Daftar 10 Saham Rights Issue Juli 2026, Cek Jadwal dan Rasionya
Maulida•July 16, 2026

Aksi rights issue kembali ramai di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2026. Dalam waktu yang berdekatan, sejumlah emiten dari sektor asuransi, pelayaran, teknologi, pertambangan, makanan, hingga investasi menawarkan saham baru kepada pemegang saham lama.
Bagi investor, rights issue dapat menjadi kesempatan memperoleh saham baru pada harga pelaksanaan yang telah ditetapkan. Namun, harga yang terlihat lebih rendah dari pasar belum tentu otomatis menguntungkan. Investor juga perlu memperhitungkan potensi dilusi, perubahan jumlah saham beredar, penggunaan dana, serta prospek perusahaan setelah aksi korporasi selesai.
Pemegang saham yang memperoleh Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau HMETD pada dasarnya memiliki tiga pilihan: menebus hak tersebut, menjualnya selama masih diperdagangkan, atau membiarkannya kedaluwarsa.
Agar tidak salah mengambil keputusan, mari kita bedah daftar saham yang melaksanakan rights issue pada Juli 2026 beserta harga pelaksanaan, rasio, target dana, jadwal, dan dukungan pemegang sahamnya.
Ringkasan Saham Rights Issue Juli 2026
Berikut sepuluh saham yang memiliki periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada Juli 2026.
| Saham | Harga Pelaksanaan | Rasio HMETD | Target Dana Maksimal | Jadwal Penting | Standby Buyer atau Dukungan Pemegang Saham |
|---|---|---|---|---|---|
| YOII | Rp100 | 5:1 | Rp68,49 miliar | Recording date: 6 Juli 2026; perdagangan dan pelaksanaan: 8–21 Juli 2026 | Adi Wibowo Adisaputro dan Djajus Adisaputro mengalihkan seluruh HMETD miliknya kepada Qoala Technology. Qoala menyatakan akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya. |
| ELPI | Rp350 | 200:57 | Rp739,35 miliar | Recording date: 8 Juli 2026; perdagangan dan pelaksanaan: 10–16 Juli 2026 | Hak milik pemegang saham pendiri dialihkan kepada PT GMT Kapital Asia. PT Binaartha Sekuritas bertindak sebagai pembeli siaga. |
| PEGE | Rp100 | 3:1 | Rp94,45 miliar | Recording date: 8 Juli 2026; perdagangan dan pelaksanaan: 10–17 Juli 2026 | Tidak terdapat pembeli siaga. RR Capital Group Pte. Ltd. dan Trisno Limanto berkomitmen melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya, sedangkan PT Mandiri Terang Harapan berencana melaksanakan sekitar 35% haknya. |
| SINI | Rp5.000 | 2:3 | Rp3,61 triliun | Recording date: 10 Juli 2026; perdagangan dan pelaksanaan: 14–20 Juli 2026 | PT Petrosea Tbk atau PTRO menjadi salah satu pembeli siaga dengan komitmen maksimal Rp580,9 miliar. Total eksposur PTRO, termasuk pelaksanaan dan pengalihan HMETD, dapat mencapai sekitar Rp1,3 triliun. |
| ATIC | Rp500 | 4:1 | Rp289,42 miliar | Recording date: 10 Juli 2026; perdagangan dan pelaksanaan: 14–20 Juli 2026 | PT Artha Investama Jaya mengalihkan seluruh HMETD miliknya kepada PT Inti Global Resource Indonesia, Sukemi Kasim, Yuliana Tan, dan Frieda Lukman. Keempat pihak tersebut juga bertindak sebagai pembeli siaga, masing-masing dengan porsi 25% dari saham baru yang tidak terserap. |
| RMKO | Rp350 | 175:64 | Rp160 miliar | Recording date: 10 Juli 2026; perdagangan dan pelaksanaan: 14–20 Juli 2026 | Pemegang saham utama, PT RMK Investama, menyatakan dukungan untuk menyerap HMETD senilai sekitar Rp107,9 miliar. |
| CASH | Rp238 | 168:117 | Rp237,21 miliar | Recording date: 10 Juli 2026; perdagangan dan pelaksanaan: 14–20 Juli 2026 | Andri Wijono Sutiono dan Hasim Sutiono berkomitmen melaksanakan seluruh haknya sekaligus menjadi pembeli siaga, dengan total komitmen pembelian sisa saham sekitar Rp77,2 miliar. |
