Saham Teknologi Indonesia yang Menarik Dikoleksi: Cara Menilai Potensi Growth dan Valuasinya
Maulida•August 29, 2026

Sektor teknologi menawarkan karakter yang berbeda dibandingkan banyak sektor lain. Pertumbuhan bisnis bisa datang dari peningkatan pengguna digital, ekspansi data center, monetisasi ekosistem, hingga kebutuhan perusahaan terhadap cloud dan transformasi digital. Namun, pertumbuhan yang cepat juga sering dibarengi valuasi saham yang relatif tinggi.
Karena itu, mencari saham teknologi Indonesia tidak cukup hanya dengan melihat perusahaan mana yang pendapatannya tumbuh paling cepat. Trader juga perlu mempertimbangkan apakah pertumbuhan tersebut mulai menghasilkan profit, apakah model bisnisnya semakin efisien, serta berapa valuasi yang sudah diberikan pasar.
Berikut beberapa saham teknologi Indonesia dengan profil growth yang berbeda-beda dan menarik untuk dicermati. Daftar ini bukan rekomendasi beli, melainkan contoh bagaimana trader dapat membandingkan pertumbuhan bisnis dan valuasi sebelum menentukan saham yang masuk watchlist.
Cara Menilai Saham Teknologi yang Punya Potensi Growth
Saham dengan pertumbuhan pendapatan 30% per tahun belum tentu lebih menarik dibandingkan saham yang tumbuh 15%. Jika valuasinya sudah terlalu mahal, sebagian besar ekspektasi pertumbuhan tersebut bisa saja sudah tercermin dalam harga.
Sebelum melihat daftarnya, ada beberapa indikator yang dapat digunakan:
- Revenue growth, untuk melihat seberapa cepat bisnis berkembang.
- Earnings growth, untuk melihat apakah pertumbuhan pendapatan juga menghasilkan laba.
- Margin dan EBITDA, terutama untuk perusahaan teknologi yang sedang menuju profitabilitas.
- PER, untuk membandingkan harga saham terhadap laba perusahaan yang sudah profitable.
- PBV, sebagai salah satu pembanding harga saham terhadap nilai bukunya.
- Cash flow, untuk melihat apakah pertumbuhan bisnis mulai menghasilkan kas.
- Ekspektasi analis, sebagai pembanding terhadap skenario pertumbuhan dan valuasi yang dibuat sendiri.
Di Ajaib, data seperti PER, PBV, EPS, cash flow, hingga informasi finansial lainnya dapat dilihat melalui halaman masing-masing saham. Sementara itu, di Ajaib Terminal terdapat fitur Analysis yang bisa digunakan sebagai pembanding tambahan melalui konsensus rating dan rentang target harga analis. Data tersebut bersifat dinamis dan tetap perlu dikombinasikan dengan analisis fundamental serta teknikal.
5 Saham Teknologi Indonesia yang Menarik Dicermati
Berikut beberapa saham teknologi dengan profil bisnis, pertumbuhan, dan valuasi yang cukup berbeda sehingga dapat menjadi contoh untuk memahami cara menilai saham growth.
1. GOTO — Pertumbuhan Mulai Diikuti Profitabilitas
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu saham teknologi Indonesia yang menarik diperhatikan karena perusahaan mulai memasuki fase berbeda: dari mengejar skala menuju pertumbuhan yang lebih disertai profitabilitas.
Pada kuartal II-2026, GOTO mencatat pertumbuhan GTV inti sebesar 83% YoY menjadi Rp164 triliun, sedangkan pendapatan bersih meningkat 31% menjadi Rp5,7 triliun. Perusahaan juga mencatat laba bersih selama dua kuartal berturut-turut dan adjusted EBITDA Grup telah melampaui Rp1 triliun.
Apa yang menarik dari sisi growth?
Fokus utamanya bukan lagi sekadar pertumbuhan transaksi. Trader dapat mengamati apakah peningkatan GTV dan pendapatan terus disertai kenaikan margin serta laba. Jika tren tersebut berlanjut, kualitas pertumbuhan GOTO dapat menjadi lebih baik dibandingkan periode ketika bisnis masih mencatat kerugian besar.
