Aset Kripto

Apa itu Ethereum: Pengertian, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Apa itu Ethereum

Ajaib.co.id – Kalian pasti sudah sangat familiar dengan Bitcoin (BTC). Tapi, pernahkah kalian mendengar tentang Ethereum? Bagi kalian yang saat ini tertarik untuk berinvestasi di aset kripto, kalian harus tahu tentang proyek Ethereum ini!

Artikel ini akan memberi kalian wawasan tentang apa itu Etherium, pengertian, sejarah hingga bagaimana cara kerja Ethereum. Tentunya kelebihan dan kekurangan Ethereum juga akan dibahas di artikel ini.

Yuk, simak lebih lanjut!

Sejarah Ethereum

Sebelum mengetahui apa itu Ethereum, kamu perlu mengetahui terlebih dulu sejarah Ethereum. Pada tahun 2011, banyak orang tertarik untuk mendapatkan Bitcoin dan salah satunya adalah seorang remaja berusia 17 tahun bernama Vitalik Buterin.

Untuk mendapatkan Bitcoin, dia mulai menulis untuk Bitcoin Weekly — pemiliknya menawarkan 5 Bitcoin per artikel. Ketika situs itu ditutup karena dana yang tidak mencukupi, Mihai Alisie menghubungi Vitalik untuk memulai publikasi baru. Mereka membentuk Majalah Bitcoin — kemudian dijuluki sebagai publikasi serius pertama tentang cryptocurrency atau aset kripto.

Ethereum dikembangkan pada tahun 2013 oleh Vitalik Buterin, ia berpendapat bahwa Bitcoin dan teknologi blockchain dapat mengambil manfaat dari aplikasi lain selain uang dan membutuhkan bahasa pemrograman untuk pengembangan aplikasi yang dapat mengarah ke melampirkan aset dunia nyata, seperti saham dan properti, ke blockchain.

Pada tahun 2013, Buterin secara singkat mengerjakan sebuah proyek untuk melakukan ini dengan Bitcoin, namun, setelah gagal mendapatkan kesepakatan tentang bagaimana proyek harus dilanjutkan, ia mengusulkan pengembangan platform baru dengan bahasa pemrograman yang lebih umum yang pada akhirnya menjadi Ethereum.

Ethereum saat ini merupakan aset kripto yang memiliki market cap terbesar nomor dua setelah Bitcoin. Vitalik Buterin menerbitkan white paper Ethereum pada tahun 2013, yang berisi penjelasan tentang “smart contract” yang memungkinkan para developer lain mengembangkan aplikasi yang terdesentralisasi atau disebut DApp (Decentralized applications)

Tentu saja, membangun jaringan seperti itu tidak murah. Jadi, Vitalik Buterin di bantu oleh Gavin Wood (Creator Polkadot & Kusama), Jeffrey Wilcke, Charles Hoskinson (Founder Cardano), Mihai Alisie, Anthony Di Iorio, dan Amir Chetrit. 

Ethereum awalnya didanai melalui ICO (Initial Coin Offering), yang berlangsung pada tahun 2014. Pembeli menerima ether (ETH) dengan imbalan bitcoin, dan lebih dari 7 juta ether terjual dalam 12 jam pertama penjualan, senilai sekitar $2,2 juta. Pada akhir penjualan, lebih dari 50 juta ethereum terjual, dengan nilai sekitar $17,3 juta.

ICO Ethereum sukses besar karena filosofi desain protokolnya tidak konvensional dibandingkan dengan cryptocurrency yang lebih terkenal saat ini. Alih-alih meningkatkan jumlah fitur ekosistem, untuk membedakan dirinya dari Bitcoin, Ethereum menyederhanakan.

Apa itu Ethereum?

Mendengar istiliah ethereum yang kerap beredar di pasar aset kripto mungkin membuatmu bertanya-tanya, apa itu Ethereum? Ethereum adalah platform pemrograman yang bersifat open-source dan terdesentralisasi yang didukung oleh teknologi blockchain. Ethereum dapat digunakan oleh siapa saja untuk mengembangkan teknologi digital khususnya yang berkaitan dengan blockchain.

Ethereum dirancang agar dapat diskalakan, dapat diprogram, aman, dan terdesentralisasi. Ini adalah tujuan ethereum diciptakan bagi developer dan perusahaan untuk menciptakan teknologi untuk mengubah cara banyak industri beroperasi dan cara kita menjalani kehidupan sehari-hari.

Mudahnya, Ethereum diciptakan layaknya sebagai App Store di Apple dimana satu ruang untuk puluhan ribu aplikasi berbeda, namun semuanya mematuhi aturan yang sama. Hanya aturan tersebut yang di-hardcode ke dalam network ethereum dan dikustomisasi secara mandiri oleh para developer dimana mereka dapat menjalankan aturan sendiri di dalam DApps.