| COCO | Rp120 | 1:3 | Rp1,28 triliun | Recording date: 10 Juli 2026; perdagangan dan pelaksanaan: 14–21 Juli 2026 | Mahogany Global Investment Pte. Ltd. sebagai pemegang saham pengendali akan melaksanakan seluruh haknya dan bertindak sebagai pembeli siaga. |
| PADI | Rp50 | 5:1 | Rp113,07 miliar | Recording date: 10 Juli 2026; perdagangan dan pelaksanaan: 14–27 Juli 2026 | Tidak terdapat pembeli siaga. Saham yang tidak terserap tidak akan diterbitkan dan tetap menjadi saham portepel. |
| BNBR | Rp53 | 27:14 | Rp4,77 triliun | Recording date: 10 Juli 2026; perdagangan dan pelaksanaan: 14–27 Juli 2026 | PT Bakrie Capital Indonesia atau BCI menerima pengalihan HMETD dari dua pemegang saham utama dan menjadi pembeli siaga untuk maksimal sekitar 49,84 miliar saham tersisa. |
Target dana pada tabel merupakan nilai maksimal sebelum dikurangi biaya emisi dan dengan asumsi seluruh saham baru terserap. Jadwal serta ketentuan aksi korporasi tetap perlu diperiksa kembali melalui prospektus terbaru karena emiten dapat menyampaikan perubahan atau tambahan informasi.
Dari daftar tersebut, BNBR memiliki target penghimpunan dana terbesar, yakni sekitar Rp4,77 triliun. Posisi berikutnya ditempati SINI dengan target Rp3,61 triliun dan COCO sekitar Rp1,28 triliun.
Namun, nilai rights issue yang besar belum tentu menjadi tanda bahwa saham tersebut lebih menarik. Investor tetap perlu melihat ke mana dana dialokasikan dan apakah penggunaan tersebut berpotensi meningkatkan kinerja perusahaan.
Mengapa Investor Memilih Mengikuti Rights Issue?
Keputusan menebus HMETD seharusnya tidak hanya didasarkan pada selisih antara harga pelaksanaan dan harga saham di pasar. Ada beberapa alasan yang dapat membuat investor mempertimbangkan untuk ikut berpartisipasi.
1. Mempertahankan Persentase Kepemilikan
Rights issue menambah jumlah saham perusahaan yang beredar. Apabila investor tidak mengambil bagian, persentase kepemilikannya akan berkurang meskipun jumlah lembar saham yang dimiliki tetap sama.
Sebagai ilustrasi, seorang investor memiliki 1% saham perusahaan sebelum rights issue. Jika perusahaan menerbitkan saham baru dalam jumlah besar dan investor tidak menebus HMETD, persentase kepemilikannya dapat turun menjadi kurang dari 1%.
Investor jangka panjang yang masih yakin terhadap prospek perusahaan dapat menebus haknya untuk menjaga porsi kepemilikan.
2. Harga Pelaksanaan Lebih Menarik
Emiten umumnya menetapkan harga pelaksanaan di bawah harga saham pada periode sebelum ex-right. Selisih tersebut dapat terlihat menarik, terutama ketika pasar masih memperdagangkan saham induk jauh di atas harga pelaksanaan.
Namun, perbandingan yang lebih tepat bukan hanya dengan harga sebelum ex-right. Investor perlu menghitung harga teoritis setelah rights issue karena harga saham biasanya menyesuaikan saat memasuki periode ex-right.
3. Penggunaan Dana Berpotensi Memperbaiki Kinerja
Rights issue dapat memberikan dampak positif ketika dana digunakan untuk proyek yang produktif, ekspansi kapasitas, akuisisi yang menguntungkan, atau pengurangan utang berbunga tinggi.
Misalnya, dana yang dipakai untuk membeli aset produktif berpotensi meningkatkan pendapatan. Pelunasan utang juga dapat mengurangi beban bunga dan memperbaiki struktur permodalan.
Namun, manfaat tersebut baru dapat terlihat apabila manajemen mampu mengeksekusi rencana penggunaan dana secara efektif.
4. Ada Komitmen dari Pemegang Saham Pengendali
Kesediaan pemegang saham pengendali untuk melaksanakan HMETD dapat menunjukkan dukungan terhadap aksi korporasi.
