Ajaib
Menu

Berita

Royalti Minerba Diutak-Atik, Saham Sektor Apa yang Paling Terdampak?

SalsabillaMay 11, 2026

Royalti Minerba Diutak-Atik, Saham Sektor Apa yang Paling Terdampak?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mematangkan rencana kenaikan tarif royalti untuk sejumlah komoditas minerba seperti tembaga, emas, perak, nikel, hingga timah. Wacana tersebut dibahas dalam public hearing pada 8 Mei 2026 sebelum nantinya diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menargetkan aturan baru tersebut mulai berlaku pada Juni 2026 dan ditegaskan tidak berlaku surut. Selain penyesuaian tarif royalti, pemerintah juga mengubah interval harga mineral acuan (HMA) yang digunakan sebagai dasar pengenaan tarif pada masing-masing komoditas.

Komoditas Minerba dengan Kenaikan Royalti Terbesar

Berdasarkan usulan terbaru Kementerian ESDM, komoditas timah mengalami kenaikan tarif royalti paling agresif. Tarif royalti timah diusulkan berubah dari sebelumnya 3–10% menjadi 5–20% tergantung level harga mineral acuan global.

Sementara itu, emas dan tembaga juga mengalami kenaikan tarif cukup signifikan. Untuk emas, tarif royalti diusulkan naik dari 7–16% menjadi 14–20%, sedangkan konsentrat tembaga berubah dari 7–10% menjadi 9–13%.

KomoditasTarif LamaUsulan Tarif Baru
Konsentrat Tembaga7–10%9–13%
Katoda Tembaga4–7%7–10%
Emas7–16%14–20%
PerakFlat 5%5–8%
Nikel14–19%Tetap 14–19%
Timah3–10%5–20%

Untuk komoditas perak, pemerintah mengubah skema royalti dari sebelumnya flat 5% menjadi bertingkat 5–8% mengikuti pergerakan harga. Sementara pada komoditas nikel, tarif royalti tetap berada di kisaran 14–19%, namun interval HMA sebagai dasar pengenaan tarif ikut disesuaikan.

Selain itu, pemerintah juga berencana memasukkan kobalt sebagai komoditas ikutan dalam nickel matte. Artinya, kandungan kobalt dan nikel dalam produk tersebut nantinya akan ikut dikenakan tarif royalti.

Saham Minerba yang Berpotensi Terdampak

Kenaikan royalti minerba berpotensi kembali memicu tekanan jangka pendek pada saham-saham sektor tambang. Secara historis, kabar kenaikan royalti cenderung direspons negatif oleh pasar karena berpotensi memengaruhi margin keuntungan emiten.

Mengacu pada usulan terbaru dan harga komoditas saat ini, timah disebut menjadi komoditas dengan proposal kenaikan royalti terbesar. Kondisi tersebut membuat PT Timah Tbk (TINS) dinilai menjadi salah satu emiten yang paling berpotensi terkena dampak dari perubahan tarif royalti.

Beberapa sektor dan emiten yang menjadi perhatian pasar antara lain:

  • Emiten timah seperti TINS karena usulan kenaikan tarif royalti mencapai level tertinggi dibanding komoditas lain.
  • Emiten emas dan tembaga karena adanya lonjakan tarif royalti yang cukup signifikan.
  • Emiten nikel relatif lebih defensif karena kenaikan tarif hanya sekitar 1% dan sebagian emiten memiliki diversifikasi bisnis.
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) disebut sebagai salah satu emiten yang relatif lebih tahan terhadap perubahan tarif royalti.

Meski demikian, tekanan terhadap sektor minerba dinilai belum sepenuhnya selesai. Pasar juga masih mencermati pembahasan terkait potensi bea ekspor dan windfall tax yang saat ini masih dibahas Kementerian Keuangan, khususnya untuk sektor nikel dan batu bara.

Pasar Masih Menanti Kepastian Regulasi

Rencana kenaikan royalti minerba dinilai dapat membuat saham-saham sektor tambang bergerak lebih volatil dalam jangka pendek. Pasar saat ini masih menunggu kepastian final terkait besaran tarif dan implementasi aturan baru yang ditargetkan mulai berlaku pada Juni 2026.

Selain faktor royalti, pergerakan harga komoditas global juga masih menjadi katalis penting bagi saham sektor minerba. Perubahan harga emas, tembaga, hingga timah akan memengaruhi besaran tarif royalti yang dikenakan karena pemerintah menggunakan skema bertingkat berdasarkan HMA.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan kebijakan baru ini tidak berlaku surut sehingga pelaku usaha masih memiliki waktu untuk menyesuaikan strategi bisnisnya. Fokus pasar saat ini tertuju pada bagaimana emiten-emiten tambang menjaga profitabilitas di tengah potensi kenaikan beban royalti.

Mau Mulai Investasi Saham Sektor Tambang?

Kamu bisa memantau pergerakan saham sektor minerba dan mencari peluang investasi saham langsung melalui aplikasi Ajaib. Dengan fitur yang praktis dan informasi pasar yang mudah diakses, kamu bisa mengikuti perkembangan emiten tambang secara real-time. Download aplikasi Ajaib sekaran!

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Google Play StoreApple App Store

Sumber: https://www.kabarbursa.com/makro/royalti-minerba-mau-naik-timah-kena-paling-dalam

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!