Pasar Saham AS Terkoreksi Paska Keluar Data Tenaga Kerja!
Sarifa•February 16, 2026

Pasar saham AS bergerak melemah pada perdagangan 1 minggu terakhir (09/02-13/02), dimana indeks AS ditutup melemah. Dalam sepekan terakhir, S&P 500 turun 1.17%, Dow Jones melemah 1.09%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1.77%, meskipun sejumlah saham bertema infrastruktur digital dan data center seperti Iron Mountain, Akamai, dan Equinix mencatat kenaikan dua digit. Dari sisi makro, inflasi Januari menunjukkan moderasi dengan CPI naik 2.4% YoY dan 0.2% MoM, sementara core CPI turun ke 2.5% YoY, terendah sejak April 2021 yang memicu penurunan imbal hasil Treasury dan meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada pertengahan tahun. Di sisi lain, pasar tenaga kerja menunjukkan ketahanan dengan penambahan 130,000 pekerjaan dan penurunan tingkat pengangguran ke 4.3%, memperkuat narasi soft landing meskipun tren pertumbuhan tenaga kerja secara struktural masih lebih lambat dibanding periode ekspansi sebelumnya.
Performa Indeks Bursa AS 1W
| S&P 500 | Dow Jones Industrial Average | NASDAQ Composite |
| -1.17% | -1.09% | -1.77% |
Top Gainer 1W
| IRM | +20.92% |
| AKAM | +20.74% |
| EQIX | +17.19% |
| MSTR | +16.47% |
| GLW | +16.15% |
Berita Ekonomi & Industri
Inflasi AS pada Januari menunjukkan penurunan, dengan CPI headline naik 2.4% YoY, turun 0.3 percentage point dari bulan sebelumnya. Secara bulanan, indeks keseluruhan meningkat 0.2% MoM, lebih rendah dari ekspektasi 0.3%, sementara core CPI (ex-food & energy) naik 2.5% YoY—level terendah sejak April 2021 dan bertambah 0.3% MoM, sesuai proyeksi pasar. Pasca rilis data inflasi Januari yang lebih rendah dari ekspektasi, pasar saham bergerak relatif datar sementara imbal hasil Treasury turun, mencerminkan respons pasar obligasi yang lebih dovish dibanding ekuitas. Heather Long, Chief Economist Navy Federal Credit Union, menyebut data ini sebagai “great news,” dengan inflasi turun ke level terendah sejak Mei serta komponen utama seperti makanan, bensin, dan sewa mulai mendingin, memberikan ruang napas bagi rumah tangga kelas menengah.
Data Non-farm Payroll AS untuk bulan Januari 2026 menunjukan angka 130 ribu pekerjaan baru, yang jauh melampaui ekspektasi median analis sekitar 70 ribu dan mendorong tingkat pengangguran turun menjadi 4.3% dari 4.4% di Januari, mencerminkan awal yang lebih kuat untuk 2026 meskipun laporan ini diterbitkan terlambat akibat partial government shutdown. Data ini memunculkan gambaran pasar tenaga kerja yang stabil namun dengan underlying weakness setelah perlambatan signifikan sepanjang 2025, serta menunjukkan rata-rata penambahan private payroll retail yang moderat. Reaksi pasar terhadap data ini mendorong optimisme singkat di saham dan treasury yield, namun analis memperingatkan bahwa angka kuat bulan ini mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan tren jangka panjang mengingat volatilitas dalam revisi data dan ketidakpastian ekonomi makro.
George Soros melalui Soros Fund Management meningkatkan kepemilikan pada saham megacap teknologi di Q4 dengan menambah sekitar 161,000 saham Microsoft, 118,000 saham Nvidia, dan 66,000 saham Apple. Langkah ini menegaskan positioning yang semakin condong pada tema AI, cloud, dan ekosistem digital. Penambahan bobot pada Microsoft dan Nvidia secara khusus mengindikasikan keyakinan terhadap monetisasi belanja AI, baik dari sisi infrastruktur cloud maupun akselerator komputasi, sementara peningkatan posisi di Apple menunjukkan pandangan positif terhadap kekuatan recurring revenue dan basis pengguna premium perusahaan. Di saat yang sama, Soros Fund memangkas sebagian posisi di sektor lain, mengindikasikan pendekatan yang lebih selektif dalam lingkungan pasar yang masih volatil.
