Ajaib
Menu

Berita

Rekomendasi Investasi Terbaik untuk Mendapatkan Passive Income

GloriaNovember 18, 2025

Rekomendasi Investasi Terbaik untuk Mendapatkan Passive Income

Membangun sumber pendapatan pasif menjadi salah satu strategi penting dalam perencanaan finansial jangka panjang. Tujuannya adalah menciptakan arus kas berkelanjutan tanpa harus terus bergantung pada pendapatan aktif dari pekerjaan utama. Berbagai instrumen investasi dapat membantu menghasilkan passive income, mulai dari risiko rendah hingga tinggi, sehingga investor dapat menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan profil risiko.

Apa Itu Passive Income?

Pendapatan pasif adalah pemasukan yang diperoleh tanpa harus terlibat aktif dalam proses penghasilannya setiap waktu. Contoh passive income antara lain dividen saham, sewa properti, kupon obligasi, serta imbal hasil dari instrumen keuangan seperti reksa dana. Peran passive income semakin penting karena membantu membangun kestabilan finansial, terutama dalam jangka panjang.

Mengapa Passive Income Penting dalam Perencanaan Keuangan?

Berikut beberapa manfaat utama memiliki passive income:

  • Melindungi Nilai Aset dari Inflasi — Pendapatan pasif membantu aset kamu tetap tumbuh seiring kenaikan harga barang dan jasa.
  • Menambah Arus Kas Bulanan — Passive income menciptakan pemasukan tambahan tanpa harus bekerja lebih banyak.
  • Mempersiapkan Dana Pensiun — Cocok sebagai sumber pendapatan jangka panjang ketika kamu masuk masa pensiun.
  • Membangun Stabilitas dan Kekayaan Finansial — Semakin konsisten sumber passive income, semakin kuat pondasi keuangan kamu di masa depan.

1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang mengalokasikan dana pada instrumen berisiko rendah seperti deposito dan obligasi jangka pendek. Kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang cenderung naik stabil memberikan potensi passive income meski dengan imbal hasil moderat. Instrumen reksa dana cocok untuk investor pemula, dana darurat, atau siapa pun yang membutuhkan instrumen rendah risiko dengan kestabilan nilai yang relatif terjaga.

2. Deposito

Deposito memberikan passive income melalui bunga tetap sesuai dengan tenor yang kamu pilih—mulai dari 1 bulan, 3 bulan, hingga 12 bulan atau lebih. Karena sebagian besar produk deposito dijamin oleh lembaga penjamin simpanan (selama memenuhi syarat), instrumen ini tergolong berisiko rendah. Kelebihannya adalah bunga yang stabil dan prediktabilitas hasil, sehingga cocok bagi investor konservatif atau mereka yang lebih mengutamakan keamanan modal. Namun, return deposito umumnya lebih rendah dibandingkan instrumen lain dan dana juga tidak fleksibel karena hanya bisa dicairkan setelah jatuh tempo. Meski begitu, bagi kamu yang ingin membangun passive income dengan risiko minimal, deposito tetap menjadi opsi yang solid.

3. Obligasi Pemerintah (ORI/SBR/Sukuk)

Obligasi pemerintah seperti ORI, SBR, dan sukuk memberikan imbal hasil berupa kupon secara berkala—biasanya dibayarkan bulanan atau triwulanan. Karena obligasi ini dijamin oleh pemerintah, instrumen ini tergolong sangat rendah risiko sehingga cocok dijadikan sumber passive income jangka panjang. Sebagai gambaran, seri ORI dan SBR terbaru menawarkan kupon kompetitif di kisaran 6–7% per tahun, tergantung seri dan periode penerbitannya. Kupon tersebut bersifat tetap (fixed) untuk ORI dan fleksibel mengikuti suku bunga BI (floating with floor) untuk SBR, sehingga dapat memberikan perlindungan tambahan di tengah perubahan kondisi ekonomi.

