Altcoin vs Stablecoin: Perbandingan Dua Jenis Kripto
Sarifa•February 4, 2026

Altcoin dan stablecoin memiliki fungsi dan risiko yang berbeda di pasar kripto. Simak perbedaan altcoin vs stablecoin, contoh, serta perannya dalam strategi investasi kripto
Dalam dunia kripto, koin atau aset kripto dibedakan jenisnya berdasarkan fungsi maupun model proyek yang ditawarkan. Misalnya saja altcoin yang merupakan alternative coin atau jenis koin selain Bitcoin. Lalu, ada stablecoin yang menjadi jenis koin atau kripto dengan pergerakan cukup stabil dibandingkan jenis lainnya.
Uniknya, tidak semua altcoin menggunakan konsep stablecoin. Bagi kamu pemula yang ingin masuk ke dalam dunia kripto, penting untuk memahami perbedaan altcoin vs stablecoin itu sendiri. Mengingat, keduanya memiliki fungsi yang berbeda khususnya digunakan dalam investasi. Untuk memahaminya, yuk simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Altcoin?
Sebelum memahami perbedaan altcoin vs stablecoin, ada baiknya bagi kamu untuk memahami arti dari keduanya. Sederhananya, altcoin atau alternative coin merupakan semua jenis aset kripto selain Bitcoin. Tujuan diciptakannya altcoin adalah untuk digunakan di berbagai transaksi sesuai dengan model proyek atau mekanisme konsensus yang digunakan.
Hal ini mencegah kemampuan atau fungsi Bitcoin yang terbatas. Sebut saja altcoin seperti Ethereum, Solana, XRP, dan masih banyak lagi. Selain itu, altcoin memiliki berbagai fungsi yang dibedakan berdasarkan jenisnya, di antaranya sebagai berikut:
- Payment token yang dirancang layaknya mata uang kripto seperti ETH.
- Stablecoin yang diciptakan untuk mengurangi tingkat volatilitas aset kripton secara berlebihan sehingga lebih aman digunakan seperti contoh USDC atau USDT.
- Security token sebagai token yang mewakili sebuah fundraising maupun kepemilikan.
- Token utilitas yang digunakan mendukung layanan jaringan seperti transaksi, membayar biaya, atau rewards.
- Meme coin yang tujuan di awal biasanya untuk lucu-lucuan karena dipengaruhi oleh influencer dengan mencari keuntungan cepat.
- Token tata kelola yang memungkinkan pemegang token mengambil keputusan.
Apa Itu Stablecoin?
Sementara untuk stablecoin merupakan aset kripto yang dirancang untuk harganya bisa stabil dengan nilai mengacu pada aset tertentu misalnya dolar AS. Selain itu, stablecoin menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan volatilitas kripto yang tinggi dengan harga bisa satu waktu berubah drastis dalam jangka waktu singkat.
Selain itu, sebagian dari jenis stablecoin biasanya didukung oleh cadangan aset atau reserve sebagai jaminan. Berkat pergerakan harga yang lebih stabil jika dibandingkan jenis koin lainnya, maka stablecoin banyak digunakan untuk aktivitas transaksi harian, transfer secara cepat, maupun kebutuhan trading di bursa kripto.
Sederhananya, stablecoin menjadi sebuah jembatan antara kripto yang memiliki pergerakan fluktuatif dengan kebutuhan finansial yang stabil.
Perbedaan Altcoin dan Stablecoin
Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan altcoin vs stablecoin, kamu bisa mulai memahami perbedaan dari kedua jenis koin ini. Untuk memudahkan kamu memahaminya, berikut penjelasan mudah perbedaan altcoin vs stablecoin.
| Altcoin | Stablecoin |
| Stabilitas harga altcoin berfluktuasi secara signifikan. | Stabilitas harga stablecoin yang terjaga dengan baik. |
| Fungsi yang beragam seperti pembayaran atau dApps. | Fungsi untuk mengamankan nilai karena pergerakan harga stabil. |
| Investasi untuk menghasilkan keuntungan dari selisih harga. | Metode pembayaran transaksi sehari-hari seperti transfer atau memberikan pinjaman di platform DeFi. |
| Keuntungan lebih tinggi atau risiko kerugian karena fluktuasi harga yang tinggi | Stablecoin lebih aman karena stabilitas yang terjaga. |
| Fluktuasi harga berdasarkan sentimen pasar | Fluktuasi harga stabil yang mengacu pada satu nilai aset. |
Kapan Menggunakan Altcoin?
Kamu mungkin penasaran dengan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan altcoin. Biasanya, altcoin sendiri digunakan investor yang tertarik mencari potensi pertumbuhan nilai lebih besar jika dibandingkan dengan Bitcoin. Apalagi untuk jenis altcoin yang berada di fase pengembangan. Ditambah dengan altcoin yang sering digunakan berpartisipasi dalam ekosistem blockchain tertentu.
