Bedah IPO EMMI: Kantongi Proyek Alkes World Bank dan IsDB Rp780 Miliar, Layak Dilirik?
Tika•June 22, 2026

Key Takeaways
- EMMI membukukan pertumbuhan laba bersih 210% YoY pada FY2025 didorong proyek alat kesehatan dari IsDB dan World Bank.
- Perseroan memiliki jaringan distribusi ke lebih dari 200 rumah sakit dan institusi kesehatan di Indonesia.
- Total proyek yang diperoleh dari IsDB dan World Bank mencapai sekitar Rp780 miliar sepanjang 2024-2025.
Mengenal IPO EMMI
PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) merupakan perusahaan distribusi dan manufaktur alat kesehatan yang telah beroperasi lebih dari dua dekade di Indonesia.
Perseroan bergerak di bidang distribusi alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran, serta memiliki dua fasilitas manufaktur yang berlokasi di Jawa Tengah dan Banten. Saat ini EMMI melayani lebih dari 200 rumah sakit dan institusi kesehatan di Indonesia.
Melalui IPO, EMMI menawarkan sebanyak 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.
Ringkasan IPO EMMI
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Kode Saham | EMMI |
| Sektor | Healthcare |
| Sub-sektor | Distributor & Manufaktur Alat Kesehatan |
| Saham Ditawarkan | 522,9 juta saham |
| Free Float | 30% |
| Harga IPO | Rp446 – Rp515 |
| Dana IPO Maksimum | Rp269,3 miliar |
| Kebijakan Dividen | Maksimal 30% laba bersih mulai FY2027 |
| Listing Perdana | 8 Juli 2026 |
Kantongi Proyek Alat Kesehatan Rp780 Miliar
Salah satu daya tarik utama EMMI adalah keberhasilannya memperoleh proyek pengadaan alat kesehatan dari lembaga internasional.
Pada 2024, EMMI memperoleh tender dari Islamic Development Bank (IsDB) dengan nilai total sekitar Rp631,4 miliar. Kemudian pada 2025, perseroan kembali memperoleh proyek dari World Bank melalui program Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI) senilai Rp149,1 miliar.
Secara total, nilai proyek yang berhasil diperoleh EMMI dari kedua lembaga tersebut mencapai sekitar Rp780 miliar.
Proyek-proyek tersebut mencakup pengadaan berbagai alat kesehatan untuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan, termasuk peralatan bedah listrik (Electrocautery Unit), ruang operasi, hingga kamar ICU.
Kinerja Keuangan Melonjak pada FY2025
Keberhasilan memenangkan sejumlah tender besar berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan EMMI.
Pada FY2025, pendapatan perseroan meningkat 18% secara tahunan menjadi Rp454,6 miliar. Sementara itu, laba bersih melonjak 210% YoY menjadi Rp34,1 miliar.
| Kinerja Keuangan FY2025 | Nilai |
| Pendapatan | Rp454,6 miliar |
| Pertumbuhan Pendapatan | +18% YoY |
| Laba Bersih | Rp34,1 miliar |
| Pertumbuhan Laba Bersih | +210% YoY |
Lonjakan laba yang jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi operasional dan kontribusi proyek dengan margin yang lebih baik.
Namun demikian, investor juga perlu memperhatikan bahwa sebagian besar pertumbuhan tersebut masih berasal dari proyek-proyek pemerintah dan lembaga internasional.
Ketergantungan pada Tender Pemerintah Jadi Risiko Utama
Di balik pertumbuhan yang impresif, terdapat risiko yang perlu dicermati investor.
Pada FY2025, sekitar 98,48% pendapatan EMMI berasal dari segmen pemerintah. Artinya, keberlanjutan kinerja perusahaan masih sangat dipengaruhi oleh belanja kesehatan pemerintah dan realisasi proyek pengadaan alat kesehatan.
Jika terjadi perlambatan pengadaan atau perubahan kebijakan anggaran kesehatan, pertumbuhan EMMI berpotensi terdampak.
