Rumah Tangga Masa Kini

Wajib Tahu! Ini Harga Tabung Gas Terbaru di Tahun 2020

Ajaib.co.id – PT Pertamina (Persero) mengaku harga tabung gas bersubsidi atau non-subsidi lebih tinggi ketimbang harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Misalnya saja harga elpiji 3 kg bisa lebih mahal ketika berada di pedagang eceran.

Berdasarkan yang dikutip dari Detik Finance, pada Januari 2020 kemarin, mayarakat dikejutkan dengan kabar kenaikan harga gas Elpiji 3 kilogram. Kenaikan harga itu menyusul pernyataan Kementerian ESDM yang ingin mencabut subsidi bagi masyarakat mampu.

Kenaikan harga ini dibuat untuk membantu pemerintah mengubah skema pemberian subsidi pada gas 3 kg lebih tepat sasaran. Di mana, rencananya, pemerintah akan memberikan subsidi berupa dana tunai kepada masyarakat yang miskin. Sehingga masyarakat tetap membeli gas dengan harga lebih rendah dibandingkan kelompok ekonomi mampu.

Rencana ini juga mengejutkan menteri sektor perekonomian. Di mana, rencana ini tidak pernah pernah dirapatkan namun informasinya sudah bertebaran ke khalayak luas. Awalnya, Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyebut Kementerian ESDM akan mencabut subsidi Elpiji 3 kg.

Nantinya, harga jual gas ini akan disesuaikan dengan harga pasar. Jika benar, diperkirakan harganya bisa mencapai Rp 35.000 per tabung gas elpiji 3 Kg.

Penetapan Harga Elpiji Subsidi

Penetapan harga elpiji bersubsidi 3 Kg sampai tingkat pangkalan ‎berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah (PEMDA). Namun realisasinya, harga elpiji bersubsidi sampai ke konsumen lebih tinggi karena membeli di tingkat pengecer.

Jadi berdasarkan alokasi untuk Elpiji, kami melakukan kontrak dengan agen, secara hukum, tidak ada kontrak kerjasama antara Pertamina dan Hisnawa Migas, kita kontrak sama agen,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, beberapa waktu lalu, dikutip dari Liputan6.com.

Mahal Ketika Terjadi Kelangkaan

Harga Elpiji bisa sangat mahal bila terjadi kelangkaan, seperti yang terjadi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, 21 Agustus lalu. Padahal, harga elpiji 3 Kilogram mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000 per tabung padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp17.500 per tabung LPG.  

Sedangkan untuk isi ulang elpiji 12 kg (tabung biru) seharga Rp 139.000 per tabung, Bright Gas 12 kg seharga Rp 141.000 per tabung, Bright Gas 5,5 Kg seharga Rp 65.000 dan elpiji 50 Kg seharga Rp 593.000 per tabung.

Mengenai penyebab terjadinya kelangkaan yang terjadi di beberapa daerah, Pertamina menyebut adanya momentum hari besar yang terjadi secara berurutan ditambah banyaknya masyarakat yang menggelar hajatan membuat permintaan elpiji mengalami kenaikan. 

Penggunaan Gas Elpiji Sejak 2007

Seperti diketahui, pemerintah memberlakukan konversi dari minyak tanah menjadi gas pada bulan Mei 2007. Pemerintah telah membayar ongkos minyak tanah Rp7.000 sementara menjualnya di dalam negeri sebesar Rp2000. Artinya, pemerintah memberikan subsidi kepada rakyatnya hingga Rp5000.

Pemerintah pun saat itu langsung memproduksi tabung gas ukuran 3 kilogram dan dibagikan gratis beserta kompornya kepada rakyat miskin yang selama ini sangat tergantung pada minyak tanah. Gagasan mengubah minyak tanah ke gas adalah pemikiran Jusuf Kalla, saat masih menjadi Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ide itu sempat ditentang oleh beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Penolakan dilontarkan oleh anggota komisi VII DPR RI waktu itu, yaitu Wahyudin Munawar dari PKS. Dia menulis panjang lebar argumennya di majalah Tempo 3 tahun lalu, termasuk menyoroti target pemerintah menyediakan 60 juta tabung gas dalam waktu singkat.

Menurutnya, kalkulasi pemerintah soal daya dukung untuk mengimplementasikan kebijakan konversi ini tidak tepat dan implementasinya terlalu terburu-buru.

Yang krusial itu kan soal pengadaan tabung gas. Pemerintah menargetkan harus tersedia 60 juta tabung gas dalam waktu yang singkat. Padahal sebelumnya sempat ada kelangkaan baja. Jadi saya curiga, karena ini dipaksakan untuk memproduksi 60 juta tabung sehingga kualitas tabung-tabung itu dibawah standar,” katanya kala itu.

Namun, secara umum tampaknya banyak pihak yang sepakat bahwa kebijakan ini memang sangat membantu Indonesia untuk mengurangi beban subsidi yang selama ini menggerogoti anggaran belanja negara.

Itulah beberapa fakta mengenai harga tabung gas elpiji yang harus kamu tahu. Dengan mengetahui ini, diharapkan kamu bisa memahami pentingnya menjaga kestabilan gas. Karena jika terjadi kelangkaan, harga gas elpiji bisa meningkat 2 kali lipat.

Itulah update mengenai harga tabung gas elpiji. Bagi kamu yang masih merasa mampu, ada baiknya kamu membeli tabung gas selain tabung gas melon ini misalnya tabung gas elpiji 12 Kg, gas LPG pink, dan sebagainya. Dengan begitu, kamu sudah membantu pemerintah dalam mengendalikan subsidi lebih tepat sasaran.

Artikel Terkait