S&P Global Ratings merevisi turun forecast penjualan properti China untuk 2026 lebih dalam lagi, sekarang memperkirakan penurunan 10%-14% YoY, jauh lebih buruk dari perkiraan sebelumnya 5%–8%, menunjukkan penurunan yang makin parah dan memperpanjang tren penurunan tahunan kelima kalinya. Penjualan rumah baru anjlok 12.6% menjadi sekitar 8.4 triliun yuan (US$1.2 triliun) di 2025, kurang dari setengah level 18.2 triliun yuan pada puncaknya di 2021. Hal ini dikarenakan permintaan yang masih sangat lemah meski ada upaya kebijakan untuk menyelesaikan proyek yang belum selesai dan relaksasi aturan pembelian. S&P juga mengamati oversupply parah, dengan backlog rumah jadi yang tak terjual naik untuk tahun keenam berturut-turut, serta potensi harga rumah turun 2% hingga 4% lagi di 2026, memperlemah kepercayaan pembeli.
Berita Emiten
TGT – Target ($TGT) mengumumkan realokasi strategi operasional dengan memangkas sekitar 500 posisi di level kantor dan supply chain, termasuk sekitar 100 peran distrik dan 400 di distribution serta regional offices, sambil meningkatkan investasi pada front-line store staffing dan training untuk memperbaiki customer experience di hampir 2,000 toko. Langkah ini bertujuan mengatasi isu operasional yang menekan traffic dan sales, seperti rak kosong dan antrean panjang, yang berkontribusi pada performa penjualan yang masih lemah dalam beberapa kuartal terakhir. Dari sisi keuangan, restrukturisasi ini diharapkan membantu efisiensi cost structure di back-end sekaligus mengalihkan belanja operasional ke area yang lebih langsung berdampak pada revenue, meskipun berpotensi menimbulkan one-off costs dalam jangka pendek. Strategi tersebut mencerminkan fokus manajemen pada pemulihan same-store sales dan brand perception di tengah persaingan ketat dengan Walmart dan Amazon serta tekanan pada discretionary spending konsumen.
ON – ON Semiconductor ($ON) membukukan kinerja 4Q25 yang solid dengan EPS US$0.64, melampaui konsensus US$0.62 atau positive surprise 3.23%, sementara revenue tercatat US$1.53 miliar, sejalan dengan ekspektasi pasar. Meski mencatat earnings beat, saham turun sekitar 0.89% di perdagangan after-hours dan ditutup di US$64.62, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap outlook meskipun posisi harga masih dekat 52-week high di US$66.86. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan total revenue sekitar US$6.0 miliar dengan non-GAAP gross margin 38.4% serta free cash flow US$1.4 miliar atau setara 24% dari revenue, yang sepenuhnya dialokasikan untuk share buyback. Untuk 1Q26, manajemen memberikan guidance revenue di kisaran US$1.44 miliar hingga US$1.54 miliar dan menargetkan pertumbuhan YoY pertama sejak downturn, didorong oleh high single-digit growth di automotive content serta kontribusi AI data center yang diperkirakan tumbuh 15-20%.
F – Ford ($F) memperkirakan adjusted EBIT untuk 2026 berada di kisaran US$8 miliar hingga US$10 miliar, didukung oleh inisiatif cost reduction yang berlanjut serta perbaikan product mix yang menghasilkan margin lebih baik dibanding periode sebelumnya. Proyeksi ini mencerminkan perbaikan operasional yang signifikan setelah beberapa tahun tekanan margin akibat biaya input dan transisi ke EV, dengan target profitabilitas yang lebih tinggi di tengah peningkatan volume unit yang lebih menguntungkan. Ford juga menyebut bahwa keuntungan di segmen tradisional ICE dan peningkatan kontribusi model kendaraan yang lebih tinggi margin berperan penting dalam perbaikan earnings outlook, sekaligus upaya efisiensi produksi yang berfokus pada pengurangan fixed cost dan waste. Dengan forecast EBIT tersebut, perusahaan menunjukkan kepercayaan pada kemampuan untuk mengelola struktur biaya sambil mempertahankan investasi strategis dalam EV dan teknologi otomatis.
HOOD – Robinhood ($HOOD) membukukan kinerja 4Q25 yang campuran dengan pendapatan US$ 1.28 miliar yang miss dari konsensus US$ 1.34 miliar, namun EPS non GAAP US$ 0.66 justru beat dari ekspektasi US$ 0.64, menunjukkan profitabilitas membaik meski top line sedikit di bawah harapan. Kualitas pertumbuhan terlihat kuat dari sisi operasional dengan pendapatan berbasis transaksi US$ 776 juta, net interest revenue US$ 411 juta, serta Adjusted EBITDA tinggi di US$ 761 juta, sementara metrik pengguna dan aset melonjak signifikan dengan funded customers naik 7% yoy ke 27.0 juta, investment accounts naik 8% ke 28.4 juta, dan total platform assets melonjak 68% yoy ke US$ 324 miliar didorong net deposits US$ 16.5 miliar di Q4 serta ARPU naik 16% ke US$ 191, menandakan monetisasi membaik.
