Buy at Peak dalam Investasi Saham: Pengertian, Risiko, dan Cara Menghindarinya
Sarifa•March 18, 2026

Pernahkah kamu melihat harga saham naik tajam, lalu ikut membeli karena takut ketinggalan, namun tak lama kemudian harga justru turun drastis? Jika pernah, kemungkinan kamu mengalami yang namanya buy at peak—membeli saham di harga puncak. Keputusan ini sering terjadi karena FOMO dalam investasi atau rasa takut tertinggal momen keuntungan. Artikel ini akan membahas apa itu buy at peak, penyebabnya, risiko yang mengintai, serta strategi menghindarinya agar portofolio investasimu tetap sehat.
Apa Itu Buy at Peak dalam Investasi Saham
Buy at peak adalah kondisi ketika investor membeli saham pada harga yang sudah mencapai titik tertinggi dalam periode tertentu, tepat sebelum harga mengalami koreksi atau penurunan . Fenomena ini sering terjadi saat pasar sedang dalam tren saham bullish atau ketika suatu saham sedang populer di kalangan investor.
Saham yang sedang naik tajam sering menarik perhatian banyak orang. Namun, membeli di puncak berarti kamu masuk saat harga sudah terlalu tinggi. Risikonya? Saat harga berbalik turun, kamu bisa mengalami kerugian jangka pendek yang signifikan.
Faktor yang Menyebabkan Investor Melakukan Buy at Peak
Ada beberapa faktor yang sering membuat investor terjebak membeli di harga puncak:
1. Fear of Missing Out (FOMO) – Melihat orang lain untung besar membuat kamu takut tertinggal, sehingga buru-buru membeli tanpa analisis . FOMO adalah dorongan emosional yang memicu keputusan impulsif.
2. Mengikuti rekomendasi tanpa analisis mendalam – Saham yang ramai dibicarakan di media sosial belum tentu aman. Banyak investor membeli hanya karena melihat rekomendasi tanpa mengecek fundamental perusahaan .
3. Kurang memahami valuasi saham – Tidak mengetahui apakah harga saham saat ini masih wajar atau sudah terlalu mahal.
4. Pengaruh sentimen pasar dan berita positif – Berita bagus tentang suatu perusahaan bisa membuat harga melonjak sementara, namun belum tentu mencerminkan kinerja riilnya.
5. Momentum pasar bullish yang mendorong harga naik cepat – Saat pasar sedang panas, kenaikan harga sering tidak terkendali dan tidak didukung fundamental yang kuat .
Risiko Buy at Peak bagi Investor Saham
Membeli saham di harga puncak membawa sejumlah risiko yang perlu kamu waspadai:
- Potensi koreksi harga setelah kenaikan tajam – Harga saham yang naik terlalu cepat sering mengalami koreksi atau pullback .
- Kerugian jangka pendek – Ketika harga turun di bawah harga beli, kamu mengalami kerugian floating loss yang bisa memicu panic selling.
- Tekanan psikologis – Melihat nilai portofolio terus menurun bisa membuat stres dan memicu keputusan emosional yang justru memperburuk keadaan .
- Peluang investasi yang kurang optimal – Dana yang terpakai untuk membeli saham mahal bisa dialihkan ke saham dengan valuasi lebih menarik.
Dampak Buy at Peak terhadap Kinerja Portofolio
Membeli saham pada valuasi tinggi dapat menurunkan potensi return jangka panjang. Jika harga yang kamu bayar terlalu mahal dibandingkan nilai intrinsik perusahaan, butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan keuntungan—atau bahkan bisa rugi jika perusahaan tidak tumbuh sesuai ekspektasi .
Seperti dijelaskan dalam penelitian perilaku keuangan, keputusan yang didorong oleh FOMO cenderung mengabaikan prinsip manajemen risiko dan berujung pada kinerja portofolio yang kurang optimal .
Cara Menghindari Buy at Peak dalam Investasi Saham
Agar tidak terjebak membeli di harga puncak, terapkan langkah-langkah berikut:
1. Lakukan analisis fundamental – Pelajari laporan keuangan perusahaan. Apakah laba dan pendapatan tumbuh seiring kenaikan harga saham? Jika tidak, waspadai potensi koreksi .
