Ekonomi

Pemilu AS dan Rekomendasi Saham yang Layak Dikoleksi

Ajaib.co.id – Pemilu atau pemilihan umum di Amerika Serikat menjadi salah satu hal yang paling diantisipasi oleh seluruh dunia, termasuk Indonesia. Lantas, mengapa proses demokrasi di Negeri Paman Sam tersebut sangat menyita perhatian warga dunia?

Sekilas, pertanyaan ini dapat dijawab dengan memahami dulu pengaruh dan kekuatan Amerika dalam kancah politik dan ekonomi dunia. Mengutip BBC.co.uk, faktor utama yang membuat Amerika Serikat begitu berkuasa adalah kekuatan besar mereka pada bidang ekonomi dan militer, serta pengaruhnya yang sangat kuat di lembaga internasional seperti PBB dan NATO. Kondisi inilah yang membuat Amerika Serikat disebut sebagai negara superpower.

Kekuatan Ekonomi

Kekuatan ekonomi Amerika Serikat bersumber dari besarnya populasi negara tersebut. Negara ini tercatat memiliki setidaknya 325 juta populasi, ketiga paling besar di dunia. Dengan jumlah populasi sebesar itu, Amerika Serikat menguasai sekitar seperempat kekayaan dunia pada 2015, atau setara dengan USD17,97 triliun.

Pada periode tersebut, pendapatan per kapita Amerika Serikat juga tercatat sebesar USD56.300 per kapita, salah satu yang tertinggi di muka bumi.

Tak sekadar memiliki tingkat populasi yang cukup besar, barang dan jasa yang dihasilkan Amerika Serikat juga menjadi salah satu yang paling ikonik dan berpengaruh di dunia. Apple dan Facebook merupakan dua di antara banyak sekali merek produk yang dihasilkan oleh Negeri Paman Sam.

Dengan kekuatan ekonomi yang besar itu, Amerika Serikat memiliki banyak ruang untuk memberi pengaruh dan kekuasaan kepada negara lain melalui berbagai sumbangan internasional. Sebagai contoh, pada 2013, total kontribusi sumbangan Amerika Serikat kepada PBB mencapai USD30 miliar. Padahal, angka ini hanya mencapai sekitar 0,2 persen total GDP Amerika Serikat pada tahun tersebut.

Tak hanya melalui sumbangan kepada PBB, Amerika Serikat juga banyak memberikan pengaruh kepada negara-negara lain melalui berbagai sumbangan dari perusahaan dan lembaga-lembaga amal lainnya. Contohnya, agensi USAID yang berfokus pada pengembangan internasional, hingga kini terlibat pada lebih dari 87 misi di seluruh dunia, dan telah menjalin kemitraan dengan lebih dari dari 3.500 mitra untuk memberikan donasi yang setara dengan 1% APBN negara tersebut setiap tahunnya.

Kekuatan Militer

Amerika Serikat bisa dibilang sebagai satu-satunya negara superpower alias adidaya di bidang militer dunia. Semua ini bisa dicapai oleh Amerika Serikat dengan besarnya pengeluaran negara tersebut untuk bidang militer, bahkan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Pada 2013, Amerika Serikat tercatat mengeluarkan belanja militer sebesar USD640 miliar, sedangkan total belanja militer di dunia mencapai USD1.747. Artinya, total belanja militer Amerika Serikat mencapai lebih dari sepertiga belanja militer dunia, atau sekitar 36% dari total belanja militer dunia. Sebagai catatan, jumlah belanja militer ini hanya mencapai 3,8% PDB dunia.

Pengaruh Pemilu AS

Di luar pengaruh kekuatan militer dan ekonomi, Amerika Serikat juga sangat berpengaruh pada bidang budaya dunia yang menjadi pendorong gaya konsumsi dan ekonomi dunia. Selain itu, Amerika Serikat juga memiliki pengaruh yang sangat besar atas beberapa organisasi internasional seperti NATO dan PBB.

Dengan kalkulasi kekuasaan dan pengaruh sebesar itu, pemilu Amerika Serikat sangat ditunggu-tunggu dan diantisipasi oleh seluruh dunia, termasuk para pelaku pasar. Pasalnya, siapa yang menjadi pemimpin Amerika Serikat selanjutnya akan sangat menentukan arah dan kebijakan ekonomi dan politik negara tersebut. Hal ini, pada kadar tertentu akan turut menentukan nasib dari ekonomi dan politik di kawasan lainnya di belahan dunia.

