Kevin Warsh Bikin Bitcoin & Emas Koreksi di FOMC Perdana
Salsabilla•June 18, 2026

Key Takeaways:
- Bitcoin turun dari sekitar US$66.000 ke US$64.400, sementara emas spot melemah dari US$4.380 ke US$4.230 setelah konferensi pers perdana Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.
- Meski suku bunga ditahan di level 3,50%-3,75%, pasar merespons negatif sikap Warsh yang menegaskan fokus penuh pada pengendalian inflasi.
- Penghapusan forward guidance dan proyeksi kenaikan suku bunga pada 2026 memperkuat sentimen risk–off di pasar aset berisiko.
Bitcoin dan Emas Tertekan Setelah Debut Kevin Warsh di FOMC
Bitcoin (BTC) dan emas (Gold) mengalami tekanan jual signifikan setelah Kevin Warsh memimpin konferensi pers pertamanya sebagai Ketua Federal Reserve pada 17 Juni 2026. Tak lama setelah konferensi berlangsung, harga Bitcoin turun dari area US$66.000 ke sekitar US$64.400, sementara emas spot terkoreksi dari kisaran US$4.380 menjadi sekitar US$4.230.
Pelemahan dua aset tersebut terjadi meskipun Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di rentang 3,50%-3,75%. Alih-alih fokus pada keputusan suku bunga, pelaku pasar lebih memperhatikan pesan yang disampaikan Warsh, yang dinilai menunjukkan sikap lebih hawkish dibandingkan kepemimpinan sebelumnya.
Poin Penting dari Debut Kevin Warsh di FOMC
| Poin Utama | Penjelasan |
|---|---|
| Suku bunga ditahan | The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% |
| Fokus inflasi | Warsh menegaskan stabilitas harga menjadi prioritas utama |
| Target inflasi | The Fed tetap berkomitmen mencapai inflasi 2% |
| Forward guidance | Dihapus dari pendekatan komunikasi kebijakan |
| Dot plot 2026 | Sembilan pejabat The Fed melihat setidaknya satu kali kenaikan suku bunga pada 2026 |
Dalam konferensi persnya, Warsh menekankan bahwa inflasi masih menjadi tantangan utama. Ia menyatakan bahwa selama lebih dari lima tahun terakhir inflasi berada jauh di atas target 2%, sehingga Federal Reserve harus menunjukkan komitmen yang lebih tegas dalam mengembalikan stabilitas harga.
Warsh juga menyampaikan bahwa seluruh anggota FOMC memiliki komitmen yang sama terhadap target inflasi tersebut. Menurutnya, pesan mengenai keseriusan The Fed dalam mencapai stabilitas harga belum tersampaikan dengan cukup kuat selama beberapa tahun terakhir dan hal tersebut perlu diperbaiki.
Penghapusan Forward Guidance Bikin Pasar Lebih Waspada
Salah satu perubahan terbesar dalam debut Warsh adalah dihapuskannya forward guidance yang selama ini menjadi acuan pasar untuk memperkirakan arah kebijakan moneter ke depan. Menurut Warsh, kondisi ekonomi saat ini tidak cocok untuk memberikan panduan yang terlalu spesifik mengenai jalur suku bunga.
Beberapa poin penting terkait pendekatan baru The Fed antara lain:
- Tidak ada forward guidance: The Fed tidak lagi memberikan sinyal eksplisit mengenai arah kebijakan berikutnya sehingga pasar harus lebih mengandalkan data ekonomi yang dirilis dari waktu ke waktu.
- Pendekatan berbasis data (data-dependent): Warsh menegaskan keputusan kebijakan akan bergantung pada perkembangan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pasar tenaga kerja.
- Tidak memberikan proyeksi pribadi: Berbeda dengan sejumlah pejabat lainnya, Warsh memilih tidak menyampaikan proyeksi suku bunga pribadinya.
Pendekatan tersebut membuat ketidakpastian pasar meningkat karena investor kehilangan salah satu petunjuk utama yang sebelumnya digunakan untuk mengantisipasi langkah Federal Reserve.
Dot Plot Hawkish Memicu Sentimen Risk-Off
Selain penghapusan forward guidance, pasar juga menyoroti hasil Summary of Economic Projections (SEP) terbaru. Median proyeksi menunjukkan jalur suku bunga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Sebanyak sembilan pejabat Federal Reserve memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga pada 2026. Proyeksi tersebut memperkuat pandangan bahwa era suku bunga tinggi berpotensi berlangsung lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan pasar.
Kombinasi antara komitmen kuat terhadap pengendalian inflasi, pendekatan komunikasi yang lebih ketat, dan peluang kenaikan suku bunga di masa depan memicu sentimen risk-off. Kondisi ini mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk Bitcoin, sekaligus menekan harga emas yang selama ini juga sensitif terhadap ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.
Trading Kripto Lebih Mudah di Ajaib
Pergerakan Bitcoin dan aset kripto global sering kali dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat, termasuk keputusan dan pernyataan pejabat Federal Reserve. Karena itu, memahami perkembangan makroekonomi dapat membantu kamu mengambil keputusan investasi yang lebih terukur. Pantau pergerakan pasar dan mulai investasi kripto dengan lebih percaya diri di Ajaib Kripto. Mulai trading kripto dan download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan informasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Trading kripto memiliki risiko tinggi. Pastikan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan keuangan.
Sumber: Cryptowave
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!