Saham

Adu Bisnis ERAA vs MAPI, Siapa Paling Menarik? 

Mikirduit•October 22, 2026

Key Takeaways:

  • ERAA dan MAPI sama-sama bergerak di bisnis ritel lifestyle, tetapi punya karakter bisnis dan portofolio merek yang berbeda.
  • ERAA agresif membawa merek baru dari luar negeri, dengan peluang pertumbuhan gerai yang besar di berbagai segmen.
  • MAPI mengandalkan portofolio lebih dari 150 merek global, dengan ekspansi gerai dan kembalinya ACE Hardware sebagai katalis pertumbuhan.
  • Secara teknikal, ERAA lebih unggul dari sisi momentum harga. Namun, keduanya menghadapi risiko tekanan daya beli, sehingga pertumbuhan laba dan profitabilitas perlu dicermati.

Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) punya segmen bisnis yang mirip. Keduanya berbisnis di sektor ritel gaya hidup, tetapi dengan fokus portofolio yang berbeda. ERAA unggul di produk teknologi Asia seperti Xiaomi dan Oppo, sedangkan MAPI menguasai merek premium Barat seperti Zara dan Starbucks.

Perbedaan ini membuat ERAA sensitif terhadap siklus rilis gadget, sementara MAPI mengandalkan tren fashion dan daya beli kelas menengah ke atas. Kendati demikian, rilis iPhone 18 menjadi katalis positif bagi keduanya melalui gerai iBox (ERAA) dan Digimap (MAPI).

Saham ERAA 

Pertama dari ERAA dulu, menurut kami perusahaan ini semakin pintar menarik brand China masuk Indonesia untuk berbagai segmen. 

Pertama dari ERAA dulu, menurut kami perusahaan ini semakin pintar menarik brand China masuk Indonesia untuk berbagai segmen.

Selama ini, ERAA memang dikenal lewat distribusi smartphone dan perangkat elektronik. Namun, ekspansinya sekarang semakin beragam, mulai dari mobil listrik melalui XPENG, minuman teh melalui CHAGEE, hingga perlengkapan olahraga lewat ANTA. 

ERAA juga memperluas bisnis lifestyle melalui merek seperti Wilson, serta merambah fesyen lewat GENTLEWOMAN. 

Menurut kami dalam dua tahun ke belakang, pertumbuhan gerai baru dari merk-merk yang dibawa ERAA itu cukup pesat. Contohnya, CHAGEE yang baru masuk Indonesia belum ada dua tahun sudah ada 58 gerai, contoh lain bisa lihat dalam gambar berikut:

Paling baru, pada Agustus lalu ERAA baru saja menandatangi kemitraan strategis untuk membawa Kopi Oriental ke Indonesia. 

Oriental Kopi adalah jaringan kedai kopi dan restoran (kopitiam) modern bergaya Nanyang yang berasal dari Malaysia. 

Strategi tersebut menarik karena ERAA tidak lagi hanya mengandalkan siklus penjualan smartphone, tetapi mulai membangun sumber pendapatan dari kategori lain. 

Apalagi, grup Erajaya sudah memiliki jaringan ritel yang luas, dengan lebih dari 2.400 gerai dan 17,5 juta anggota MyEraspace per kuartal I 2026. Jaringan ini bisa menjadi modal untuk memperkenalkan dan mengembangkan merek-merek baru di Indonesia. 

Dari sisi kinerja, ERAA membukukan pendapatan Rp42,90 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 22,4 persen secara tahunan. Laba bersihnya juga naik 38 persen menjadi Rp784 miliar. 

Kinerja ini menjadi modal positif di tengah ekspansi bisnis yang semakin beragam. Ke depannya, menarik untuk melihat apakah merek-merek baru tersebut bisa berkembang lebih besar dan mulai memberi kontribusi yang semakin signifikan terhadap pendapatan maupun laba grup.

Kalau bicara secara teknikal, saham ERAA masih dalam tren yang kuat, tetapi posisinya sudah dekat resistance sekitar 680. Area support yang masih menahan tren berada di 570. 

Menurut kami, dalam jangka pendek peluang menguji resistance masih terbuka selama volume beli masih tinggi. Jika ini tercapai, saham ERAA akan menyentuh level tertingginya lagi sejak 2021 silam. 

Namun, batasi risiko jika yang terjadi terjun ke bawah support 570, karena risiko terdistribusi dan berubah tren turun bisa saja terjadi, apalagi saham ini sudah naik kencang dari awal tahun.

Saham MAPI 

Berikutnya ada PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Berbeda dengan ERAA yang banyak bermain di gadget dan mulai agresif membawa merek Asia ke Indonesia, MAPI lebih dikenal lewat portofolio merek global di segmen fesyen, olahraga, kecantikan, hingga makanan dan minuman.

