8 Saham Kena Suspensi Hari Ini, Ada RLCO hingga ZATA
Sarifa•January 21, 2026

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan bahwa keputusan ini adalah bentuk perlindungan bagi investor dan upaya pendinginan pasar.
Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu 21 Januari 2026, mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara (suspensi) perdagangan delapan saham . Langkah ini menyusul lonjakan harga yang sangat tajam dan signifikan dalam waktu singkat . Di antara saham-saham tersebut, dua nama yang mencuri perhatian adalah Saham RLCO (PT Abadi Lestari Indonesia Tbk) dan ZATA (PT Bersama Zatta Jaya Tbk) . Bagi kamu yang baru mulai belajar investasi, kejadian ini adalah pelajaran penting tentang bagaimana pasar modal bekerja dan mengapa perlindungan investor itu diperlukan.
Apa Itu Suspensi Saham dan Mengapa BEI Melakukannya?
Suspensi saham adalah penghentian sementara perdagangan suatu saham di bursa. Ini seperti “time-out” yang diberikan oleh BEI. Tujuannya bukan untuk menghukum, melainkan untuk melindungi investor dan menciptakan stabilisasi pasar .
BEI biasanya mengambil langkah ini ketika terjadi kondisi yang tidak wajar, seperti:
- Lonjakan atau penurunan harga yang sangat drastis dan tiba-tiba, seperti yang terjadi pada saham-saham hari ini .
- Adanya informasi penting dari perusahaan yang perlu ditelaah publik sebelum perdagangan dilanjutkan.
- Dugaan pelanggaran atau aktivitas perdagangan yang mencurigakan.
Dengan memberi jeda, BEI ingin memberikan waktu bagi seluruh investor, terutama pemula, untuk berhenti sejenak, membaca informasi terkini, dan berpikir lebih jernih sebelum membuat keputusan jual atau beli . Ini adalah mekanisme pengawasan yang sehat untuk mencegah kepanikan (panic selling) atau euforia berlebihan (panic buying) yang dapat merugikan banyak pihak.
Deretan Saham yang Kena Suspensi dan Kinclongnya Performa
BEI secara resmi mengumumkan suspensi terhadap delapan emiten berikut mulai sesi I perdagangan 21 Januari 2026 :
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
- PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA)
- PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) dan warrant-nya (BAIK-W)
- PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE)
- PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS)
- PT Indospring Tbk (INDS)
- PT Magna Investama Mandiri (MGNA) dan warrant-nya (MGNA-W)
- PT Satu Visi Putra Tbk (VISI)
Apa yang menyebabkan mereka disuspensi? Jawabannya: kinerja harga yang luar biasa agresif. Mari kita lihat data performa beberapa di antaranya dalam sebulan terakhir sebelum suspensi :
- RLCO: Melonjak 555.14%. Saham perusahaan pengolah sarang burung walet ini tercatat terus meningkat sejak IPO akhir 2025 .
- ZATA: Menguat 85.48%. Emiten fesyen ini sempat melesat dari level Rp6 hingga mencapai Rp143 .
- INDS: Naik 226.75%.
- HOPE: Meningkat 159.85%.
Lonjakan ekstrem seperti inilah yang memicu perhatian BEI. Sebagai perbandingan, dalam periode yang sama, indeks pasar saham Indonesia (IHSG) naik sekitar 27%, sementara indeks saham-saham besar (LQ45) hanya naik 6% . Ini menunjukkan bahwa kenaikan terjadi terutama pada saham-saham berkapitalisasi kecil (small-cap).
Bagaimana Sikap yang Tepat Menghadapi Saham Tersuspensi?
Jika kamu kebetulan memegang saham yang terkena suspensi, atau sedang mengamatinya, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Jangan Panik: Suspensi bersifat sementara. Fokus pada pencarian fakta, bukan rumor.
- Cari Sumber Informasi Resmi: Pantau pengumuman dari BEI dan perusahaan terbuka (emiten) yang bersangkutan. BEI selalu mengimbau investor untuk memperhatikan keterbukaan informasi dari perusahaan .
- Analisis Dasar Perusahaan: Gunakan waktu ini untuk meninjau ulang fundamental perusahaan. Apa produknya? Bagaimana kinerja keuangannya? Apakah kenaikan harganya sejalan dengan kondisi bisnisnya? Contohnya, RLCO adalah perusahaan dengan merek Realfood di bidang produk kesehatan sarang burung walet . Pahami bisnisnya dengan baik.
- Pelajari Status UMA: Selain suspensi, BEI juga punya peringatan lain bernama Unusual Market Activity (UMA), yang baru-baru ini disematkan pada saham ELIT dan BULL . Status UMA adalah sinyal peringatan dini bahwa pergerakan harga saham dianggap tidak wajar, meminta investor untuk lebih berhati-hati.
Suspensi dan Unsuspensi: Dua Sisi Pengawasan Pasar yang Dinamis
Menariknya, pada hari yang sama BEI menjatuhkan suspensi, bursa juga mencabut suspensi (unsuspensi) terhadap delapan saham lainnya . Saham-saham seperti PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) dan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) kembali dapat diperdagangkan .
Ini menunjukkan bahwa pengawasan BEI bersifat dinamis dan berlapis. Kebijakan dibuat untuk merespons kondisi pasar secara real-time. Saham RLCO sendiri pernah mengalami siklus serupa; ia disuspensi pada Desember 2025 karena lonjakan harga, lalu diperdagangkan kembali dan melanjutkan penguatan . Proses ini adalah bagian normal dari mekanisme pasar yang sehat.
Kesimpulan
Peristiwa saham RLCO, ZATA, dan enam emiten lainnya yang kena suspensi mengajarkan kita bahwa investasi bukan sekadar mengejar untung cepat. Pasar yang sehat membutuhkan pengawasan, transparansi, dan investor yang cerdas. Sebagai investor pemula, jadikan momentum seperti ini untuk belajar: memahami aturan main, pentingnya informasi yang akurat, dan mengelola ekspektasi.
Membangun portofoliomu dimulai dari dasar yang kuat. Pelajari seluk-beluk investasi saham, mulai dari membaca laporan keuangan hingga memahami analisis teknikal dan fundamental. Kamu bisa memulai perjalanan investasimu dengan platform yang aman dan terpercaya.
Sumber: https://www.idxchannel.com/market-news/saham-rlco-hingga-zata-kena-suspensi-tak-bisa-diperjualbelikan
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!