Meski demikian, pemerintah telah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp244 triliun dalam APBN 2026. Anggaran tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor alat kesehatan.
Valuasi IPO EMMI
Berikut valuasi EMMI berdasarkan rentang harga penawaran IPO:
| Valuasi | Harga Rp446 | Harga Rp515 |
| Dana IPO | Rp233,2 miliar | Rp269,3 miliar |
| Market Cap | Rp777,3 miliar | Rp897,5 miliar |
| P/E FY2025 | 22,7x | 26,3x |
| PBV FY2025 | 2,0x | 2,1x |
Dengan valuasi P/E sekitar 22,7x hingga 26,3x, EMMI berada pada level yang masih relatif wajar untuk emiten healthcare yang sedang bertumbuh, terutama dengan dukungan backlog proyek dan ekspansi manufaktur yang tengah dijalankan.
Ke Mana Dana IPO Akan Digunakan?
Mayoritas dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perusahaan.
| Penggunaan Dana IPO | Persentase |
| Modal Kerja (Working Capital) | 68,7% |
| Pelunasan Pinjaman Bank Ina Perdana | 18,57% |
| Belanja Modal (Pabrik Cikupa) | 11,80% |
| Biaya Emisi | 0,93% |
Sebagian besar dana akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengadaan proyek yang terus meningkat.
Selain itu, EMMI juga akan menggunakan dana IPO untuk mempercepat pembangunan pabrik di Cikupa yang menjadi fasilitas manufaktur utama perusahaan.
Struktur Pemegang Saham Setelah IPO
Setelah IPO, komposisi kepemilikan saham EMMI akan menjadi sebagai berikut:
| Pemegang Saham | Pasca IPO |
| Surya Gunawan Widjaja | 21% |
| Andrew Ignatius Widjaja | 16% |
| Florian Chris Widjaja | 11% |
| Andrian Matthew Widjaja | 11% |
| Eddy Lie | 10% |
| Publik | 30% |
Dengan free float sebesar 30%, likuiditas saham EMMI di pasar sekunder berpotensi cukup menarik bagi investor ritel maupun institusi.
Jejak Underwriter IPO EMMI
IPO EMMI didukung oleh dua penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia.
Beberapa IPO yang sebelumnya ditangani BRI Danareksa Sekuritas antara lain:
| Emiten | Dana IPO | Performa Hari Pertama |
| DGWG | Rp202 miliar | +24% |
| BOAT | Rp100 miliar | +35% |
| UNTD | Rp400 miliar | -3% |
Sementara itu, PT INA Sekuritas Indonesia belum memiliki rekam jejak IPO yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Prospek Saham EMMI
EMMI memiliki beberapa katalis pertumbuhan yang menarik, antara lain:
- Anggaran kesehatan APBN 2026 sebesar Rp244 triliun.
- Jaringan distribusi ke lebih dari 200 rumah sakit dan institusi kesehatan.
- Fasilitas manufaktur yang mendukung peningkatan produk lokal alat kesehatan.
- Rekam jejak memperoleh proyek besar dari IsDB dan World Bank.
- Potensi pertumbuhan industri alat kesehatan nasional.
Namun investor juga perlu memperhatikan risiko ketergantungan pada proyek pemerintah yang masih mendominasi pendapatan perseroan.
Dengan kombinasi pertumbuhan laba yang kuat, dukungan proyek besar, serta ekspansi manufaktur yang sedang berjalan, EMMI menjadi salah satu IPO sektor healthcare yang layak masuk watchlist investor pada 2026.
Pesan Saham IPO Terbaru di Ajaib
Tertarik mengikuti IPO EMMI? Pesan saham IPO EMMI di Ajaib dengan mudah, bebas biaya pemesanan, dan dana tidak ditahan. Nikmati juga akses ke berbagai instrumen investasi lainnya dalam satu aplikasi. Download sekarang!
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!