BEI Akan Rombak FCA, Apa Dampaknya Bagi Investor & Pasar Saham Indonesia?
Gloria•February 24, 2026

Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengevaluasi mekanisme Full Call Auction (FCA) di papan pemantauan khusus menjadi sorotan pelaku pasar. Evaluasi ini ditargetkan rampung pada kuartal II-2026 sebagai bagian dari peninjauan berkala atas kebijakan perdagangan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya pendewasaan struktur pasar saham Indonesia di tengah dinamika volatilitas dan perubahan karakter investor.
Evaluasi FCA dan Potensi Dampaknya ke Pasar
FCA pada dasarnya dirancang sebagai mekanisme pengendalian risiko bagi saham-saham yang masuk papan pemantauan khusus, umumnya karena volatilitas ekstrem, likuiditas rendah, atau isu fundamental dan tata kelola. Melalui skema lelang berkala (periodic call auction) dengan order book tertutup, BEI berupaya meredam spekulasi berlebihan dan menjaga stabilitas harga. Namun, kebijakan ini juga sempat mendapat sorotan, termasuk dari FTSE Russell pada 2024, yang menilai mekanisme blind order book dapat mengurangi transparansi dan berdampak pada proses price discovery.
Pejabat sementara BEI menyebut seluruh kemungkinan terbuka, termasuk potensi perubahan kembali ke mekanisme continuous auction apabila dianggap lebih efektif. Evaluasi ini penting untuk menimbang keseimbangan antara perlindungan investor dan efisiensi pasar. Di satu sisi, FCA mampu membatasi lonjakan harga yang tidak wajar. Di sisi lain, pembatasan frekuensi transaksi berisiko membuat saham seolah kehilangan likuiditas karena pelaku pasar enggan masuk.
Apabila terdapat perubahan signifikan dalam kebijakan FCA, dampaknya dapat terasa pada saham berkapitalisasi kecil dan menengah yang selama ini menjadi penghuni papan pemantauan khusus. Saham yang keluar dari skema FCA berpotensi mengalami peningkatan likuiditas dan volatilitas karena kembali diperdagangkan secara reguler. Sebaliknya, saham yang baru masuk FCA cenderung menghadapi tekanan psikologis serta penurunan minat transaksi dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, evaluasi FCA bukan semata-mata karena kebijakan tersebut gagal, melainkan karena dinamika pasar berkembang cepat dan membutuhkan penyesuaian. Bagi pelaku pasar, perubahan ini akan menjadi faktor penting dalam membaca risiko, strategi trading, hingga persepsi investor institusi dan asing terhadap kredibilitas pasar saham Indonesia.
Cermati Perubahan Kebijakan dan Atur Strategimu
Perubahan aturan perdagangan dapat memengaruhi likuiditas dan volatilitas saham tertentu. Karena itu, penting bagi kamu untuk terus memantau kebijakan BEI sekaligus memahami risiko di balik saham yang masuk papan pemantauan khusus. Dengan strategi dan analisis yang tepat, kamu bisa tetap rasional dalam mengambil keputusan dan menjalankan investasi saham sesuai profil risiko dan tujuan keuanganmu.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/bei-bakal-evaluasi-fca-begini-dampaknya-bagi-pasar-saham-indonesia
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!