Ajaib
Menu

Kripto

Membongkar Mitos Bitcoin, Penjelasan untuk Investor Indonesia

SarifaDecember 15, 2025

crypto-winter

“Mitos Bitcoin sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi calon-calon investor yang masih ragu untuk berinvestasi di aset kripto”

Tidak bisa dipungkiri bahwa popularitas Bitcoin yang kian melesat didukung oleh berita terbaru khususnya tentang pergerakan harga terbaru. Apalagi Bitcoin yang sempat menembus harga ATH terbarunya cukup mempengaruhi minat masyarakat termasuk di Indonesia untuk mulai mengadopsi aset kripto. Hanya saja, sebagian orang masih menganggap Bitcoin dengan stigma negatif.

Hal ini tidak terlepas dari anggapan atau miskonsepsi lama bahwa Bitcoin digunakan untuk kejahatan, pergerakan harga berdasarkan spekulasi, hingga risiko tinggi. Anggapan ini menjadi mitos Bitcoin yang masih banyak dipercayai sampai sekarang. Oleh karena itu, bagi kamu investor Indonesia yang ingin berinvestasi di Bitcoin namun masih khawatir, penting memahami apa yang menjadi mitos dan fakta.

Yuk, simak penjelasan berikut yang membongkar mitos Bitcoin untuk para investor Indonesia

Daftar Mitos Bitcoin yang Umum dan Klarifikasi Faktanya

Seperti yang sudah disebutkan sedikit mengenai Bitcoin bahwa terdapat sejumlah mitos atau stereotip yang masih diyakini orang-orang sehingga membuat keraguan pada Bitcoin. Apalagi didukung dengan kehadiran istilah crypto bros yang menjadi sebutan populer bagi sekelompok orang terutama pria dengan tingkat antusiasme tinggi terhadap Bitcoin.

Hal ini menjadikan Bitcoin semakin diyakini sebagai sesuatu yang berlebihan. Mengingat, crypto bros biasanya akan menunjukkan perilaku seperti optimisme yang berlebihan, aktif di media sosial, sering sesumbar to the moon, flexing gaya hidup, dan masih banyak lagi. Sementara untuk mitos Bitcoin sendiri meliputi penggunaan, nilai, dan tujuannya, di antaranya sebagai berikut

  • Bitcoin hanya digunakan dalam transaksi ilegal.
  • Bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik.
  • Bitcoin merupakan skema Ponzi.
  • Bitcoin rentan mengalami peretasan sehingga tidak aman.
  • Bitcoin hanya digunakan bagi mereka yang paham teknologi.
  • Bitcoin dapat merusak lingkungan.
  • Bitcoin tidak memiliki fungsi dalam dunia nyata.

Sejumlah mitos Bitcoin ini yang sering kali dipercayai oleh orang-orang dan membuat mereka takut untuk terlibat di dalamnya.

Hanya Digunakan untuk Aktivitas Ilegal

Mitos Bitcoin yang pertama dan paling banyak dipercaya yaitu digunakan untuk aktivitas ilegal dan kriminal. Sejak kemunculannya, Bitcoin dianggap sebagai mata uang digital yang digunakan untuk tindakan kriminal meliputi perdagangan narkoba, pencucian uang, dan kejahatan siber lainnya. Hal ini salah satunya didukung oleh kasus marketplace gelap bernama Silk Road.

Sifat kripto terdesentralisasi dan anonim menjadi salah satu alasan yang dipercaya membuat pelaku kejahatan beroperasi dan tidak mudah terdeteksi. Padahal, terdesentralisasi berarti transparan dengan semua data transaksi tercatat di public ledger yang memungkinkan siapa pun bisa melihatnya. 

Skema Ponzi

Kemudian ada mitos Bitcoin yang tidak kalah dipercayai oleh banyak orang yaitu sebagai skema ponzi. Padahal, jika dianalisis lebih mendalam berdasarkan ciri-ciri dari sebuah skema ponzi, Bitcoin sangat jauh dari anggapan ini. Mulai dari skema ponzi yang diciptakan dan dikelola oleh sebuah organisasi tertentu, namun tidak ada entitas dalam Bitcoin.

Lalu, organisasi harus mengendalikan pendanaan yang didapat, sedangkan Bitcoin dikendalikan dan dimiliki oleh para pemegangnya. Untuk bisa berkembang, skema ponzi menjanjikan return yang luar biasa dan Bitcoin sama sekali tidak menjanjikan apapun. 

