Investasi

Pasar Uang Adalah Investasi Untuk Pemula, Ini Selengkapnya

Pasar uang adalah
Pasar uang adalah

Ajaib.co.id – Untuk melakukan investasi memang membutuhkan kesiapan dan keberanian khusus. Untuk kamu yang ingin berinvestasi untuk jangka pendek maka bisa sekali melalui pasar uang.

Adanya pasar uang sendiri menjadi angin segar bagi para investor seperti kamu yang ingin menanamkan modalnya. Tentunya dengan tujuan meraih sejumlah keuntungan atau profit. Kabar gembiranya bagi kamu para investor pemula, pasar uang merupakan tempat yang amat tepat untuk kamu belajar investasi. Alasannya karena modal yang dikeluarkan terjangkau dan risikonya juga minim.

Untuk lebih memahaminya kamu harus tau apa itu pasar uang. Dalam dunia investasi, pasar uang merupakan mekanisme pasar yang memberikan kemungkinan seorang individu melakukan transaksi jual beli dalam bentuk sekuritas keuangan. Namun, pasar uang juga bisa diartikan sebagai tempat bagi satu pihak untuk meminjam dana dari pihak lainnya. Dengan tingkat bunga tertentu sebagai bentuk imbalan dari transaksi tersebut.

Selain itu, untuk waktu peminjaman di pasar uang ini memiliki jangka waktu yang pendek. Di mulai dari satu hari hingga paling lama selama satu tahun. Namun, juga lebih dari satu tahun itu akan tergolong sebagai pasar utang. Proses transaksi yang terjadi di pasar uang bisa dilakukan secara langsung dan melalui seorang perantara yang disebut dengan broker. Kalau dilihat dari jenis mata uangnya, pasar uang dibagi menjadi dua yakni, pasar domestik dan pasar valuta asing.

Adapun, seluruh transaksi hingga regulasi ada yang mengatur yakni oleh Bank Indonesia (BI). Sementara itu, pelaku kegiatan pasar uang terdiri dari bermacam elemen, mulai dari pemerintah, bank-bank komersial, perusahaan swasta, perusahaan pemerintah, brokers dan dealer, money market mutual funds, serta future market exchange. 

Hal-hal Penting Soal Pasar Uang

Berikut hal-hal penting yang harus kamu ketahui mengenai pasar uang:

1.     Manfaat Pasar Uang

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh jika melakukan investasi di pasar modal. Di antaranya, keberadaan pasar uang ini memberikan bantuan kepada perusahaan yang akan melakukan ekspansi. Biasanya mereka membutuhkan sejumlah dana dan pasar uang berperan sebagai sumber pembiayaan.

Lalu hal yang menguntungkan juga bisa didapatkan oleh investor asing yang berencana menanamkan modalnya di Indonesia. Di sini pasar uang bisa menjadi fasilitator sekaligus mediator dalam penyaluran pinjaman dalam jangka pendek.

Selanjutnya, pasar uang menjadi tempat perdagangan surat-surat berharga dengan jangka waktu yang pendek. Termasuk merupakan sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat lokal. Pasar uang juga menjadi alat untuk menawarkan investasi berupa Sertifikat Bank Indonesia (BI) dan Surat Berharga Pasar Uang kepada masyarakat.

2.     Risiko Pasar Uang

Setiap hal yang kita lakukan tentunya ada dua dampak berupa keuntungan dan risiko. Hal yang sama berlaku pada pasar uang. Selain ada peluang berupa keuntungan tapi juga ada risiko yang mau tak mau harus ditanggung oleh investor.

Risiko pertama yang mungkin kamu dapatkan adalah risiko gagal bayar (default risk). Hal ini bisa terjadi saat pihak yang mendapatkan modal dari kamu tak mampu melakukan pembayaran ketika tagihan pinjaman telah jatuh tempo. Selain itu, ada risiko penanaman kembali atau reinvestment risk yakni menciptakan adanya pengalihan investasi.

Adapula risiko fundamental atau fundamental risk. Risiko ini bisa terjadi lantaran perubahan kebijakan tertentu seperti, pemerintah, fiskal, moneter, serta kondisi makro ekonomi. Lalu ada risiko pasar atau market risk yang merupakan risiko yang terjadi sebagai akibat dari pergerakan nilai tukar, suku bunga, dan fluktuasi harga.

3.     Instrumen Pasar

Ada beberapa instrumen pasar yang bisa menjadi alat investasi kamu di pasar uang. Berikut ini daftar instrumen dari pasar uang:

a.      Sertifikat Bank Indonesia (SBI) adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Surat ini merupakan pengakuan utang dengan jangka 1-3 bulan dengan sistem Bunga atau diskonto sebagai imbalannya. Selain itu, SBI ini digunakan oleh BI untuk mengontrol kestabilan nilai rupiah. Pengontrolan ini dilakukan lewat penjualan SBI, sehingga Bank Indonesia bisa menyerap kelebihan uang primer yang beredar di pasaran.

b.     Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) adalah surat berharga yang diterbitkan oleh bank yang ditandatangani oleh nasabah. Surat ini merupakan surat jaminan pelunasan utang.

c.      Call Money  pada umumnya digunakan saat bank ingin mengalihkan kelebihan uang dalam jangka pendek artinya sifatnya sementara. Sementara itu, jangka waktu call money sangat pendek, rata-rata berkisar hingga 7 hari. 

d.     Sertifikat Deposito merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh bank dengan jumlah nominal tertentu yang berperan sebagai surat atas tunjuk. Maksudnya sertifikat deposito yang kamu terima bukan atas nama perorangan, sehingga siapa saja yang memilikinya bisa menjual atau membelinya kepada pihak lain. 

e.      Treasury Bills adalah instrumen pasar uang yang sejenis dengan surat obligasi pemerintah dengan jangka waktu jatuh tempo yang cukup pendek. Instrumen ini juga sering disebut dengan T-Bills.

f.       Commercial Paper  biasanya banyak dimanfaatkan sebagai investasi jangka pendek. Dengan tujuan untuk membeli inventaris atau biaya pengelolaan modal kerja yang memiliki waktu singkat. Instrumen ini bisa menjadi alternatif terbaik untuk menambah modal usaha kamu, ketimbang dengan mengambil pinjaman dari bank. 

Pasar uang juga sering membuat bingung orang jika dibandingkan dengan pasar modal. Bahkan banyak yang menilai pasar uang dan pasar modal adalah dua hal yang sama, padahal keduanya berbeda.

Sekilas untuk kamu, perbedaan utama adalah terletak pada jangka waktu investasinya. Kalau pasar uang biasanya memiliki jangka waktu yang pendek dan kurang dari satu tahun. Utamanya untuk pemberian dana untuk usaha, pengembalian dananya juga berjalan cepat disesuaikan dengan kesepakatan.

Sementara itu, pasar modal cenderung memiliki jangka panjang. Alhasil pada periode tertentu banyak pelaku yang harus memutar dana dengan menjual atau membeli saham. Tujuannya untuk terus memperoleh untung. Singkatnya seperti itu. Jadi jangan tertukar atau menyamakan dua hal yang berbeda ini ya. 

Artikel Terkait