Bagaimana dengan valuasinya?
Data Stock Page Ajaib menunjukkan PBV GOTO berada sekitar 1,76 kali, sedangkan PER annualized sekitar 46,94 kali. PER trailing jauh lebih tinggi karena laba perusahaan baru memasuki fase positif sehingga basis laba historisnya masih sangat kecil.
Untuk saham seperti GOTO, trader sebaiknya tidak membaca PER secara mentah. Hal yang lebih penting adalah melihat seberapa cepat laba dan arus kas berkembang dalam beberapa kuartal berikutnya.
2. DCII — Pertumbuhan Data Center Kuat, tetapi Valuasi Sudah Premium
PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menawarkan exposure terhadap salah satu tema pertumbuhan teknologi yang kuat, yaitu kebutuhan infrastruktur data center.
Pada semester I-2026, pendapatan DCII mencapai sekitar Rp1,77 triliun atau tumbuh 33% YoY, sementara laba bersih meningkat sekitar 18,7%. Pertumbuhan tersebut menunjukkan permintaan data center masih mendukung ekspansi bisnis perusahaan.
Apa yang menarik dari sisi growth?
Pertumbuhan penggunaan cloud, digitalisasi perusahaan, dan kebutuhan komputasi dapat menjadi faktor yang mendukung permintaan data center dalam jangka panjang. Bagi trader, indikator yang perlu diperhatikan adalah pertumbuhan kapasitas, utilisasi, pendapatan, serta kemampuan laba mengikuti ekspansi perusahaan.
Namun, DCII juga menjadi contoh penting bahwa bisnis dengan pertumbuhan menarik belum tentu diperdagangkan pada valuasi murah.
Pada Stock Page Ajaib, DCII tercatat memiliki PER annualized sekitar 331 kali dan PBV sekitar 104,89 kali.
Artinya, pasar memberikan premium yang sangat besar terhadap bisnis DCII. Pertumbuhan laba yang kuat perlu terus berlanjut agar valuasi tersebut dapat semakin terjustifikasi.
Bagi trader saham growth, pertanyaannya bukan hanya “Apakah bisnis DCII masih bertumbuh?”, tetapi juga “Seberapa besar pertumbuhan yang sudah tercermin dalam harga sahamnya?”
3. BELI — Pertumbuhan Tinggi dengan Fokus Menuju Profitabilitas
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) memiliki ekosistem omnichannel yang mencakup bisnis e-commerce, toko fisik, perjalanan, hingga layanan untuk pelanggan institusi.
Pada semester I-2026, pendapatan neto BELI mencapai sekitar Rp14,8 triliun, tumbuh 55% YoY. Pertumbuhan terjadi di beberapa lini bisnis, sementara take rate meningkat menjadi 9%.
Yang menarik, perusahaan tidak hanya mencatat pertumbuhan pendapatan. Efisiensi juga mulai membaik. Rugi usaha turun sekitar 57%, sedangkan EBITDA membaik dari sekitar minus Rp997 miliar menjadi minus Rp349 miliar.
Apa yang perlu dipantau?
BELI masih berada dalam fase menuju profitabilitas. Karena itu, pertanyaan utama bagi trader bukan hanya seberapa cepat revenue tumbuh, tetapi apakah:
- EBITDA terus mendekati positif,
- operating loss terus menyusut,
- take rate membaik,
- dan ekspansi tetap dilakukan dengan disiplin biaya.
Dari sisi valuasi, Stock Page Ajaib mencatat PBV sekitar 3,93 kali. Sementara PER masih negatif karena perusahaan belum membukukan laba bersih positif secara konsisten.
Dalam kondisi seperti ini, PER kurang tepat dijadikan satu-satunya indikator. Trader dapat lebih fokus pada perkembangan margin, arus kas, revenue growth, dan jalur menuju break-even.
4. BUKA — Transformasi Bisnis dengan Valuasi Berbeda dari Saham Growth Lain
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) memiliki cerita growth yang berbeda. Perusahaan telah mengubah fokus bisnisnya dan kini pertumbuhan banyak ditopang oleh produk digital serta gaming.