Tidak Memiliki Fungsi dalam Dunia Nyata

Mitos Bitcoin berikutnya berkaitan dengan fungsi aset kripto ini di dunia nyata yang tidak memiliki kegunaan selain mendukung kegiatan ilegal. Padahal, faktanya Bitcoin sudah dijadikan alat pembayaran ke seluruh dunia tanpa adanya perantara maupun penyedia layanan pembayaran. Beberapa perusahaan menyediakan metode pembayaran dengan Bitcoin untuk setiap transaksi.

Selain itu, Bitcoin dijadikan alat pelindung uang dari inflasi. Bahkan, sejumlah perusahaan sekelas Tesla, Square, hingga MicroStrategy menjadikan Bitcoin sebagai aset yang terlindung dari inflasi.

Tidak Memiliki Nilai Intrinsik

Walaupun Bitcoin tidak didukung adanya aset dalam bentuk fisik seperti emas, namun faktanya hal ini juga berlaku pada semua mata uang fiat. Hal ini yang menjadi mitos Bitcoin bahwa aset kripto ini tidak memiliki nilai intrinsik. Padahal, Bitcoin memiliki batas jumlah ketersediaan yang saat ini belum tersentuh yaitu sebanyak 21 juta Bitcoin. 

Hal ini jelas menunjukkan betapa langkanya Bitcoin di masa depan sehingga memiliki nilai yang mampu terlindung dari inflasi. Bukan tidak mungkin bahwa nilai Bitcoin akan terus meningkat seiring mendekati pasokan terakhirnya.

Rentan Terhadap Peretasan Sehingga Tidak Aman

Kemudian ada mitos Bitcoin yang rentan terhadap peretasan sehingga menimbulkan risiko keamanan bagi pemegang aset. Padahal, banyak ahli keamanan siber dan ahli komputer yang melakukan riset terhadap keamanan jaringan Bitcoin dan menyatakan bahwa tidak pernah ada yang bisa meretas Bitcoin. 

Jika terdapat kasus peretasan Bitcoin, faktanya kesalahan terjadi pada platform atau perusahaan pihak ketiga yang memberikan layanan penyimpanan Bitcoin dan kecerobohan pemegang aset kripto ini. 

Merusak Lingkungan

Salah satu kelebihan Bitcoin adalah akses mendapatkannya melalui penambangan yang membutuhkan energi besar pada prosesnya. Hal ini dianggap memberikan dampak yang merusak lingkungan. Padahal, jika dilihat semua aspek ekonomi digital saat ini membutuhkan energi seperti sistem perbankan global, transaksi online bank, kantor cabang, mesin ATM, dan masih banyak lagi.

Bahkan sebagian besar penambangan Bitcoin mulai menggunakan sumber energi terbarukan meliputi angin, hidro, serta matahari. 

Apakah Bitcoin Hanya Digunakan untuk Orang yang Paham Teknologi?

Anggapan mitos Bitcoin yang mengarah pada pengguna dengan pemahaman teknologi tidak sepenuhnya benar. Mengingat, saat ini mendapatkan Bitcoin sebagai media investasi juga semakin mudah dengan banyaknya platform investasi seperti Ajaib Alpha. Dengan begitu, siapapun bisa mengakses Bitcoin sesuai dengan kebutuhan.

Apakah Bitcoin Dapat Digunakan untuk Transaksi Sehari-hari di Indonesia?

Faktanya, di sejumlah negara Bitcoin sudah dijadikan mata uang yang memungkinkan pengguna membeli sesuatu, lalu membayarnya dengan Bitcoin. Uniknya, di negara seperti El Salvador, terdapat mesin ATM yang memungkinkan pengguna mengkonversi Bitcoin ke dalam mata uang fiat. Sementara di Indonesia, mata uang selain rupiah tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran.

Kesimpulan Mitos Bitcoin

Pada dasarnya, mitos Bitcoin ini penting untuk diketahui bagi kamu yang mungkin masih mempertimbangkan investasi di aset kripto. Mengingat, ketakutan akan mitos Bitcoin ini muncul karena ketidaktahuan kamu akan semua fakta sebenarnya. Penting memang untuk melakukan riset mendalam terhadap aset kripto yang ingin diinvestasikan termasuk Bitcoin.

Hal ini untuk menghindari informasi-informasi yang tidak benar mengenai fakta Bitcoin. Apalagi saat ini mengakses informasi seputar Bitcoin semakin mudah dilakukan. Dengan begitu, kamu bisa mempertimbangkan apakah Bitcoin menjadi pilihan investasi yang tepat. Jika ingin memulai, kamu bisa download aplikasi Ajaib Alpha melalui smartphone, sekarang.

“mitos bitcoin, mitos seputar bitcoin, fakta bitcoin, nilai bitcoin, investasi bitcoin”

Google Play StoreApple App Store

Referensi:

Profil Penulis

Sarifa
Sarifa

Writer

-

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!