Ajaib
Menu

Saham

Saham GIAA Melonjak 33% di Tengah Sentimen Merger Pelita Air, Apakah Menarik untuk Trading?

TikaAugust 12, 2026

Key Takeaways

  • Saham GIAA melonjak 33,33% pada perdagangan 10 Agustus 2026, naik dari harga pembukaan Rp54 dan bertahan di level Rp72 hingga menjelang penutupan.
  • Rencana merger Garuda, Citilink, dan Pelita Air di bawah Danantara masih berada pada tahap kajian di tingkat pemegang saham, sehingga dampaknya lebih bersifat sentimen ketimbang fundamental.
  • Tampilan trade book memperlihatkan akumulasi beli yang sedikit unggul atas jual, sementara antrean jual tebal di Rp70 sampai Rp72 menahan laju kenaikan harga.
  • Jika ingin melakukan trading pada saham GIAA, pantau trade book, notasi khusus, batas auto rejection, serta kondisi fundamental agar keputusan menjadi lebih komprehensif.

Saham GIAA Melonjak 33,33% dalam Sehari

Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatat lonjakan tajam pada perdagangan 10 Agustus 2026. Harga dibuka di level Rp54, lalu menguat ke Rp68 pada pukul 10.25 WIB. Tekanan beli berlanjut hingga harga menembus Rp72 pada pukul 10.50 WIB, sebelum bergerak sideways di rentang Rp70 sampai Rp72. Level Rp72 kemudian bertahan hingga pukul 16.14 WIB, sehingga sepanjang sesi saham GIAA menguat 33,33%. 

Lonjakan sebesar itu dalam satu hari jelas menarik perhatian, terlebih terjadi bersamaan dengan menguatnya kembali sentimen merger dengan Pelita Air. Kombinasi pemberitaan aksi korporasi dan pergerakan harga yang agresif membuat saham ini ramai diperbincangkan oleh trader maupun investor.

Namun, di balik angka kenaikan yang menarik, ada pertanyaan yang lebih penting untuk dijawab, yaitu apakah momentum ini benar-benar layak dimanfaatkan untuk trading, atau hanya euforia sesaat yang rentan berbalik arah. Untuk menjawabnya, pemicu kenaikan, kondisi keuangan, serta aliran transaksi harian perlu ditelaah lebih jauh.

Alasan Saham GIAA Mengalami Kenaikan

Kenaikan harga saham GIAA tidak lepas dari ekspektasi pasar terhadap agenda merger yang sedang berproses. Rencana ini menyatukan tiga maskapai BUMN, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air, di bawah koordinasi Danantara sebagai pengelola investasi. Dalam skema yang dibahas, Garuda Indonesia diproyeksikan menjadi induk usaha atau holding, yakni struktur induk yang membawahi beberapa anak usaha di bawah satu kendali.

Daya tarik utama dari konsolidasi ini terletak pada potensi efisiensi. Penggabungan memungkinkan penataan ulang rute agar tidak saling tumpang tindih, sekaligus integrasi sistem pemesanan dan program mileage atau akumulasi poin perjalanan penumpang. Selain itu, penyatuan armada dari ketiga maskapai berpotensi menambah kapasitas produksi tanpa harus membeli pesawat baru, sehingga beban investasi dapat ditekan.

Dari sisi perilaku pasar, sentimen konsolidasi BUMN penerbangan umumnya disambut positif dalam jangka pendek. Pasar cenderung merespons cepat kabar yang berpotensi memperbaiki struktur biaya dan prospek usaha, sehingga permintaan terhadap saham meningkat dan harga terdorong naik.

Kendati demikian, ada hal yang perlu dicermati. Hingga keterbukaan informasi terakhir yang disampaikan ke BEI pada awal Agustus 2026 melalui agenda Surabaya Investor Meeting and Connectivity, rencana merger masih berstatus kajian dan pembahasan di tingkat pemegang saham, belum sampai pada keputusan final. Artinya, dampak nyata terhadap fundamental serta valuasi emiten belum benar-benar terlihat, dan pergerakan harga saat ini lebih banyak digerakkan oleh ekspektasi ketimbang realisasi.