4. Saham Dividen Indonesia

Saham dividen memberikan passive income melalui pembagian dividen kepada pemegang saham secara berkala. Umumnya, sektor seperti telekomunikasi, consumer goods, dan perbankan syariah menjadi favorit karena rekam jejak pembagian dividennya yang relatif konsisten. Namun perlu diingat, meski dividen terlihat menarik, harga saham tetap dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar, laporan kinerja, kebijakan suku bunga, hingga sentimen ekonomi global. Karena itu, strategi terbaik adalah memilih saham perusahaan dengan fundamental kuat, rekam jejak konsisten, dan distribusi dividen yang sehat.

5. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Instrumen ini menempatkan sebagian besar dana pada obligasi pemerintah maupun korporasi. Return yang diperoleh investor berasal dari imbal hasil kupon obligasi dalam portofolio yang dikelola oleh manajer investasi. Kupon ini kemudian dapat direinvestasikan untuk mendorong efek compounding, sehingga hasil investasi dapat tumbuh lebih optimal seiring waktu. Karena pergerakannya cenderung lebih stabil dibanding saham dan memberikan potensi return lebih tinggi dibanding reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap umumnya cocok bagi investor dengan horizon waktu menengah (2–5 tahun), terutama yang mengutamakan kestabilan arus pendapatan pasif tanpa volatilitas pasar yang terlalu tinggi.

6. Properti Sewa (Rumah, Kamar, Ruko, Apartemen)

Salah satu bentuk passive income yang paling umum adalah pendapatan sewa dari properti. Pendapatan berasal dari pembayaran sewa bulanan atau tahunan oleh penyewa. Faktor penentu return sangat dipengaruhi oleh lokasi strategis, tingkat permintaan, kualitas bangunan, dan kondisi pasar properti. Namun, sebelum memulai, penting memahami bahwa modal awal yang dibutuhkan biasanya cukup besar, mulai dari pembelian properti hingga biaya renovasi atau perawatan. Risiko kekosongan juga perlu diperhitungkan, terutama jika properti tidak tersewa dalam periode tertentu sehingga arus kas dapat terhenti sementara. Oleh karena itu, analisis pasar dan manajemen aset yang baik menjadi hal penting sebelum berinvestasi dalam properti sewa.

7. Kripto (Pendapatan dari Staking / Yield)

Di pasar aset digital, beberapa aset kripto menawarkan potensi passive income melalui mekanisme seperti staking, lending, atau yield farming. Dalam staking, investor “mengunci” aset kripto mereka untuk membantu menjaga keamanan jaringan blockchain, dan sebagai imbalannya menerima reward dalam bentuk token tambahan. Sementara itu, yield farming dan lending memungkinkan investor memperoleh bunga atau insentif dari partisipasi dalam protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi). Meskipun potensi return dari metode ini dapat menarik dan kadang jauh lebih tinggi dibanding instrumen tradisional, pasar kripto dikenal memiliki volatilitas ekstrem yang dapat mempengaruhi nilai aset dalam waktu singkat. Selain itu, terdapat risiko platform seperti peretasan, kegagalan smart contract, hingga risiko regulasi yang perlu dipertimbangkan sebelum berinvestasi. Oleh karena itu, instrumen passive income berbasis kripto lebih cocok bagi investor agresif yang memiliki toleransi risiko tinggi dan paham karakteristik pasar aset digital.

8. Saham US

Saham luar negeri, terutama saham-saham di pasar Amerika Serikat, sering menjadi pilihan investor karena reputasinya dalam memberikan dividen yang stabil, valuasi perusahaan yang kuat, serta keberadaan perusahaan global yang sudah mapan di berbagai sektor seperti teknologi, kesehatan, dan konsumsi. Berinvestasi pada saham US juga semakin mudah karena kini kamu dapat membeli instrumen tersebut melalui Ajaib yang mendukung akses pasar global.

