
ELSA/IDR
HeyElsa


📢 Hore! Dapat profit sebanyak +3,98% dari $ELSA dengan ⚡️XTRA Day Trading di Ajaib 🎉




HeyElsa


📢 Hore! Dapat profit sebanyak +3,98% dari $ELSA dengan ⚡️XTRA Day Trading di Ajaib 🎉



*Harga Minyak Meningkat ke US$ 92/brl Setelah Perundingan Damai AS-Iran Gagal* Kekhawatiran pasar semakin meningkat karena Iran dan sekutunya dilaporkan mempertimbangkan penutupan penuh Selat Hormuz serta Selat Bab el-Mandeb. Kedua jalur tersebut sangat strategis bagi perdagangan energi global, dengan Selat Hormuz menangani sekitar 20% perdagangan minyak dunia, sementara Bab el-Mandeb menjadi jalur alternatif utama yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia. Penutupan kedua jalur secara bersamaan berpotensi menciptakan supply shock yang jauh lebih besar dibanding gangguan sebelumnya. Harga minyak WTI naik ke sekitar US$92 per barel setelah melonjak lebih dari 5% pada awal bulan, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Sentimen positif yang sebelumnya muncul akibat harapan tercapainya kesepakatan damai AS–Iran mulai memudar setelah media Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan komunikasi dengan Washington sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. $MEDC $ENRG $ELSA $RATU $RAJA $AKRA _*Komentar:* Kenaikan minyak kembali ke area US$92 per barel berpotensi menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi setelah data PCE terbaru menunjukkan inflasi AS masih berada di level tinggi, yaitu 3.8% YoY. Jika harga energi terus naik, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkan suku bunga kembali dapat meningkat, yang berpotensi menekan sektor technology dan growth stocks._ _Sumber: Trading Economics, Ajaib Research_
Minyak WTI Anjlok Ke US$91 Setelah Trump Indikasikan Progres Positif Negosiasi Harga minyak WTI bertahan di sekitar US$91 per barel setelah anjlok lebih dari 6% pada sesi sebelumnya, seiring meningkatnya optimisme bahwa AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menyatakan negosiasi berjalan positif, sementara laporan menyebut mediator Pakistan telah memberi tahu China bahwa kedua pihak semakin dekat menuju perjanjian damai. Kerangka kesepakatan yang sedang dibahas mencakup perpanjangan gencatan senjata selama sekitar dua bulan, pencabutan blokade oleh AS, serta pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Meski demikian, sejumlah isu penting masih belum terselesaikan, terutama terkait program nuklir Iran dan tuntutan Teheran untuk tetap memiliki otoritas atas lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Selain itu, laporan mengenai serangan AS dan Israel terhadap kapal Iran menunjukkan bahwa risiko eskalasi masih ada, sehingga volatilitas pasar energi kemungkinan tetap tinggi. _*Komentar:* Penurunan harga minyak ke sekitar US$91 per barel merupakan perkembangan positif karena dapat mengurangi tekanan inflasi yang sebelumnya meningkat akibat konflik Timur Tengah. Jika kesepakatan tercapai, sektor consumer, transportation, industrial, dan technology berpotensi mendapat manfaat dari biaya energi yang lebih rendah, sementara energy stocks dapat menghadapi tekanan setelah sebelumnya menikmati keuntungan dari lonjakan harga minyak yang sempat melampaui US$100 per barel._ $MEDC $ELSA $AKRA $RAJA $ENRG _Sumber: Trading Economics, Ajaib Research_