Pada semester I-2026, pendapatan BUKA meningkat sekitar 29% YoY menjadi Rp4 triliun. Segmen gaming tumbuh sekitar 42% menjadi Rp3,5 triliun dan perusahaan mencatat adjusted EBITDA positif sekitar Rp10 miliar.
Namun, dari sisi laba bersih gambarnya berbeda. BUKA mencatat rugi sekitar Rp820,7 miliar, terutama dipengaruhi rugi nilai investasi sekitar Rp1,75 triliun.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya memisahkan kinerja bisnis inti dengan keuntungan atau kerugian non-operasional.
Apa yang perlu dinilai?
Trader dapat mengamati apakah:
- adjusted EBITDA positif dapat dipertahankan,
- bisnis gaming tetap bertumbuh,
- margin kontribusi membaik,
- dan pertumbuhan tidak hanya bergantung pada satu segmen.
Dari sisi valuasi, PBV BUKA pada Stock Page Ajaib berada sekitar 0,45 kali. Angka di bawah 1 kali bisa terlihat murah secara sekilas, tetapi tidak otomatis berarti saham undervalued. Trader tetap perlu menilai kualitas aset, prospek bisnis, profitabilitas, serta alasan pasar memberikan valuasi tersebut.
BUKA menjadi contoh bahwa valuasi rendah tidak selalu berarti potensi kenaikan lebih besar, sama seperti valuasi tinggi tidak otomatis membuat sebuah saham buruk.
5. MTDL — Growth Lebih Moderat dengan Bisnis yang Sudah Profitable
Jika beberapa saham teknologi sebelumnya memiliki profil pertumbuhan tinggi atau masih menuju profitabilitas, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) menawarkan karakter berbeda.
MTDL bergerak dalam distribusi teknologi serta solusi dan konsultasi digital. Pada semester I-2026, pendapatan tumbuh sekitar 16,7% menjadi Rp13,6 triliun, sementara laba bersih naik 6,6% menjadi sekitar Rp313,7 miliar.
Segmen solusi dan konsultasi juga menarik diperhatikan karena kontribusi recurring revenue mencapai sekitar 57,5%, meningkat dari 41,1% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Recurring revenue dapat membantu membuat pendapatan menjadi lebih berulang dan relatif dapat diprediksi.
Bagaimana valuasinya?
Stock Page Ajaib mencatat PER annualized MTDL sekitar 9,98 kali dan PBV sekitar 1,33 kali.
Dibandingkan beberapa saham growth teknologi lainnya, valuasi tersebut lebih rendah. Namun, pertumbuhan laba MTDL juga lebih moderat.
Di sinilah pentingnya membandingkan growth dengan price paid. Saham dengan pertumbuhan 10–15% tetapi valuasi relatif rendah dapat memiliki profil yang berbeda dari perusahaan dengan pertumbuhan 30% tetapi dihargai puluhan atau ratusan kali laba.
Perbandingan Growth dan Valuasi Saham Teknologi
Secara sederhana, kelima saham tersebut memiliki profil yang berbeda:
| Saham | Highlight Growth | PER Annualized* | PBV* | Hal yang Perlu Dipantau |
|---|---|---|---|---|
| GOTO | Profitabilitas mulai terbentuk | 46,94x | 1,76x | Konsistensi laba dan margin |
| DCII | Pendapatan H1-2026 +33% | 331,43x | 104,89x | Apakah growth mampu mengimbangi valuasi premium |
| BELI | Pendapatan H1-2026 +55% | Negatif | 3,93x | Perjalanan menuju EBITDA dan laba positif |
| BUKA | Pendapatan +29%, adjusted EBITDA positif | Negatif | 0,45x | Sustainability transformasi bisnis |
| MTDL | Pendapatan +16,7%, laba +6,6% | 9,98x | 1,33x | Pertumbuhan laba dan recurring revenue |
Tabel tersebut menunjukkan mengapa tidak ada satu rumus sederhana untuk memilih saham teknologi.
