Ajaib
Menu

Bitcoin

Bitcoin Rebound ke US$64.000 usai Tertekan, Ini Sinyal yang Perlu Dicermati Trader

SalsabillaJuly 15, 2026

Key Takeaways

  • Bitcoin berhasil rebound dari area support US$61.000 ke US$64.000, didorong oleh kembalinya net inflow ETF Bitcoin Spot AS setelah 8 minggu arus keluar beruntun.
  • Harga kini berada di titik krusial, mendekati resistance US$65.000 dan Moving Average 50 hari (MA-50), arah breakout atau reject akan menentukan tren jangka pendek.
  • Ada risiko tambahan dari potensi outflow ETF susulan, efek domino likuidasi institusi, dan rilis data inflasi AS yang masih berpotensi memanas.

Bitcoin Kembali Menguat, Pasar Menanti Penentu Arah Selanjutnya

Bitcoin (BTC) berhasil bangkit dari tekanan jual yang sempat menyeret harga ke kisaran US$61.000. Dalam beberapa hari terakhir, aset kripto terbesar di dunia tersebut kembali diperdagangkan di sekitar US$64.000, memulihkan sebagian pelemahan yang terjadi sebelumnya. Pergerakan ini menunjukkan bahwa minat beli mulai kembali muncul, terutama ketika harga memasuki area support yang dinilai menarik oleh pelaku pasar.

Meski demikian, penguatan tersebut belum sepenuhnya mengubah sentimen pasar menjadi bullish. Trader masih menunggu kepastian dari sejumlah katalis penting, khususnya rilis data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed. Di sisi lain, arus dana institusi yang mulai kembali masuk ke ETF Spot Bitcoin juga menjadi faktor yang memberi dukungan terhadap pemulihan harga dalam jangka pendek.

Apa yang Mendorong Rebound Bitcoin ke US$64.000?

Rebound teknikal ini digerakkan oleh kombinasi dua dinamika, yakni arus likuiditas institusi (bottom-up) dan ekspektasi pasar terhadap data makroekonomi (top-down).

FaktorPenjelasan Singkat
Arus Dana Institusi (Bottom-Up)Net inflow ETF Bitcoin Spot AS mingguan sebesar US$197,4 juta, memutus tren outflow selama 8 minggu beruntun
Ekspektasi Data Makro (Top-Down)Pasar berspekulasi rilis inflasi pertengahan Juli akan melandai setelah CPI YoY sempat naik ke 4,2% dan PPI YoY ke 6,5%

Masuknya kembali smart money ke pasar ETF juga memberikan likuiditas yang cukup untuk menahan harga dari kejatuhan lebih dalam. Di sisi lain, ekspektasi bahwa data inflasi terbaru akan lebih rendah dari bulan sebelumnya turut memicu relief rally jangka pendek, meski sifatnya masih spekulatif dan bergantung pada realisasi data yang akan dirilis.

Sinyal Teknikal dan Risiko yang Masih Membayangi

Setelah bergerak sideways dalam tiga hari terakhir, Bitcoin kini berada di posisi krusial karena mendekati area resistance US$65.000 sekaligus garis MA-50. Jika breakout terjadi dengan volume solid, BTC berpotensi melanjutkan reli menuju US$68.000. Sebaliknya, jika gagal menembus area tersebut, harga rawan terkoreksi kembali ke area MA-20 di kisaran US$60.000–US$62.000.

Beberapa risiko yang perlu diperhatikan di tengah situasi ini:

  • Potensi pembalikan arus ETF: pemulihan inflow pekan lalu baru menutupi sekitar 2,4% dari total outflow pada minggu-minggu sebelumnya, sehingga rawan berbalik jika terjadi outflow susulan.
  • Efek domino aksi jual institusi: entitas “Strategy” mencatatkan likuidasi 3.588 BTC senilai US$216 juta pada Juli 2026, yang meski merupakan manuver corporate finance untuk kewajiban dividen, tetap memicu kepanikan ritel meski Strategy masih menahan 843.775 BTC atau 4% dari total suplai global.
  • Risiko data inflasi “hot”: jika rilis CPI dan PPI kembali di atas ekspektasi, narasi suku bunga tinggi (higher for longer) dari The Fed akan menguat dan menekan aset berisiko seperti Bitcoin.

Strategi yang Perlu Diperhatikan Trader Saham

Bagi trader yang juga aktif memantau pasar saham dan ingin melirik peluang di Bitcoin, manajemen risiko menjadi kunci di tengah kombinasi resistance teknikal yang kuat, kepanikan ritel akibat efek domino institusi, dan risiko data makro.

  • Untuk swing trader: posisi wait and see hingga volatilitas rilis CPI dan PPI mereda lebih disarankan, sambil menunggu konfirmasi breakout di level US$65.000. Bila ingin mengambil posisi taktis, strategi range trading di rentang US$62.000 (MA-20) hingga US$65.000 (MA-50) bisa diterapkan dengan stop-loss yang disiplin, serta menghindari leverage tinggi untuk mengeliminasi risiko whipsaw pasca-rilis data.
  • Untuk investor jangka panjang: fokus pada pendekatan Dollar Cost Averaging (DCA) secara konsisten dinilai lebih relevan dibanding mengejar momentum menuju resistance. Menyediakan cadangan dana tunai juga penting, sehingga jika harga gagal menembus US$65.000 dan kembali terkoreksi ke area MA-20 atau lebih rendah, dana tersebut bisa dipakai untuk akumulasi di level yang lebih optimal.

Mulai Trading Bitcoin di Ajaib

Pergerakan Bitcoin yang dinamis ini menunjukkan pentingnya akses ke data pasar yang akurat dan platform yang responsif saat kamu ingin mengambil keputusan cepat. Dengan berbagai sinyal teknikal dan fundamental yang saling bersinggungan seperti sekarang, kamu butuh platform yang memudahkanmu memantau pergerakan harga Bitcoin sekaligus mengeksekusi strategi tanpa hambatan. Mulai trading Bitcoin di Ajaib. Download di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi Aset Kripto mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Informasi yang terkandung dalam tulisan ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset dan analisis internal perusahaan secara seksama dengan sumber terpercaya dan tidak dipengaruhi dari pihak manapun. Tulisan ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Pengambilan keputusan dalam melakukan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi Pengguna. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: Ajaib Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!