Keberadaan pembeli siaga juga mengurangi risiko saham baru tidak terserap. Meski demikian, komitmen tersebut tidak menjamin harga saham akan naik setelah rights issue.
Investor masih perlu melihat sumber dana pembeli siaga, potensi perubahan struktur kepemilikan, serta hubungan pihak tersebut dengan perusahaan.
5. Ada Insentif Tambahan
Beberapa emiten menyertakan waran sebagai insentif bagi pemegang saham yang melaksanakan HMETD. Waran memberikan hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam periode yang telah ditetapkan.
Waran dapat memberikan nilai tambahan apabila harga saham naik melebihi harga pelaksanaannya. Sebaliknya, waran juga dapat kedaluwarsa tanpa nilai jika harga saham tetap berada di bawah harga pelaksanaan.
Mengapa Investor Memilih Tidak Menebus HMETD?
Tidak mengikuti rights issue bukan berarti investor selalu kehilangan kesempatan. Dalam kondisi tertentu, keputusan menjual HMETD atau tidak menambah modal justru dapat lebih sesuai.
1. Harga Pasar Turun di Bawah Harga Pelaksanaan
Harga pelaksanaan yang awalnya terlihat murah bisa kehilangan daya tarik jika harga saham induk turun tajam.
Sebagai contoh, rights issue ditawarkan pada harga Rp500, tetapi saham induknya kemudian diperdagangkan pada Rp470. Investor tentu akan lebih murah membeli saham langsung di pasar daripada menebus HMETD pada harga Rp500.
Karena itu, selisih harga perlu dipantau hingga mendekati batas akhir pelaksanaan.
2. Tidak Yakin dengan Penggunaan Dana
Tidak semua rights issue dilakukan untuk ekspansi. Sebagian dana dapat dipakai untuk melunasi utang, menambah modal kerja, menutup kebutuhan likuiditas, atau membiayai transaksi dengan pihak tertentu.
Penggunaan untuk membayar utang tidak selalu buruk. Langkah tersebut bisa memperbaiki neraca apabila utang memiliki bunga tinggi. Namun, investor perlu memastikan masalah perusahaan tidak hanya dipindahkan sementara tanpa perbaikan pada arus kas operasional.
3. Risiko Dilusi Laba per Saham
Jumlah saham yang bertambah dapat menurunkan laba per saham atau earnings per share apabila pertumbuhan laba belum mampu mengimbangi penambahan saham.
Sebagai ilustrasi, jumlah saham beredar naik 50%, tetapi laba bersih hanya meningkat 10%. Dalam kondisi tersebut, laba yang tersedia untuk setiap saham justru dapat menurun.
Inilah sebabnya investor tidak cukup hanya menilai berapa banyak dana yang diperoleh perusahaan. Perhatikan juga potensi hasil yang bisa dihasilkan dari modal baru tersebut.
4. Tekanan Jual Setelah Saham Baru Tercatat
Saham baru biasanya mulai didistribusikan secara bertahap setelah HMETD dieksekusi. Investor yang menebus pada harga lebih rendah dapat memilih merealisasikan keuntungan ketika saham baru masuk ke portofolio.
Kondisi ini berpotensi menambah pasokan saham di pasar dan menciptakan tekanan jual jangka pendek.
Risikonya dapat lebih besar apabila jumlah saham baru jauh lebih banyak dibandingkan saham lama atau likuiditas perdagangan saham induk masih terbatas.
5. Membutuhkan Modal Tambahan
Menebus HMETD berarti investor harus menyediakan dana baru. Semakin besar rasio rights issue, semakin besar pula tambahan modal yang dibutuhkan untuk mempertahankan persentase kepemilikan.
Investor perlu mempertimbangkan apakah penambahan dana tersebut lebih menarik dibandingkan peluang lain di pasar.
Jangan sampai seluruh likuiditas terserap untuk mengikuti rights issue sehingga portofolio menjadi terlalu terkonsentrasi pada satu saham.
6. Tidak Ada Pembeli Siaga
Keberadaan pembeli siaga bukan syarat mutlak keberhasilan rights issue. Namun, tanpa pembeli siaga, jumlah saham yang akhirnya diterbitkan akan bergantung pada tingkat partisipasi pemegang HMETD.
Dalam rights issue PADI, misalnya, saham yang tidak terserap akan tetap menjadi saham portepel. Artinya, dana yang diperoleh perusahaan dapat lebih rendah daripada target maksimal apabila partisipasi investor terbatas.