Misalnya saja untuk membayar biaya transaksi atau gas fee, staking, voting, dan mengakses layanan DeFi, NFT, hingga game berbasis blockchain. Hanya harus dipahami bahwa altcoin tetap memiliki risiko volatilitas tinggi dibandingkan aset kripto besar. Pergerakan harga altcoin bisa naik tajam dalam waktu singkat dan sebaliknya, menurun tajam karena sentimen pasar, tren, hingga berita regulasi.
Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan harga altcoin yang lebih ekstrem sehingga para investor khususnya pemula disarankan untuk menerapkan manajemen risiko ketat dan tidak menganggap altcoin terjamin keuntungannya.
Kapan Menggunakan Stablecoin?
Lalu, bagaimana dengan waktu yang tepat dalam menggunakan stablecoin? Nah, stablecoin sendiri memiliki peran sebagai alat lindung nilai sementara alias hedging sehingga saat pasar kripto sedang bergejolak bisa teratasi. Banyak trader dan investor yang memindahkan dana dari Bitcoin atau altcoin lainnya ke stablecoin seperti USDT atau USDC.
Hal ini membuat nilai portofolio menjadi lebih aman dari sentimen harga mendadak. Selain itu, stablecoin berfungsi sebagai penyimpan nilai jangka pendek dan sarana transaksi lebih stabil. Hal ini karena nilai stablecoin yang dipatok ke suatu aset misalnya USD.
Ditambah dengan stablecoin yang lebih nyaman digunakan untuk membeli aset kripto lain, mengirim dana lintas negara, dan transaksi di platform DeFi tanpa harus terganggu volatilitas yang ekstrem. Oleh karena itu, stablecoin menjadi pilihan dalam menyeimbangkan investasi, membantu menjaga stabilitas, mengurangi risiko total, hingga menyiapkan dana saat peluang beli terlihat.
Altcoin dan Stablecoin dalam Strategi Investasi
Apakah altcoin vs stablecoin bisa dikombinasikan sebagai strategi investasi? Jawabannya ya, kombinasi ini sebagai cara sederhana dalam menjaga keseimbangan antara peluang dan risiko dalam investasi kripto. Altcoin sendiri digunakan untuk mengejar potensi pertumbuhan dari nilai yang lebih besar, sedangkan stablecoin berperan pelindung nilai saat pasar tidak stabil.
Dengan begitu, portofolio kamu tidak sepenuhnya harus bergantung pada pergerakan harga berfluktuasi secara ekstrem. Sementara itu, stablecoin mampu memberikan fleksibilitas karena bisa menjadi dana cadangan yang siap digunakan kapan saja.
Misalnya saja ketika harga altcoin turun dan muncul peluang bagus, maka stablecoin bisa dipakai masuk ke pasar tanpa harus buru-buru menjual aset lain. Kombinasi ini membantu investor tetap punya ruang bergerak, lebih tenang menghadapi volatilitas, serta tidak terpancing keputusan emosional ketika market sedang menguat atau melemah.
Investasi Kripto Mudah
Dengan memahami apa yang ditawarkan oleh altcoin vs stablecoin, kamu bisa mulai mempertimbangkan jenis koin mana yang cocok untuk diinvestasikan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa altcoin vs stablecoin memiliki fungsi yang berbeda-beda sehingga bisa disesuaikan dengan tujuan kamu memiliki pilihan koin-koin tersebut.
Jika sudah tertarik, kamu bisa mendapatkan pilihan altcoin vs stablecoin ini secara mudah, salah satunya melalui aplikasi Ajaib. Memilih platform investasi seperti Ajaib yang bisa membantu kamu mendapatkan aset kripto sesuai keinginan sangat penting dilakukan. Apalagi ada banyak pilihan aset kripto di Ajaib yang bisa disesuaikan dengan target investasi.
Caranya dengan download aplikasi Ajaib di smartphone kamu untuk mulai investasinya, sekarang.
Referensi:
- Cryptoland_88, Altcoins vs. Stablecoins: What’s the Difference?, Binance, diakses terakhir 4 Februari 2026
- Annie Izockey, Altcoins vs. Stablecoins: What’s The Difference?, Changelly, diakses terakhir 4 Februari 2026
- Adam Hayes, Stablecoins: Definition, How They Work, and Types, Investopedia, diakses terakhir 4 Februari 2026
- Bitflyer Team, What is an Altcoin?, Bitflyer, diakses terakhir 4 Februari 2026
- Lyle Daly, What Are Altcoins?, Fool, diakses terakhir 4 Februari 2026
- The Investopedia Team, What Investors Need to Know About Altcoins, Investopedia, diakses terakhir 4 Februari 2026
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!