Saham RLCO ARA 17 Kali Beruntun, Kalahkan CDIA
Sarifa•January 9, 2026

Sejak melantai di BEI, harga saham RLCO telah melonjak sekitar 1.810,17% dari harga IPO-nya, mencatat rekor dengan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) sebanyak 17 hari berturut-turut dan mengalahkan rekor sebelumnya milik emiten CDIA.
Bagi kamu yang mengikuti pasar saham, nama Saham RLCO (PT Abadi Lestari Indonesia Tbk) pasti sedang sangat panas diperbincangkan. Saham emiten yang bergerak di bidang pengolahan sarang burung walet ini mencetak sejarah dengan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) sebanyak 17 kali berturut-turut sejak penawarannya perdana (IPO) pada 8 Desember 2025. Rekor ini bahkan berhasil mengalahkan catatan emiten besar seperti CDIA (Chandra Daya Investasi) milik konglomerat Prajogo Pangestu, yang sebelumnya “hanya” mencatat 11 kali ARA beruntun. Artikel ini akan mengupas apa itu ARA, alasan di balik kehebohan RLCO, dan bagaimana kamu, sebagai investor pemula, sebaiknya menyikapi fenomena seperti ini.
Apa Itu ARA dan Mengapa RLCO Mencetak Rekor?
Pertama, mari kita pahami dulu istilah teknisnya. Auto Reject Atas (ARA) adalah mekanisme yang diterapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membatasi kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan. Tujuannya adalah menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor dari lonjakan harga yang ekstrem dan tidak wajar. Singkatnya, ketika sebuah saham telah naik hingga batas persentase tertentu (misalnya 25% untuk saham dengan harga Rp 200 – Rp 5.000), sistem bursa akan otomatis menolak order beli di atas harga itu.
Mencapai ARA sekali atau dua kali memang hal yang wajar, terutama untuk saham baru (IPO) yang sedang ramai diperbincangkan. Namun, yang dilakukan Saham RLCO luar biasa: 17 hari berturut-turut saham ini ditutup di harga tertinggi yang diizinkan dalam sehari, atau dengan kata lain, naik 10% setiap harinya selama periode tersebut. Ini adalah rekor yang memecahkan rekor sebelumnya, dan menunjukkan antusiasme pasar yang sangat tinggi.
Mengenal Perusahaan di Balik Kode RLCO
Lalu, perusahaan seperti apa RLCO ini? RLCO adalah holding company dari merek Realfood, sebuah produk kesehatan premium berbasis sarang burung walet. Bisnis intinya adalah mengolah dan mengekspor sarang burung walet, dengan pasar utama di China dan Hong Kong. Melalui anak perusahaannya, mereka juga mengembangkan berbagai produk konsumen siap konsumsi seperti minuman dan jelly sarang burung walet dengan merek seperti Realfood, Lion Nest, dan Momiku.
Yang menarik, di balik layar RLCO terdapat sosok-sosok berpengalaman. Achmad Baiquni, mantan Direktur Utama Bank BNI, duduk sebagai Komisaris Utama. Sementara itu, sang pendiri dan Direktur Utama, Edwin Pranata, memiliki visi untuk mengubah RLCO dari sekadar pengekspor bahan baku menjadi pemain industri bernilai tambah dengan produk konsumen global.
Fundamental Kuat: Pendorong Di Balik Kenaikan?
Meski pergerakan harga yang spektakuler sering dikaitkan dengan sentimen dan spekulasi, RLCO ternyata menunjukkan fundamental kinerja yang cukup kuat. Data keuangan hingga Mei 2025 menunjukkan pertumbuhan yang impresif:
- Laba Bersih: Melonjak 608% menjadi Rp 12,3 miliar, dari Rp 1,7 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
- Pendapatan: Tumbuh 48% menjadi Rp 231,3 miliar.
- Ekspor: Naik 47,5%, menyumbang porsi besar dari total pendapatan.
Analis dari Samuel Sekuritas bahkan memproyeksikan prospek cerah untuk RLCO. Mereka memperkirakan perusahaan dapat mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan (CAGR) sebesar 21,5% pada periode 2025-2027, didorong oleh permintaan global yang kuat dan rencana ekspansi ke pasar baru seperti Thailand, Vietnam, dan Amerika Serikat. Lembaga riset ini juga memberikan potensi kenaikan harga (upside) hingga 43% berdasarkan valuasi mereka.
Peringatan dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Sebagai investor, terutama pemula, penting untuk selalu melihat kedua sisi koin. Pencapaian ARA beruntun Saham RLCO juga diwarnai dengan beberapa peringatan dari pihak bursa.
- Suspensi dan Pengawasan Khusus: BEI sempat memberikan suspensi dua kali dan memasukkan RLCO ke dalam papan pemantauan khusus dengan skema full call auction (FCA) selama seminggu. Ini adalah langkah yang diambil BEI ketika menilai ada aktivitas perdagangan yang tidak wajar.
- Volatilitas Tinggi: Saham yang mengalami pergerakan ekstrem seperti ini memiliki likuiditas dan volatilitas yang tinggi, yang berarti harganya bisa turun dengan cepat sebagaimana ia naik. Ini berisiko bagi investor yang tidak siap.
- Ketergantungan Pasar: Sebagian besar pendapatan RLCO masih bergantung pada ekspor sarang burung walet olahan ke satu wilayah utama (China/Hong Kong). Perubahan regulasi atau tren di sana dapat berdampak signifikan.
Tips bagi Investor Pemula Menyikapi Saham Seperti RLCO
Melihat fenomena Saham RLCO, apa yang bisa kamu pelajari sebagai investor pemula?
- Pahami Dulu, Baru Ikut: Jangan sekadar ikut-ikutan tren (bandwagon effect). Pelajari dulu apa itu ARA dan CDIA, serta bisnis dasar perusahaan seperti RLCO.
- Jangan Abaikan Fundamental: Sebelum terpesona dengan grafik hijau yang meroket, cek laporan keuangan dan prospek bisnis jangka panjangnya. Apakah kenaikan harga didukung kinerja nyata?
- Waspadai Spekulasi: Saham yang sedang menjadi hot issue sering kali menjadi ajang spekulasi. Tetapkan batas kerugian (cut loss) yang jelas jika kamu memutuskan untuk mencoba.
- Utamakan Diversifikasi: Jangan pernah menaruh semua modal hanya pada satu saham “panas”. Sebanyak apa pun potensinya, selalu diversifikasikan portofolio kamu untuk mengelola risiko.
Kesimpulan
Saham RLCO telah menuliskan sejarah dengan rekor 17 kali ARA beruntun, mengalahkan rekor emiten seperti CDIA. Pencapaian ini didorong oleh kombinasi sentimen pasar yang sangat positif terhadap saham baru dan fundamental kinerja perusahaan yang memang menunjukkan pertumbuhan pesat. Namun, perjalanannya juga diwarnai peringatan dari otoritas bursa yang menandakan tingkat volatilitas dan risiko yang tinggi.
Bagi kamu investor pemula, fenomena RLCO adalah pelajaran berharga. Pasar saham penuh dengan peluang menarik, tetapi kesuksesan berinvestasi justru datang dari pemahaman mendalam, analisis yang hati-hati, dan pengelolaan risiko yang disiplin, bukan dari sekadar mengejar ketenangan sesaat.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membeli dan Menjual Saham di Ajaib
Mulai Investasi Saham di Ajaib!
Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260109063409-17-700884/rlco-ara-17-hari-berturut-turut-emiten-prajogo-pangestu-kalah
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!