Day Trading atau Swing Trading? Cara Memilih Strategi Berdasarkan Waktu dan Risiko
Maulida•August 19, 2026

Setiap trader punya gaya yang berbeda. Ada yang nyaman mengambil peluang dari pergerakan harga dalam satu hari, sementara trader lain lebih memilih menahan posisi beberapa hari untuk mengikuti tren yang lebih panjang.
Dua pendekatan yang sering digunakan adalah day trading dan swing trading. Keduanya sama-sama mencari peluang dari perubahan harga, tetapi memiliki kebutuhan waktu, cara membaca pasar, hingga risiko yang berbeda.
Perbedaan tersebut juga berpengaruh pada informasi yang perlu dipantau. Day trader mungkin lebih banyak memperhatikan pergerakan harga dan antrean transaksi secara langsung, sedangkan swing trader dapat memberikan porsi lebih besar pada tren harga dan perkembangan posisi dalam beberapa hari.
Karena itu, membandingkan day trading vs swing trading sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan mana yang lebih menguntungkan. Hal yang lebih penting adalah menentukan strategi yang sesuai dengan waktu, toleransi risiko, dan cara kamu mengambil keputusan.
Apa Itu Day Trading?
Day trading adalah strategi membuka dan menutup posisi dalam hari perdagangan yang sama. Trader mencoba memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek tanpa mempertahankan posisi hingga hari perdagangan berikutnya.
Karena waktunya relatif singkat, perubahan kecil pada momentum atau likuiditas dapat menjadi penting. Day trader biasanya membutuhkan perhatian lebih intens selama jam perdagangan untuk mencari titik masuk, memantau posisi, dan menentukan kapan transaksi perlu ditutup.
Beberapa karakteristik day trading antara lain:
- Posisi umumnya dibuka dan ditutup pada hari yang sama.
- Trader lebih aktif memantau perubahan harga intraday.
- Kecepatan dalam membaca kondisi pasar dan mengambil tindakan menjadi penting.
- Frekuensi transaksi dapat lebih tinggi dibanding strategi dengan horizon lebih panjang.
- Trader tidak membawa posisi ke hari berikutnya sehingga menghindari risiko perubahan harga semalam pada posisi tersebut.
Meski tidak menghadapi overnight risk dari posisi yang sudah ditutup, day trading tetap memiliki risiko tinggi. Harga dapat bergerak cepat dan keputusan yang terlalu agresif tanpa rencana entry, target, serta batas risiko dapat meningkatkan potensi kerugian.
Apa Itu Swing Trading?
Swing trading menggunakan horizon yang lebih panjang. Posisi dapat dipertahankan selama beberapa hari atau lebih ketika trader melihat peluang harga masih bergerak mengikuti tren atau pola tertentu.
Karena tidak harus menyelesaikan transaksi pada hari yang sama, swing trader biasanya tidak perlu bereaksi terhadap setiap perubahan harga dalam hitungan menit.
Fokusnya lebih banyak pada struktur pergerakan harga dalam periode yang lebih luas. Trader dapat mencari tren, area support dan resistance, momentum, atau katalis yang berpotensi memengaruhi saham selama beberapa sesi perdagangan.
Karakteristik swing trading umumnya meliputi:
- Posisi dapat ditahan lebih dari satu hari perdagangan.
- Frekuensi transaksi cenderung lebih rendah dibanding day trading.
- Monitoring pasar tidak harus dilakukan secara terus-menerus sepanjang sesi.
- Analisis dapat menggunakan timeframe yang lebih panjang.
- Posisi tetap menghadapi risiko perubahan harga ketika pasar sedang tutup.
Risiko terakhir perlu mendapat perhatian. Berita perusahaan, kondisi makroekonomi, atau sentimen global dapat muncul setelah perdagangan berakhir dan menyebabkan saham dibuka pada harga yang berbeda pada sesi berikutnya.
