Teknologi

Perkembangan Teknologi Digital Bukan Pengganti Manusia

perkembangan teknologi

Ajaib.co.id – Perkembangan teknologi digital yang semakin menggila seharusnya hanya bertujuan meningkatkan kapasitas manusia, bukan menggantikan fitrahnya sebagai individu yang punya hak pilih. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Sebagai insan milenial, kamu pasti akrab digital dari melek di pagi hari hingga merem di malam hari. Teknologi digital mungkin saat ini mulai merangkak naik ke kategori kebutuhan primer, mengancam kedaulatan sandang dan pangan. Buktinya, para professional online gamer punya mitos harus puasa sebelum dan selama bertanding kejuaraan game online kalau nggak mau kalah!

Semua itu terjadi di otak. Pesona perkembangan teknologi digital yang membius otak memang sering membuat manusia melupakan bagian tubuhnya yang lain, dan akhirnya jadi semakin mirip dengan kondisi sang fisikawan, matematikawan dan astronom genius pencetus teori The Big Bang, Stephen Hawkins.

Ajaibnya Perkembangan Teknologi Digital

Menurut hukum percepatan pengembalian, kecepatan perkembangan teknologi, khususnya teknologi digital, secara eksponen semakin cepat dari waktu ke waktu, karena ada kekuatan kepentingan umum yang mendorongnya maju. Bersifat eksponensial berarti hal ini sama saja dengan sebuah evolusi.

Mengapa Dunia Tergila-gila Perkembangan Teknologi Digital

Indikator bagi profesi ekonomi yang terdekat dengan perkembangan kemajuan teknologi adalah Total Factor Productivity (TFP). TFP mengukur keuntungan produktivitas yang tersisa paska proses akunting terhadap pertumbuhan tenaga kerja dan investasi modal.

Ketika TFP meningkat, berarti jumlah tenaga kerja yang sama yang bekerja pada besaran area dan mesin yang sama, telah sanggup menghasilkan lebih dari yang biasanya mereka hasilkan.

Ini adalah upaya untuk mengukur sekumpulan inovasi yang sulit digambarkan dan penyempurnaan yang menjaga tingkat hidup terus membaik. Artinya, ini sama dengan mencoba memahami rumusan formulasi Steve Job’s yang terkenal: Kerja Lebih Cerdas.

Jika TFP flat, begitu pula halnya tingkat kehidupan. Dan nyatanya TFP memang flat dalam puluhan tahun terakhir. Sejak 1970, TFP hanya tumbuh 1/3 dari angka pertumbuhan sepanjang 1920-1970.

Lalu mengapa para kapitalis ventur tetap saja optimis dan puas diri? Mungkinkah karena kepentingan pribadi dalam pekerjaan? Kekecewaan di sektor ekonomi lain telah membuat Silicon Valley lebih makmur, lebih penting dan bernilai? Dengan sedikitnya kemajuan lain yang berkompetisi demi publisitas dan investasi, dana dan prestige mengalir ke sebuah sektor ekonomi yang sedang mendorong maju jauh ke depan. Jika kamu terlibat dalam sektor IT, kamu bagaikan seorang petani di tengah wabah kelaparan, kebanjiran order dan keuntungan!

Perkembangan Teknologi Digital Memperkuat atau Menggantikan Manusia?

Dalam seminar Humanizing Technology in Mananging Tomorrow People, Chairman IHRS 2018, Shauqi Gombang Aleyandra mengakui bahwahasil penelitian McKinsey Global Institute menyatakan bahwa hanya sekitar 5-15% dari total jenis pekerjaan di masa sekarang yang dapat diotomasikan secara penuh hingga 10 tahun ke depan.

Revolusi ekonomi 4.0. yang merupakan transformasi besar dalam bisnis industri kini tengah harus dihadapi dunia.

Kemampuan tenaga kerja manusia untuk beradaptasi dengan teknologi merupakan hal yang tak lagi bisa terelakkan. Teknologi akan mendorong manusia untuk jadi lebih kreatif, inovatif dan intuitif, namun ia tak dapat menggantikan kinerja manusia.

