Ajaib
Menu

Berita

Low Tuck Kwong Borong 6 Juta Saham BYAN, Kisi-Kisi Dividen Bayan Resources Jadi Sorotan

SalsabillaMay 20, 2026

Low Tuck Kwong Borong 6 Juta Saham BYAN, Kisi-Kisi Dividen Bayan Resources Jadi Sorotan

Raja batu bara Low Tuck Kwong kembali tercatat memperbesar kepemilikannya di PT Bayan Resources Tbk. (BYAN). Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI), Low Tuck Kwong memborong total 6 juta lembar saham BYAN sejak pekan kedua Mei 2026 melalui PT Maybank Sekuritas Indonesia. Aksi tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BYAN yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Juni 2026. Selain agenda rutin tahunan, pasar juga menyoroti potensi pembagian dividen BYAN setelah perseroan sebelumnya memberikan kisi-kisi terkait kebijakan distribusi laba kepada pemegang saham.

Low Tuck Kwong Tambah Kepemilikan Saham BYAN

TanggalJumlah Saham DibeliPerantaraTotal Kepemilikan Setelah Transaksi
13 Mei 20263 juta lembarPT Maybank Sekuritas Indonesia13,40 miliar saham (40,23%)
18 Mei 20263 juta lembarPT Maybank Sekuritas Indonesia13,41 miliar saham (40,24%)

Berdasarkan data KSEI, Low Tuck Kwong kini menggenggam sebanyak 13.412.921.870 lembar saham BYAN atau setara dengan 40,24% kepemilikan. Posisi tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya sebanyak 13,40 miliar saham atau sekitar 40,23%.

Pergerakan kepemilikan saham ini menjadi perhatian pelaku pasar karena berlangsung menjelang agenda RUPST perseroan. Dalam keterbukaan informasi BEI, Corporate Secretary Bayan Resources Jenny Quantero menyampaikan bahwa rapat akan digelar pada 10 Juni 2026 mulai pukul 14.00 WIB di Hotel Fairmont Jakarta.

Agenda RUPST dan Kisi-Kisi Dividen BYAN

Setidaknya terdapat enam mata acara yang akan dibahas dalam RUPST BYAN tahun ini. Agenda tersebut mencakup persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan, penggunaan laba bersih tahun buku 2025, hingga perubahan atau pengangkatan kembali jajaran direksi dan komisaris. Selain itu, perseroan juga akan membahas penunjukan akuntan publik, penetapan remunerasi dewan komisaris dan direksi tahun 2026, serta persetujuan perubahan anggaran dasar perseroan. Fokus pasar saat ini juga tertuju pada agenda penggunaan laba bersih yang berkaitan dengan potensi pembagian dividen.

Berikut sejumlah catatan terkait rekam jejak dividen BYAN:

  • BYAN telah membagikan total dividen sebesar US$4,6 miliar dalam lima tahun terakhir.
  • Dividen tahun buku 2023 tercatat sebesar US$800 juta.
  • Dividen tahun buku 2024 tercatat sebesar US$700 juta.
  • Dividend payout ratio periode 2020-2024 mencapai sekitar 75%.

Manajemen BYAN sebelumnya menyampaikan bahwa perseroan memiliki rekam jejak dalam memanfaatkan kas untuk menurunkan leverage sekaligus mengembalikan kelebihan kas kepada pemegang saham melalui pembagian dividen.

Kinerja Kuartal I 2026 dan Target Operasional Bayan Resources

Pada kuartal I/2026, BYAN membukukan pendapatan sebesar US$821,6 juta atau sekitar Rp13,96 triliun. Nilai tersebut turun 7,70% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$890,15 juta. Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar US$190,79 juta atau sekitar Rp3,24 triliun, turun 12,45% secara tahunan dibandingkan kuartal I/2025 sebesar US$217,91 juta. Sebagian besar pendapatan BYAN masih ditopang oleh segmen batu bara.

Berikut panduan operasional dan keuangan BYAN pada 2026:

  • Target pendapatan: US$1,8 miliar hingga US$3,8 miliar.
  • Target produksi batu bara: 39 juta hingga 76 juta ton.
  • Proyeksi penjualan batu bara: 39 juta hingga 78 juta ton.
  • Estimasi biaya tunai produksi: US$36-US$42 per ton.
  • Target harga jual rata-rata: US$46-US$48 per ton.
  • Rasio pengupasan tanah: 4,8 hingga 5,2 kali.

Untuk mendukung operasional, BYAN menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$200 juta hingga US$300 juta pada 2026. Nilai tersebut setara sekitar Rp3,38 triliun hingga Rp5,07 triliun. Sebagai perbandingan, realisasi belanja modal BYAN sepanjang 2025 mencapai US$181,7 juta, lebih rendah dibandingkan alokasi anggaran capex tahun lalu sebesar US$399,2 juta.

Mau Mulai Investasi Saham? Cek Peluang Saham Favoritmu di Ajaib

Buat kamu yang rutin mengikuti pergerakan saham batu bara seperti BYAN, memahami aksi pemegang saham utama, agenda RUPST, hingga potensi dividen bisa menjadi bagian penting dalam menyusun strategi investasi. Melalui Ajaib, kamu bisa memantau pergerakan harga saham, mendapatkan informasi emiten terbaru, hingga mulai investasi saham secara praktis langsung di mobile dan desktop. Download aplikasi Ajaib sekarang!

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Google Play StoreApple App Store

Sumber: https://premium.bisnis.com/read/20260520/656/1974975/kode-keras-low-tuck-kwong-di-saham-bayan-resources-byan-jelang-hilal-dividen-2026

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!