Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%-4%, Yield Treasury Tembus 5%: Wall Street Tetap Bertahan
Miftahul Khaer•September 21, 2026

Key Takeaways
- Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 3,75%-4,00%, mengakhiri lima pertemuan FOMC berturut-turut tanpa perubahan.
- Yield Treasury 10 tahun sempat menembus 5%, dipengaruhi ekspektasi suku bunga, harga minyak tinggi, dan kekhawatiran terhadap kebutuhan modal pemerintah serta korporasi.
- Wall Street tetap bertahan setelah keputusan Fed, dengan S&P 500, Nasdaq 100, dan Philadelphia Semiconductor Index mencatat kenaikan pada 17 September.
- AI capex dan kebijakan bank sentral global menjadi perhatian investor, sementara Fed, BoE, dan BoJ mengambil keputusan suku bunga berbeda dalam periode yang berdekatan.
Wall Street menghadapi pekan yang penting bagi kebijakan moneter setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% pada 16 September 2026.
Keputusan tersebut mengakhiri lima pertemuan FOMC berturut-turut tanpa perubahan dan diambil secara bulat dengan voting 12-0.
Kenaikan suku bunga terjadi ketika yield Treasury 10 tahun sempat menembus 5% untuk pertama kalinya sejak 2007. Kenaikan yield didorong oleh kombinasi ekspektasi suku bunga, harga minyak yang masih tinggi, serta kekhawatiran mengenai kebutuhan modal pemerintah dan korporasi.
Namun, reaksi Wall Street justru relatif positif setelah keputusan FOMC. Sehari setelah keputusan tersebut, S&P 500 melonjak 1,1%, Nasdaq 100 naik 1,7%, dan Philadelphia Semiconductor Index menguat 3,1% ketika yield Treasury kembali turun.
Di sisi lain, investor mulai mempertanyakan keberlanjutan mesin pertumbuhan terbesar Wall Street, yakni artificial intelligence (AI). Seruan CEO Anthropic Dario Amodei untuk memperlambat pengembangan frontier AI sempat memicu aksi jual saham terkait AI dan kembali menyoroti besarnya capex yang dibutuhkan industri.
Dengan belanja infrastruktur AI yang diproyeksikan mencapai lebih dari US$1 triliun per tahun, ketergantungan earnings perusahaan teknologi terhadap AI capex semakin menjadi perhatian pasar.
Meski demikian, appetite terhadap AI infrastructure belum hilang. Nscale mengajukan IPO, Anthropic memperluas program evaluasi keamanan bersama Accenture, sementara saham semikonduktor kembali memimpin rebound setelah FOMC.
Performa Indeks 1W
Berikut performa indeks utama Wall Street selama satu pekan:
| Indeks | Performa 1W |
| S&P 500 | +0.18% |
| Dow Jones Industrial Average | -0.50% |
| NASDAQ Composite | +1.07% |
Nasdaq Composite mencatat kenaikan 1,07% selama sepekan, sementara S&P 500 menguat 0,18%. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun 0,50%.
Top Gainer 1W
Berikut sejumlah saham dengan penguatan terbesar selama periode tersebut:
Di level saham, MSTR menjadi top gainer dengan kenaikan 16,39%, diikuti CRWD 14,42%, COIN 11,66%, DELL 9,65%, dan AMD 9,62%
Fed Kembali Naikkan Suku Bunga ke 3,75%-4,00%
Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu, 16 September, menjadi 3,75%-4,00%. Keputusan tersebut menjadi kenaikan pertama sejak Juli 2023 sekaligus mengakhiri periode hold selama lima pertemuan FOMC berturut-turut.
FOMC di bawah Chairman Kevin Warsh mengambil keputusan secara bulat dengan voting 12-0. Hasil tersebut datang di tengah spekulasi sebelumnya mengenai kemungkinan multiple dissent.
Dot plot yang dirilis bersamaan menunjukkan 16 dari 18 partisipan memperkirakan masih akan ada kenaikan suku bunga tahun ini. Empat di antaranya bahkan melihat peluang dua kenaikan tambahan.
Warsh mengatakan keputusan tersebut diambil untuk mendukung dual mandate Fed. Ia juga menyebut kondisi keuangan secara luas “sulit disebut restriktif”.