Apa yang membuat Ethereum menonjol adalah fungsionalitas dari smart-contract. Smart contract adalah kode atau skrip komputer yang memfasilitasi pertukaran uang, konten, properti, saham, atau hal berharga lainnya. Skrip ini, yang dapat dibuat oleh siapa saja di jaringan, berisi aturan, kewajiban, dan penalti dari kontrak yang disepakati bersama antara rekan kerja.

Karena mereka berjalan di blockchain publik yang tidak mudah rusak, smart-contract memfasilitasi transfer aset atau mata uang dengan cara yang transparan dan dapat dipercaya tanpa memerlukan perantara — semacam sistem escrow otomatis. Karena fitur-fitur ini, smart-contract ini memungkinkan untuk di aplikasikan di beberapa bidang seperti keuangan, perawatan kesehatan, dan asuransi.

Bagaimana Cara Kerja Ethereum

Setelah mengetahui apa itu Ethereum, maka kamu harus memahami cara kerja Ethereum. Inti dari jaringan Ethereum adalah Ethereum Virtual Machine (EVM). EVM memungkinkan pengguna untuk menjalankan skrip menggunakan jaringan node publik terlepas dari bahasa pemrograman. Dengan EVM, membuat aplikasi blockchain lebih mudah dan lebih cepat karena pengembang tidak perlu membangun blockchain dari awal.

Setiap node (perangkat yang terhubung dengan jaringan) Ethereum terhubung ke node lain untuk membentuk sebuah jaringan.

Sebuah node penuh menyiarkan transaksi dan blok ke jaringan dan menerima transaksi lain dan blok dari itu. Node yang penuh penuh juga bertanggung jawab untuk menyinkronkan status rantai saat ini dengan jaringan lainnya. Kecuali untuk jaringan eksperimental atau pribadi lainnya, jaringan Ethereum resmi yang biasanya disebut  MainNet dan TestNet. TestNet biasanya digunakan untuk melakukan eksperimen protokol atau fitur baru sebelum di aplikasikan di MainNet.

Blockchain di Ethereum jauh lebih kompleks daripada Bitcoin karena fakta bahwa pada Ethereum dimungkinkan untuk mengeksekusi kode arbitrer dalam bentuk smart-contract.

Smart-contract tersebut berisi kode pemrograman dengan menggunakan Solidity atau Serpent, yang biasanya di script oleh developer blockchain

Mekanisme Ethereum

Sama seperti Bitcoin, saat ini menggunakan protokol konsensus yang disebut Proof-of-work (PoW). Ini memungkinkan node jaringan Ethereum untuk menyetujui status semua informasi yang direkam pada blockchain Ethereum dan mencegah segala jenis serangan dari peretas.

Namun dalam waktu dekat, Ethereum akan beralih dari proof-of-work ke Proof-of-stake (PoS). Transisi ke proof-of-stake ini juga akan menghentikan penambangan Ethereum.

Kenapa Ethereum beralih ke Proof Of Stake?

Sebelum itu kalian wajib tahu perbedaan Proof of Work(PoW) dan Proof of Stake (PoS).

  1.  Proof of Work merupakan cara untuk memverifikasi transaksi saat ini dan yang lalu. Pekerjaan yang digunakan untuk memecahkan teka-teki menghasilkan hadiah bagi siapa pun yang memecahkannya, menyebutnya sebagai penambangan. Dengan Proof of Work, para penambang bersaing untuk menjadi yang pertama menyelesaikan teka-teki matematika kompleks yang akan menghasilkan blok baru ini, yang berarti bahwa mereka akan siap untuk mengumpulkan beberapa Bitcoin baru sebagai hadiah.
  2. Proof of Stake adalah algoritma konsensus yang memutuskan siapa yang memvalidasi blok berikutnya, sesuai dengan berapa banyak koin yang kalian pegang, alih-alih penambang memecahkan teka-teki kriptografi menggunakan kekuatan komputasi untuk memverifikasi transaksi seperti yang mereka lakukan di Proof-of-Work.

Jaringan Ethereum telah tumbuh sangat pesat selama setahun terakhir. Ini terutama karena meningkatnya popularitas proyek NFT dan Decentralized Finance (DeFi) dalam beberapa bulan terakhir.

Ethereum telah menjadi pilihan jaringan untuk developer yang bekerja pada platform NFT atau proyek DeFi. Saat ini ada lebih dari 200 proyek DeFi di blockchain Ethereum. Ini telah menyebabkan peningkatan substansial dalam jumlah transaksi di jaringan.