Tak seharusnya dianggap sebuah ancaman, teknologi adalah alat bantu bagi manusia untuk meningkatkan kualitas diri dan pekerjaannya menjadi kemampuan kompleks. Kilang minyak di laut lepas misalnya, adalah contoh pekerjaan yang semuanya menggunakan kecanggihan teknologi otomasi digital yang dikendalikan programmer dan operator dari darat. Ada pekerjaan yang tak bisa tergantikan oleh teknologi, tapi ada pula pekerjaan yang tidak bisa jalan tanpa teknologi.

Kekhawatiran Tentang Perkembangan Teknologi Digital

Salah satu paradoks terbesar dari kehidupan digital yang dipahami dan dieksploitasi oleh raksasa teknologi adalah: hal yang dilakukan berbeda dari hal yang dikatakan. Polling demi polling menunjukkan semakin banyak masyarakat dunia yang mengkhawatirkan privasi online, dan tidak mempercayakan data mereka pada firma teknologi besar, meski terus lanjut saja meng-klik, sharing dan posting karena menyukai kecepatan dan kenyamanan di atas segalanya.

Tahun 2018 tetap terparah akibat maraknya neo-luddites, yaitu komunitas anti-teknologi baru. Tiap abad memiliki luddites-nya masing-masing, namun penulis Blake Snow menyatakan bahwa kaum luddites saat ini lebih cocok dijuluki sebagai luddism reformasi, yaitu sebuah kalangan yang meskipun memandang teknologi dengan skeptis, tetap mengakui juga manfaatnya, sambil menyadari bahwa perkembangan teknologi juga menimbulkan masalah. Dan yang terpenting adalah: berpikir bahwa pasti ada jalan untuk menanggulanginya.

Lebih nyata lagi, hampir semua kalangan tampaknya kini telah tersadarkan bahwa ada kerugian psikologi akibat kebiasaan ngecék, menggeser dan berlama-lama terpaku menatap screen, yang tak lagi terbatas di kalangan intelektual dan akademisi. Para orang tua juga kompak cerewet tentang batasan screen time. Hampir semua konferensi teknologi saat ini juga semakin sering mengedepankan pertanyaan: apakah perkembangan teknologi sudah melangkah terlalu jauh? Apakah semua ini betul-betul demi kebaikan.

Respons firma-firma teknologi besar menjadi bukti bahwa semua ini memang merupakan ancaman serius. Facebook mengakui bahwa terlalu banyak menghabiskan waktu di situs mereka akan berakibat buruk bagi kesehatan, dan akan berupaya menanggulanginya. Investor Apple pun meminta manajemen untuk mendorong konsumen menggunakan produknya dengan lebih mawas diri.

Pertumbuhan ekonomi memang bukanlah segala-galanya, dan perkembangan teknologi digital sangat bermanfaat tapi sekaligus juga merugikan kehidupan manusia. Bayangkan saat nanti mobil tak berpengemudi mulai memenuhi jalanan. Industri ini akan menciptakan lapangan pekerjaan baru berupah fantastis dalam sektor robotik, pembelajaran mesin dan teknik. Bagi orang dengan kualifikasi yang tepat, itu hal yang bagus. Dan bagi para pengemudi taksi dan truk? Percayalah, pasti masih ada sejumlah lapangan pekerjaan. Bukannya lantas harus langsung mengikuti training untuk jadi web-developer atau spesialis pembelajaran mesin, karena itu adalah sebuah usulan yang halu, melainkan pekerjaan lepasan yang berupah lebih rendah.

Kesadaran bahwa selain merupakan suatu berkah, perkembangan teknologi tidaklah juga selalu membawa keuntungan, ataupun bisa dihindari. Jadi, manfaatkan teknologi digital seoptimal mungkin untuk berinvestasi demi kebebasan finasial di masa depan, khususnya investasi reksa dana yang berintegritas, fleksibel dan menguntungkan seperti Ajaib. Dengan aplikasi mudah, menu pilihan paket investasi variatif, minimum modal hanya Rp10.000 dan menyandang status kelulusan dari program pembinaan inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley, serta pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan. Ajaib tetap jadi pilihan cerdas untuk kaum milenial!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang. 

Artikel Terkait