NEXTINVEST
Bergabung 30 Januari 2024
β‘ The Future of Your Investment. Insights, Data, & Edukasi Finansial.
Bergabung 30 Januari 2024
β‘ The Future of Your Investment. Insights, Data, & Edukasi Finansial.
Day 2 Belajar Saham Bersama SEKURITAS DAN KODE BROKER YANG HARUS KAMU KETAHUI SEBELUM MEMBELI SAHAM Sekuritas atau Broker adalah Perantara Resmi Antara Pemilik Saham dan calon Pembeli Saham Baru, Kamu tidak bisa datang langsung ke gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) bawa uang tunai untuk beli saham BCA. Kamu butuh perantara. Nah, perantara resmi inilah yang disebut Sekuritas atau Broker. Caranya: Kamu mendaftar di perusahaan sekuritas, mendownload aplikasinya, Membuka Rekening Dana Nasabah(RDN)lalu menyetor modal awal. Lewat aplikasi inilah kamu mengirim perintah Beli/Jual ke sistem BEI. Apakah Uang Kita Aman? Sangat aman! Sekuritas resmi diawasi ketat oleh OJK dan BEI. Uangmu tidak disimpan di rekening sekuritas, melainkan di RDN (Rekening Dana Nasabah) atas namamu sendiri di bank resmi. Kalau sekuritasnya tutup, uang dan sahammu tetap aman. Lalu, Di Mana Eksekusi Belinya? Di dalam aplikasi sekuritasmu, kamu akan menemukan dua "pasar" utama tempat saham diperjualbelikan: Pasar Reguler (Pasar Utama): Ibarat belanja di supermarket dengan harga resmi. Syarat belinya minimal 1 Lot (100 lembar). Transaksinya real-time dan otomatis dicocokkan oleh sistem bursa (Continuous Auction). 99% Investor Ritel bertransaksi di sini. Pasar Nego (Negotiated Market): Ibarat belanja grosir atau tawar-menawar langsung ke penjualnya. Di sini kamu bisa beli saham di bawah 1 lot (saham odd lot / receh) atau melakukan transaksi raksasa dengan harga yang "disepakati bersama" di luar harga pasar reguler.
APA ITU SAHAM? Saham pada dasarnya adalah surat bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan. Ketika kamu membeli saham suatu perusahaan, kamu secara sah menjadi salah satu pemilik bisnis tersebut, sekecil apa pun porsi persentasenya. Contoh Sederhana : Kamu dan tiga temanmu patungan membangun warkop senilai Rp100 juta. 100juta itu adalah valuasi awal Warkop kamu, Setiap orang menyetor Rp25 juta. Artinya, kamu dan tiga temanmu masingβ memiliki 25% kepemilikan di warkop tersebut. Jika Warkop itu menjadi sangat populer dan menguntungkan bahkan menambah 1 cabang artinya valuasi Warkopnya naik, Jika cabang tersebut bernilai sama 100 juta, 25% bagianmu yang awalnya Rp25 juta bisa saja dijual ke orang lain seharga Rp50 juta. Sebagai pemilik saham, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari dua jalur utama: Capital Gain: Keuntungan dari selisih harga. Contoh: Kamu beli saham di harga Rp1.000 per lembar, lalu menjualnya saat harganya naik jadi Rp1.500 per lembar. Dividen: Pembagian sebagian laba tunai perusahaan kepada pemegang saham (biasanya 1β2 kali setahun). Jika perusahaan terus berkembang dan labanya makin besar, potensi dividen yang kamu dapatkan juga makin tebal. Sebaliknya, jika perusahaan rugi, dividen tidak dibagikan. Risiko Kerugian Pemilik Saham: Capital Loss: Kerugian dari selisih harga. Contoh: Kamu beli di harga Rp1.000, lalu karena kinerja perusahaan memburuk, harganya turun dan kamu jual di Rp800. Risiko Pailit/Bangkrut: Jika perusahaan gagal bersaing hingga akhirnya gulung tikar, nilai investasimu bisa tergerus habis hingga tidak bernilai sama sekali (menjadi Rp0). Day 1 Belajar Saham Bersama Materi Pembelajaran ini Minvest bikin biar Admin sendiri dan Sobat Investasi semua dapat belajar Saham Bersama sama dari 0 sampai Cukup Mengerti, Minvest Sangat Berterimakasih atas Saran dan Masukannya Random tag $FORU $TPIA $TRUK