Saylor ‘The Whale’ Beraksi! Strategy Borong Bitcoin Senilai Rp 24,5 Triliun dalam Sepekan
Salsabilla•March 17, 2026

Strategi agresif Michael Saylor terhadap Bitcoin nampaknya belum menemui titik jenuh. Perusahaan perangkat lunak besutannya, Strategy (MSTR), kembali mengguncang pasar dengan memborong 22.337 Bitcoin (BTC) tambahan senilai fantastis US$ 1,57 miliar atau setara Rp 24,5 triliun (asumsi kurs Rp 15.650/US$) hanya dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

Aksi borong ini menandai pembelian mingguan ke-12 berturut-turut di tahun 2026 sekaligus menjadi akuisisi tunggal terbesar kelima sepanjang sejarah perusahaan. Menurut dokumen resmi yang diajukan ke SEC pada Senin waktu setempat, Strategy membeli puluhan ribu koin tersebut di harga rata-rata US$ 70.194 per koin. Kini, total “tabungan” Bitcoin raksasa publik ini mencapai 761.068 BTC dengan total nilai akuisisi akumulatif sebesar US$ 57,61 miliar.
Mesin Uang Baru: Saham Preferen Jadi ‘Senjata’ Utama

Berbeda dengan strategi sebelumnya yang banyak bergantung pada saham biasa, kali ini Michael Saylor menggunakan “amunisi” baru melalui penerbitan saham preferen seri STRC. Strategi ini terbukti jitu dan mulai melampaui penggalangan dana dari saham biasa (MSTR). Strategy berhasil menghimpun dana sebesar US$ 1,18 miliar dari STRC dan US$ 396 juta dari penjualan saham biasa untuk mendanai belanja Bitcoin kali ini.
Saham preferen STRC kini menjadi instrumen favorit investor institusi karena menawarkan eksposur Bitcoin sekaligus pendapatan pasif dengan tingkat bunga efektif mencapai 11,5% pada bulan Maret. Meski memberikan beban likuiditas bulanan karena kewajiban dividen, kepopuleran STRC memberikan fleksibilitas bagi Strategy untuk terus menyerap pasokan Bitcoin di pasar secara masif di tengah momentum pemulihan harga.
Sinyal Bull Run: MSTR Ikut Terbang Bersama Bitcoin
Pasar merespons positif manuver ini. Saham MSTR terpantau melonjak 5,62% ke level $147 pada perdagangan awal pekan, menyusul kenaikan harga Bitcoin yang sempat menyentuh $75.500 hari ini Selasa (17/3). Para analis melihat agresivitas Strategy ini sebagai sinyal kuat akan adanya recovery pasar kripto yang lebih luas, mengingat perusahaan kini mulai mendekati titik breakeven (impas) secara keseluruhan.
Dominasi Strategy di ekosistem kripto kini semakin tak tergoyahkan. Dibandingkan dengan perusahaan publik lainnya, Strategy tetap menjadi pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Dengan sisa persetujuan penjualan saham biasa senilai US$ 6,3 miliar dan penerbitan STRC yang tidak dibatasi, Michael Saylor diprediksi akan terus menambah koleksi Bitcoin-nya, mempertegas taruhan besarnya bahwa Bitcoin adalah masa depan cadangan devisa korporasi dunia.
Analisis dibuat pada Selasa 17 Maret 2026 oleh Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Sekuritas.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi oleh pihak mana pun. Artikel ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual aset kripto tertentu. Harga aset digital dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Profil Penulis

SEO Writer
Salsabilla Putri merupakan SEO Writer di Ajaib yang berfokus pada penyusunan konten edukasi investasi saham, reksa dana, kripto, serta saham AS dan keuangan secara general. Ia menghadirkan artikel informatif yang membantu pembaca memahami berbagai produk investasi dan tren pasar.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!