FSLY – Fastly ($FSLY) mencetak Q4 yang solid dengan revenue US$ 172.61 juta yang melampaui konsensus US$ 161.36 juta dan adjusted EPS US$ 0.12 yang dua kali lipat dari ekspektasi US$ 0.06, didukung ekspansi margin kuat dengan gross margin mencapai 61.4% dan non GAAP gross margin 64.0%, sementara security revenue tumbuh pesat 32% yoy ke US$ 35.4 juta dan network services revenue naik 19% yoy ke US$ 130.8 juta menunjukkan pergeseran ke produk high value, profitabilitas operasional juga membaik tajam dengan rekor non GAAP operating income US$ 32.3 juta dibanding rugi US$ 5.2 juta tahun lalu, serta arus kas operasi positif US$ 22.2 juta; ke depan, guidance juga optimistis dengan Q1 revenue diproyeksikan US$ 168 sampai US$ 174 juta di atas konsensus US$ 159.62 juta dan EPS US$ 0.07 sampai US$ 0.10 di atas ekspektasi US$ 0.01, sementara FY2026 revenue ditargetkan US$ 700 sampai US$ 720 juta melampaui konsensus US$ 667.79 juta dengan EPS US$ 0.23 sampai US$ 0.29 versus US$ 0.13, menandakan momentum pertumbuhan berlanjut seiring monetisasi security dan peningkatan efisiensi biaya yang mendorong leverage operasional.
ABNB – Airbnb ($ABNB) mengumumkan hasil 4Q25 dengan revenue naik 12% YoY menjadi sekitar US$2.78–2.8 miliar, melampaui estimasi konsensus US$2.71 miliar dan mencapai pertumbuhan tertinggi lebih dari dua tahun, sementara Gross Booking Value (GBV) naik 16% YoY menjadi US$20.4 miliar dan nights & seats booked meningkat sekitar 10% YoY, mencerminkan momentum demand yang luas di berbagai wilayah. Namun, EPS Q4 sebesar US$0.56 lebih rendah daripada ekspektasi analis sekitar US$0.66, sehingga profitability tertekan meskipun revenue dan booking kuat. Manajemen memberikan guidance 1Q26 dengan revenue di kisaran US$2.59 miliar–US$2.63 miliar atau tumbuh sekitar 14–16% YoY, lebih tinggi dari konsensus, dan mengantisipasi pertumbuhan revenue 2026 di “lowest double-digits”.
RVN – Rivian Automotive ($RVN) melaporkan Q4 2025 perusahaan mencatat revenue sekitar US$1.29 miliar, sedikit di atas konsensus US$1.27 miliar meskipun turun sekitar 26% YoY dari US$1.73 miliar, terutama karena pendapatan otomotif anjlok 45% YoY menjadi US$839 juta akibat penurunan kredit dan volume pengiriman yang lebih rendah. Untuk keseluruhan FY2025, total produksi dan pengiriman masing-masing mencapai sekitar 42,284 dan 42,247 unit, dengan total revenue sekitar US$5.39 miliar (+8% YoY) dan gross profit tahunan sebesar US$144 juta, berbalik signifikan dari kerugian besar di 2024. Rivian juga memberikan guidance 2026 dengan target 62,000–67,000 unit delivered, capex sekitar US$1.95–2.05 miliar, dan fokus pada peluncuran R2 yang diperkirakan akan mendukung pertumbuhan volume, sementara sahamnya menguat tajam usai laporan menunjukkan kerugian per saham yang lebih sempit dan beat pada topline.
AEM – Agnico Eagle Mines ($AEM) mengumumkan kenaikan dividen kuartalan sebesar 12.5% menjadi US$ 0.45 per saham, naik dari US$ 0.40 sebelumnya, langkah yang mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap kekuatan arus kas perusahaan dan komitmen untuk terus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham. Kenaikan dividen ini terjadi di tengah momentum fundamental yang kuat, termasuk pertumbuhan laba dan produksi emas yang solid, serta perbaikan neraca yang memungkinkan distribusi kas lebih besar tanpa mengorbankan investasi strategis. Bagi investor, peningkatan dividen ini memperkuat daya tarik Agnico Eagle sebagai saham pertambangan defensif yang tidak hanya mampu tumbuh secara operasional tetapi juga konsisten mengembalikan modal ke pemegang saham.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!