3 Saham Ini Diborong Direksi, Mengapa Trader Perlu Memantau Aktivitas Insider?
Tika•July 31, 2026

Key Takeaways
- Tiga saham — PGAS, BCIC, dan CUAN — mencatat aktivitas insider buying terbanyak sepanjang Juli 2026, dengan pola berbeda-beda: pembelian serentak, pembelian berulang, hingga pembelian lintas-emiten dalam satu grup usaha.
- Korelasi dengan harga ternyata bergantung pada skala transaksi, bukan sekadar ada-tidaknya insider buying: pembelian besar (PGAS, CUAN, dan pemegang saham pengendali BCIC) tampak berkaitan dengan pergerakan harga, sementara pembelian kecil oleh direksi individu (BCIC) tidak menunjukkan dampak yang jelas.
- Trader yang memantau transaksi insider lebih cepat, bukan setelah viral di media, punya peluang lebih baik mengevaluasi entry sebelum harga bergerak jauh.
3 Saham yang Dibeli Direksinya Sepanjang Juli 2026
1. PGAS, Tiga Direktur Borong Serentak

Tiga direksi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Direktur Utama Arief Kurnia Risdianto, Direktur Keuangan Catur Dermawan, dan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra, membeli saham perusahaan pada rentang Juni hingga 10 Juli 2026, dengan total nilai transaksi terakumulasi mencapai Rp1,10 miliar. Pembelian terbesar dilakukan Arief pada 10 Juli 2026 senilai sekitar Rp1 miliar (679.000 saham di harga Rp1.470).
2. BCIC, Direksi Beli Dua Kali, Pengendali Juga Ikut Bergerak

Tiga direktur Bank JTrust Indonesia, Felix Istyono Hartadi, Ritsuo Fukadai, dan Helmi Arif Hidayat, membeli saham BCIC dua kali dalam rentang waktu berdekatan:
- 26 Juni 2026, di harga Rp138 per lembar (Felix 36.100 saham, Ritsuo 3.600 saham, Helmi 72.300 saham)
- 27 Juli 2026, di harga Rp127 per lembar (Felix 39.200 saham, Ritsuo 4.100 saham, Helmi 78.600 saham)
Di sela dua periode ini, pemegang saham pengendali J Trust Co., Ltd. sempat menjual 878.377.481 lembar saham pada 2 Juli 2026 (kepemilikan turun dari 67,38% jadi 62,53%), sebelum kemudian membeli kembali 700.339.767 lembar pada 21 Juli 2026 di harga Rp112, meningkatkan kepemilikannya jadi 66,40%.
3. CUAN, Dua Direktur dari Dua Perusahaan Berbeda

- 1 Juli 2026: Michael, Direktur Utama CUAN, membeli 800.000 saham di harga Rp580 (Rp464 juta).
- Di hari yang sama, Erwin Ciputra, Direktur Utama PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), bukan direksi CUAN, juga membeli 1.001.500 saham CUAN senilai Rp540,81 juta. Keduanya sama-sama berada di grup usaha Prajogo Pangestu.
- 8 Juli 2026: direktur CUAN lainnya, Kartika Hendrawan, menambah 200.000 saham di harga Rp620, di atas harga penutupan pasar hari itu (Rp600).
Bagaimana Pergerakan Harga Usai Insider Buying? Ini Analisisnya
PGAS, korelasi kuat dan konsisten.
Tepat di hari pembelian Arief (10 Juli), harga PGAS langsung menguat 4,64% ke Rp1.465, dan menariknya, broker besar seperti CGS International dan JP Morgan Sekuritas juga tercatat melakukan akumulasi beli di hari yang sama. Momentum berlanjut: 13 Juli harga naik lagi 2,39% ke Rp1.500. Secara mingguan, PGAS menguat sekitar 5-6% dalam periode pembelian insider ini.