2. Gunakan analisis teknikal saham – Perhatikan level support dan resistance. Jika harga sudah jauh dari area support, sebaiknya tunggu pullback . Strategi ini membantu kamu masuk di harga yang lebih aman.
3. Hindari keputusan berdasarkan sentimen pasar – Saham yang viral di media sosial belum tentu bagus. Banyak saham gorengan memanfaatkan FOMO investor ritel untuk menjual di harga tinggi .
4. Terapkan strategi investasi bertahap – Dollar Cost Averaging (DCA) membantu membeli secara berkala sehingga kamu tidak perlu menebak waktu yang tepat .
5. Tentukan rencana investasi sebelum membeli – Tetapkan harga beli ideal, target keuntungan, dan batas kerugian sebelum eksekusi .
Pentingnya Analisis Valuasi Sebelum Membeli Saham
Analisis valuasi membantu kamu mengetahui apakah harga saham masih wajar atau sudah terlalu mahal. Indikator yang umum digunakan:
- Price to Earnings Ratio (PER) – Membandingkan harga saham dengan laba per saham. PER di bawah 15x biasanya dianggap wajar, tergantung sektor .
- Price to Book Value (PBV) – Membandingkan harga saham dengan nilai buku. PBV di bawah 1x menandakan saham diperdagangkan di bawah nilai bukunya .
- Bandingkan dengan rata-rata sektor – Saham dengan PER jauh lebih tinggi dari rata-rata industrinya perlu dicermati.
Dengan memahami valuasi, kamu bisa menilai apakah harga saat ini mencerminkan fundamental yang kuat atau hanya euforia pasar.
Apakah Buy at Peak Selalu Berarti Keputusan yang Salah?
Tidak selalu. Buy at peak bisa jadi keputusan yang tepat jika perusahaan memiliki prospek pertumbuhan yang sangat kuat. Dalam beberapa kasus, saham yang terlihat mahal dapat terus naik seiring dengan pertumbuhan kinerja perusahaan .
Namun, keputusan ini tetap perlu mempertimbangkan faktor pertumbuhan bisnis, ekspansi perusahaan, dan ekspektasi pasar ke depan. Jika fundamental solid dan prospek jangka panjang cerah, harga tinggi saat ini mungkin masih wajar di masa depan.
Apa Perbedaan Buy at Peak dengan Momentum Investing?
Buy at peak dan momentum investing sering disamakan, padahal berbeda:
- Buy at peak terjadi karena keputusan impulsif mengikuti tren tanpa analisis. Investor masuk karena FOMO, bukan karena perhitungan .
- Momentum investing adalah strategi yang menggunakan analisis tren harga dan volume secara sistematis. Investor momentum tetap mempertimbangkan manajemen risiko, seperti menetapkan stop loss dan target profit .
Momentum investing juga memperhatikan kapan harus keluar. Strategi ini tidak sekadar “ikut-ikutan”, tapi didasarkan pada data dan rencana yang matang .
Mulai Investasi dengan Analisis yang Tepat di Ajaib
Memahami konsep buy at peak dapat membantu kamu membuat keputusan investasi yang lebih rasional dan terhindar dari membeli saham di harga terlalu tinggi. Dengan menerapkan analisis fundamental dan teknikal, serta mengelola emosi, kamu bisa membangun strategi portofolio saham yang lebih sehat.
Sekarang, kamu bisa mulai investasi saham dengan lebih praktis melalui Ajaib. Ajaib menyediakan berbagai fitur analisis saham, pemantauan portofolio, dan kemudahan membeli saham langsung dari aplikasi. Kamu juga bisa memanfaatkan fitur Running Trade dan Broker Summary untuk menemukan harga akumulasi yang ideal dan menghindari membeli di puncak .
Yuk, mulai investasi dengan analisis yang tepat! Download aplikasi Ajaib sekarang dan wujudkan strategi investasimu dengan lebih cerdas dan terstruktur.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!