Ajaib
Menu

Kripto

Pahami Cara Baca On-Chain dan Tips Menggunakannya dalam Trading Kripto

SarifaJune 10, 2026

kripto market highlight

Walaupun pasar kripto sekilas terlihat sama dengan pasar aset tradisional seperti saham, forex, dan komoditas. Tapi, tahukah kamu bahwa pasar kripto sebenarnya memiliki karakteristik unik dibanding aset tradisional?

Perbedaan utamanya adalah sebagian besar aktivitas transaksi kripto tercatat secara transparan di blockchain. Sehingga, hal ini memungkinkan investor kripto untuk menganalisa transaksi yang tercatat di blockchain.

Dalam investasi kripto, istilah ini dikenal sebagai on-chain. Di mana, investor kripto bisa menggunakan data aktivitas transaksi yang tercatat di blockchain untuk menganalisa aktivitas pengguna, pergerakan aset, perilaku investor besar (whale), dan mengevaluasi bagaimana kesehatan jaringan blockchain.

Bagi investor pemula yang baru terjun ke dunia kripto, pasti mereka sudah sangat sering mendengar istilah on-chain. Namun, banyak pemula yang masih belum memahami data apa saja yang harus diperhatikan dan dianalisa, bahkan juga tidak paham menggunakan data yang dianalisa untuk mengambil keputusan investasi atau trading.

Di artikel ini, kami akan membantu kamu untuk menjelaskan konsep dasar analisis on-chain itu seperti apa, metrik apa yang paling sering digunakan, cara membaca setiap indikator, hingga bagaimana cara investor memanfaatkannya dalam membantu pengambilan keputusan trading dan investasi kripto.

Apa itu Analisis On Chain?

Sebelum kita masuk ke pembahasan yang lebih mendalam tentang on-chain, kamu perlu berkenalan lebih dekat terlebih dahulu dengan apa itu on-chain.

Simpelnya, analisis on-chain adalah sebuah metode analisis yang menggunakan data transaksi kripto sebagai objek analisa. Di mana, data transaksi kripto tersebut bersumber dari riwayat transaksi kripto yang pernah dilakukan dan tercatat secara langsung di blockchain.

Analisis on-chain pada aset kripto adalah salah satu keunggulan yang ditawarkan aset kripto dibanding aset investasi lainnya. Melalui analisis on-chain, investor bisa memantau pasar kripto berdasarkan permintaan dan penawaran, memprediksi perubahan harga secara fundamental, serta membantu investor dalam mengambil keputusan investasi dan trading.

Data yang tersedia di on-chain di antaranya; aktivitas pengguna, pergerakan aset, perilaku investor besar, dan kondisi jaringan secara keseluruhan.

Mengapa Analisis On-Chain Penting dalam Pasar Kripto?

Dalam kondisi pasar kripto yang sangat dinamis, naik atau turunnya harga aset kripto umumnya tidak selalu mencerminkan bagaimana kondisi pasar kripto sebenarnya yang hanya terlihat dari grafik harga.

Sebagai investor, kita perlu mencari tahu lebih lanjut apa yang menyebabkan aset kripto yang dimiliki turun atau naik secara signifikan.

Pelaku dari pergerakan harga tersebut bisa kamu cari tahu melalui analisis on-chain. Contohnya, ketika ada satu aset kripto yang naik drastis, data on-chain akan bisa memberikan gambaran penyebab naiknya aset kripto tersebut karena masuknya investor besar atau aksi akumulasi investor.

Transaksi kripto yang langsung tercatat dan tersimpan di blockchain bisa digunakan investor untuk mengidentifikasi kapan whale masuk atau keluar pasar kripto, atau investor ritel yang sedang melakukan akumulasi pembelian dan melakukan hold asetnya.

Perbedaan Analisis On-Chain, Teknikal, dan Fundamental

Beda cara pasti beda hasilnya, hal ini juga yang membedakan antara analisis on chain, teknikal, dan fundamental.

Untuk memudahkan kamu untuk membedakan ketiga jenis analisis tersebut, kami sudah menyiapkan tabel perbandingannya di bawah ini.

