Ajaib
Menu

Berita

Rights Issue Saham INET Disetujui OJK, Begini Rincian dan Jadwal Pelaksanaannya

SarifaDecember 24, 2025

saham INET

Hak aksi korporasi rights issue Saham INET telah resmi mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Desember 2025. Aksi penggalangan dana senilai Rp 3,2 triliun ini akan segera memasuki tahap eksekusi dengan jadwal yang telah ditetapkan di awal Januari 2026. Bagi kamu pemegang saham, memahami detail dan implikasi rights issue ini sangat penting untuk mengambil keputusan yang tepat.

Apa Itu Rights Issue dan Mengapa INET Melakukannya?

Sebelum membahas detailnya, mari kita pahami dulu apa itu rights issue. Sederhananya, rights issue adalah salah satu cara perusahaan menambah modal dengan menawarkan saham baru terlebih dahulu kepada pemegang saham yang sudah ada. Hak ini disebut HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu).

PT Sinergi Inti Andalan Prima (INET) melakukan rights issue dengan tujuan utama mengumpulkan dana segar untuk mendanai ekspansi bisnis dan pertumbuhan perusahaan jangka panjang. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat posisi mereka sebagai perusahaan infrastruktur jaringan digital terintegrasi di Indonesia.

Detail Lengkap dan Jadwal Penting Rights Issue Saham INET

Setelah mendapat persetujuan OJK, berikut adalah rincian teknis dari rights issue yang akan dilakukan INET:

  • Jumlah dan Harga Saham: INET akan menerbitkan maksimal 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Dengan demikian, target dana maksimal yang ingin diraih adalah Rp 3,2 triliun.
  • Rasio dan Hak Pemegang Saham: Rights issue ini dilakukan dengan rasio 3:4. Artinya, untuk setiap 3 lembar saham lama yang kamu miliki, kamu berhak membeli 4 saham baru di harga Rp 250 per lembarnya.
  • Insentif Waran: Sebagai bentuk apresiasi, INET juga akan memberikan Waran Seri II secara cuma-cuma kepada pemegang saham yang melaksanakan haknya. Setiap pembelian 50 saham baru akan mendapatkan 9 waran, yang nantinya dapat digunakan untuk membeli 1 saham dengan harga Rp 300. Jika semua waran dieksekusi, bisa menambah dana hingga Rp 691,2 miliar bagi perusahaan.
  • Jaminan Keberhasilan (Standby Buyer): Untuk memastikan rights issue berjalan sukses, pemegang saham pengendali INET, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN), telah menyatakan kesanggupan sebagai pembeli siaga. Mereka akan membeli sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham publik.

Jadwal Pelaksanaan Rights Issue Saham INET sangat penting untuk kamu catat:

TanggalKegiatanKeterangan
2 Jan 2026CUM Right HMETDTerakhir perdagangan saham beserta hak HMETD-nya.
5 Jan 2026EX Right HMETDMulai perdagangan saham TANPA hak HMETD.
6 Jan 2026Recording DateBatas kepemilikan untuk mendapat hak HMETD.
8 – 22 Jan 2026Periode Pelaksanaan HMETDMasa di mana kamu dapat menggunakan hak untuk membeli saham baru.

Alokasi Dana dan Strategi Pertumbuhan Sinergi Inti Andalan Prima

Lalu, kemana saja dana Rp 3,2 triliun itu akan dialirkan? Manajemen Sinergi Inti Andalan Prima telah merancang alokasi yang fokus pada penguatan infrastruktur inti:

  1. Ekspansi Jaringan Fiber dan Wi-Fi 7 (Rp 2,93 Triliun): Mayoritas dana, sekitar Rp 2,93 triliun, akan disuntikkan ke anak usaha PT Garuda Prima Internetindo (GPI). Dana ini digunakan untuk mengembangkan jaringan Fiber to the Home (FTTH) dengan teknologi tercanggih Wi-Fi 7, yang menargetkan 2 juta pelanggan di wilayah Bali dan Lombok.
  2. Penguatan Infrastruktur Bawah Laut (Rp 215,38 Miliar): Sebagian dana akan dialokasikan ke PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) untuk melunasi biaya sewa jalur kabel bawah laut (submarine cable). Ini penting untuk memperluas dan memperkuat konektivitas jaringan inti.
  3. Modal Kerja Perusahaan: Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja untuk operasional dan pengembangan layanan lainnya.

Yang Harus Diperhatikan Pemegang Saham

Sebagai investor, ada dua hal krusial yang perlu kamu pertimbangkan:

  • Efek Dilusi: Jika kamu tidak melaksanakan hak (HMETD), kepemilikan saham kamu akan terdilusi (menipis) hingga maksimal 57,14%. Ini terjadi karena jumlah saham yang beredar bertambah, sementara porsi milik kamu tetap.
  • Perubahan Harga Teoritis: Setelah tanggal ex-right (5 Januari 2026), harga saham akan disesuaikan dengan teori karena adanya hak beli saham baru yang murah. Analisis dari Mikirduit memperkirakan harga teoritis baru bisa berada di sekitar 60% dari harga pasar sebelum ex-right. Sebagai contoh, jika harga saham INET sebelum ex-right adalah Rp 675, maka harga teoritisnya setelahnya diperkirakan sekitar Rp 423 per saham.

Kesimpulan

Persetujuan OJK terhadap rights issue Saham INET menandai babak baru bagi pertumbuhan Sinergi Inti Andalan Prima. Aksi korporasi ini jelas ditujukan untuk mendanai ekspansi ambisius di sektor infrastruktur digital yang prospektif.

Sebagai pemegang Saham INET, penting untuk segera memutuskan: akan melaksanakan hak membeli saham baru dengan harga diskon, atau tidak. Pertimbangkan kondisi keuangan dan keyakinan kamu terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Selalu lakukan analisis mendalam dan konsultasikan dengan perencana keuangan jika perlu.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membeli dan Menjual Saham di Ajaib

Mulai Investasi Saham di Ajaib!

Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.

Google Play StoreApple App Store

Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/dapat-restu-ojk-sinergi-inti-andalan-prima-inet-siap-eksekusi-rights-issue-jumbo

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Rights Issue Saham INET Disetujui OJK, Begini Rincian dan Jadwal Pelaksanaannya - Ajaib