Lorenzo adalah platform manajemen aset tingkat institusional yang berfokus pada tokenisasi produk keuangan penghasil imbal hasil. Inovasi utamanya, Financial Abstraction Layer (FAL), memungkinkan penerbitan On-Chain Traded Funds (OTF) — strategi imbal hasil ter-tokenisasi yang dirancang untuk membuat pembiayaan aset kripto menjadi lebih mudah diakses dan efisien.
Sebagai mitra resmi manajemen aset dari World Liberty Financial (WLFI), Lorenzo meluncurkan USD1+, produk keuangan generasi baru berbasis USD1 yang menggabungkan imbal hasil dari aset dunia nyata (RWA), strategi perdagangan, dan protokol DeFi.
Punya Pertanyaan atau Ingin Tahu Lebih Jelas?
Pertanyaan yang sering diajukan seputar aset kripto BANK (Lorenzo Protocol).
Suplai token BANK yang beredar maksimal 2.100.000.000.
Jumlah token BANK yang beredar adalah 775.979.167.
Aset kripto seperti BANK memiliki risiko tinggi karena volatilitas harga. Investor disarankan untuk memahami profil risiko dan melakukan riset sebelum berinvestasi.
Anda dapat membeli BANK melalui aplikasi Ajaib Alpha dengan membuka akun dan melakukan transaksi di menu Kripto. Unduh aplikasinya di sini →
Dampak Layanan PayLater terhadap Saham Sektor Keuangan Indonesia
Pertumbuhan pesat layanan Buy Now Pay Later (BNPL) memiliki dampak signifikan terhadap industri keuangan di Indonesia, termasuk sektor perbankan dan saham perusahaan keuangan. Salah satu poin penting dari lonjakan penggunaan BNPL adalah peningkatan outstanding pembiayaan yang mencapai Rp8,41 triliun pada 2024, naik sekitar 63,89% dari tahun sebelumnya.
Salah satu perhatian utama adalah indikator kualitas kredit yang terus memburuk dengan meningkatnya Non-Performing Financing (NPF) dari 2,60% menjadi 2,76%. Perusahaan-perusahaan keuangan yang berkecimpung dalam BNPL, seperti $BBRI$BMRI$BBCA , perlu mengambil langkah strategis untuk menstabilkan kualitas kredit mereka.
Berikut adalah beberapa rekomendasi untuk trader yang tertarik pada saham keuangan yang terlibat atau terpengaruh oleh tren BNPL:
1. Saham $BANK dan $BBRI berpotensi mengalami volatilitas akibat risiko kredit terkait BNPL. Evaluasi kinerja kredit di sini penting untuk mengetahui stabilitas jangka panjang.
2. Perusahaan fintech yang terdaftar di BEI, seperti $ARTO , juga mungkin mengalami pengaruh langsung dari penggunaan BNPL. Trader harus memperhatikan perkembangan regulasi OJK yang mungkin mempengaruhi operasional mereka.
3. Pastikan memantau kebijakan baru terkait pengaturan batasan usia dan pendapatan minimal pengguna BNPL. Ini mungkin tidak hanya berdampak pada pengurangan risiko kredit tetapi juga pada pertumbuhan pengguna ke depannya.
Mengamati perkembangan industri e-commerce dan kampanye besar seperti Harbolnas juga bisa memberikan insight tambahan mengenai potensi pertumbuhan di sektor ini.
Dampak Layanan PayLater terhadap Saham Sektor Keuangan Indonesia
Pertumbuhan pesat layanan Buy Now Pay Later (BNPL) memiliki dampak signifikan terhadap industri keuangan di Indonesia, termasuk sektor perbankan dan saham perusahaan keuangan. Salah satu poin penting dari lonjakan penggunaan BNPL adalah peningkatan outstanding pembiayaan yang mencapai Rp8,41 triliun pada 2024, naik sekitar 63,89% dari tahun sebelumnya.
Salah satu perhatian utama adalah indikator kualitas kredit yang terus memburuk dengan meningkatnya Non-Performing Financing (NPF) dari 2,60% menjadi 2,76%. Perusahaan-perusahaan keuangan yang berkecimpung dalam BNPL, seperti $BBRI$BMRI$BBCA , perlu mengambil langkah strategis untuk menstabilkan kualitas kredit mereka.
Berikut adalah beberapa rekomendasi untuk trader yang tertarik pada saham keuangan yang terlibat atau terpengaruh oleh tren BNPL:
1. Saham $BANK dan $BBRI berpotensi mengalami volatilitas akibat risiko kredit terkait BNPL. Evaluasi kinerja kredit di sini penting untuk mengetahui stabilitas jangka panjang.
2. Perusahaan fintech yang terdaftar di BEI, seperti $ARTO , juga mungkin mengalami pengaruh langsung dari penggunaan BNPL. Trader harus memperhatikan perkembangan regulasi OJK yang mungkin mempengaruhi operasional mereka.
3. Pastikan memantau kebijakan baru terkait pengaturan batasan usia dan pendapatan minimal pengguna BNPL. Ini mungkin tidak hanya berdampak pada pengurangan risiko kredit tetapi juga pada pertumbuhan pengguna ke depannya.
Mengamati perkembangan industri e-commerce dan kampanye besar seperti Harbolnas juga bisa memberikan insight tambahan mengenai potensi pertumbuhan di sektor ini.