Pada November 2020, Amerika Serikat telah menyelenggarakan pemilu yang memenangkan Joe Biden sebagai presiden. Terpilihnya Joe Biden merupakan keempat kalinya dalam sejarah Amerika Serikat, presiden petahana dikalahkan oleh calon presiden baru.

Berdasarkan laman USbanks.com, terpilihnya Joe Biden sebagai presiden akan sangat memengaruhi kondisi pasar. Selain itu, hal ini juga akan memengaruhi rekomendasi analis atas komposisi portofolio investasi yang wajib dimiliki di masa administrasi bekas mantan Wakil Presiden Barack Obama tersebut.

Meski pada 2020 pergerakan pasar saham di Amerika Serikat didominasi oleh saham-saham teknologi, dalam beberapa bulan terakhir sejak Biden menjadi Presiden terjadi perubahan yang nyata. Pada prinsipnya, Chief Investment Officer US Banks mengatakan, perubahan kekuasaan ini harus dicermati dari perspektif Big Picture.

Freedman menekankan bahwa volatilitas ekonomi akibat potensi perubahan kebijakan publik cenderung akan memengaruhi ekonomi sektoral ketimbang secara general. Dengan demikian dia menyarankan para investor untuk mencermati sektor-sektor berikut ini:

1. Sektor Pertumbuhan Sekuler

Menurut Freedman Sektor Pertumbuhan Sekuler akan mendapatkan keuntungan jangka panjang dari tren ekonomi mendatang. Industri yang termasuk ke dalam sektor ini adalah sektor yang dapat mendorong produktivitas dan efektivitas seperti teknologi informasi dan e-commerce.

Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi salah satu sektor yang layak untuk diperhatikan. Freedman mengatakan, dalam jangka panjang, manusia akan lebih menaruh perhatian pada kondisi fisik mereka untuk tetap menjaga kesehatan. Selain itu, sektor yang mendorong atau membantu manusia tetap aktif juga layak untuk dicermati.

2.    Saham Siklikal 

Saham-saham siklikal, industrial, energi, dan keuangan secara umum mengalami pergerakan yang kurang mengesankan sepanjang paruh pertama 2020 dan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi, dalam beberapa bulan menjelang akhir tahun, saham-saham di sektor tersebut mulai menggeliat.

Hal ini menurut Freedman menjadi indikasi bahwa tren tersebut masih akan berlanjut sampai 2021. Dengan demikian, dia menyarankan para investor untuk mencermati saham-saham di sektor tersebut pada tahun ini.

3.    Saham-Saham Mid & Small Cap

Saham-saham berkapitalisasi kecil dan sedang juga dinilai sebagai salah satu portofolio investasi yang layak untuk diperhatikan. Menurutnya saham-saham dalam kategori ini memiliki peluang untuk tumbuh bersama pemulihan ekonomi di bawah pemimpin yang baru. Hal ini akan sangat berkebalikan dengan kondisi 2020 yang mana saham-saham big caps lebih mendominasi.

Salah satu penyebab yang akan mendorong saham-saham mid dan small cap adalah faktor pertumbuhan ekonomi yang mulai kembali ke kondisi normal akan turut mendorong investor masuk ke instrumen investasi yang lebih berisiko. Oleh karena itu, saham-saham berkapitalisasi kecil dan besar punya peluang sangat baik untuk tumbuh.

Dengan mengacu pada hasil pemilu dan memerhatikan perubahan yang terjadi pada relasi kuasa di Amerika Serikat, seorang investor dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan sensitif terhadap tren. Apa yang terjadi pada pasar Amerika Serikat juga akan sangat mungkin terefleksi pada pasar saham domestik Indonesia.

Namun, yang terpenting adalah jangan sampai terus menunda investasi Anda. Karena, semakin lama menunda, semakin banyak waktu yang Anda buang untuk mengambil potensi cuan dari saham.

Oleh karena itu, segera mulai investasimu di Ajaib! Platform investasi reksadana dan saham ini sudah diawasi dan terdaftar di OJK. Ayo segera mulai investasi di Ajaib!

Artikel Terkait