Survei Terbaru: Keyakinan Konsumen Tetap Kuat di Akhir 2025
Sarifa•January 12, 2026

Survei Konsumen Bank Indonesia mengungkap Indeks Keyakinan Konsumen tetap optimis di level 123,5 pada Desember 2025. Angka ini didorong keyakinan akan ketersediaan lapangan kerja dan ekspektasi penghasilan ke depan, menandakan ekonomi domestik yang sehat untuk investasi.
Menjelang tutup tahun 2025, Survei Konsumen Bank Indonesia memberikan kabar menggembirakan: optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat pada level 123,5 pada Survei Konsumen Desember 2025, jauh di atas angka 100 yang menunjukkan sikap optimis.
Angka ini sedikit menurun dari bulan sebelumnya yang 124, tetapi tetap ditopang fondasi yang solid dari persepsi kondisi saat ini dan harapan untuk masa depan. Ini adalah sinyal penting, terutama untuk kamu yang baru mulai belajar investasi saham, karena kepercayaan konsumen adalah bahan bakar utama pertumbuhan ekonomi dan pasar modal.
Memahami Angka Survei: Apa Arti IKK, IKE, dan IEK?
Survei BI menggunakan tiga indeks utama yang perlu kamu pahami. Bayangkan ini seperti laporan kesehatan untuk perekonomian dari sudut pandang masyarakat:
- Indeks Keyakinan Konsumen (IKK): Angka utama yang merangkum keseluruhan perasaan konsumen. Angka >100 berarti optimis, <100 pesimis. Level 123,5 menunjukkan mayoritas masyarakat merasa kondisi ekonomi baik dan akan membaik.
- Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE): Mengukur persepsi terhadap kondisi terkini, seperti ketersediaan lapangan kerja dan kemampuan membeli barang tahan lama. Di Desember, IKE stabil di level 111,4. Kekuatannya terutama bersumber dari indeks ketersediaan lapangan kerja yang meningkat.
- Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK): Mencerminkan harapan untuk kondisi ekonomi 6 bulan ke depan. Level 135,6 yang sangat tinggi ini didorong oleh Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) yang juga naik.
Intinya, survei ini bercerita bahwa masyarakat tidak hanya merasa kondisi saat ini cukup baik (terutama soal lapangan kerja), tetapi juga sangat yakin penghasilan dan kondisi ekonomi akan lebih baik lagi di paruh pertama 2026.
Keyakinan yang Kokoh, Tabungan yang Bertambah: Perilaku Konsumen Nyata
Keyakinan tinggi ini bukan hanya perasaan. Ini tercermin dalam perilaku keuangan nyata masyarakat. Secara rata-rata, proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi (APC Ratio) adalah 74,3%, sementara proporsi yang disimpan (Saving Ratio) naik menjadi 14,9%.
Ini adalah kombinasi yang sehat: konsumsi tetap berjalan, yang bagus untuk perputaran usaha, namun disiplin menabung juga meningkat. Tabungan bisa menjadi modal investasi atau dana darurat, yang membuat kondisi keuangan rumah tangga secara agregat lebih tahan banting.
Dampaknya bagi Pasar dan Investor Pemula
Lalu, bagaimana data Survei Konsumen Bank Indonesia ini berpengaruh pada keputusan investasimu? Berikut adalah beberapa hal yang dapat kamu simak.
Sektor yang Dapat Memperoleh Manfaat
Keyakinan dan ekspektasi penghasilan yang tinggi biasanya menjadi pendorong utama untuk sektor-sektor berikut:
- Ritel & Konsumsi Primer: Masyarakat yang percaya diri dan mengharapkan pendapatan lebih besar cenderung tidak ragu berbelanja.
- Perbankan & Finansial: Peningkatan tabungan dan ekspektasi kondisi usaha yang baik dapat mendorong aktivitas pinjam meminjam dan penggunaan jasa keuangan.
- Properti & Otomotif: Indeks Ekspektasi Konsumen yang tinggi sering kali menjadi pendahulu untuk pembelian barang-barang besar seperti rumah atau kendaraan.
Pertimbangan yang Perlu Diperhatikan
Meskipun optimisme secara nasional tinggi, survei juga mencatat bahwa Indeks Keyakinan Konsumen turun di beberapa kota seperti Medan dan Padang, yang terdampak bencana alam. Ini mengingatkan kita bahwa selalu ada faktor lokasi dan risiko khusus yang perlu diperhatikan.
Langkah Awal untuk Investasi berdasarkan Data Survei
Sebagai investor pemula, kamu bisa menjadikan berita seperti Survei Konsumen Desember 2025 ini sebagai bahan pertimbangan. Ikuti langkah-langkah sederhana berikut:
- Kenali Sentimen: Jadikan rilis IKK BI sebagai salah satu pengukur “suasana hati” ekonomi. Level optimis seperti sekarang umumnya mendukung iklim investasi.
- Telusuri Sektor: Lihat sektor-sektor yang paling diuntungkan dari keyakinan konsumen kuat, seperti yang disebutkan di atas. Mulailah mempelajari perusahaan-perusahaan unggulan di sektor tersebut.
- Diversifikasi: Jangan menaruh semua modal di satu sektor saja. Meski sentimen konsumen baik, diversifikasi tetap kunci mengelola risiko.
- Investasi secara Berkala: Kondisi ekonomi pasti ada naik turunnya. Dengan berinvestasi rutin dalam jumlah tetap, kamu tidak perlu terus-menerus menebak waktu terbaik untuk masuk pasar.
Membaca dan memahami data ekonomi seperti Survei Konsumen Bank Indonesia adalah keterampilan penting yang membantumu mengambil keputusan investasi lebih cerdas. Data Desember 2025 menunjukkan fondasi permintaan domestik Indonesia masih kokoh, memberikan angin segar untuk perjalanan investasimu di tahun 2026.
Mulai Investasi di Ajaib!
Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.
Sumber: https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_280626.aspx
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!