IHSG Tetap Menguat di Tengah Konflik AS–Venezuela, Ini 5 Alasan Utamanya
Gloria•January 7, 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan Selasa (6/1) di zona hijau dengan penguatan 25,42 poin atau 0,29% ke level 8.884,62. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela. Alih-alih merespons dengan kepanikan, pelaku pasar justru menunjukkan sikap relatif tenang, menandakan kepercayaan investor terhadap fundamental pasar domestik masih terjaga.
Menariknya, konflik geopolitik kali ini tidak menimbulkan tekanan signifikan seperti pada episode ketegangan global sebelumnya. Pasar cenderung menilai risiko secara lebih terukur, dengan fokus utama tetap pada stabilitas makroekonomi, kebijakan domestik, serta arah pasar global. Berikut beberapa faktor utama yang mendorong IHSG tetap menguat di tengah konflik AS–Venezuela.
1. Pasar Global Dinilai Kebal terhadap Isu AS–Venezuela
Investor menilai konflik antara AS dan Venezuela tidak menimbulkan risiko sistemik terhadap perekonomian global. Skala konflik yang terbatas membuat pelaku pasar lebih fokus pada prospek pemulihan ekonomi dibandingkan kekhawatiran eskalasi geopolitik.
2. Harga Minyak Dunia Relatif Stabil
Salah satu indikator utama kepanikan pasar, yakni harga minyak, terpantau tidak mengalami lonjakan signifikan. Cadangan minyak global yang masih memadai serta kondisi pasokan yang relatif aman membuat risiko gangguan energi dinilai terbatas, sehingga tidak menekan pasar saham secara luas.
3. Kenaikan Harga Emas Dorong Sentimen Sektoral
Meski pasar saham relatif tenang, ketegangan geopolitik tetap mendorong kenaikan harga emas sebagai aset safe haven. Kondisi ini menjadi katalis positif bagi saham-saham emiten pertambangan emas di dalam negeri, yang turut menopang pergerakan IHSG.
4. Insentif Properti Jadi Katalis Domestik
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sektor properti pada 2026. Melalui PMK No. 90 Tahun 2025, pemerintah memberikan PPN DTP 100% untuk rumah baru siap huni dengan harga hingga Rp5 miliar, kebijakan yang diharapkan menjaga daya beli dan mendorong kinerja emiten properti.
5. Fundamental Ekonomi dan Bursa Global Mendukung
Fundamental ekonomi Indonesia tercatat solid, tercermin dari surplus neraca perdagangan US$2,66 miliar serta inflasi Desember 2025 yang tetap terkendali di 2,92% (yoy). Sentimen ini diperkuat oleh tren positif bursa global, dengan Wall Street dan pasar Asia kompak menguat, sehingga memberikan efek limpahan positif ke pasar saham domestik.
Kombinasi faktor global dan domestik tersebut membuat IHSG tetap atraktif di tengah dinamika geopolitik yang berlangsung. Selama risiko global masih terkendali dan fundamental ekonomi tetap solid, pasar saham Indonesia berpotensi mempertahankan momentum positifnya.
Pantau Peluang Saham di Tengah Pasar yang Resilien
Kondisi pasar yang tetap kuat di tengah isu global membuka peluang selektif bagi investor. Dengan Ajaib, kamu dapat memantau pergerakan IHSG, saham sektoral potensial, dan sentimen pasar terkini secara real-time. Mulai investasimu sekarang di Ajaib dan kelola portofolio dengan lebih percaya diri.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
sumber: https://mediaindonesia.com/ekonomi/846975/5-alasan-ihsg-menguat-di-tengah-konflik-as-venezuela-sektor-ini-jadi-primadona
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!