Reaksi pasar saham setelah keputusan cenderung positif karena kenaikan 25 basis poin tersebut sudah banyak diantisipasi investor. Probabilitas kenaikan suku bunga di CME FedWatch bahkan sempat berada di atas 90% sebelum keputusan resmi diumumkan.
Yield Treasury 10 Tahun Tembus 5%
Sehari sebelum keputusan FOMC, yield Treasury 10 tahun sempat menembus level 5%.
Pada Selasa, 15 September, yield 10 tahun menyentuh 5,041% secara intraday, menjadi level tertinggi dalam hampir dua dekade dan pertama kalinya berada di atas 5% sejak 2007.
Kenaikan yield didorong kombinasi ekspektasi kenaikan suku bunga, harga minyak yang masih bertahan di atas US$100 per barel, serta kekhawatiran terhadap beban utang jangka panjang pemerintah AS.
Lonjakan yield turut menekan pasar saham. Dow Jones turun 328,09 poin atau 0,63% menjadi 52.093,11. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah 0,45% dan 0,78% pada hari yang sama.
Dalam konferensi pers, Warsh menyebut tiga faktor utama yang mendorong kenaikan yield, yakni kekuatan ekonomi, kompetisi memperebutkan modal akibat lonjakan capex korporasi, serta dinamika pasar yang mencoba mendahului keputusan Fed.
Wall Street Rebound Setelah Keputusan FOMC
Sehari setelah keputusan Fed, pasar saham AS mencatat kenaikan terbesar dalam enam pekan.
Pada 17 September, S&P 500 naik 1,1%, Nasdaq 100 melonjak 1,7%, dan Philadelphia Semiconductor Index menguat 3,1%. Rebound terjadi ketika yield obligasi 10 tahun turun setelah sebelumnya mencatat level tertinggi sejak 2007 dan mengalami delapan hari kenaikan berturut-turut.
Kenaikan tersebut menjadi relief rally karena kenaikan 25 basis poin sudah banyak di-price in oleh pasar. Tidak adanya kejutan besar dari keputusan Fed membuat ketidakpastian kebijakan berkurang.
Tiga kata terakhir dalam statement Warsh, “we will deliver”, juga dipersepsikan pasar sebagai komitmen terhadap credibility yang lebih baik bagi aset berisiko dibandingkan ketidakpastian berkepanjangan.
Namun, momentum tersebut kembali menghadapi tekanan pada 18 September ketika triple witching dan kenaikan suku bunga Bank of Japan mendorong volatilitas pasar.
AI Tetap Menjadi Fokus, tetapi Risiko Capex Meningkat
Selain kebijakan moneter, Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu tema utama yang diperhatikan investor.
Pada Senin, 14 September, CEO Anthropic Dario Amodei merilis esai yang menyerukan perlambatan pengembangan model AI frontier karena risiko keamanan. Risiko yang disoroti mencakup potensi serangan siber, senjata biologis, hingga disrupsi ekonomi besar-besaran.
Amodei juga menyebut insiden ketika ratusan AI agent milik OpenAI mengirim puluhan ribu pesan tidak sah ke sistem Hugging Face saat testing. Sam Altman dari OpenAI dan Elon Musk ikut mendukung seruan tersebut, sementara Altman menyatakan dukungan terhadap kerangka keamanan federal yang konsisten untuk seluruh industri.
Sentimen pasar langsung terpengaruh. Saham-saham AI global mengalami tekanan, sementara S&P 500 turun 0,48% ke 7.619,98 dan Nasdaq Composite melemah 0,56% ke 26.186,41. Penurunan intraday sempat mencapai 0,8% dan 1,3%.
Perhatian investor tidak terlepas dari besarnya kebutuhan investasi industri. Dengan proyeksi belanja infrastruktur AI lebih dari US$1 triliun per tahun, keberlanjutan AI capex semakin berkaitan dengan earnings dan margin profit perusahaan teknologi.
Meski demikian, appetite terhadap AI infrastructure belum hilang. Nscale tetap mengajukan IPO, Anthropic memperluas program evaluasi keamanan bersama Accenture, dan saham semikonduktor kembali memimpin rebound setelah FOMC.
Triple Witching Tambah Volatilitas Pasar
Triple witching pada Jumat, 18 September menjadi salah satu katalis volatilitas terbesar di akhir pekan.
