Michael Saylor Beraksi Lagi! Strategy Serok 520 Bitcoin dan Amankan Cadangan Kas Rp4,9 Triliun
Salsabilla•June 24, 2026

Di tengah volatilitas pasar kripto, perusahaan besutan Michael Saylor, Strategy, kembali menunjukkan taringnya sebagai korporasi penimbun Bitcoin terbesar di dunia.

Berdasarkan laporan resmi SEC (8-K) per 22 Juni 2026, Strategy mengonfirmasi telah menambah kepemilikan Bitcoin sekaligus mempertebal cadangan dolar AS mereka secara masif.
Berikut adalah rincian manuver keuangan terbaru dari Strategy:
- Borong 520 Bitcoin Baru: Strategy memanfaatkan momentum pasar antara 15 Juni hingga 21 Juni 2026 untuk menyerok 520 BTC senilai US$34,9 juta. Pembelian ini dieksekusi pada harga rata-rata US$67.068 per BTC.
- Total Portofolio Kian Gemuk: Dengan tambahan ini, total kepemilikan Bitcoin mereka meroket menjadi 847.363 BTC. Jika dihitung secara kumulatif, total modal yang sudah dikeluarkan mencapai US$64,1 miliar, dengan harga rata-rata pembelian keseluruhan sebesar US$75.651 per Bitcoin.
- Cadangan Dolar Dipertebal: Tidak hanya fokus pada kripto, perusahaan juga menyuntikkan dana sebesar US$300 juta (sekitar Rp4,9 triliun) ke dalam cadangan kas fiat mereka, membuat total cadangan dolar AS Strategy kini menyentuh US$1,4 miliar. Dana tunai ini disiapkan khusus untuk mendukung pembayaran dividen dan kewajiban utang di masa depan.
Bahan Bakar Dana: Hasil Jual Saham MSTR
Seluruh aksi belanja aset dan pengisian kas fiat ini didanai melalui program penjualan saham publik (at-the-market equity program).

Strategy sukses mengantongi dana segar sebesar US$335,5 juta hasil dari pelepasan saham Kelas A mereka (MSTR) sepanjang periode laporan tersebut.
Strategi pendanaan korporasi ini terus dipantau ketat oleh Wall Street karena model bisnis Strategy kini mulai menjadi cetak biru (template) bagi banyak perusahaan publik lain yang ingin mengadopsi standar kepemilikan Bitcoin ke dalam sistem kas keuangan mereka.
Respons Pasar & Koreksi Saham
Gebrakan investasi ini muncul di tengah koreksi harga saham dan obligasi preferen perusahaan. Pada penutupan perdagangan Kamis pekan lalu, saham MSTR terpangkas 3,46% ke level US$112,53. Sementara itu, saham preferen abadi mereka (STRC) yang didesain stabil di kisaran US$100, terpantau merosot di bawah angka US$90, tepatnya menutup di harga US$88,59.
Meskipun sahamnya terkoreksi, tokoh pendukung Bitcoin, Samson Mow, menjelaskan lewat platform X bahwa penurunan STRC justru memicu “mekanisme perbaikan mandiri” (self-repairing mechanism). Ketika harga STRC berada di bawah US$100, perusahaan akan otomatis menghentikan penerbitan saham baru untuk membatasi pasokan. Skema ini secara tidak langsung meningkatkan daya tarik imbal hasil (yield) bagi para pembeli di harga diskon, sehingga harga pasar lambat laun akan terdorong kembali ke target awal secara organik.
Analisis dibuat pada Rabu, 24 Juni 2026 oleh Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Sekuritas.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Harga aset digital dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!