Jenis AnalisisFokus AnalisisSumber DataTujuanContoh Indikator
TeknikalMemprediksi arah perubahan harga di masa depanHistoris pergerakan hargaMenentukan kapan waktu terbaik untuk masuk atau keluar pasarMoving Average (MA), Relative Strenght Index (RSI), Bollinger Bands, dll
FundamentalMenganalisa kesehatan bisnis dan keuangan perusahaanLaporan  keuangan, tokenomic, roadmap, Memberikan gambaran apakah sebuah perusahan layak diinvestasikan berdasarkan sisi keuangan dan bisnis.Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Price Earnings to Ratio (PER), dll
On chainMenganalisa kondisi pasar kripto dan penyebabnyaTransaksi kripto yang tercatat di blockchainMemberikan gambaran siapa pihak yang menggerakan pasar kriptoMarket Value to Realized Value (MVRV), Network Value to Transactions (NVT), alamat aktif, dll

Dalam menganalisa pasar kripto yang sangat dinamis dan volatile, investor kripto tidak bisa hanya mengandalkan salah satu metode analisis di atas saja. Tetapi, sebaiknya menggabungkan ketiga metode analisis tersebut untuk memperoleh gambaran pasar yang lebih komprehensif.

Data On-Chain yang Perlu Dipahami Pemula

Dari sejumlah metrik atau data yang ada di On-Chain, tidak semua data-data tersebut harus dipelajari sekaligus. Investor bisa berfokus pada indikator On-Chain yang paling sering digunakan investor atau trader untuk membantu membaca kondisi pasar kripto berikut ini.

1.      Active Addresses

Pada On-Chain, kamu bisa menganalisa metrik active addresses atau juga disebut alamat aktif.  Lewat active addresses, investor bisa melihat alamat blockchain yang aktif melakukan transaksi dalam periode tertentu.

Tujuan utama mengecek alamat aktif di on-chain adalah melacak pergerakan uang besar di pasar, menganalisis adopsi jaringan, dan memprediksi tren pasar kripto.  

Meningkatnya jumlah alamat aktif dapat menggambarkan adanya peningkatan aktivitas jaringan. Namun, alamat aktif ini seringkali kurang akurat karena pengguna bisa punya lebih dari 1 wallet.

2.      Transaction Volume

Transaction volume adalah metrik yang menggambarkan volume transaksi on-chain, metrik ini biasanya digunakan dan dianalisa untuk mengetahui nilai aset yang berpindah di dalam jaringan blockchain.

Naiknya volume transaksi on-chain sangat berkaitan erat dengan naiknya aktivitas ekonomi dalam suatu ekosistem blockchain. Kenapa? Ini karena meningkatnya volume transaksi akan berbanding lurus dengan naiknya nilai transaksi.

3.      Total Value Locked (TVL)

Total Value Locked (TVL) adalah jumlah total nilai aset kripto yang disimpan di dalam ekosistem DeFi. Metrik ini di on-chain ini biasanya digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan dari likuiditas DeFi.

Level TVLIndikasi
TVL tinggi                                    Likuiditas tinggi, platform DeFi sangat dipercaya pengguna, jumlah uang yang disimpan sangat besar, volatilitas rendah.
TVL sedangJumlah uang yang disimpan berkategori sedang, platform DeFi sedang berkembang, likuiditas cukup tinggi, volatilitas sedang.
TVL rendahPlatform DeFi masih baru, likuiditas rendah, volatilitas tinggi.

4.      Exchange Inflow

Exchange inflow adalah metrik on-chain yang menunjukkan jumlah perputaran uang atau aset kripto yang masuk ke crypto exchange dari wallet pribadi. Peningkatan inflow pada exchange umumnya bisa memberikan tekanan jual bagi investor. Tekanan jual bisa terjadi ketika investor banyak yang membeli suatu aset kripto yang membuat harganya naik dan investor yang sudah membeli aset kripto tersebut di harga bawah melakukan aksi jual (profit taking).