Sekitar US$7 triliun notional value options AS jatuh tempo pada hari tersebut. Menurut Citadel Securities, angka tersebut menjadi salah satu ekspirasi terbesar kedua dalam sejarah.
Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan suku bunga Bank of Japan yang turut mendorong yield Treasury AS dan menekan sentimen risk-on di pasar saham global.
Saham individual juga bergerak signifikan. Netflix melemah hampir 5% setelah downgrade Wells Fargo karena kekhawatiran terhadap penurunan viewership dan pipeline konten 2026 yang lebih lemah.
Di sisi lain, harga minyak bertahan di kisaran US$96 per barel akibat ketegangan yang masih berlanjut di kawasan Timur Tengah terkait Arab Saudi dan Iran.
BoJ Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Yen Justru Tertekan
Bank of Japan menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada 18 September. Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam 31 tahun.
Keputusan diambil melalui voting 7-2, lebih tipis dari ekspektasi. Dua suara dissent dari anggota reflationist menimbulkan keraguan mengenai kecepatan kenaikan berikutnya.
Kenaikan tersebut menjadi hike ketiga BoJ sejak normalisasi kebijakan moneter dimulai pada Maret 2024. Kali ini, jaraknya hanya tiga bulan dari kenaikan sebelumnya atau lebih cepat dibandingkan pola enam bulan sebelumnya.
Reaksi pasar justru berlawanan dengan ekspektasi. Yen melemah melewati 157 per dolar setelah pengumuman, sementara yield JGB turun dan Nikkei 225 naik.
Pergerakan tersebut menjadi rate hike paradox yang menunjukkan pasar mempersepsikan dua suara dissent sebagai sinyal bahwa BoJ tidak dapat terus menaikkan suku bunga secara agresif.
Kebijakan Fed, BoJ, dan BoE Warnai Pasar Global
Pekan 15-19 September 2026 menjadi periode penting bagi kebijakan moneter global dengan tiga keputusan suku bunga besar dalam empat hari.
Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% pada 16 September secara unanimous. Bank of England menahan suku bunga di 3,75% dalam voting 6-3 pada 18 September, dengan tiga anggota menginginkan kenaikan.
Pada hari yang sama, Bank of Japan menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1,25% dalam voting 7-2.
Tiga bank sentral besar tersebut bergerak dengan keputusan yang berbeda dalam periode yang berdekatan. Kondisi ini menciptakan divergensi nilai tukar dan mendorong reposisi oleh hedge fund serta institutional investor di berbagai pasar aset global.
Kombinasi kebijakan tersebut menciptakan apa yang dapat disebut sebagai synchronized tightening, ketika bank sentral besar dunia bergerak menuju kebijakan yang lebih ketat.
Apple hingga SpaceX: Emiten yang Jadi Sorotan Pekan Ini
Apple (AAPL) Buka Pre-Order iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max
Pre-order iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max dibuka pada 12 September dengan ketersediaan mulai 18 September.
Waktu tunggu pengiriman iPhone 18 Pro Max langsung memanjang hingga 4-6 minggu di AS. Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah kenaikan harga US$300 dari generasi sebelumnya akibat memory shortage.
Sementara itu, iPhone Duo yang di bandrol dengan harga mulai US$1.999 baru tersedia pada 23 Oktober dengan supply yang diprediksi sangat terbatas pada peluncuran perdana.
Analis CFRA Angelo Zino menyebut Apple bisa menjual 15-20 juta unit iPhone Duo dalam 12 bulan pertama jika supply chain memadai. Angka tersebut setara dengan hampir 10% dari total iPhone yang terjual dalam setahun.
SpaceX Raih Kontrak NASA US$946 Juta
NASA memberikan SpaceX kontrak senilai US$946 juta pada 18 September untuk tiga penerbangan kru tambahan ke International Space Station, mencakup Crew-15, Crew-16, dan Crew-17 melalui 2030.
Kontrak tersebut meningkatkan total nilai Commercial Crew Transportation Capability dengan SpaceX menjadi US$5,92 miliar dan total misi menjadi 17 penerbangan.
Kontrak ini menjadi salah satu sumber pendapatan government yang stabil dan predictable bagi SpaceX. Saham SPCX juga disebut sebagai salah satu nama yang bergerak signifikan dalam sesi midday 18 September bersama Netflix, Coinbase, dan Sandisk.