Beberapa merek yang dikelola MAPI antara lain Zara, Marks & Spencer, Lacoste, Sephora, Starbucks, Subway, hingga berbagai merek olahraga seperti Skechers, Converse, dan New Balance. Dengan portofolio lebih dari 150 merek, MAPI menyasar berbagai kebutuhan konsumen, terutama di segmen lifestyle dan ritel premium.

Yang menarik, MAPI juga mengalami perubahan struktur kepemilikan pada 2026. Setelah proses mandatory tender offer (MTO) selesai pada akhir Juli, Pacific Universal Investments Pte. Ltd. tercatat menguasai 51 persen saham MAPI. Bersama Samudra (Investment) Pte. Ltd. dan Ocean Continuum Pte. Ltd., kelompok pemegang saham tersebut memiliki sekitar 87,24 persen saham perusahaan. Perubahan pengendali ini mengakhiri salah satu ketidakpastian di MAPI, meskipun investor tetap perlu mencermati arah strategi pemilik baru ke depan. 

Dari sisi ekspansi, MAPI juga tidak hanya mengandalkan merek yang sudah lama dikelola. Pada Juli 2026, perusahaan kembali membawa ACE Hardware ke Indonesia melalui dua gerai awal di Sunter Mall dan AEON BSD. Sebelumnya, merek ini dikelola Kawan Lama Group dan kemudian berganti nama menjadi AZKO setelah kerja sama lisensinya berakhir.

Untuk tahap awal, MAPI menargetkan pembukaan lima hingga tujuh gerai ACE Hardware. Manajemen masih akan mengevaluasi kinerja dan profitabilitas gerai sebelum melakukan ekspansi lebih agresif. Langkah ini menjadi upaya diversifikasi ke segmen perlengkapan rumah tangga, di luar fesyen, olahraga, dan lifestyle yang selama ini menjadi bisnis utama.

Secara keseluruhan, ekspansi MAPI juga cukup agresif. Perusahaan menyiapkan belanja modal sekitar Rp2 triliun pada 2026, dengan target membuka sekitar 550 hingga 600 gerai baru di berbagai segmen bisnis. Namun, di tengah pelemahan daya beli dan rupiah yang berfluktuasi, manajemen tetap perlu menjaga keseimbangan antara ekspansi, biaya impor, dan profitabilitas setiap gerai.

Kalau bicara kinerja keuangan, MAPI masih mencatat pertumbuhan yang solid. Sepanjang Semester I 2026, pendapatan bersih mencapai Rp24,2 triliun, naik 23,4 persen secara tahunan. Laba kotor tercatat Rp9,8 triliun, laba usaha tumbuh 23,2 persen menjadi Rp2 triliun, sedangkan EBITDA mencapai Rp3,8 triliun. Laba bersih yang dilaporkan perusahaan juga meningkat sekitar 26,9 persen menjadi Rp1,5 triliun.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa portofolio merek yang beragam masih mampu mendorong pertumbuhan penjualan dan laba, meskipun permintaan konsumen sempat melandai setelah Lebaran. Manajemen menyebut trafik pelanggan kembali meningkat pada Mei dan Juni, didukung libur panjang serta libur sekolah.

Ke depan, menarik untuk melihat apakah ekspansi gerai baru dan masuknya kembali ACE Hardware bisa menjadi sumber pertumbuhan tambahan bagi MAPI. Namun, investor tetap perlu mencermati daya beli masyarakat, pelemahan rupiah yang dapat meningkatkan biaya impor, serta kemampuan perusahaan menjaga margin ketika ekspansi semakin besar.

Beralih secara teknikal, saham MAPI masih dalam tren konsolidasi. Namun, yang menarik ada tanda golden cross dari RSI yang sedang dalam fase jenuh jual. Jika resistance 1560 bisa ditembus ke atas akan ada potensi reversal menjadi tren naik. 

Saat ini saham MAPI ini sedang berjuang membentuk higher low baru sebagai sinyal perbaikan tren. Adapun untuk support yang diantisipasi di 1380, jika level ini tertembus ke bawah tren bisa berubah jadi turun lagi.

Pantau Saham Potensial dan Diversifikasi Portofolio di Ajaib

Langkah ekspansi dan dinamika pergerakan teknikal dari ERAA maupun MAPI memberikan gambaran menarik bagi investor yang ingin masuk ke sektor ritel gaya hidup. Memahami momentum tren harga dan fundamental perusahaan menjadi kunci utama dalam mengambil keputusan investasi yang tepat.

Download aplikasi Ajaib sekarang untuk memantau pergerakan saham ERAA dan MAPI secara real-time langsung dari smartphone-mu. Dapatkan akses ke berbagai analisis fundamental serta fitur analisis teknikal lengkap untuk mendukung keputusan investasimu!

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Google Play StoreApple App Store

Profil Penulis

Mikirduit
Mikirduit

Writer

-

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!