Kinerja Laporan Keuangan Kuartal I 2026

Agar penilaian tidak semata bertumpu pada sentimen, kondisi keuangan emiten perlu ikut diperhatikan. Laporan keuangan interim kuartal I-2026 memberikan gambaran sejauh mana proses pemulihan GIAA berjalan.

Indikator (juta USD)Q1 2026Q1 2025Perubahan
Pendapatan usaha762,35723,56naik 5,4%
Laba usaha49,135,20melonjak
Beban keuangan104,00124,57turun
Rugi bersih (entitas induk)46,4876,49turun 39,2%

Tabel 1. Ringkasan kinerja keuangan GIAA kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, angka dalam juta dolar AS, diolah dari laporan keuangan interim per 31 Maret 2026. 

Data tersebut menunjukkan perbaikan yang cukup jelas. Rugi bersih yang diatribusikan kepada entitas induk menyusut hampir 40%, sementara laba usaha berbalik melonjak berkat beban usaha yang turun tipis dan beban keuangan yang mengecil. Pendapatan usaha juga tumbuh dan masih ditopang oleh segmen penerbangan berjadwal sebagai kontributor terbesar. 

Namun, kondisi neraca menunjukkan bahwa perbaikan kinerja tersebut belum sepenuhnya tercermin pada struktur permodalan. Hingga akhir Maret 2026, total aset tercatat sekitar US$7,51 miliar dengan liabilitas sekitar US$7,44 miliar, sehingga ekuitas hanya tersisa tipis di angka US$68,25 juta. Posisi ini bahkan menurun dari US$91,91 juta pada akhir 2025. Dengan kata lain, penyusutan rugi belum otomatis berarti struktur permodalan emiten sudah kuat, dan ruang perbaikan masih terbuka lebar.

Perlu dicatat, hingga awal pekan kedua Agustus 2026, GIAA belum merilis laporan keuangan kuartal II-2026. Oleh karena itu, untuk memperoleh gambaran kinerja keuangan yang lebih komprehensif, investor dapat menunggu laporan keuangan terbaru. 

Apakah Saham GIAA Menarik untuk Trading?

Selain fundamental, aktivitas transaksi harian bisa menjadi petunjuk tambahan bagi trader. Salah satu fitur yang berguna adalah trade book, yaitu rekapitulasi antrean beli dan jual beserta transaksi yang terjadi pada suatu saham.

Melalui trade book, tekanan beli dan jual dapat dibaca dari beberapa sudut sekaligus, mulai dari akumulasi harian, dinamika per jam, hingga sebaran di tiap level harga. Berikut tiga jenis trade book yang dapat dicermati.

Gambar 1. Tampilan Chart pada trade book GIAA yang menunjukkan volume Buy sebesar 8,49 juta lot dan Sell sebesar 8,12 juta lot hingga sesi sore, dengan garis beli konsisten berada sedikit di atas garis jual. 

Gambar 2. Tampilan Price yang memetakan sebaran bid dan offer di tiap level harga, dengan antrean jual tinggi di Rp70 sampai Rp72 yang menjadi area tekanan jual dan membatasi kenaikan harga. 

Gambar 3. Tampilan Time yang menunjukkan tekanan beli dan jual per jam, dengan dominasi beli menguat pada pukul 09.20 sampai 09.40 dan lonjakan volume beli besar menjelang pukul 10.10 sampai 10.20.

Dari ketiga tampilan tersebut, minat beli terlihat sedikit lebih dominan, tetapi masih terdapat antrean penawaran jual yang cukup besar pada level harga yang lebih tinggi. Kondisi ini sejalan dengan pergerakan harga yang tertahan di level Rp72.

Bagi yang mempertimbangkan trading, situasi tersebut dapat menjadi salah satu indikator untuk membaca keseimbangan antara tekanan beli dan jual. Namun, aliran transaksi sebaiknya tetap dipadukan dengan indikator dan analisis lainnya, bukan dijadikan sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan. 

Kamu bisa mengakses fitur trade book di Ajaib Terminal. Saat ini kamu Nikmati biaya transaksi beli hanya 0,115% & jual 0,215%. Baca syarat dan ketentuan selengkapnya di sini.

Cek Hal Ini Sebelum Trading

Mari simak beberapa saran di bawah ini sebelum melakukan trading.