Perbandingan Passive Income Berdasarkan Risiko & Return

InstrumenRisikoPotensi ReturnCocok Untuk
Reksa Dana Pasar UangRendahRendah–SedangPemula & konservatif
DepositoRendahRendahKonservatif
Obligasi PemerintahRendahSedangInvestor pemula–menengah
Saham DividenSedangSedang–TinggiInvestor menengah
Reksa Dana Pendapatan TetapRendah–SedangSedangInvestor pengelola dana jangka menengah
Properti SewaSedangSedang–TinggiInvestor modal besar
Kripto StakingTinggiTinggiInvestor agresif
Saham USSedangSedang–TinggiDiversifikasi global

Strategi Membangun Portofolio Passive Income yang Seimbang

Berikut panduan membangun portofolio passive income yang lebih seimbang:

  1. Kombinasikan 2–4 Instrumen — Hindari hanya mengandalkan satu instrumen. Perpaduan reksa dana pasar uang, obligasi, saham dividen, atau properti dapat membantu menyebar risiko dan menjaga potensi return tetap menarik.
  2. Disiplin dalam Reinvestasi — Keuntungan seperti kupon obligasi, bunga deposito, atau dividen sebaiknya tidak langsung digunakan, melainkan diinvestasikan kembali agar efek compounding bekerja optimal.
  3. Sesuaikan dengan Tujuan Keuangan — Pilihan instrumen passive income perlu disesuaikan dengan tujuan finansial, seperti dana pensiun, pendidikan, atau tambahan arus kas.
  4. Evaluasi Setiap 6–12 Bulan — Lakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan portofolio tetap selaras dengan kondisi pasar serta tujuan yang telah ditetapkan.

Kesalahan Umum Saat Membangun Passive Income

Berikut beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat membangun sumber passive income:

  1. Terlalu Berfokus pada Return Tinggi — Banyak investor tergoda mengejar instrumen dengan imbal hasil besar tanpa mempertimbangkan risiko di baliknya. Strategi ini dapat berujung pada kerugian besar jika pasar berbalik atau instrumen mengalami volatilitas tinggi.
  2. Kurang Melakukan Diversifikasi — Menempatkan seluruh dana pada satu instrumen dapat meningkatkan risiko signifikan. Diversifikasi diperlukan agar portofolio tetap sehat dan stabil dalam berbagai kondisi pasar.
  3. Mengabaikan Biaya dan Pajak — Biaya transaksi, biaya pengelolaan, serta pajak dapat menurunkan return bersih yang diterima. Memahami struktur biaya membantu investor membuat keputusan yang lebih realistis terhadap potensi keuntungan.
  4. Overtrading atau Terlalu Sering Bertransaksi — Melakukan transaksi berlebihan dapat mengurangi potensi passive income karena biaya dan volatilitas. Pendekatan yang lebih teratur dan terencana akan lebih efektif dalam jangka panjang.

Kesimpulan: Mulai Kecil, Konsisten, dan Disiplin

Langkah awal dalam membangun passive income bisa dimulai dari nominal kecil. Kuncinya adalah konsisten, sabar, dan tetap fokus pada tujuan jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, kamu dapat menambah instrumen secara bertahap, melakukan evaluasi berkala, dan memperbaiki strategi berdasarkan kondisi pasar agar hasilnya semakin optimal.

Mulai Investasi Reksa Dana dan Bangun Passive Incomemu!

Jika kamu ingin mulai dengan instrumen yang mudah diakses, fleksibel, dan cocok untuk belajar, reksa dana dapat menjadi langkah awal yang tepat. Kamu bisa mulai dari nominal kecil, mempelajari risikonya, lalu meningkatkan alokasi ketika lebih percaya diri. Mulai di Ajaib!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi reksa dana mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual. Harga reksa dana dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Rekomendasi Investasi Terbaik untuk Mendapatkan Passive Income - Ajaib