Milenial, Rumah Tangga Masa Kini

Faktor-faktor Pertimbangan Sekolah Desain Grafis

Sumber: Pexels

Ajaib.co.idDesain grafis adalah bidang yang berkaitan dengan banyak sektor atau industri. Desain grafis juga merupakan salah satu profesi yang banyak dijumpai di banyak perusahaan. Lembaga pendidikan berbasis desain grafis pun kini makin banyak dijumpai.

Tak heran bila banyak lembaga pendidikan yang menawarkan atau membuka program studi desain grafis. Pasalnya, tidak sedikit kegiatan operasional atau usaha yang ada saat ini membutuhkan produk desain grafis. Logo, kartu nama, leaflet, banner, dan poster adalah beberapa produk yang memerlukan keahlian desain grafis.

Di era serba digital seperti sekarang pun desain grafis tetap dibutuhkan di banyak sektor. Desain grafis, misalnya, dibutuhkan dalam pembuatan konten-konten digital agar lebih menarik perhatian konsumen.

Sebenarnya, kemampuan desain grafis bisa dipelajari secara otodidak. Seseorang yang ingin menekuni desain grafis juga dapat mendalaminya melalui internet. Belum lagi tempat kursus desain grafis, baik offline maupun online, mudah ditemui.

Namun, tak ada salahnya juga bila seseorang ingin menekuni desain grafis di sekolah formal. Nah, berikut adalah beberapa faktor pertimbangan dalam memilih sekolah desain grafis.

Kurikulum

Kurikulum adalah faktor utama dan pertama yang harus diperhatikan oleh seseorang yang hendak menempuh pendidikan di sekolah desain grafis. Kurikulum memberi informasi mengenai hal-hal apa saja yang nantinya akan dipelajari oleh para peserta didik, seperti teori, teknik menggambar sampai pengetahuan mengenai software desain grafis. Kurikulum yang padat dan berbobot akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi sekolah desain grafis.

Tak hanya itu, kurikulum juga sebaiknya mengikuti perkembangan terkini, misalnya aplikatif pada beberapa platform media. Selain itu, tentu kurikulum yang baik tak hanya mengajarkan teori, melainkan juga praktik.

Fasilitas

Faktor berikutnya yang perlu diperhatikan adalah fasilitas apa saja yang terdapat di sekolah tersebut. Fasilitas ini harus mendukung kurikulum yang diterapkan. Fasilitas yang mendukung kurikulum akan membantu peserta didik untuk menyerap serta menerapkan ilmu yang diperolehnya.

Tak harus berupa alat praktikum mewah, yang terpenting fasilitas ini dapat mendorong peserta didik untuk mendapatkan ilmu pengetahuan sesuai kebutuhannya. Sebuah perpustakaan yang menyediakan banyak buku referensi mengenai desain grafis, contohnya, memudahkan peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran. Sebaliknya, fasilitas yang kurang memadai dapat menghambat perkembangan peserta didik.

Biaya

Tentunya, biaya adalah sesuatu yang wajib dipertimbangkan. Menyesuaikan isi dompet dengan sekolah desain grafis incaran adalah langkah bijak. Tapi, perlu diingat, tak selamanya sekolah desain yang berkualitas bagus berbiaya tinggi. Tak jarang, sekolah desain grafis dengan biaya terjangkau mampu memberikan pengetahuan yang berkualitas tinggi.

Banyaknya Siswa

Sekolah desain yang berkualitas bak gula bagi semut. Maksudnya, sekolah tersebut mampu menarik minat banyak siswa untuk belajar di sekolah tersebut. Bila suatu sekolah desain memiliki siswa yang cukup banyak itu bisa saja menandakan kualitasnya bagus. Tapi, ini tidak berarti mutlak. Bisa saja sekolah desain tersebut memiliki kuota terbatas sehingga hanya sedikit dari jumlah peminat yang diterima di sana.

Di samping jumlah siswa secara keseluruhan, jumlah siswa dalam satu kelas pun patut menjadi faktor pertimbangan. Tapi, pertimbangan jumlah siswa di kelas berbanding terbalik dengan jumlah peminat.

Suasana belajar yang kondusif akan lebih mungkin terwujud dalam sesi kelas yang tidak terlalu banyak siswanya. Maksudnya, jumlah siswa yang sedikit dalam satu kelas mendorong konsentrasi belajar lebih baik ketimbang kelas dengan banyak siswa.

Kesimpulannya, sekolah desain yang baik cenderung memiliki banyak peminat, namun jumlah siswa per kelasnya tidak terlalu padat. Dengan begitu, proses pembelajarannya bisa lebih berkualitas dan siswa akan mudah menyerap materi pelajarannya.

Lokasi

Lokasi juga patut untuk dipertimbangkan. Pasalnya, lokasi bisa mempengaruhi hal-hal lain, seperti biaya. Lokasi sekolah desain grafis yang jauh, misalnya, berpotensi menambah ongkos transportasi atau bahkan menambah pengeluaran untuk sewa kos.

Sejumlah sekolah desain di luar negeri yang direkomendasikan adalah:

  • University of Dundee, Inggris
  • University of Reading, Inggris
  • Western Sydney University, Australia
  • LCI Melbourne, Australia
  • University of Canterbury, Selandia Baru
  • Michigan State University, Amerika Serikat
  • George Washington University, Amerika Serikat
  • Rasmussen College, Amerika Serikat
  • Universiti Tunku Abdul Rahman, Malaysia
  • INTI International University and Colleges, Malaysia

Alumni
Sekolah yang bagus tentunya menghasilkan alumni berprestasi. Ini pun berlaku untuk sekolah desain grafis. Kualitas alumni berprestasi merupakan buah dari kurikulum yang diterapkan di sekolahnya. Sebab, seseorang tidak akan memiliki kualitas bagus tanpa ada proses belajar sebelumnya. Kualitas alumni sekolah juga bisa dilihat dari seberapa banyak alumni sekolah tersebut bekerja di perusahaan terkemuka atau menjadi pengusaha sukses.

Ada beragam turunan profesi yang berkaitan dengan desain grafis di dunia kerja. Satu hal yang perlu diingat adalah alumni desain grafis tidak mesti terpaku pada profesi desainer grafis. Keterampilan dan keahlian yang diperoleh di sekolah desain grafis bersifat serba guna dan bisa digunakan di berbagai profesi lainnya. Ilustrator, desainer website, animator, dan desainer UX adalah beberapa contohnya.

Satu hal lagi, belajar adalah proses yang tiada henti. Terlebih, industri desain grafis bukanlah industri yang statis. Dinamika dalam industri desain grafis sangat cepat. Sebuah software desain grafis, contohnya, cenderung memiliki versi terbaru dalam beberapa periode waktu tertentu. Versi terbaru dari software tersebut bisa saja berisi tools yang sebelumnya tidak ada di versi lamanya.

Oleh sebab itu, seorang desainer grafis dituntut untuk terus mengembangkan keahliannya. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan terus belajar.

Sumber: Tips Memilih Sekolah Desain Grafis dan 8 Hal Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Kuliah Desain Grafis, dengan perubahan seperlunya.

Artikel Terkait