Ekonomi

Faktor Penyebab Kelangkaan yang Bisa Terjadi Sewaktu-waktu

Ilustrasi faktor penyebab kelangkaan
Ilustrasi faktor penyebab kelangkaan

Ajaib.co.id – Barang dan jasa yang tersebar di pasar bisa saja mengalami kelangkaan alias dalam jumlah terbatas karena banyak faktor. Contohnya saja kelangkaan BBM yang membuat beberapa SPBU tutup dan antrian panjang mobil di SPBU yang masih buka. Kelangkaan barang dan jasa bisa memengaruhi roda kehidupan masyarakat.

Untuk itulah perlu diketahui faktor penyebab kelangkaan agar bisa ditanggulangi secepatnya. Secara bahasa kelangkaan adalah kejadian yang disebabkan sumber daya yang terbatas, sedangkan permintaan tinggi. Hal ini berakibat pemenuhan jumlah kebutuhan masyarakat harus segera diatasi saat itu juga.

Akibatnya bisa terjadi perebutan barang langka dan harga barang langka itu tiba-tiba melambung naik. Masyarakat pun terpaksa membelinya daripada tidak ada sama sekali. Padahal hal itu merugikan masyarakat. Hal inilah yang menjadi faktor penyebab kelangkaan harus dicari dan ditemukan solusinya agar masayarakat tidak mengalami kerugian yang berkepanjangan.

Kelangkaan yang terjadi akan memicu berbagai hal merugikan. Pertama, harga barang dan jasa tersebut jadi naik dan masyarakat terpaksa membelinya karena saking butuhnya. Lalu, hal ini dapat membuat ketidakstabilan ekonomi dan daya beli masyarakat bisa saja turun.

Hanya yang beruang saja yang bisa membeli, sedangkan masyarakat yang ada di menengah ke bawah tidak mampu membelinya. Jika sudah dalam level gawat, bukan tidak mungkin terjadi kericuhan. Lalu, apa saja faktor penyebab kelangkaan dalam ilmu ekonomi tersebut? Inilah yang biasa terjadi di luar sana.

1.    Adanya penimbun

Ini adalah faktor penyebab kelangkaan paling menyebalkan karena ada orang yang memanfaatkan kebutuhan masyarakat untuk kepentingannya sendiri. Kamu mungkin mengingat kelangkaan masker medis yang kemarin sangat diperlukan oleh banyak orang. Masker medis ini sebenarnya ada banyak, tapi banyak oknum yang memanfaatkan hal itu dengan membeli banyak masker.

Kemudian, ia menjualnya kembali dalam jumlah yang sangat mahal bahkan tidak masuk diakal. Tapi setelah masker kain diperbolehkan untuk digunakan, masker medis ini harganya kembali normal. Kamu mungkin pernah melihat di berita seorang penimbun masker medis terpaksa menjual murah produk yang ditimbunnya itu. Dari kasus ini kamu perlu belajar berbinis juga harus beretika. Jangan sampai kamu berjualan, tapi malah untuk menghasilkan keuntungan sebear-besarnya.

2.    Pertambahan jumlah penduduk

Pertambahan penduduk juga menjadi faktor penyebab kelangkaan barang dan jasa. Indonesia saat ini masih menggalakkan program dua anak cukup mengingat jumlah penduduknya yang dari tahun ke tahun semakin bertambah. Pertambahan penduduk bisa membuat negara kesulitan memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

Misalnya Indonesia mengimpor beras dari luar agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Mungkinheran mengapa kenapa Indonesia sampai mengimpor beras padahal di sini juga persediaan ada. Persediaannya memang ada, tapi tidak cukup memenuhi kebutuhan manusia yang ada di Indonesia. Pemerintah melakukan impor untuk mengantisipasi kelangkaan beras yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

3.    Sumber daya alam yang semakin menipis

Kita dikelilingi sumber daya yang melimpah, tapi jika terus-menerus digunakan dengan boros akan tetap habis. Kondisi ini bisa berakhir menjadi kelangkaan sumber daya. Misalnya saja sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui seperti minyak, barang tambang, dan yang lainnya. Semua itu harus dijaga dengan baik sehingga diperlukan strategi khusus demi mempertahankan sumber daya ini. Pemerintah akan mengeluarkan regulasi tegas tentang pengelolaan sumber daya agar cadangannya tetap ada, dan tidak dieksploitasi secara besar-besaran. 

4.    Rusaknya hutan

Kerusakan hutan di Indonesia saat ini cukup gawat karena jumlah luasnya semakin berkurang setiap tahun. Sedangkan untuk menyuburkan hutan bukanlah perkara mudah karena harus menunggu bertahun-tahun untuk menambah jumlah pohonnya lagi. Hal ini menyebabkan sumber daya alam banyak mengalami pengurangan.

Maka jangan heran jika terjadinya kelangkaan juga berasal dari kerusakan hutan. Banyak faktor yang menyebabkan kerusakan hutan seperti kekeringan, namun perusak utama adalah manusia. Hutan-hutan dieksploitasi secara besar-besaran demi kepentingan pribadi, dibakar untuk dijadikan ladang, dan akhirnya kebakaran itu meluas hingga menyebabkan asap yang mengganggu beberapa wilayah. Oleh karena itu kita perlu menjaga hutan.

5.    Bencana alam

Bencana alam besar yang terjadi bisa menyebabkan satu wilayah lumpuh dan tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Biasanya listrik akan padam dan air tidak lancar seperti biasanya. Lalu persediaan makanan pun menipis karena sebagian hancur akibat bencana alam tersebut. Biasanya pemerintah akan membuka pintu donasi seluas-luasnya agar wilayah tersebut bisa menerima bantuan yang memadai.

6.    Kurangnya sumber daya manusia

Kurangnya sumber daya manusia atau tenaga kerja yang mampu mengelola sumber daya alam yang ada juga memicu kelangkaan. Untuk itulah diperlukan pelatihan membentuk sumber daya manusia yang kompeten di bidang tersebut. Memang butuh sumber daya modal lebih mengadakan pelatihan yang bisa mencetak sumber daya manusia yang memadai. Jadi pihak berwenang harus menyiapkan hal ini demi mencegah kelangkaan terjadi.

7.    Kurangnya modal

Kurangnya modal dapat menyebabkan tingkat produksi menurun. Jika dihadapkan dengan permintaan yang cukup banyak tentu saja hal ini akan merepotkan. Walaupun sudah ada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai, tapi modalnya nol pun akan percuma. Perusahaan harus bisa mendapatkan modal yang memadai agar bisa memenuhi permintaan konsumennya. Modal digunakan untuk mengembangkan barang dari sumber daya ekonomi tersebut.

Faktor penyebab kelangkaan memang cukup banyak dan berasal dari berbagai macam pemicu. Banyak ciri ciri dari kelangkaan produk yang bisa ditanggulangi. Dari kejadian tersebut kita harus menyadari bahwa kelangkaan itu nyata. Sebagai seorang konsumen ada beberapa faktor produksi yang sebenarnya bisa kita tanggulangi sendiri, yaitu dengan cara menjaga alam dan menggunakannya secara bijak. Dengan begitu kamu juga sudah menyelamatkan roda kehidupan ekonomi masyarakat di sekitar kita.

Artikel Terkait