Cryptocurrency

Apa Itu Cryptocurrency Dan Apa Saja Jenisnya?

Sumber: Pixabay

Ajaib.co.id – Kata ‘cryptocurrency’ makin populer belakangan ini. Namun, belum banyak yang mengetahui persis arti kata tersebut. Sebenarnya, apa itu cryptocurrency?

Kata cryptocurrency mulai menyeruak sejak tahun 2013 silam. Pada dasarnya, cryptocurrency adalah sebuah mata uang digital atau virtual, seperti dilansir dari Investopedia. Peredaran cryptocurrency dijamin oleh cryptography. Jaminan dari cryptography menjadikan mata uang digital ini hampir tidak mungkin dipalsukan.

Apa Itu Cryptocurrency?

Mengutip dari BitDegree, rincian definisi cryptocurrency dapat ditelaah dari karakteristik dan kegunaannya. Penjelasannya ada di bawah ini.

  • Digital

Tidak ada bentuk fisik cryptocurrency yang bisa dibawa ke mana-mana layaknya uang kertas atau logam. Cryptocurrency hanya berlaku di jaringan internet secara online.

  • Peer-to-peer

Apakah cryptocurrency dapat digunakan untuk berbagai transaksi, baik dalam skala individu atau organisasi? Cryptocurrency bersifat peer-to-peer atau dari satu orang ke orang lainnya.

  • Global

Cryptocurrency tidak berbeda di satu negara dengan negara lainnya. Dengan kata lain, cryptocurrency berlaku universal di tiap negara. Oleh sebab itu, transaksi menggunakan cryptocurrency dapat dilakukan secara bebas antarnegara tanpa terpengaruh oleh kurs.

  • Terenkripsi

Meski bersifat universal, pada cryptocurrency terdapat kode tersendiri bagi penggunanya untuk bertransaksi. Saat menggunakan cryptocurrency, pengguna tidak bisa melihat siapa yang bertransaksi dengannya. Dalam setiap transaksi menggunakan cryptocurrency, tidak akan muncul nama asli si penggunanya. Tak hanya itu, tidak ada aturan apapun tentang siapa yang bisa menggunakan cryptocurrency dan digunakan untuk apa.

  • Terdesentralisasi

Setiap orang bertanggung jawab atas cryptocurrency yang mereka miliki sendiri. Tidak ada pihak ketiga yang menengahi setiap transaksi, seperti bank. Hal ini berbeda dengan penggunaan uang konvensional yang biasanya melibatkan bank sentral di negara uang tersebut dikeluarkan. 

Meski bersifat desentralisasi, seluruh transaksi yang menggunakan mata uang digital ini tetap dicatat dan dipantau dalam sistem jaringan cryptocurrency. Pencatatan tersebut dilakukan oleh ‘penambang’ cryptocurrency. Dari pencatatan tersebut, ‘penambang’ akan menerima sejumlah komisi berupa uang atau aset digital yang bisa dipakai. 

  • Truthless

Sangat sulit untuk menaruh kepercayaan pada individu dalam sistem transaksi menggunakan cryptocurrency. Jadi, jangan menaruh kepercayaan kepada siapa pun dalam sistem tersebut. 

Dipakai untuk bertransaksi virtual dalam jaringan internet, cryptocurrency menggunakan sandi-sandi rahasia yang cukup rumit. Sandi-sandi tersebut berfungsi melindungi dan menjaga keamanan cryptocurrency. 

Hal ini merujuk asal kata ‘cryptocurrency’ yang berasal dari gabungan dua kata, yaitu ‘cryptography’ yang mempunyai arti ‘kode rahasia’ dan ‘currency’ yang berarti mata uang. Konsep kriptografi sendiri telah dikenal sejak Perang Dunia ke-2. Kriptografi kala itu digunakan antara lain oleh Jerman guna mengirimkan kode-kode rahasia agar informasi tidak mudah diketahui oleh pihak lawan.