Perbedaan Day Trading dan Swing Trading
Tidak ada strategi yang secara otomatis lebih baik untuk setiap trader. Day trading dan swing trading mempunyai kebutuhan berbeda.
| Aspek | Day Trading | Swing Trading |
|---|---|---|
| Durasi posisi | Biasanya selesai dalam satu hari | Beberapa hari atau lebih |
| Intensitas monitoring | Tinggi | Lebih fleksibel |
| Frekuensi transaksi | Cenderung lebih sering | Cenderung lebih jarang |
| Fokus analisis | Momentum dan pergerakan intraday | Tren dan pergerakan beberapa sesi |
| Kebutuhan eksekusi | Relatif tinggi | Lebih banyak waktu untuk mengambil keputusan |
| Overnight risk | Tidak ada jika seluruh posisi ditutup | Ada selama posisi masih terbuka |
| Kebutuhan waktu trader | Perlu lebih aktif selama market | Dapat dipantau secara berkala |
Cara Memilih antara Day Trading dan Swing Trading
Sebelum menentukan strategi, ada tiga hal yang dapat dijadikan pertimbangan utama: waktu yang bisa dialokasikan, risiko yang siap diterima, serta jenis informasi yang dibutuhkan selama trading.
1. Pilih Strategi Berdasarkan Waktu yang Bisa Kamu Luangkan
Day trading membutuhkan perhatian lebih besar terhadap kondisi pasar selama jam perdagangan.
Ketika posisi sedang terbuka, trader perlu mengetahui apakah momentum masih mendukung skenario awal atau justru mulai berubah. Jika hanya dapat mengecek pasar sesekali di tengah aktivitas lain, ritme seperti ini bisa lebih sulit diikuti secara konsisten.
Swing trading memberikan fleksibilitas lebih besar karena keputusan tidak selalu bergantung pada perubahan harga dalam hitungan menit. Trader dapat menyusun rencana berdasarkan timeframe lebih panjang dan mengevaluasi posisi secara berkala.
Namun, waktu monitoring yang lebih sedikit tidak berarti swing trading dapat dilakukan tanpa persiapan. Entry, target harga, batas risiko, dan kondisi yang membatalkan skenario tetap perlu ditentukan sejak awal.
Jadi, pertimbangkan bukan hanya berapa lama posisi ingin ditahan, tetapi juga berapa banyak waktu yang benar-benar bisa kamu berikan untuk mengelolanya.
2. Sesuaikan dengan Risiko yang Siap Dihadapi
Horizon transaksi yang berbeda menghasilkan karakter risiko yang berbeda pula.
Day trader lebih banyak menghadapi volatilitas intraday. Harga bisa berubah dalam waktu singkat sehingga ukuran posisi dan batas kerugian perlu disesuaikan dengan pergerakan saham yang ditransaksikan.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
- level entry;
- target profit;
- batas kerugian per transaksi;
- volatilitas saham;
- likuiditas dan kondisi order book.
Swing trader memiliki waktu lebih panjang untuk menjalankan skenario, tetapi harus mempertimbangkan risiko ketika posisi tetap terbuka setelah market tutup.
Hal yang dapat diperhatikan meliputi:
- struktur tren;
- support dan resistance;
- ukuran posisi;
- risiko gap pada sesi berikutnya;
- katalis yang berpotensi muncul selama posisi masih terbuka.
Strategi yang sesuai bukan hanya yang menawarkan peluang, tetapi juga yang risikonya masih dapat dikelola secara konsisten.
3. Kenali Kebutuhan Informasi saat Trading
Gaya trading juga menentukan informasi apa yang paling berguna untuk berada di layar.
Untuk day trading, trader dapat lebih banyak menggunakan:
- Chart untuk membaca momentum harga.
- Order Book untuk memantau antrean beli dan jual.
- Running Trade untuk melihat transaksi yang terjadi di pasar.