Sehingga, penting bagi investor tetap memperhatikan kondisi pasar saat exchange inflow sedang naik.

Sehingga, penting bagi investor tetap memperhatikan kondisi pasar saat exchange inflow sedang naik.

5.      Exchange Outflow

Exchange outflow adalah kebalikan dari exchange inflow, di mana metrik satu ini digunakan untuk mengukur jumlah aset kripto yang keluar dari exchange ke wallet pribadi.

Outflow besar dari exchange ke wallet pribadi memiliki kaitan erat dengan penyimpanan jangka panjang. Ini karena investor mencairkan aset kripto dan menyimpan mata uang fiat di wallet pribadi mereka dalam jangka panjang atau biasanya sering disebut akumulasi aset.

6.      Whale Activity

Dalam dunia kripto, whale adalah istilah yang merujuk pada sosok investor yang memiliki modal sangat besar dan mampu menggerakan pasar kripto. Maka, wajar saja jika banyak investor kripto di luar sana yang ingin mengikuti jejak seorang whale melalui pergerakan wallet mereka.

Ini tidak terlepas dari jumlah uang sangat besar yang dibawa whale ketika membeli suatu aset kripto dan berdampak besar terhadap likuiditas dan memberikan sentimen ke pasar kripto.

Contoh aktivitas transaksi whale yang populer diamati investor adalah akumulasi, distribusi, dan transfer dompet kripto dengan nama anonim.

Cara Membaca Pergerakan Dana ke dan dari Exchange

Dari sejumlah data on-chain yang sudah kami jelaskan di poin sebelumnya. Data on-chain yang paling sering digunakan investor dalam membaca pergerakan aset di pasar kripto adalah dengan menganalisa exchange inflow dan outflow.

Berikut beberapa skenario dan juga dampaknya di bawah ini:

 SkenarioDampakAksi Investor
Exchange InflowInflow tinggiHarga kripto naikProfit taking untuk investor yang sudah membeli aset kripto di harga bawah, akumulasi pembelian.
 Inflow rendahHarga kripto turunHold, diversifikasi, menghindari panic selling  
Exchange OutflowOutflow tinggiHarga kripto turunDiversifikasi, gunakan DCA, pertimbangkan pindah ke aset safe haven.
 Outflow rendahHarga kripto naikAkumulasi pembelian, hold.

Untuk mendapatkan gambaran pergerakan dana ke dan dari exchange secara komprehensif. Investor tidak boleh hanya menggunakan data exchange inflow dan outflow tanpa mempertimbangkan faktor pasar lainnya yang dapat mempengaruhi masuk atau keluarnya dana dari dan ke exchange.   

Cara Membaca Aktivitas Whale di Blockchain

Pergerakan whale atau investor dengan modal besar di pasar kripto bisa kamu pantau transaksinya melalui blockchain.

Misalnya, kamu bisa memantau transaksi whale melalui on-chain yang berisikan informasi mengenai transfer aset dari wallet pribadi ke exchange yang bisa dijadikan sinyal kuat untuk jual aset. Berbeda dengan exchange outflow yang dilakukan whale yang mengindikasikan akumulasi untuk jangka panjang.

Namun, melacak aktivitas whale di on-chain juga memiliki kekurangan karena banyak investor besar yang memanipulasi pasar dengan melakukan transfer antar dompet pribadi mereka sendiri. Hal ini bisa terjadi karena pengguna bisa memiliki lebih dari 1 dompet kripto pribadi untuk bertransaksi.

Cara Menggunakan Data On-Chain dalam Trading Kripto

Setiap indikator dalam data on-chain yang investor amati hanyalah sebagai alat konfirmasi dan tidak bisa kamu jadikan sebagai satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan trading dan investasi.

1.  Mengidentifikasi Potensi Akumulasi

Untuk mengetahui potensi akumulasi di pasar kripto, investor tidak bisa menjadikan data exchange outflow sebagai satu-satunya dasar. Karena investor perlu melakukan validasi kembali dan mencari tahu apakah ada peningkatan wallet holder dan aktivitas jaringan atau tidak.

