang berkembang. Akibatnya, reli altcoin pada siklus berikutnya berpotensi menjadi lebih cepat bergeser dari satu aset ke aset lain, dengan arus modal yang tetap berpusat pada token-token pilihan.
Sementara itu, Wintermute juga menyoroti bahwa likuiditas pasar semakin terkonsentrasi pada aset yang menjadi favorit institusi. Di sisi lain, aktivitas perdagangan pada kelompok altcoin berkapitalisasi kecil atau long tail justru mengalami pelemahan. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa reli altcoin secara menyeluruh diperkirakan akan semakin jarang terjadi dibandingkan siklus-siklus sebelumnya.
Konsentrasi Modal Sudah Terlihat di Pasar Kripto
Temuan Wintermute juga sejalan dengan sejumlah indikator lain yang menunjukkan bahwa arus modal di pasar kripto semakin terkonsentrasi pada sedikit aset. Dengan kata lain, peluang kenaikan harga masih tetap terbuka, tetapi distribusinya diperkirakan tidak akan merata ke seluruh altcoin seperti yang pernah terjadi pada siklus sebelumnya.
Salah satu indikasinya datang dari CryptoQuant. CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, sebelumnya menyampaikan bahwa pola rotasi keuntungan dari Bitcoin ke altcoin berkapitalisasi kecil yang selama ini identik dengan altcoin season mulai melemah. Data CryptoQuant juga menunjukkan bahwa volume perdagangan pasangan altcoin berbasis Bitcoin berada di salah satu level terendah sejak 2021, mengindikasikan bahwa perputaran modal ke aset kripto berkapitalisasi kecil tidak lagi sekuat beberapa tahun lalu.
Beberapa Indikator yang Mendukung Tren Ini
| Indikator Pasar | Temuan | Implikasi |
|---|---|---|
| Volume perdagangan pasangan altcoin berbasis Bitcoin | Mendekati level terendah sejak 2021 | Rotasi modal dari Bitcoin ke altcoin semakin terbatas. |
| Kapitalisasi 10 altcoin terbesar (di luar Bitcoin dan stablecoin) | Sekitar 80,5% dari total kapitalisasi pasar non-Bitcoin dan non-stablecoin | Dana pasar semakin terkonsentrasi pada aset berkapitalisasi besar. |
| Volume perdagangan 10 altcoin terbesar di bursa | Naik menjadi sekitar 63% dari total volume altcoin | Aktivitas perdagangan pada altcoin kecil relatif melemah. |
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar likuiditas kini berputar di kelompok altcoin dengan kapitalisasi besar. Ketika likuiditas terkonsentrasi, aset-aset tersebut umumnya lebih mudah menarik minat investor institusi karena memiliki kedalaman pasar (market depth) yang lebih baik dan risiko slippage yang lebih rendah dibandingkan token berkapitalisasi kecil.
Temuan serupa juga diungkapkan oleh penyedia data pasar Kaiko. Menurut Kaiko, sepuluh altcoin terbesar kini menyumbang sekitar 63% dari total volume perdagangan altcoin di bursa kripto, meningkat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya yang berada di kisaran 50%. Kenaikan ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan semakin berpusat pada aset-aset utama, sementara volume transaksi di altcoin kecil cenderung menurun.
Apa Artinya bagi Altcoin Season Selanjutnya?
Perubahan pola aliran modal tersebut tidak serta-merta berarti altcoin season akan hilang. Sebaliknya, siklus kenaikan harga masih dapat terjadi, tetapi karakteristiknya diperkirakan akan berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Jika dahulu reli dapat terjadi secara luas di berbagai sektor dan kapitalisasi aset, kini pergerakan harga berpotensi lebih banyak dipimpin oleh altcoin yang memiliki utilitas, likuiditas, dan adopsi yang lebih matang.
Pandangan ini juga sejalan dengan komentar Andrei Grachev, Managing Partner DWF Labs, yang menilai bahwa reli altcoin secara menyeluruh mulai bergeser menjadi pergerakan yang lebih berbasis sektor (sector-specific rally). Menurutnya, semakin banyak token yang bersaing memperebutkan modal yang terbatas, sementara investor institusi tetap memberikan perhatian utama pada Bitcoin, Ether, serta aset yang berkaitan dengan tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets).
Alih-alih mengandalkan kenaikan hampir seluruh pasar, reli berikutnya kemungkinan lebih banyak dipengaruhi oleh narasi yang sedang berkembang, seperti AI, tokenisasi aset, infrastruktur blockchain, hingga proyek yang berhasil menunjukkan pertumbuhan penggunaan (adoption) dan aktivitas jaringan. Artinya, kualitas proyek dan arus likuiditas diperkirakan akan menjadi faktor yang semakin menentukan dibandingkan sekadar tingginya sentimen pasar secara umum.
Apa yang Perlu Dicermati Trader Kripto?
Perubahan karakter altcoin season menjadi lebih selektif membuat pendekatan dalam membaca pasar juga perlu lebih adaptif. Ketika arus modal tidak lagi tersebar secara merata, memahami ke mana likuiditas bergerak dapat menjadi salah satu cara untuk melihat peluang yang berkembang tanpa harus mengejar seluruh token yang sedang naik.
Selain memantau pergerakan harga, trader juga dapat memperhatikan indikator pendukung seperti volume perdagangan, kapitalisasi pasar, aktivitas on-chain, hingga perkembangan ekosistem suatu proyek. Faktor-faktor tersebut sering kali memberikan gambaran apakah kenaikan harga didukung oleh minat pasar yang berkelanjutan atau hanya dipengaruhi sentimen jangka pendek.
Trading Kripto Lebih Mudah di Ajaib
Perkembangan tren seperti perubahan karakter altcoin season, meningkatnya partisipasi investor institusi, hingga munculnya narasi baru di industri kripto dapat menjadi informasi yang membantu dalam memahami dinamika pasar. Dengan mengikuti perkembangan tersebut, kamu dapat mengambil keputusan trading kripto yang lebih terukur sesuai strategi dan profil risiko masing-masing.
Melalui Ajaib, kamu bisa mengakses berbagai aset kripto dan mengikuti perkembangan pasar dalam satu aplikasi, sehingga lebih mudah memantau peluang di tengah perubahan tren industri. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Harga aset digital dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Sumber:
[1] https://cointelegraph.com/news/crypto-next-altseason-fewer-winners-wintermute?utm_campaign=rss_partner_inbound&utm_medium=rss&utm_source=rss_feed
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!