IHSG Dibuka Naik 1%, Rupiah Menguat, Ini Saham yang Jadi Penggerak!
Salsabilla•August 20, 2026

Key Takeaways
- IHSG hari ini dibuka menguat 1,03% ke 6.460,28 pada pukul 09.01 WIB dan kemudian naik lebih tinggi ke 6.476 atau 1,29% pada pukul 09.15 WIB.
- Penguatan IHSG terjadi setelah indeks kemarin melemah 0,86%, dengan sektor bahan baku dan energi menjadi salah satu penggerak utama pada awal perdagangan.
- Rupiah ikut menguat ke Rp17.809/US$ saat pembukaan dan kemudian bergerak ke Rp17.795/US$, tetapi harga minyak dan ketidakpastian arah suku bunga The Fed masih menjadi faktor yang dapat memicu volatilitas.
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat
IHSG hari ini dibuka naik pada perdagangan Kamis (20/8/2026), melanjutkan sentimen positif dari pasar global. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.01 WIB, IHSG berada di level 6.460,28, naik 66,15 poin atau 1,03% dari penutupan sebelumnya di 6.394,13. IHSG sendiri dibuka di level 6.447,25 dan kemudian menyentuh level tertinggi 6.460,28.
Penguatan tersebut juga terlihat dari luasnya partisipasi pasar. Sebanyak 363 saham menguat, sedangkan 105 saham melemah dan 495 saham stagnan. Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai sekitar Rp409,3 miliar, dengan volume 884,1 juta saham dan frekuensi 66.130 kali transaksi. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sekitar Rp11.335 triliun.
Saham Komoditas dan Tambang Jadi Penggerak Utama IHSG
Salah satu faktor yang membuat penguatan IHSG terlihat cukup solid adalah performa sektor berbasis komoditas. Pada awal perdagangan, sektor bahan baku naik 2,10%, menjadi sektor dengan penguatan terbesar. Setelahnya, sektor utilitas naik 1,23% dan sektor energi menguat 1,22%. Kenaikan tersebut sejalan dengan performa sejumlah saham berkapitalisasi besar yang bergerak di area komoditas dan tambang.
Dari sisi kontribusi terhadap indeks, BYAN menjadi salah satu penopang terbesar dengan kontribusi sekitar 6,08 poin, disusul BBCA sebesar 4,71 poin dan AMMN sebesar 4,49 poin. Saham BRMS, EMAS, dan BBRI juga memberikan kontribusi masing-masing sekitar 3,97 poin, 3,23 poin, dan 3,11 poin. Artinya, kenaikan IHSG tidak hanya berasal dari satu saham, tetapi mendapat dukungan dari kombinasi saham komoditas, tambang, dan perbankan.
Rupiah Masih Konsolidasi, The Fed dan Harga Minyak Jadi Kunci
Di pasar valuta asing, Rupiah diperkirakan masih bergerak konsolidatif pada Kamis (20/8/2026), dengan kisaran sekitar Rp17.800-Rp17.900 per US$. Rupiah di pasar NDF pada pagi hari berada di sekitar Rp17.862 per US$, melemah 0,08% setelah sebelumnya dibuka di Rp17.847 per US$. Pergerakan mata uang Asia juga cenderung beragam, dengan ringgit Malaysia menguat 0,33%, sementara won Korea Selatan dan yen Jepang bergerak melemah tipis.
Ada ruang bagi Rupiah untuk mendapatkan dukungan dari melemahnya dolar AS dan turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Indeks dolar AS sebelumnya turun 0,84% ke 98,83, sementara yield US Treasury tenor panjang melandai setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan program buyback obligasi. Kondisi ini dapat mengurangi tekanan terhadap aset emerging market, termasuk Rupiah.
Namun, katalis positif tersebut belum sepenuhnya menghilangkan risiko. Harga minyak yang bertahan di atas US$90 per barel dapat meningkatkan tekanan inflasi impor dan kebutuhan devisa untuk pembayaran energi. WTI tercatat naik 0,77% menjadi US$85,59 per barel, sedangkan Brent naik 0,44% menjadi US$91,42 per barel. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali meningkat turut membuat harga minyak bertahan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75%, dengan Deposit Facility 5% dan Lending Facility 6,5%. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi sekaligus tetap mendukung pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, pasar masih menunggu risalah FOMC untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed, terutama setelah inflasi AS masih berada di atas target 2%.
Strategi Trading yang Bisa Diterapkan
Pembukaan IHSG yang menguat lebih dari 1% memberikan momentum yang menarik, tetapi harga yang sudah bergerak tinggi sejak awal sesi tidak selalu berarti titik masuk terbaik. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah melihat apakah penguatan mampu bertahan setelah volatilitas pembukaan mereda. Trader juga dapat membandingkan pergerakan IHSG dengan sektor yang menjadi pemimpin serta saham-saham yang memiliki kontribusi besar terhadap indeks.
Beberapa pendekatan yang dapat dipertimbangkan dalam kondisi seperti ini:
- Prioritaskan saham dan sektor yang memiliki momentum.
Ketika sektor bahan baku dan energi menjadi pemimpin, trader dapat memantau saham di sektor tersebut yang juga menunjukkan kenaikan volume dan mampu mempertahankan harga setelah pembukaan. Penguatan indeks saja belum cukup jika saham yang dipantau justru kehilangan momentum. - Sesuaikan ukuran posisi dengan volatilitas.
Ketika IHSG bergerak agresif di awal sesi, penggunaan posisi yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko jika terjadi pembalikan. Level cut loss dan target sebaiknya ditentukan sebelum posisi dibuka, bukan setelah harga bergerak berlawanan.
Dengan demikian, Yrader dapat mengamati kombinasi breadth, volume, kekuatan sektor, pergerakan saham penggerak IHSG, Rupiah, serta sentimen global untuk menentukan apakah momentum layak diikuti atau justru lebih baik menunggu retracement.
Pantau Momentum IHSG dan Rupiah untuk Cari Peluang Trading
IHSG hari ini dibuka menguat dengan saham komoditas dan tambang menjadi salah satu penggerak utama. Di sisi lain, Rupiah masih berada dalam fase konsolidasi dengan peluang penguatan, tetapi tetap menghadapi tekanan dari harga minyak yang tinggi dan ketidakpastian arah kebijakan The Fed. Kombinasi kedua faktor tersebut membuat perkembangan pasar sepanjang sesi menjadi lebih penting daripada sekadar melihat angka pembukaan.
Buat kamu yang aktif trading saham, momentum seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk mencari saham yang menunjukkan kekuatan relatif sekaligus menguji apakah penguatan IHSG mampu bertahan. Simak pergerakan harga saham yang berpotensi menguat hari ini di Ajaib, lalu sesuaikan keputusan trading dengan momentum, level risiko, dan kondisi pasar yang sedang berjalan. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Profil Penulis

SEO Writer
Salsabilla Putri merupakan SEO Writer di Ajaib yang berfokus pada penyusunan konten edukasi investasi saham, reksa dana, kripto, serta saham AS dan keuangan secara general. Ia menghadirkan artikel informatif yang membantu pembaca memahami berbagai produk investasi dan tren pasar.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260820071928-17-760770/breaking-news-ihsg-lompat-1-pagi-ini
[2] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260820091502-17-760812/penyebab-ihsg-tancap-gas-naik-1-pagi-ini
[3] https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118928/arah-rupiah-hari-ini-tergantung-sinyal-the-fed-dan-harga-minyak/2
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!