Reksa Dana

Cara Mengatasi Risiko Reksa Dana dengan Langkah Berikut!

risiko investasi reksa dana

Ajaib.co.id. Berinvestasi erat kaitannya dengan mengambil risiko guna mendapatkan keuntungan, begitu pula ketika memiliki reksadana. Terpenting, kamu tahu cara mengatasi risiko reksa dana sembari berupaya memaksimalkan keuntungan dari instrumen investasi ini. Investasi reksadana sendiri dikatakan paling aman bagi investor pemula namun bukan berarti tidak memiliki risiko sama sekali.

Setiap jenis intrumen investasi yang kamu pilih pasti memiliki potensi untuk mengalami risiko kerugian yang berbeda-beda. Dalam berinvestasi di jenis reksadana, tentu saja kamu perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi risiko reksa dana yang disebabkan oleh berbagai macam hal.

Apalagi saat ini, kaum milenial sudah mulai melek berinvestasi di mana jenis intrumen investasi yang dipilih oleh anak muda zaman now adalah reksa dana. Minat untuk membeli investasi ini salah satunya dengan memiliki kelebihan berupa tingkat risiko kerugian yang tergolong rendah dibanding kamu berinvestasi di saham.

Reksa dana menjadi pilihan yang bijak untuk kamu pertimbangkan. Mengapa? Karena, reksa dana bisa menjadi sebuah tempat belajar yang baik bagi kamu untuk bisa mengenal dan mengetahui seluk-beluk dunia investasi lebih mendalam lagi.

Oleh karena itu, tak jarang investasi reksa dana dijadikan pilihan yang dapat kamu pertimbangkan untuk memulai investasi pertamamu sebagai pemula. Berikut macam-macam risiko yang mungkin kamu temui saat berinvestasi reksa dana:

Macam-macam Risiko Reksa Dana yang Perlu Kamu Ketahui

1. Ketidakpastian Tingkat Return

Inilah mengapa seluruh jenis intrumen investasi pasti memiliki potensi risiko kerugian. Reksa dana bukanlah seperti produk-produk simpanan seperti deposito dan tabungan, yang mana sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) jika sewaktu-waktu kamu mengalami kerugian.

Jika dilihat dari risiko kerugiannya, investasi reksa dana lebih tinggi dibanding dengan deposito. Jadi, ketika kamu berinvestasi di reksa dana, kamu bisa saja sewaktu-waktu mengalami kerugian dari modal yang kamu investasikan tersebut. Salah satu cara mengatasi risiko investasi reksa dana ini yaitu memilih produk reksa dana yang memiliki kinerja yang baik.

Kamu juga bisa melakukan penyebaran investasi ke berbagai jenis reksa dana seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksadana saham, dll. Untuk minimalisir risiko kerugian investasi reksa danamu.

2. Risiko Kerugian Tidak Dijamin Pemerintah

Reksa dana adalah investasi yang bersifat murni, yang mana hal ini membuat baik itu keuntungan ataupun kerugian yang kamu dapatkan menjadi tanggung jawab diri sendiri. Berbeda halnya dengan tabungan dan deposito di bank yang sudah dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jika sewaktu-waktu pihak nasabah dirugikan lembaga inilah yang berperan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

3. Tidak Memiliki Asuransi Jiwa Sebagai Proteksi

Ketika kamu sebagai investor reksa dana meninggal dunia, kamu tidak memiliki asuransi sebagai proteksi investasimu. Sehingga tidak ada yang bisa melanjutkan dan menggantikanmu. Inilah risiko yang akan kamu temui saat berinvestasi di reksa dana.

Namun kamu bisa menyiasatinya dengan membeli asuransi untuk jiwa dan investasi. Contohnya saja, asuransi unit link tetapi jenis asuransi jiwa ini seringkali menimbulkan pro dan kontra karena biaya bulanan yang dibayarkan akan digunakan oleh perusahaan asuransi terkait untuk diinvestasikan.

Namun, jika kamu membeli reksa dana melalui agen penjual reksa dana online seperti Ajaib, kamu bisa mendapatkan proteksi asuransi santunan rawat inap dan kematian. Produk reksa dana tersebut berlaku untuk “Syailendra Saham: Bonus Asuransi”.