Menjual HMETD Lebih Baik daripada Membiarkannya Kedaluwarsa
Investor yang tidak ingin menambah modal masih dapat menjual HMETD selama periode perdagangan berlangsung.
HMETD merupakan efek yang dapat diperdagangkan dan memiliki kode dengan akhiran “-R”, seperti YOII-R, ELPI-R, atau BNBR-R. Harganya dapat bergerak mengikuti selisih antara harga saham induk dan harga pelaksanaan.
Membiarkan HMETD kedaluwarsa tanpa dijual atau dilaksanakan berarti investor kehilangan nilai ekonomis dari hak tersebut. Setelah periode pelaksanaan berakhir, HMETD tidak lagi dapat digunakan untuk membeli saham baru.
Oleh karena itu, pemegang saham perlu mencatat tanggal terakhir perdagangan dan pelaksanaan. Jangan menunggu hari terakhir karena proses penyediaan dana atau instruksi pelaksanaan dapat membutuhkan waktu.
Strategi yang Bisa Dipertimbangkan Trader
Periode rights issue sering menghadirkan volatilitas pada saham induk maupun HMETD. Trader dapat memanfaatkan pergerakan tersebut, tetapi perlu memahami mekanismenya terlebih dahulu.
1. Hitung Harga Teoritis Setelah Rights Issue
Harga saham biasanya mengalami penyesuaian saat memasuki perdagangan tanpa hak atau ex-right. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah menghitung theoretical ex-right price atau TERP.
Rumus sederhananya:
TERP = ((Jumlah saham lama × harga cum-right) + (jumlah saham baru × harga pelaksanaan)) ÷ total saham setelah rights issue
Sebagai contoh, suatu saham memiliki rasio 4:1, harga sebelum ex-right Rp1.000, dan harga pelaksanaan Rp600.
Perhitungannya menjadi:
TERP = ((4 × Rp1.000) + (1 × Rp600)) ÷ 5 = Rp920
Dalam ilustrasi tersebut, penurunan dari Rp1.000 menjadi sekitar Rp920 tidak serta-merta menunjukkan sentimen negatif. Sebagian penurunan berasal dari penyesuaian nilai karena hak untuk membeli saham baru sudah dipisahkan.
2. Bandingkan Harga Saham, HMETD, dan Biaya Pelaksanaan
Biaya memperoleh satu saham baru melalui pasar HMETD dapat dihitung dengan menjumlahkan:
Harga beli HMETD + harga pelaksanaan
Misalnya, HMETD diperdagangkan pada Rp70 dan harga pelaksanaan Rp500. Total biaya mendapatkan satu saham baru menjadi Rp570, belum termasuk biaya transaksi.
Apabila saham induk diperdagangkan pada Rp550, membeli HMETD dan melaksanakannya justru lebih mahal daripada membeli saham langsung.
Trader perlu terus membandingkan kedua jalur tersebut karena harga saham induk dan HMETD dapat bergerak cepat.
3. Perhatikan Likuiditas HMETD
Tidak semua HMETD memiliki antrean beli dan jual yang tebal. Likuiditas yang tipis dapat menyebabkan spread melebar dan menyulitkan trader keluar pada harga yang diinginkan.
Sebelum membeli, periksa frekuensi transaksi, volume, antrean bid-offer, dan sisa waktu perdagangan HMETD.
Semakin dekat dengan tanggal kedaluwarsa, nilai HMETD dapat turun dengan cepat apabila harga saham induk mendekati atau berada di bawah harga pelaksanaan.
4. Amati Respons Pasar terhadap Harga Ex-Right
Trader tidak harus masuk sebelum cum-right. Salah satu strategi yang lebih konservatif adalah menunggu harga baru terbentuk setelah ex-right.
Perhatikan apakah harga mampu bertahan di sekitar TERP, bergerak naik dengan volume yang sehat, atau justru terus melemah.
Apabila harga langsung turun di bawah harga pelaksanaan, minat untuk menebus HMETD dapat ikut berkurang.
5. Pantau Pergerakan Saham Setelah Distribusi
Tekanan jual tidak selalu terjadi pada hari pertama periode rights issue. Pasokan saham baru biasanya mulai terasa setelah saham hasil pelaksanaan didistribusikan.
Trader dapat mencatat tanggal distribusi, penjatahan saham tambahan, dan pengembalian dana. Periode tersebut sering menjadi bagian penting dalam membaca potensi perubahan volume serta tekanan jual.