- Order Queue untuk memonitor posisi antrean order.
- Fast Trade untuk mengakses transaksi melalui price ladder.
Fast Trade di Ajaib Terminal memungkinkan trader melakukan beberapa tindakan dari satu panel, seperti menempatkan order pada level harga tertentu, menggeser order aktif ke harga lain, hingga membatalkannya langsung dari price ladder.
Sementara untuk swing trading, perhatian dapat lebih banyak diarahkan pada:
- Chart untuk mengamati struktur tren.
- Broker Summary untuk melihat ringkasan aktivitas broker.
- Broker Flow sebagai informasi tambahan mengenai aliran transaksi.
- Order List untuk memantau order yang telah dibuat.
- Portfolio untuk mengevaluasi posisi yang masih berjalan.
Dengan begitu, trader tidak perlu memenuhi layar dengan semua informasi yang tersedia. Prioritaskan data yang memang membantu menjalankan strategi.
Sesuaikan Workspace Trading dengan Strategi Kamu
Setelah mengetahui informasi yang dibutuhkan, langkah berikutnya adalah mengatur workspace agar proses monitoring lebih efisien.
Ajaib Terminal menyediakan Custom Layout & Widgets yang memungkinkan trader menyusun tampilan berdasarkan kebutuhan. Widget yang tersedia mencakup Buy/Sell, Chart, Order Book, Trade Book, Order Queue, Broker Summary, Running Trade, Broker Flow, Broker Distribution, Order List, hingga Fast Trade.
Artinya, workspace tidak harus terlihat sama untuk semua trader.
Contoh Workspace untuk Day Trading
Day trader dapat mencoba kombinasi:
Chart + Order Book + Running Trade + Fast Trade
Chart digunakan untuk membaca momentum, Order Book membantu melihat kondisi antrean, Running Trade menunjukkan transaksi yang terjadi, sementara Fast Trade dapat digunakan ketika sudah waktunya mengelola order.
Susunan ini membuat informasi intraday dan alat eksekusi berada dalam satu workspace.
Contoh Workspace untuk Swing Trading
Swing trader dapat menggunakan kombinasi:
Chart + Broker Summary + Broker Flow + Order List
Chart menjadi fokus utama untuk membaca tren, sementara Broker Summary dan Broker Flow dapat memberikan konteks tambahan terhadap aktivitas perdagangan. Order List membantu mengecek order yang sedang dipantau.
Susunan tersebut hanya contoh. Kamu tetap bisa menambah, mengurangi, atau mengganti widget berdasarkan strategi dan informasi yang dianggap paling relevan.
Praktikkan Strategi Langsung di Chart Ajaib Terminal
Setelah memahami perbedaan day trading dan swing trading, langkah berikutnya adalah menerjemahkan strategi tersebut ke dalam chart.
Jika memilih day trading, gunakan timeframe yang sesuai dengan rencana untuk mengamati pergerakan selama sesi perdagangan. Identifikasi level harga yang menjadi perhatian dan tentukan skenario sebelum mengambil posisi.
Untuk swing trading, kamu dapat menggunakan horizon analisis yang lebih panjang agar struktur tren terlihat lebih jelas. Perhatikan apakah harga sedang membentuk tren, bergerak dalam fase konsolidasi, atau mendekati area support dan resistance yang sudah ditentukan.
Sebelum mengeksekusi transaksi, pastikan kamu sudah mengetahui:
- area entry;
- level yang membuat skenario tidak lagi valid;
- risiko yang siap diterima;
- target transaksi; dan
- ukuran posisi yang sesuai.
Dengan begitu, pemilihan day trading vs swing trading tidak hanya berhenti pada teori, tetapi diterjemahkan ke dalam cara menganalisis pasar dan mengatur tools yang digunakan.
Praktikkan strategi langsung di chart Ajaib Terminal, lalu atur workspace trading sesuai kebutuhan kamu.
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!