Ajaib
Menu

Perpetual Futures

Panduan Perdagangan Perpetual Futures: Margin, Leverage, Funding Rate, hingga Likuidasi

Tika•September 11, 2026

Key Takeaways

  • Derivatif AKD (perpetual futures) memungkinkan trader mengambil posisi long maupun short, sehingga profit bisa didapat baik saat harga naik maupun turun.
  • Trading dilakukan menggunakan margin USDT, dan leverage 1x–25x menggandakan daya beli sekaligus risiko likuidasi.
  • Ada empat tipe order (market, limit, stop market, stop limit) serta dua mode margin (cross dan isolated) yang bisa dipilih sesuai strategi dan toleransi risiko.
  • Margin Health Ratio adalah indikator utama yang perlu dipantau — margin call muncul di 50% dan 75%, dan likuidasi terjadi di 100%.
  • Funding rate dibayarkan setiap 8 jam antar trader long dan short untuk menjaga harga kontrak tetap dekat dengan harga spot.
  • Dana trader dilindungi melalui Clearing Waterfall: likuidasi otomatis, dana proteksi, dan Automatic Deleverage (ADL) sebagai lapisan terakhir.

Selain investasi saham AS, saham Indonesia, reksa dana, dan trading kripto spot, Ajaib juga punya trading futures lewat sistem yang disebut Sistem Perdagangan Derivatif Aset Kripto (Derivatif AKD) di CFX (Crypto Futures Exchange). Bedanya dengan trading kripto spot yang cuma bisa dapat potensi profit jika harga naik, di trading futures kamu tetap bisa take profit meskipun harga kriptonya lagi turun.

Tapi sebelum mempelajari lebih lanjut, penting untuk memahami cara kerja sistem ini secara menyeluruh, mulai dari mekanisme order book, margin dan leverage, hingga proses likuidasi. Artikel ini merangkum istilah-istilah kunci yang wajib dipahami trader sebelum trading crypto futures di CFX.

Dasar Trading Derivatif AKD (Perpetual Futures)

Sistem Perdagangan Derivatif AKD (Perpetual Futures) di CFX menyediakan layanan jual beli kontrak derivatif aset kripto menggunakan margin yang ditentukan — saat ini dalam bentuk USDT. Seluruh perdagangan kontrak ini terjadi di sistem order book terpusat di CFX, yang menjadi satu-satunya tempat transaksi bagi seluruh trader yang menggunakan broker terdaftar di CFX, termasuk Ajaib.

Karena sifatnya “perpetual”, kontrak ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa seperti kontrak futures konvensional, posisi bisa terus dipegang selama trader menjaga margin tetap mencukupi.

Jika kamu tertarik dengan derivatif AKD, silakan pelajari lebih lanjut tentang Perpetual Futures di sini.

Posisi Long dan Short: Kunci Perbedaan dari Trading Spot

Salah satu keunggulan utama derivatif AKD dibanding spot adalah fleksibilitas arah posisi:

Pada posisi long (beli), trader memperoleh keuntungan ketika harga kontrak naik. Sebaliknya, pada posisi short (jual), trader justru diuntungkan saat harga turun. Kemampuan mengambil posisi short inilah yang membuat derivatif AKD berbeda secara fundamental dari pasar spot, sekaligus memungkinkan trader menerapkan strategi hedging (lindung nilai) terhadap portofolio kripto mereka.

Agar lebih mudah memahaminya, silakan pelajari tentang posisi long & short di sini.

Margin: Modal Jaminan, Bukan Pembelian Penuh

Dalam trading Derivatif AKD, trader tidak membeli aset secara penuh. Trader hanya menempatkan sebagian nilai posisi sebagai margin, yang berfungsi sebagai jaminan sehingga trader bisa membuka posisi yang lebih besar daripada margin yang dipakai.

Saat ini CFX menerima margin dalam bentuk USDT. Di pasar global, USDT menjadi mata uang margin yang paling umum digunakan dalam perdagangan kontrak Derivatif AKD, karena nilainya yang stabil serta ketersediaannya yang luas membuat proses transfer, settlement, dan lindung nilai menjadi lebih efisien.

Trader dapat melakukan deposit margin melalui broker masing-masing menggunakan margin yang ditentukan. Setelah dana margin diterima oleh sistem broker, trader dapat langsung mulai melakukan perdagangan kontrak Derivatif AKD.

Leverage & Maintenance Margin

Leverage adalah fitur penggandaan daya beli trader berdasarkan margin yang dimilikinya. CFX saat ini menyediakan fitur leverage mulai dari 1x hingga 25x yang bisa dipilih langsung oleh trader melalui aplikasi trading. Contohnya, trader dengan dana margin 100 USDT bisa membeli kontrak long atau short hingga senilai 2.500 USDT dengan menggunakan leverage 25x.