Di mana, jika kamu membeli dan menyimpan uangmu di produk reksa dana ini, keuntungan asuransi tersebut akan tetap aktif walaupun kamu ingin menarik investasimu kapan saja, asalkan danamu masih tersimpan sesuai dengan jumlah nominal yang berlaku. Ingat ya! Produk reksa dana “Syailendra Saham: Bonus Asuransi” yang dibeli di Ajaib, kamu akan mendapatkan asuransi bebas premi dan tanpa dipunggut biaya sepeserpun.

4. Kehilangan Momentum Investasi

Investasi reksa dana merupakan jenis intrumen investasi di pasar modal yang perlu kamu tanamkan secara rutin atau berkala setiap bulannya. Cara ini layaknya kamu sedang menabung di bank, kamu disarankan menanamkan investasi ke reksa danamu sebesar 10% dari penghasilan bulananmu.

Jika kamu merupakan sosok yang pelupa, tepat sekali nih jika kamu menjadi investor reksa dana di Ajaib, di mana Ajaib memiliki fitur auto invest yang bisa kamu atur sesuai kemampuan finansialmu, yang mana fitur ini akan membantu kamu dalam menabung secara konsisten di reksa dana.

Dana yang kamu punya di tabungan akan langsung dipotong secara otomatis, kemudian dana tersebut akan langsung diinvestasikan ke nilai investasi reksa danamu. Jadi, untuk memaksimalkan hasil investasi reksa danamu, kamu perlu berinvestasi secara rutin setiap bulannya.

5. Butuh Waktu untuk Mencairkan Hasil Investasimu ke Rekening

Besarnya jumlah nominal uang yang ingin kamu cairkan ke rekeningmu juga mempengaruhi waktu atau proses pencairan uang dari reksa danamu tersebut. Waktu normalnya bisa memakan waktu dari 3-7 hari proses kerja Karena itu, kamu tidak bisa sewaktu-waktu menarik dana tersebut dengan cepat bagaikan tabungan biasa.

6. Reksa Dana Bisa Saja Dibubarkan

Hal yang membuat reksa dana dapat dibubarkan atau terjadi likuidasi yang dilakukan oleh Manajer Investasi (MI) disebabkan oleh jika nilai aktiva bersih reksa dana menjadi kurang dari Rp 25 miliar selama 90 hari berturut-turut. Risiko likuiditas ini kerap membuat calon investor menjadi ragu untuk memulai investasinya.

Bagaimana cara untuk minimalisasi risiko kerugian dari pembubaran reksa dana ini? Kembali lagi seperti yang sudah Ajaib jelaskan pada poin-poin sebelumnya bahwa pilihlah reksa dana yang memiliki kinerja yang baik, kamu bisa melihatnya dari nilai aktiva bersih reksa dana yang besar. Hal ini menunjukkan besaran dana kelolaan yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI).

Jika kamu memilih reksa dana yang memiliki nilai aktiva bersih yang besar, hal ini semakin baik untuk menghindarkan kamu dari risiko kerugian yaitu pembubaran reksa dana oleh Manajer Investasi (MI).

Pilih Jenis Reksa Dana Berdasarkan Profil Risiko Investasi dan Jangan Lupa Menggunakan Manajemen Risiko

Pilihan reksa dana berdasarkan profil risiko investasi bisa kamu pilih melalui platform Ajaib, dan bagi kamu investor pemula yang belum tahu profil risiko itu apa? Kamu simak informasi di artikel Ajaib dalam tautan ini. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan manajemen risiko untuk menghindari tingkat risiko yang terlalu besar dengan cara mengetahui batas bawah hasil return dari investasi reksa danamu.

Sejumlah poin di atas adalah risiko dalam berinvestasi reksa dana yang wajib kamu ketahui dan pahamai benar-benar. Dengan mengetahu daftar risiko yang kamu hadapi, kamu juga bisa mencari cara mengatasi risiko reksa dana tersebut. Untuk kamu ketahui, tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan. Begitu pula dalam soal investasi, ada risiko yang membayangi untuk setiap potensi keuntungannya.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait