Saham AS Tembus All Time High Menjelang Akhir Tahun!
Sarifa•December 29, 2025

Pasar saham AS bergerak menguat pada perdagangan 1 minggu terakhir (22/12-26/12), dimana indeks AS ditutup menguat. Investor Wall Street memasuki pekan terakhir 2025 dengan sentimen yang tetap optimistis, seiring indeks saham utama AS bergerak dekat rekor tertinggi dan S&P 500 hanya berjarak sekitar 1% dari level psikologis 7,000 poin yang belum pernah disentuh sebelumnya. Momentum pasar dinilai masih solid setelah S&P 500 berada di jalur delapan bulan kenaikan beruntun dan mencatat kenaikan sekitar 18% sepanjang 2025, sementara Nasdaq Composite telah menguat lebih kuat sekitar 22%, meskipun saham teknologi sempat mengalami koreksi akibat kekhawatiran belanja AI. Dalam beberapa pekan terakhir, penguatan pasar terlihat lebih merata dengan sektor keuangan, kesehatan, transportasi, dan saham berkapitalisasi kecil mulai mengambil peran, mencerminkan rotasi dan pelebaran basis reli.
Performa Indeks Bursa AS 1W
| S&P 500 | Dow Jones Industrial Average | NASDAQ Composite |
| +2.02% | +1.53% | +2.04% |
Top Gainer 1W
| MU | +13.12% |
| SNDK | +12.49% |
| FCX | +10.34% |
| FDX | +8.92% |
| JBL | +8.53% |
Berita Ekonomi & Industri
Pemerintahan Trump mengumumkan penangguhan sementara sekitar 90 hari terhadap sejumlah proyek offshore wind di Pantai Timur AS, termasuk proyek Coastal Virginia Offshore Wind (CVOW) milik Dominion Energy ($D) yang memiliki kapasitas sekitar 2,600 MW dan ditujukan untuk memasok listrik ke lebih dari 650,000 rumah. Kebijakan ini didorong oleh kekhawatiran potensi gangguan radar militer, meskipun proyek-proyek tersebut sebelumnya telah mengantongi izin dan berada dalam tahap konstruksi maupun pengembangan lanjutan dengan total nilai investasi mencapai puluhan miliar dolar AS. Bagi Dominion, penundaan ini berpotensi meningkatkan risiko cost overrun dan menunda realisasi arus kas, mengingat CVOW merupakan proyek strategis dalam rencana belanja modal perusahaan hingga akhir dekade.
Belanja ritel selama musim liburan 2025 di AS tercatat solid dengan total pengeluaran konsumen tumbuh sekitar 5% YoY, mencerminkan daya beli yang masih terjaga meski lingkungan makro belum sepenuhnya pulih. Pertumbuhan terutama ditopang oleh kategori pakaian, hadiah, dan pengalaman, sementara belanja digital dan contactless kembali mencatat pertumbuhan lebih cepat dibanding transaksi konvensional di toko fisik. Pola ini menunjukkan konsumen semakin selektif namun tetap aktif berbelanja, seiring inflasi yang mulai mereda dan pasar tenaga kerja yang masih relatif stabil. Bagi sektor ritel dan payments, tren ini mendukung ekspektasi kinerja kuartal IV yang sehat dengan potensi upside pada revenue dan operating leverage. Secara keseluruhan, data belanja liburan memberi sinyal positif terhadap kekuatan konsumsi domestik AS, meskipun sensitivitas terhadap suku bunga dan kondisi kredit tetap menjadi risiko ke depan.
Harga emas kembali mencetak rekor baru dengan menembus level US$4,500 per ounce, didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan meningkatnya risiko geopolitik global. Data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan GDP 3Q yang tetap solid dan lebih cepat dibanding kuartal sebelumnya, meski indikator tenaga kerja mengarah pada laju penciptaan lapangan kerja yang masih positif namun semakin moderat. Pasar saat ini masih mem‐price in sekitar dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026 seiring inflasi yang melandai dan kondisi pasar kerja yang mulai mendingin, meskipun sikap pembuat kebijakan belum sepenuhnya sejalan.
BP mengumumkan rencana penjualan 65% saham Castrol Lubricants kepada Stonepeak dengan valuasi unit bisnis tersebut sekitar US$10 miliar, yang mengimplikasikan nilai transaksi sekitar US$6.5 miliar untuk BP. Langkah ini merupakan bagian dari strategi monetisasi aset non core guna memperkuat neraca dan mendukung disiplin alokasi modal, sekaligus tetap mempertahankan eksposur minoritas pada bisnis pelumas yang memiliki arus kas stabil dan margin relatif defensif. Castrol sendiri merupakan bisnis global dengan kontribusi signifikan terhadap EBITDA BP, sehingga transaksi ini diperkirakan akan menurunkan earnings jangka pendek namun meningkatkan fleksibilitas finansial dan potensi capital return. Dari perspektif pasar, deal ini cenderung positif bagi saham BP karena mempercepat deleveraging dan membuka ruang buyback atau dividen, meski investor akan mencermati dampak jangka menengah terhadap kualitas earnings dan ketergantungan BP pada volatilitas sektor energi.
Berita Emiten
GOOGL – Alphabet mengumumkan akuisisi Intersect, perusahaan AI knowledge management dan kolaborasi yang menunjukkan pertumbuhan cepat, dalam kesepakatan yang dilaporkan berada di kisaran US$4.5 miliar–US$5.0 miliar, memperkuat ekspansi Google ke segmen AI produktivitas enterprise di luar inti pencarian. Intersect, yang saat ini memiliki lebih dari 1.2 juta pengguna aktif bulanan dan pertumbuhan ARR di atas 80% YoY, akan diintegrasikan ke dalam Google Workspace untuk memperluas fitur AI generatif dan kolaborasi cerdas, meningkatkan stickiness platform bagi pelanggan bisnis. Transaksi ini juga menandai investasi strategis kedua Alphabet dalam teknologi produktivitas AI dalam 12 bulan terakhir setelah akuisisi startup AI X senilai US$1.8 miliar sebelumnya.
UNH – UnitedHealth Group ($UNH) akhirnya menghentikan tren penurunan harga sahamnya setelah tujuh sesi beruntun berada di wilayah merah, dengan saham ditutup menguat sekitar 0.86% ke US$ 327.58 pada sesi terakhir, setelah sebelumnya turun lebih dari 4.9% sepanjang rentetan tersebut dan bergerak lebih lemah dibandingkan S&P 500 yang justru menguat sekitar 1.2% dalam periode yang sama. Rebound ini mencerminkan respons pasar terhadap valuasi yang lebih menarik setelah tekanan jual beruntun serta optimisme sebagian analis terhadap prospek jangka panjang UnitedHealth, didukung oleh fundamental kuat perusahaan termasuk pertumbuhan pendapatan dan dividen yang meningkat di tengah perbaikan profitabilitas baru-baru ini, sehingga investor mulai mempertimbangkan kembali posisi mereka di saham asuransi kesehatan terbesar di AS ini.
Artikel ini dianalisis dan ditulis oleh Financial Expert Ajaib, Alvin T. Murthi
Baca juga: Cara Memulai Investasi US Stock di Ajaib Alpha
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Artikel Terkait



Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!