Strategi Investasi yang Layak Dicoba untuk Membantu Capai Tujuan Finansial
Sarifa•June 5, 2026

Saat mulai tertarik berinvestasi, banyak orang langsung membayangkan keuntungan besar, namun seringkali bingung menentukan strategi investasi yang tepat. Padahal, tanpa strategi, keputusan cenderung impulsif saat pasar sedang naik atau panik saat pasar turun. Nah, supaya perjalanan investasimu lebih terarah dan minim stres, penting banget buat paham berbagai pendekatan yang ada.
Tenang, strategi investasi nggak harus ribet kok. Artikel ini akan membahas berbagai strategi yang umum digunakan dari yang paling simpel buat pemula hingga yang cocok buat jangka panjang—plus cara memilihnya sesuai kondisi finansialmu.
Kenapa Penting Memiliki Strategi Investasi?
Investasi tanpa strategi itu seperti berlayar tanpa peta. Kamu bisa aja sampai tujuan, tapi lebih besar kemungkinannya tersesat atau kehabisan energi di tengah jalan. Strategi investasi membantu kamu menentukan tujuan keuangan, mengelola risiko, menjaga konsistensi, sekaligus menghindari keputusan emosional saat pasar naik turun. Intinya, strategi membuat langkahmu lebih terukur dan tenang.
Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Menentukan Strategi Investasi
Sebelum memilih strategi, pahami dulu kondisi keuanganmu dengan jujur. Beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan:
- Tujuan investasi jangka pendek dan jangka panjang – misalnya, mau beli HP baru dalam 6 bulan atau menyiapkan dana pensiun 20 tahun lagi.
- Profil risiko – apakah kamu konservatif (takut risiko), moderat, atau agresif (siap terima fluktuasi besar demi return tinggi)?
- Kondisi cash flow dan dana darurat – pastikan dana darurat sudah aman sebelum mulai investasi.
- Jangka waktu investasi – makin panjang jangka waktunya, makin besar fleksibilitasmu menghadapi volatilitas.
- Target return yang realistis – nggak ada investasi yang kasih untung besar tanpa risiko.
Yang perlu diingat: strategi yang cocok untuk temanmu belum tentu cocok buatmu, karena setiap orang punya tujuan dan kondisi finansial yang unik.
Strategi Investasi Apa yang Banyak Digunakan Investor?
Berikut lima strategi investasi populer yang banyak digunakan investor di Indonesia, mulai dari yang pasif hingga pendekatan yang lebih aktif.
1. Dollar Cost Averaging (DCA) untuk Investasi Bertahap
DCA adalah strategi investasi secara rutin dalam nominal tertentu secara berkala, tanpa terlalu peduli kondisi pasar. Misalnya, kamu komit beli reksa dana saham senilai Rp500.000 setiap tanggal 15 setiap bulan. Saat harga sedang rendah, kamu dapat lebih banyak unit. Saat harga tinggi, kamu dapat lebih sedikit.
Keunggulan strategi ini sangat cocok buat investor pemula karena membantu mengurangi risiko membeli di harga puncak sekaligus membangun disiplin investasi. Kamu nggak perlu jago nebak waktu yang tepat—yang penting konsisten menjalankan.
2. Passive Investing untuk Investor Jangka Panjang
Pernah dengar istilah “set and forget”? Itulah inti passive investing. Strategi ini melibatkan investasi jangka panjang pada indeks pasar tertentu—misalnya membeli reksa dana indeks yang mengikuti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tujuannya bukan buat mengalahkan pasar, tapi mengikuti kinerja pasar secara keseluruhan.
Kelebihan utama pendekatan ini adalah biaya yang lebih rendah karena dikelola secara pasif, diversifikasi yang lebih luas, dan kamu nggak perlu pantau pasar tiap hari. Cocok banget buat kamu yang ingin fokus pada pertumbuhan jangka panjang tanpa ribet trading aktif.
3. Value Investing untuk Mencari Saham Undervalued
Value investing adalah strategi mencari saham yang harganya dianggap lebih murah dari nilai sebenarnya (nilai intrinsik) perusahaan. Investor value biasanya menggunakan rasio seperti PER (Price to Earnings Ratio) dan PBV (Price to Book Value Ratio) buat ngecek apakah suatu saham sedang “murah”.
Untuk pemula yang tertarik dengan value investing, fokuslah pada perusahaan-perusahaan besar (blue chip) dengan fundamental sehat, jangan asal beli saham PBV rendah tanpa riset lebih lanjut.
4. Growth Investing untuk Fokus pada Potensi Pertumbuhan
Berbeda dengan value investing yang mencari saham murah, growth investing memilih perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan dan laba yang tinggi di masa depan. Biasanya saham-saham growth berasal dari sektor teknologi, kesehatan, atau ekonomi digital yang sedang berkembang pesat.