Jenis-jenis Cryptocurrency

Ada beragam jenis cryptocurrency yang bisa digunakan untuk bertransaksi. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Bitcoin

Bitcoin merupakan jenis cryptocurrency pertama dan paling populer hingga sekarang. Jenis cryptocurrency ini pertama kali muncul pada tahun 2009 oleh pihak yang bernama Satoshi Nakamoto.

Belum diketahui dengan jelas Satoshi Nakamoto merupakan nama orang, kelompok, atau perusahaan. Pada November 2019, ada lebih dari 18 juta Bitcoin yang diperdagangkan dengan total market value sekitar US$146 miliar. Hingga kini, sekitar 68% cryptocurrency adalah Bitcoin.

  • Litecoin

Dua tahun setelah Bitcoin ‘meluncur’, munculah Litecoin. Litecoin merupakan mata uang digital peer-to-peer (P2P) yang menghasilkan blok baru (yang membentuk blockchain). Blockchain ini memungkinkan kecepatan transaksi bertambah lebih cepat. Di samping kecepatannya yang lebih tinggi, Litecoin tak harus memerlukan sistem komputasi yang powerful.

  • Dogecoin

Pada Desember 2013, muncul Dogecoin. Istilah ‘dogecoin’ sendiri diambil dari anjing Shiba Inu yang juga sekaligus menjadi maskotnya. Dogecoin dikenal sebagai cryptocurrency yang paling bersahabat.

Hal ini karena komunitas yang kerap menggunakan mata uang digital ini sering melakukan donasi, amal, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Dogecoin memiliki nilai yang jauh lebih rendah daripada Bitcoin. Maka, tidak heran jika pengguna biasanya menggunakan jenis cryptocurrency ini untuk transaksi kecil, seperti donasi atau sekadar memberi tip. 

  • BitcoinCash

Baru ‘meluncur’ pada Agustus 2017, popularitas BitcoinCash cukup cepat meroket. Buktinya, jenis mata uang digital ini menempati lima cryptocurrency terbaik.

Jenis ini diluncurkan karena adanya sekelompok pengguna Bitcoin tidak setuju atau memiliki pandangan berbeda dengan beberapa aturan yang berlaku.

Kelompok pengguna Bitcoin ini kemudian membentuk mata uang digital sendiri yang bernama BitcoinCash. Mereka melakukan sejumlah improvisasi yang bagi kelompok tersebut menutupi kelemahan Bitcoin.

  • Feathercoin

Feathercoin adalah jenis cryptocurrency yang bersifat open source. Feathercoin dikembangkan oleh Peter Bushnell, seorang IT Officer di Oxford University pada April 2013. Feathercoin memiliki kemiripan dengan Litecoin dan berada di bawah lisensi MIT/X11.

Selain menggunakannya sebagai alat transaksi, saat ini banyak pengguna yang memanfaatkan cryptocurrency sebagai instrumen investasi. Hal ini disebabkan oleh naik turunnya nilai cryptocurrency. Semakin banyak orang yang percaya pada cryptocurrency, maka nilainya akan semakin tinggi. Begitu pun sebaliknya, nilainya akan turun seiring memudarnya tingkat kepercayaan orang terhadapnya. 

Fluktuasi cryptocurrency pun terbilang cukup signifikan bak roller coaster. Hari ini, pengguna yang menjadikan cryptocurrency sebagai instrumen investasi bisa meraup untung banyak, esok hari bisa pula menanggung kerugian yang lebih banyak.

Cryptocurrency adalah mata uang digital yang dilakukan berbasis jaringan internet dan digunakan pihak-pihak tertentu dengan identitas terjamin kerahasiaannya.

Namun, hal itu tidak membuat cryptocurrency minim risiko. Tanpa payung hukum jelas, transaksi menggunakan uang digital berisiko tinggi. Tambah pula, alpanya pihak ketiga, seperti lembaga negara, dalam transaksi berarti tidak adanya perlindungan kepada pengguna. 

Sumber: Apa Itu Cryptocurrency? Yuk, Kita Kenali Lebih Jauh! dan Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Cryptocurrency dalam Dunia Finansial, dengan perubahan seperlunya.

Artikel Terkait