Fitur leverage ini menerapkan konsep manajemen risiko: trader yang menggunakan leverage lebih besar memiliki risiko likuidasi yang lebih besar, dan sebaliknya, trader yang menggunakan leverage lebih kecil memiliki risiko likuidasi yang lebih kecil.

Untuk membuka sebuah posisi menggunakan leverage, sistem CFX akan mengunci sebagian dari margin trader, yang disebut sebagai maintenance margin. Besaran maintenance margin dihitung menggunakan formula berikut:

Maintenance Margin = Volume × (Maintenance Margin Rate + Taker Fee + Funding Rate) Maintenance Margin Rate = 1 / (Leverage × 4)

Baca selengkapnya tentang leverage perpetual futures di sini.

Tipe Order

CFX menyediakan beberapa jenis order yang bisa dipakai trader ketika melakukan aktivitas trading:

  • Market Order: trader melakukan pembelian atau penjualan posisi secara langsung sesuai dengan harga yang tertera pada order book CFX. Pada market order long, trader akan membeli order sell paling atas di order book; sebaliknya pada market order short, trader akan membeli order buy paling atas di order book.
  • Limit Order: trader melakukan pembelian atau menutup posisi sesuai harga yang telah ditetapkan sendiri. Order akan tereksekusi jika harga order book mencapai level harga yang ditentukan oleh trader.
  • Stop Market Order: trader menentukan harga stop price, di mana trader akan melakukan pembelian atau menutup posisi secara langsung ketika harga kontrak menyentuh stop price yang ditentukan.
  • Stop Limit Order: trader menentukan harga stop price, di mana trader akan melakukan pembelian atau menutup posisi dengan harga yang ditentukan ketika harga kontrak menyentuh stop price tersebut — bedanya dengan stop market, eksekusinya mengikuti harga limit, bukan harga pasar saat itu.

Cross Margin vs Isolated Margin

CFX menyediakan dua mode margin dengan karakteristik risiko yang berbeda:

AspekCross MarginIsolated Margin
MarginSeluruh dana dalam dompet dihitung untuk menjaga semua posisi terbukaSetiap posisi punya jaminan sendiri, terpisah dari posisi lain
Kondisi LikuidasiTerjadi saat total dana margin akun < total maintenance margin semua posisi; seluruh posisi akun ikut terlikuidasiTerjadi saat dana margin posisi tersebut < maintenance margin-nya; hanya posisi terkait yang terlikuidasi
Profit/LossSaling memengaruhi antar posisiHanya memengaruhi posisi masing-masing
Funding RateDibebankan dari dompet margin keseluruhanDibebankan dari margin di dalam posisi isolated tersebut

Secara umum, cross margin cocok untuk trader yang ingin memaksimalkan efisiensi modal, sementara isolated margin lebih sesuai bagi trader yang ingin membatasi risiko kerugian pada posisi tertentu saja.

Pelajari lebih lengkap tentang perbedaan cross margin vs isolated margin di sini.

Mark Price & Order Book Price

CFX memiliki dua jenis acuan harga dengan fungsi yang berbeda:

Order Book Price merepresentasikan permintaan dan penawaran dari sebuah kontrak pada sistem order book CFX. Harga ini yang digunakan untuk menentukan harga eksekusi order trader, setiap pesanan yang dibuat trader akan dimasukkan ke dalam order book.

Mark Price adalah harga yang digunakan sebagai acuan untuk semua posisi terbuka di pasar. Mark price CFX didapatkan dari harga rata-rata aset terkait pada beberapa pasar spot exchange global, sehingga harga ini dianggap sebagai harga paling adil (fair). Mark price juga menjadi acuan bagi Kliring dalam melakukan proses likuidasi, bukan harga order book, untuk mencegah pergerakan harga jangka pendek yang tidak wajar memicu likuidasi.

Funding Rate

Funding Rate merupakan mekanisme yang digunakan untuk menjaga harga kontrak agar tetap mirip dengan harga spot. Hal ini diperlukan karena Derivatif AKD tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga funding rate membantu agar harga kontrak tidak terlalu jauh melenceng dari harga sebenarnya.

Saat funding rate positif, posisi long membayar funding ke posisi short — artinya trader short memiliki insentif lebih. Saat funding rate negatif, posisi short membayar funding ke posisi long — artinya trader long yang mendapat insentif lebih.