Akumulasi oleh investor besar baru dapat terkonfirmasi jika dana besar yang ditarik dari exchange ke dompet pribadi juga diikuti aktivitas on-chain yang terpantau naik.

2.  Mengidentifikasi Potensi Distribusi

Potensi distribusi di pasar kripto bisa investor lihat di data on-chain pada informasi exchange inflow melalui aktivitas whale.

Pada saat fase distribusi, inflow ke exchange akan naik, kenaikan inflow tersebut dipicu oleh whale yang memindahkan aset dalam jumlah uang yang besar dari dompet pribadi ke exchange. Kemudian secara bertahap, whale akan menjual asetnya kepada investor ritel setelah mengalami kenaikan harga.

3.  Mengonfirmasi Tren Pasar

Selain menggunakan data on-chain untuk memprediksi tren pergerakan pasar, investor juga perlu menggunakan analisis teknikal untuk membantu memvalidasinya.

Keduanya bisa investor gunakan secara bersamaan, di mana analisis teknikal bisa digunakan untuk membaca tren pergerakan harga. Sementara analisis on-chain bisa melacak data transaksi yang ada di pasar untuk memvalidasi.

Kelebihan dan Keterbatasan Analisis On-Chain

Sebagai sebuah metode analisis, On-Chain sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

KelebihanKekurangan
Semua data bersifat publik dan bisa diakses siapa saja secara real time.Tidak menggambarkan aktivitas transaksi di luar blockchain.
Dapat memantau atau melacak pergerakan whale dengan modal besar.Data on-chain sulit untuk dipahami tergantung pengalaman dan pemahaman pengguna.
Daat menganalisis sentimen pasar.Memiliki kompleksitas data yang banyak.
Transparansi tinggi. 

Data on-chain memberikan transparansi yang tinggi bagi pengguna, namun jika investor tidak memahami bagaimana cara memanfaatkan data on-chain tersebut. Investor tidak akan bisa mendapatkan gambaran atau prediksi pasar secara sempurna.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membaca Data On-Chain

Menjadikan data on-chain sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan adalah kesalahan yang paling sering dilakukan investor. Hal ini mengingat data on-chain hanya berfokus pada riwayat transaksi yang tercatat di blockchain tetapi tidak memperhatikan faktor pasar yang terjadi di luar blockchain.

Misalnya, faktor makroekonomi, sinyal inflow dianggap sebagai bearish karena tekanan jual, dan sering menganggap aktivitas whale akan langsung berdampak pada harga kripto.

Insight Penting: Mengapa Data On-Chain Tidak Selalu Selaras dengan Harga?

Data on-chain tidak bisa menjamin 100% selaras dengan harga, ini karena ada sejumlah faktor lain di luar sana yang mempengaruhi harga kripto.

Aktivitas blockchain, kebijakan regulator, sentimen pasar, kondisi ekonomi global, dan likuiditas pasar adalah beberapa faktor yang bisa mempengaruhi harga kripto di pasar. Ini penting untuk diketahui khususnya investor pemula yang baru mempelajari analisis on-chain.

Mulai Memahami Pasar Kripto dengan Lebih Mendalam di Ajaib

Pasar kripto memiliki karakteristik yang unik dengan volatilitasnya yang sangat tinggi dibanding aset tradisional. Tentu, hal ini menuntut investor untuk mempelajari berbagai analisis seperti fundamental, teknikal, dan analisis on-chain.

Dalam investasi dan trading kripto, memahami aktivitas blockchain dapat membantu kamu untuk melihat dinamika pasar kripto secara luas dengan sudut pandang yang berbeda.

Melalui aplikasi Ajaib, pengguna bisa memantau pergerakan aset digital dan mulai mengembangkan strategi trading kripto sesuai tujuan dan profil risiko. Dengan konsep belajar sambil investasi kripto di Ajaib, kamu bisa semakin memperdalam pengetahuanmu tentang pasar kripto.

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Pahami Cara Baca On-Chain dan Tips Menggunakannya dalam Trading Kripto - Ajaib