DCII memiliki pertumbuhan tinggi tetapi valuasi sangat premium. BELI mencatat pertumbuhan pendapatan lebih cepat, tetapi belum profitable secara konsisten. MTDL tumbuh lebih moderat, tetapi sudah menghasilkan laba dan diperdagangkan pada PER yang lebih rendah.
Sementara itu, GOTO berada dalam fase transisi menuju profitabilitas yang lebih matang, sedangkan BUKA sedang menjalani transformasi model bisnis.
Cara Menilai Potensi Growth Saham Teknologi dengan Fitur Analysis di Ajaib
Setelah menemukan saham yang menarik dari pertumbuhan fundamentalnya, trader dapat melakukan pengecekan tambahan melalui fitur Analysis di Ajaib Terminal.
Fitur Analysis dapat menampilkan gambaran konsensus analis seperti proporsi rating Buy, Hold, dan Sell, sekaligus target harga konsensus beserta estimasi terendah dan tertinggi. Karena estimasi tersebut dapat berubah dan bisa meleset, data ini sebaiknya digunakan sebagai pembanding, bukan keputusan akhir.
Workflow-nya bisa dilakukan seperti ini:
- Cek pertumbuhan bisnis terlebih dahulu. Lihat perkembangan pendapatan, laba, EBITDA, serta margin.
- Periksa valuasinya di Stock Page Ajaib. Bandingkan PER, PBV, EPS, dan data arus kas yang relevan.
- Buka Analysis. Perhatikan bagaimana ekspektasi pasar terhadap prospek saham tersebut.
- Bandingkan estimasi dengan kondisi saat ini. Target harga tinggi belum tentu berarti saham murah jika asumsi pertumbuhannya terlalu optimistis.
- Lihat chart dan momentum harga. Fundamental yang menarik tetap perlu dikombinasikan dengan kondisi market untuk menentukan timing trading.
- Tentukan risk-reward sebelum masuk. Saham growth dapat mengalami perubahan valuasi yang besar ketika ekspektasi pasar berubah.
Dengan pendekatan tersebut, trader tidak hanya mencari perusahaan yang tumbuh, tetapi perusahaan yang pertumbuhannya masih menarik dibandingkan dengan valuasi yang diberikan pasar.
Jangan Hanya Mengejar Saham dengan Growth Tertinggi
Pertumbuhan memang menjadi salah satu daya tarik utama sektor teknologi, tetapi beberapa risiko tetap perlu diperhatikan.
- Ekspektasi terhadap saham growth biasanya tinggi. Ketika pertumbuhan pendapatan atau laba berada di bawah perkiraan, valuasi dapat terkoreksi meskipun perusahaan sebenarnya masih bertumbuh.
- Perusahaan teknologi dapat berada pada tahapan bisnis yang berbeda. Membandingkan PER perusahaan yang sudah mature dengan perusahaan yang baru mencapai break-even dapat menghasilkan kesimpulan yang kurang tepat.
- Lihat kualitas growth. Pertumbuhan pendapatan yang disertai margin membaik, arus kas lebih kuat, dan kebutuhan modal yang terkendali umumnya memberikan gambaran berbeda dibandingkan pertumbuhan yang terus membutuhkan biaya besar.
Karena itu, jangan mencari satu rasio yang terlihat paling murah. Bandingkan growth, profitability, valuation, dan risiko secara bersamaan.
Cari dan Trading Saham Teknologi Favoritmu di Ajaib
Saham teknologi Indonesia menawarkan berbagai karakter, mulai dari perusahaan digital yang baru memasuki fase profitable hingga bisnis data center dan solusi teknologi yang sudah menghasilkan laba.
Gunakan Stock Page Ajaib untuk membandingkan statistik fundamental dan valuasi saham yang sedang kamu pantau, lalu lengkapi analisis dengan fitur Analysis dan tools lain di Ajaib Terminal. Setelah menemukan saham yang sesuai dengan strategi dan risk-reward kamu, susun trading plan sebelum melakukan transaksi.
Beli saham teknologi Indonesia favoritmu di Ajaib. Download aplikasinya sekarang juga.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!