6. Hindari Mengejar Kenaikan Hanya karena Harga Pelaksanaan Diskon
Diskon rights issue bukan keuntungan gratis. Nilai hak akan dipisahkan dari harga saham saat ex-right sehingga harga saham induk secara teoritis ikut menyesuaikan.
Kenaikan tajam menjelang cum-right juga belum tentu bertahan setelah saham diperdagangkan tanpa hak.
Gunakan batas risiko, sesuaikan ukuran posisi, dan hindari mengambil keputusan hanya karena takut tertinggal.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Investor Sebelum Mengambil Keputusan
Sebelum menebus atau menjual HMETD, ada beberapa pertanyaan yang sebaiknya dijawab terlebih dahulu.
Untuk Apa Dana Rights Issue Digunakan?
Pisahkan penggunaan dana yang dapat menghasilkan pertumbuhan dari penggunaan yang hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek.
Akuisisi dan ekspansi tetap perlu diuji kelayakannya. Pelunasan utang juga perlu dibandingkan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas setelah beban bunga berkurang.
Berapa Besar Potensi Dilusi?
Periksa jumlah saham baru dibandingkan jumlah saham lama. Rasio 1:3 seperti COCO, misalnya, berarti jumlah saham baru yang ditawarkan mencapai tiga kali saham lama yang memperoleh hak.
Semakin besar penerbitan saham baru, semakin besar pula perubahan struktur permodalan dan potensi penyesuaian pada laba per saham.
Siapa yang Akan Menyerap Saham Baru?
Komitmen pemegang saham pengendali atau standby buyer dapat membantu meningkatkan kepastian penyerapan.
Namun, perhatikan apakah terjadi perubahan kendali, masuknya investor strategis baru, transaksi pengalihan HMETD, atau potensi konsentrasi kepemilikan setelah rights issue.
Apakah Valuasinya Masih Menarik Setelah Aksi Korporasi?
Jangan menggunakan jumlah saham lama ketika menghitung kapitalisasi pasar atau laba per saham setelah rights issue.
Gunakan estimasi jumlah saham pascaaksi agar perbandingan price-to-earnings ratio, price-to-book value, dan kapitalisasi pasar lebih relevan.
Bagaimana Kondisi Neraca dan Arus Kas?
Rights issue dapat memperbaiki ekuitas, tetapi belum tentu langsung memperbaiki kualitas bisnis.
Periksa tren pendapatan, margin, laba bersih, arus kas operasional, utang, serta kebutuhan modal kerja. Investor juga perlu menilai apakah perusahaan memiliki riwayat berulang kali mencari pendanaan baru tanpa menghasilkan perbaikan kinerja.
Apakah Likuiditas Saham Memadai?
Saham dengan likuiditas rendah lebih mudah mengalami pergerakan harga ekstrem. Penambahan jumlah saham beredar memang dapat meningkatkan likuiditas, tetapi juga dapat menciptakan tekanan jual apabila permintaan tidak tumbuh seimbang.
Perhatikan rata-rata volume perdagangan dan kedalaman antrean sebelum menambah posisi.
Apakah Sesuai dengan Tujuan Investasi?
Investor jangka panjang mungkin lebih fokus pada prospek penggunaan dana dan peningkatan kinerja beberapa tahun ke depan.
Sebaliknya, trader jangka pendek akan lebih memperhatikan momentum, jadwal distribusi, pergerakan HMETD, volume, dan level harga teknikal.
Tidak semua rights issue cocok untuk setiap profil risiko.
Pantau Saham Rights Issue Juli 2026 dengan Lebih Cermat
Jangan lewatkan perkembangan rights issue saham seperti YOII, ELPI, PEGE, SINI, hingga BNBR. Melalui aplikasi Ajaib, kamu dapat memantau pergerakan harga, volume perdagangan, data pasar, dan informasi saham secara lebih praktis dalam satu platform.
Manfaatkan fitur analisis yang tersedia untuk membantu menilai peluang dan risiko setiap aksi korporasi sebelum mengambil keputusan. Mulai investasi saham di Ajaib dan sesuaikan strategi dengan tujuan keuangan serta profil risikomu.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Sumber: Kustodian Sentral Efek Indonesia, Bursa Efek Indonesia, prospektus dan keterbukaan informasi masing-masing emiten.
Artikel Terkait



Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