Funding rate dibayarkan setiap 8 jam, yaitu pada pukul 07:00, 15:00, dan 23:00 WIB (UTC+7), dan dibayarkan langsung dari trader ke trader lainnya, bukan ke platform. Biaya funding dihitung dari funding rate dan nilai nosional posisi pada setiap siklus pendanaan.

Contoh: seorang trader memiliki posisi long BTC senilai 10.000 USDT, dan funding rate saat itu adalah 0,01% per 8 jam. Setiap 8 jam, di akhir periode funding, trader ini akan membayar 10.000 × 0,01% = 1 USDT, yang diteruskan ke trader yang memegang posisi short. Jika posisi tersebut ditahan selama 24 jam (tiga siklus pendanaan) dan funding rate tidak berubah, maka total funding fee yang dibayarkan adalah 3 USDT.

Clearing Waterfall

Demi menjaga keamanan dana trader, Kliring memiliki proses berlapis yang disebut Clearing Waterfall, yang terdiri atas proses likuidasi, mekanisme dana proteksi, dan Automatic Deleverage (ADL).

Likuidasi

Proses likuidasi adalah proses pemindahan posisi trader secara otomatis kepada akun Kliring. Likuidasi terjadi ketika dana margin trader tidak cukup untuk mempertahankan posisinya, yaitu ketika terdapat pergerakan harga pasar yang menyebabkan trader mengalami kerugian melebihi jumlah margin yang dimilikinya.

Proses ini diperlukan untuk memberikan kondisi pasar yang adil bagi seluruh trader, dengan memastikan bahwa setiap trader memiliki dana margin yang cukup. Proses likuidasi ditentukan berdasarkan ukuran margin health ratio trader.

Pelajari lebih lanjut tentang liquidity price perpetual futures di sini.

Margin Health Ratio

Margin health ratio adalah indikator yang menunjukkan seberapa besar dana margin yang dimiliki trader dibandingkan dengan dana margin terkunci pada posisi terbuka yang dimilikinya. Besaran margin health ratio dihitung menggunakan rumus berikut:

Margin Health Ratio = Maintenance Margin / (Available Margin + Maintenance Margin)

Margin health ratio memiliki rentang nilai dari 0% hingga 100%. Trader akan mendapatkan notifikasi margin call ketika margin health ratio menyentuh 50% dan 75%, dan trader akan terlikuidasi ketika margin health ratio mencapai 100%.

Dana Proteksi

Dana proteksi digunakan setiap kali ada trader yang terlikuidasi. Saat proses pemindahan posisi trader ke akun Kliring berlangsung, akun Kliring akan secara berkala melakukan proses penutupan posisi tersebut ke market.

Proses penutupan posisi ini bisa berlangsung untuk beberapa saat dan memiliki risiko pergeseran harga yang dapat membuat akun Kliring mengalami kerugian, seluruh kerugian dalam proses ini akan ditanggung menggunakan dana proteksi. Sebaliknya, jika proses penutupan posisi oleh akun Kliring menghasilkan keuntungan, keuntungan tersebut akan ditambahkan ke dalam dana proteksi.

Automatic Deleverage (ADL)

Apabila terdapat posisi yang terlikuidasi dan dana proteksi telah digunakan untuk menanggung kerugian dari proses tersebut, namun dalam kasus langka dana proteksi tidak cukup untuk menanggung kerugian atau melebihi batas yang ditentukan, Kliring akan secara otomatis mengurangi posisi dari trader yang memiliki potensi keuntungan terbesar untuk menutup kewajiban posisi Kliring.

Prioritas ADL dihitung berdasarkan keuntungan dan leverage, trader dengan keuntungan paling tinggi dan leverage tertinggi akan menjadi yang pertama kena ADL.

Siap Pelajari Lebih Lanjut?

Memahami istilah dan mekanisme di atas adalah langkah pertama sebelum benar-benar mulai trading crypto futures. Pelajari lebih lanjut cara kerja trading futures, simulasi margin dan leverage, serta panduan lengkap fitur-fitur CFX di Ajaib, agar kamu bisa menyusun strategi trading yang lebih matang dan terukur.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi di atas bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau paksaan untuk melakukan transaksi. Harga aset kripto dapat berubah secara real-time. Pastikan melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi sesuai kondisi masing-masing.

Profil Penulis

Tika
Tika

SEO Writer

Tika Azaria adalah SEO Writer di Ajaib yang menulis berbagai konten seputar saham, reksa dana, kripto, hingga saham AS dan keuangan secara umum. Ia menggabungkan strategi SEO dengan konten edukatif agar informasi investasi lebih mudah ditemukan dan dipahami oleh masyarakat.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!