Ciri khas saham growth: valuasi cenderung lebih tinggi, ekspansi bisnis agresif, dan volatilitas yang lebih besar. Strategi ini sangat cocok buat investor dengan toleransi risiko tinggi yang yakin pada prospek jangka panjang sebuah perusahaan atau sektor.
5. Diversifikasi Portofolio untuk Mengelola Risiko
Diversifikasi adalah strategi mengalokasikan dana ke berbagai instrumen investasi agar risiko tidak terpusat pada satu aset saja. Contoh sederhana: jangan hanya beli saham teknologi saja, tapi kombinasikan dengan reksa dana pendapatan tetap, emas, atau instrumen lain yang tidak berkorelasi satu sama lain.
Dengan diversifikasi, saat saham sedang turun, instrumen lain mungkin masih stabil atau bahkan naik, sehingga portofolio keseluruhan tetap terjaga. Di tengah kondisi pasar global yang dinamis, portofolio yang terdiversifikasi akan lebih tahan terhadap tekanan pasar.
Strategi Investasi Berdasarkan Usia dan Tujuan Finansial
Strategi investasi yang tepat juga bisa berbeda tergantung fase usia dan prioritas finansial. Berikut panduan sederhananya:
| Fase Usia | Fokus Strategi |
|---|---|
| 20–30 tahun | Fokus membangun kebiasaan investasi dan pertumbuhan aset. Jangka waktu panjang memungkinkan alokasi lebih besar ke instrumen berisiko tapi berpotensi tinggi seperti saham atau reksa dana saham. |
| 30–40 tahun | Mulai diversifikasi portofolio dan mempersiapkan tujuan keluarga, seperti dana pendidikan anak atau pembelian properti. Kombinasikan saham dengan pendapatan tetap. |
| 40–50 tahun | Fokus menjaga stabilitas dan optimalisasi aset. Mulai kurangi eksposur ke saham, perbanyak obligasi dan reksa dana pendapatan tetap. |
| 50 tahun ke atas | Mulai mengutamakan instrumen dengan risiko lebih terjaga dan arus kas stabil, seperti deposito, reksa dana pasar uang, dan obligasi pemerintah. |
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menjalankan Strategi Investasi
Hindari kesalahan-kesalahan umum berikut yang sering bikin investor pemula rugi:
- Berinvestasi tanpa tujuan yang jelas – ujung-ujungnya gampang panik dan jual saat pasar koreksi.
- Terlalu sering mengikuti tren pasar – FOMO (Fear Of Missing Out) justru bikin beli di puncak harga.
- Tidak memahami profil risiko pribadi – pilih strategi agresif padahal mentalnya konservatif.
- Panik saat pasar mengalami koreksi – menjual rugi saat harga sedang turun adalah kesalahan paling fatal.
- Tidak melakukan evaluasi portofolio secara berkala – kondisi keuangan bisa berubah, begitu juga strategi yang perlu disesuaikan.
Cara Memilih Strategi Investasi yang Sesuai
Tidak ada strategi investasi yang paling benar untuk semua orang. yang terpenting adalah kamu menyesuaikan pilihan dengan:
- Tujuan finansialmu (untuk jangka pendek atau panjang?)
- Usia dan pendapatanmu saat ini
- Tingkat kenyamananmu terhadap risiko
- Waktu yang bisa kamu luangkan untuk memantau investasi
Ingat, strategi investasi yang kamu pilih hari ini nggak harus kaku selamanya. Seiring perubahan kondisi finansial dan fase kehidupan, strategi pun bisa berubah. fleksibilitas adalah kunci.
Investasi Lebih Praktis dan Terukur dengan Ajaib
Menerapkan berbagai strategi investasi di atas kini bisa dilakukan dengan lebih mudah lewat Ajaib. Dalam satu aplikasi, kamu bisa akses saham BEI, reksa dana, hingga instrumen lainnya secara praktis 100% online. Ajaib juga menyediakan fitur watchlist untuk memantau aset incaran, notifikasi pergerakan harga, hingga analisis saham yang membantu pengambilan keputusan.
Buat kamu yang mau coba strategi DCA, fitur auto-invest di Ajaib bakal bantu disiplin rutin beli reksa dana tiap bulan tanpa ribet. Mau pantau portofolio secara real-time? Semua tersedia dalam genggaman.
Memahami strategi investasi adalah langkah awal yang paling penting dalam perjalanan finansialmu. Baik kamu memilih DCA yang disiplin, passive investing yang santai, value investing yang analitis, atau growth investing yang agresif—semuanya sah-sah saja selama sesuai dengan profil risiko dan tujuanmu. Yang tidak kalah penting: mulai dari sekarang, sekecil apa pun, yang terpenting konsisten.
Yuk, mulai langkah pertamamu! Download aplikasi Ajaib sekarang dan terapkan strategi investasi yang paling cocok buatmu—praktis, terukur, dan dirancang untuk investor modern sepertimu.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!