CUAN, korelasi kuat untuk momen pembelian, tapi pergerakan lanjutan punya sebab lain.
Sehari sebelum pembelian Michael, CUAN sempat anjlok 9,6% ke Rp565 akibat tekanan jual berkepanjangan (YTD saat itu minus 75,85%). Tepat di hari Michael membeli (1 Juli), harga langsung melonjak 16,98% ke Rp620, korelasi waktu yang sangat jelas.
Namun, pergerakan CUAN setelah pertengahan Juli lebih banyak dipengaruhi sentimen terkait MSCI (perubahan indeks), bukan lagi terkait aksi insider, jadi momentum awal insider buying memang terlihat kuat, tapi tidak bisa dijadikan penjelasan tunggal untuk seluruh pergerakan harga di bulan ini.
BCIC, hasilnya bergantung pada skala transaksi.
Berdasarkan chart harian, pembelian kecil oleh tiga direktur pada 26 Juni (harga Rp138) tidak menunjukkan kaitan yang jelas, harga justru terus turun ke sekitar Rp110 di awal Juli. Namun, lonjakan tajam dari sekitar Rp116 ke Rp126 (naik ~8-9%) terjadi tepat di rentang 14-20 Juli, bertepatan dengan atau sesaat sebelum laporan pembelian besar J Trust Co., Ltd. yang resmi tercatat ke BEI pada 21 Juli.
Karena keterbukaan informasi biasanya dilaporkan beberapa hari setelah transaksi riil dieksekusi, ini mengindikasikan pembelian besar oleh pemegang saham pengendali kemungkinan sudah terjadi lebih dulu sebelum lonjakan harga tersebut. Sementara itu, pembelian direksi kedua pada 27 Juli terjadi justru setelah harga sudah melewati puncaknya dan mulai terkoreksi.
Kesimpulannya: dari ketiga kasus ini, tidak ada pola yang bisa dipastikan bahwa “insider membeli, harga pasti naik.” Yang bisa diamati adalah kecenderungan: transaksi dalam skala besar, kebetulan terjadi berdekatan waktu dengan pergerakan harga yang cukup terlihat. Sementara pembelian dalam skala lebih kecil oleh direksi individu, tidak menunjukkan kaitan yang meyakinkan dengan pergerakan harga setelahnya.
Ini bukan berarti transaksi besar selalu akan menggerakkan harga, atau transaksi kecil pasti tidak berdampak, insider buying tetaplah satu dari banyak faktor yang bisa memengaruhi pergerakan saham, di samping sentimen pasar, kondisi sektor, hingga faktor makro lain yang terjadi bersamaan. Trader tetap perlu melihat konteks secara menyeluruh, bukan menjadikan skala transaksi insider sebagai patokan tunggal untuk memprediksi arah harga.
Kenapa Kecepatan Akses Data Ini Penting bagi Trader
Transaksi insider biasanya baru terbaca publik lewat pemberitaan media beberapa hari setelah tercatat di BEI. Pada kasus CUAN misalnya, harga sudah melonjak hampir 17% di hari yang sama dengan transaksi terjadi, trader yang baru tahu setelah berita viral kemungkinan besar sudah kehilangan momentum entry di harga sebelum lonjakan.
Kasus BCIC juga menunjukkan bahwa transaksi besar oleh pemegang saham pengendali bisa saja sudah menggerakkan harga beberapa hari sebelum laporan resminya dipublikasikan, jadi semakin cepat data ini diakses, semakin besar peluang trader mengevaluasi posisi sebelum harga bergerak jauh.
Cara Memantau Insider Buying Real-Time di Ajaib Terminal
Lewat fitur Insider di Ajaib Terminal, kamu bisa melihat transaksi jual-beli saham oleh direksi, komisaris, hingga pemegang saham pengendali, tanpa harus menunggu pemberitaan media.
Caranya:
- Cari ticker saham yang ingin dipantau.
- Beralih ke tab Insider di sebelah tab Chart.
- Perhatikan kolom-kolom berikut:
- Tanggal — kapan transaksi dilaporkan
- Nama — individu atau entitas yang bertransaksi
- Aksi — Buy atau Sell
- Shares Traded — jumlah lembar saham yang berpindah tangan
- Current/Previous — perubahan persentase kepemilikan sebelum dan sesudah transaksi
- Harga — harga transaksi per lembar saham, bisa dibandingkan dengan harga pasar saat itu untuk menilai seberapa besar keyakinan di balik transaksi tersebut
Dengan data langsung dari dashboard, trader bisa menilai sendiri skala setiap transaksi insider, apakah cukup besar untuk berpotensi menggerakkan harga, seperti pembelian J Trust di BCIC, atau relatif kecil seperti pembelian rutin oleh direksi individu, tanpa harus menunggu analisis media.
Jangan Sampai Ketinggalan Momentumnya, Pantau Insider Buying di Ajaib Terminal
Pantau aksi insider di saham-saham yang kamu ikuti secara real-time, dan nilai sendiri dampaknya terhadap harga sebelum ikut mengambil posisi. Agar semakin mudah, pantau juga di tab “Berita” terkait katalis terbaru agar kamu tidak ketinggalan informasi sebelum membuat keputusan trading. Download Ajaib Terminal sekarang.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!