Saat IHSG Anjlok 4,38%, Purbaya Justru Sarankan Investor Serok Saham
Tika•May 18, 2026

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons dengan tenang fluktuasi yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pergerakan pasar modal sempat mencatatkan penurunan signifikan hingga 4,38%, atau melemah sekitar 292 poin hanya dalam waktu 1,5 jam perdagangan pada Senin (18/5/2026).
Menurut Menkeu, dinamika pasar seperti ini merupakan hal yang lumrah dan justru membuka peluang strategis bagi para pelaku pasar untuk melakukan akumulasi saham. Penurunan harga aset dinilai menjadi momentum berharga untuk mendapatkan saham-saham berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Analisis Teknikal dan Potensi Rebound Jangka Pendek
Menkeu Purbaya mengimbau para investor untuk tidak bersikap panik dalam menghadapi volatilitas pasar saat ini. Berdasarkan analisis teknikal terhadap pergerakan indeks, ia optimis bahwa pasar akan segera mengalami pemulihan (rebound) dalam kurun waktu satu hingga dua hari ke depan.
Pihaknya menekankan bahwa pelemahan yang terjadi pada nilai tukar Rupiah maupun IHSG saat ini cenderung didorong oleh sentimen pasar jangka pendek. Oleh karena itu, fokus utama pemerintah adalah tetap menjaga stabilitas fundamental makroekonomi nasional agar agenda pembangunan jangka panjang tidak mengalami gangguan.
Aksi Korporasi Pemerintah Melalui Pasar Obligasi
Sebagai langkah konkret menjaga stabilitas pasar keuangan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan secara aktif melakukan intervensi di pasar obligasi negara. Langkah ini diimplementasikan melalui skema Bond Stabilization Fund (BSF) yang telah berjalan sejak pekan lalu dan akan ditingkatkan intensitasnya.
Melalui penguatan dana stabilisasi ini, pemerintah berkomitmen untuk mengendalikan pasar surat utang guna mencegah adanya aksi jual masif oleh investor asing yang dikhawatirkan memicu risiko kerugian modal (capital loss). Langkah strategis ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menopang pergerakan nilai tukar Rupiah agar tetap berada dalam koridor yang aman.
Perbedaan Mendasar dengan Kondisi Krisis Historis
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa situasi ekonomi Indonesia saat ini memiliki parameter yang jauh berbeda dibandingkan dengan krisis finansial yang terjadi pada tahun 1997-1998 silam. Pada periode masa lalu, pelemahan ekonomi dipicu oleh ketidakstabilan sosial-politik yang mendalam serta arah kebijakan ekonomi yang kurang tepat setelah mengalami resesi yang berkepanjangan.
Sebaliknya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia hari ini berada dalam posisi yang tangguh. Pertumbuhan ekonomi nasional masih mencatatkan performa yang kuat dan tidak sedang berada dalam fase resesi. Ruang kebijakan fiskal dan moneter yang tersedia masih sangat memadai bagi pemerintah untuk melakukan penyesuaian serta perbaikan yang diperlukan guna memitigasi sentimen negatif pasar global.
Ubah Volatilitas Pasar Menjadi Peluang Investasi Anda!
Jangan lewatkan momentum emas di pasar saham. Mulai perjalanan investasi Anda bersama Ajaib, platform investasi saham aman, tepercaya, dan berizin OJK. Dapatkan akses ke analisis teknikal komprehensif, berita pasar terkini, dan kemudahan bertransaksi dalam satu aplikasi. Daftar Ajaib dan download aplikasinya di Play Store & App Store.
Sumber: https://investortrust.id/macro/103556/ihsg-anjlok-4-38-purbaya-jangan-takut-serok-ke-bawah-sekarang
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