1. Baca Keseimbangan Buy dan Sell Lebih Dulu

Langkah awal adalah memastikan arah tekanan melalui tampilan Chart. Ketika akumulasi buy masih berada di atas sell, minat beli relatif lebih kuat dan menjadi sinyal awal yang mendukung. Namun selisih yang tipis, seperti terlihat pada data GIAA, menandakan tekanan jual belum benar-benar surut, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

2. Perhatikan Jam Munculnya Tekanan

Waktu masuk sering kali sama pentingnya dengan pemilihan saham. Lewat tampilan Time, Anda dapat mengenali sesi ketika volume beli membesar secara signifikan. Memahami pola ini membantu menghindari pembelian saat harga sudah bergerak jauh di puncak, sekaligus memberi gambaran kapan minat pasar biasanya menguat.

3. Tandai Antrean Jual dan Beli di Tiap Harga

Tampilan Price memperlihatkan level dengan antrean paling tebal. Titik dengan tumpukan jual besar berpotensi menjadi resistance, yaitu area harga tempat tekanan jual cenderung menguat dan laju kenaikan bisa tertahan, sebagaimana terlihat di rentang Rp70 sampai Rp72. Sebaliknya, antrean beli yang tebal dapat berperan sebagai support, yaitu area yang berpotensi menahan penurunan. Menandai kedua level ini membantu menyusun rencana masuk dan keluar yang lebih terukur.

4. Bedakan Katalis Sentimen dari Validasi Fundamental

Terakhir, penting membedakan pendorong harga jangka pendek dari perbaikan kinerja yang sesungguhnya. Kabar merger memang mampu menggerakkan harga dengan cepat, tetapi arah jangka panjang tetap ditentukan oleh kinerja fundamental seperti yang tersedia di laporan keuangan. Menyandingkan sentimen dengan data fundamental membuat keputusan trading memiliki pertimbangan yang lebih komprehensif.

Pantau Pergerakan Saham GIAA Lewat Ajaib Terminal

Setelah memahami pemicu kenaikan, kondisi keuangan, dan aliran transaksi, langkah berikutnya adalah memantau pergerakan GIAA secara berkelanjutan. Melalui Ajaib Terminal, trader investor dapat mengikuti harga dan aktivitas transaksi secara real time, termasuk memanfaatkan trade book untuk membaca tekanan beli dan jual serta broker summary untuk melihat aktivitas beli dan jual berdasarkan sekuritas.

Informasi tersebut dapat membantu mengenali pola transaksi dan arah pergerakan dana, terutama ketika aktivitas investor bermodal besar mulai terlihat. Selain itu, tersedia berbagai fitur analisis lain yang dapat digunakan untuk melengkapi pertimbangan sebelum melakukan transaksi. Bagi traderinvestor yang membutuhkan eksekusi lebih cepat ketika momentum muncul, fitur fast trade dapat membantu mempercepat proses penempatan order. 

Nikmati Diskon Biaya Transaksi di Ajaib!

Nikmati biaya transaksi beli hanya 0,115% & jual 0,215%. Baca syarat dan ketentuan selengkapnya di sini. Download aplikasi Ajaib Terminal dan manfaatkan berbagai fitur analisis tersebut untuk memantau pergerakan saham dan mengambil keputusan transaksi dengan lebih terukur!

Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber: 

  1. Bloomberg Technoz, “Kelanjutan Merger Garuda (GIAA) dengan Pelita Air”. https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/117722/kelanjutan-merger-garuda-giaa-dengan-pelita-air
  2. Bisnis.com, “Garuda Indonesia (GIAA) Ungkap Kelanjutan Merger dengan Pelita Air”. https://market.bisnis.com/read/20260809/192/1994785/garuda-indonesia-giaa-ungkap-kelanjutan-merger-dengan-pelita-air
  3. Bisnis.com, “Garuda (GIAA) Raup Rp12,9 Triliun di Kuartal I/2026, Rugi Susut 45,2%”. https://market.bisnis.com/read/20260513/192/1973641/garuda-giaa-raup-rp129-triliun-di-kuartal-i2026-rugi-susut-452
  4. Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk per 31 Maret 2026 (tidak diaudit).

Permalink: saham-giaa-sentimen-merger-pelita-air

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!