Mbappe Tinggalkan Nike, On Holding Jadi Tujuan Baru
Nike resmi kehilangan Kylian Mbappe setelah On Holding mengumumkan perjanjian endorsement pertama di cabang sepak bola pada 18 September. Mbappe telah bersama Nike sejak berusia 8 tahun pada 2006. Kesepakatan dengan On mencakup komponen cash dan equity.
Nike memilih tidak memperpanjang kontrak Mbappe di tengah turnaround strategy CEO Elliott Hill. Saham NKE tercatat turun 44% YTD dan 75% dalam lima tahun terakhir ke level US$36.
Market cap Nike yang tersisa sekitar US43,6miliar,sementarapuncaknyamencapaiUS264 miliar pada 2021.
Anthropic Gandeng Accenture untuk Evaluasi Keamanan AI
Anthropic memilih Accenture sebagai embedded evaluator pertama dalam program keamanan AI pada 18 September.
Kemitraan tersebut menempatkan Accenture sebagai pihak eksternal independen yang mengevaluasi sistem dan output Anthropic secara berkelanjutan.
Pengumuman ini terjadi bersamaan dengan laporan bahwa Anthropic terus memperluas Project Glasswing kepada lebih banyak organisasi terpilih.
Nscale Ajukan Filing IPO di Tengah Tren AI Infrastructure
Nscale, penyedia cloud AI asal Eropa yang menyediakan GPU compute capacity untuk frontier AI labs, secara resmi mengajukan filing untuk go public pada 18 September.
Nscale menjadi salah satu perusahaan AI infrastructure yang berada dalam pipeline IPO bersama Anthropic dan OpenAI.
Pengajuan tersebut dilakukan di tengah volatilitas pasar dan yield obligasi yang masih elevated.
Saham Semikonduktor Volatil Setelah Triple Witching
Saham semikonduktor memimpin kenaikan pada sesi 17 September. Philadelphia Semiconductor Index naik 3,1% setelah keputusan FOMC.
Namun, sektor tersebut kembali tertekan pada sesi triple witching 18 September ketika options dan futures expiration senilai triliunan dolar menciptakan volatilitas intraday.
Sandisk menjadi salah satu biggest mover midday bersama SpaceX, Netflix, dan Coinbase.
Tiga Bank Sentral Ubah Arah Pasar Global
Pekan 15-19 September 2026 menjadi periode penting bagi kebijakan moneter global dengan tiga keputusan suku bunga besar dalam empat hari. Federal Reserve menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 3,75%-4,00% pada 16 September secara unanimous.
Pada 18 September, Bank of England mempertahankan suku bunga di 3,75% melalui voting 6-3, dengan tiga anggota menginginkan kenaikan. Pada hari yang sama, Bank of Japan menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 1,25% melalui voting 7-2.
Perbedaan arah kebijakan tersebut menciptakan divergensi nilai tukar dan mendorong reposisi oleh hedge fund serta institutional investor di berbagai pasar aset global.
Cara Beli Saham AS di Ajaib

Membeli saham AS di Ajaib kini bisa dilakukan langsung dari halaman order menggunakan Buying Power. Berikut langkahnya:
- Pilih saham AS yang ingin dibeli, masukkan harga limit dan jumlah saham (shares), lalu klik Beli.
- Cek Buying Power. Jika saldo USD utama mencukupi, order akan langsung diproses.
- Jika saldo belum cukup, akan muncul pop-up “Konversi Saldo” yang menampilkan dana yang perlu dikonversi dari saldo lain di akunmu.
- Klik “Lanjut” untuk menyetujui konversi. Dana akan otomatis dikonversi ke saldo USD sesuai kebutuhan order.
- Setelah dana tersedia, order akan dikirim dan kamu menerima konfirmasi “Order Beli Dikirim” beserta informasi sesi matching dan masa berlaku order.
Proses konversi saldo berlangsung otomatis di dalam Ajaib dan dapat disetujui langsung dari halaman order, sehingga kamu tidak perlu berpindah aplikasi untuk menyiapkan dana transaksi.
Beli Saham Amerika di Ajaib
Ingin berinvestasi di saham Amerika? Pantau pergerakan pasar dan beli saham AS langsung di Ajaib. Kamu bisa memilih berbagai saham Amerika dan melakukan transaksi mulai dari $1 dalam satu aplikasi.
Mulai beli saham AS di Ajaib dan manfaatkan peluang di
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!