Alasan Ethereum beralih ke mekanisme konsensus proof of stake (PoS) dimana jaringan ini akan menggunakan daya jauh lebih sedikit dan akan membuat jaringan ethereum akan 99% lebih hemat energi. Mereka yang telah staking lebih banyak ETH akan mendapatkan imbalan yang lebih tinggi secara proporsional. 

Peningkatan jumlah transaksi berarti bahwa penambang harus mengeluarkan lebih banyak daya komputasi untuk memverifikasi transaksi dalam mekanisme Proof of Work. Daya komputasi yang tinggi menyebabkan peningkatan konsumsi energi ke titik di mana orang mulai mengevaluasi dampaknya terhadap lingkungan.

Kelebihan Ethereum

1. Terdesentralisasi

Ethereum bersifat terdesentralisasi, yang berarti secara efektif mendistribusikan kepercayaan dan pengetahuan di antara para anggota. Fitur ini membantu menghilangkan kebutuhan badan pusat dalam transaksi.

2. Deployment Project menjadi lebih singkat

Daripada membangun blockchain dari awal, Bisnis dapat menggunakan sistem perangkat lunak seperti Hyperledger Besu untuk mengelola dan membuat blockchain di tingkat pribadi.

3. Skala Network yang Luas

Ukuran jaringan pasti akan melebihi beberapa node karena ukuran jaringan kritis untuk kerjasama bisnis. Sebagian besar saingan blockchain komersial mengoperasikan koneksi dengan kurang dari sepuluh node dan memiliki pengalaman minimal dengan sistem yang lebih besar. Tim di belakang Ethereum baru-baru ini menunjukkan kelayakan jaringan Ethereum dengan node jutaan pengguna.

4. Transaksi tidak dipublikasikan

Karena Ethereum dienkripsi, informasi pribadi tidak dapat dinilai oleh semua orang. Hanya dihat oleh mereka yang telah diberi akses.

5. Strong Community

Karena Ethereum bersifat open-source, setiap orang memiliki kemampuan untuk meninjau pengkodean dan mengidentifikasi kesalahan dalam jaringan. Bahkan, Anda juga dapat memberikan saran untuk meningkatkan fungsionalitas, menghasilkan mata uang yang lebih efisien, aman, dan berkekuatan tinggi. Selain itu, ia menawarkan sifat terdesentralisasi dan fleksibel, sehingga cocok untuk ekspansi dan pengembangan jangka panjang. Tak ketinggalan, ia dikenal dengan keragamannya yang memberdayakan pengguna untuk membuat aplikasi dan fitur mereka sendiri.

Kekurangan Ethereum

1. Limit transaksi

Ada batasan untuk transaksi karena ketika banyak orang melakukan transaksi pada saat yang sama, dapat memperlambat proses transaksi kamu bahkan transaksi kalian kemungkinan bisa gagal jika network sedang sangat padat.

2. Biaya Transaksi

Transaksi menggunakan network Ethereum tidak gratis karena harus membayar biaya gas fee (transaction fee). Popularitas Ethereum yang semakin meningkat telah menyebabkan biaya transaksi yang lebih tinggi. Biaya transaksi Ethereum, juga dikenal sebagai “gas”, dapat berfluktuasi dan cukup mahal. Itu bagus jika Anda menghasilkan uang sebagai penambang tetapi kurang begitu jika Anda mencoba menggunakan jaringan. Tidak seperti Bitcoin, di mana jaringan menghargai pemverifikasi transaksi, Ethereum mengharuskan mereka yang berpartisipasi dalam transaksi untuk menutupi biayanya transaksi tersebut.

3. Volatilitas harga

Berinvestasi di Ethereum, seperti cryptocurrency lainnya dimana harganya akan cukup fluktuatif, kemungkinan kamu bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan serta kerugian yang signifikan. Volatilitas harga Ethereum juga cukup tinggi karena semua orang mulai memperlakukannya sebagai investasi daripada mata uang digital. 

Mulai Investasi Aset Kripto di Ajaib

Apabila kamu sudah memiliki cukup ilmu tentang aset kripto dan tertarik untuk mulai investasi, langsung saja aktivasi aset kripto kamu di Ajaib! Ya, selain menawarkan saham, reksa dana, dan margin trading, kini Ajaib juga menghadirkan investasi dan jual beli aset kripto di dalam aplikasinya. 

Aset kripto yang ditawarkan oleh Ajaib juga beragam, dan bisa dipastikan aman karena Ajaib sudah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, dan juga dijamin oleh CoinCover dan Fireblocks, platform perlindungan aset kripto dengan proteksi dan keamanan tingkat dunia.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, lanjutkan perjalanan investasi kamu dengan berinvestasi aset kripto di Ajaib dengan klik link di bawah ini!

Artikel Terkait