Aset Kripto

Apa itu Cardano (ADA)? Pengertian dan Cara Kerjanya bagi Pemula

Apa itu Cardano (ADA)

Ajaib.co.id – Dalam beberapa bulan terakhir, Cardano (ADA) telah menarik perhatian banyak pihak. Di mana, Cardano merupakan salah satu project blockchain proof-of-stake yang memiliki potensi yang baik dimasa depan. 

Cardano telah menjadi salah satu aset blockchain yang memiliki market cap yang besar dan roadmap yang menarik di industri cryptocurrency hingga saat ini, tidak heran hal tersebut menarik perhatian investor dan developer.

Ingin tahu lebih banyak soal aset blockchain yang ini? Baca artikel ini untuk mengetahui apa itu Cardano (ADA), sejarah, juga cara kerjanya!

Sejarah Cardano

Proyek Cardano diluncurkan pada tahun 2015, dengan tujuan mengembangkan blockchain yang berfokus pada analisis ilmu pengetahuan. Charles Hoskinson yang juga merupakan salah satu pendiri Ethereum dimana ia dan Jeremy Wood meninggalkan Ethereum menyusul perselisihan internal. Lalu, mereka mendirikan perusahaan baru, Input Output (IOHK), yang kemudian meluncurkan jaringan Cardano dan token ADA pada tahun 2017. Proyek Cardano mengumpulkan lebih dari $60 juta dalam ICO pada tahun 2017.

Apa itu Cardano (ADA)?

Sesudah mengetaui sejarahnya, waktunya kamu memahami apa itu Cardano. Cardano dikenal sebagai blockchain generasi ketiga dengan menggunakan konsensus blockchain proof-of-stake (PoS) yang dirancang untuk menjadi alternatif yang lebih efisien untuk jaringan proof-of-work (PoW).

Token ADA memiliki persediaan terbatas sejumlah 45 miliar ADA. Pasokan ADA yang beredar saat ini pada Q2 2022 adalah 33,9 miliar, menyisakan 11,1 miliar sisanya untuk insentif bagi validator di jaringan Cardano.

Cardano merupakan project blockchain yang dirancang berdasarkan peer-reviewed academic research. Dikembangkan dan diteliti oleh tim yang kompeten yang terdiri dari insinyur, ahli matematika, ilmuwan, dan profesional di bidang blockchain.

Penelitian mereka difokuskan untuk membangun jaringan terdesentralisasi yang terukur, aman, dan efisien dengan mengambil pendekatan ilmiah untuk penelitian dan pengembangan blockchain di cardano.

Platform blockchain Cardano bersifat open-source yang didukung oleh token cryptocurrency ADA, banyak digunakan untuk meng-host sistem dan aplikasi yang terdesentralisasi secara global. 

Tidak seperti cerita asal Bitcoin (BTC), Cardano tidak memiliki “white paper” resmi untuk menentukan posisinya dalam market aset kripto. Menurut foundernya, Charles Hoskinson membayangkan membangun lapisan sistem untuk memecahkan masalah yang ada dalam ekosistem aset kripto lainnya.

Dengan tujuan ini, Hoskinson mendirikan tiga entitas — Cardano Foundation, Input Output (IOHK) dan EMURGO — untuk mengembangkan ekosistem blockchain yang dibangun di atas protokol konsensus Proof of Stake (PoS). 

Bagaimana Cara Kerja Cardano?

Untuk memahami apa itu Cardano lebih lanjut, kamu juga perlu memahami cara kerjanya. Cardano bekerja sedikit berbeda dibandingkan dengan blockchain lainnya. Blockchain Cardano memiliki dua lapisan (layer), yaitu settlement layer (CSL), dan computational layer (CCL).

Layer pertama (CSL) telah selesai dan sudah berfungsi. Ini memungkinkan kamu untuk mengirim dan menerima token ADA, dari satu dompet ke dompet lainnya. Hal ini menggunakan metode serupa yang digunakan oleh Ethereum.

Layer kedua (CCL) saat ini sedang dalam pengembangan, dan tujuannya adalah untuk memungkinkan pengguna menciptakan dan mendaftar pada smart contract di jaringan Cardano. Meskipun kedengarannya mirip dengan blockchain Ethereum, ia memiliki beberapa kelebihan.

Lapisan komputasi (Computational Layer) juga memungkinkan tim proyek Cardano membuat perubahan menggunakan soft fork dan tanpa mengganggu ADA atau lapisan penyelesaian.

Untuk memverifikasi transaksi, ia menggunakan protokol bukti kepemilikan. Pengguna yang ingin berpartisipasi disebut validator, dan mereka harus menginvestasikan sejumlah koin ADA untuk menunjukkan bahwa mereka telah “mempertaruhkan” dalam keseluruhan proses ini. Mereka juga dihargai berdasarkan taruhan mereka.

Roadmap Cardano

Roadmap Cardano memiliki lima fase berbeda yang mengimplementasikan peningkatan dan menambahkan fungsionalitas ke protokol Cardano. Nama kelima fase Cardano (dan hard fork) diambil dari nama matematikawan, dan ilmuwan yang luar biasa. 

1. Fase Byron

Diambil dari nama penyair dan politisi George Gordon Byron (alias Lord Byron), Fase Byron adalah fase pertama dari lima fase dari roadmap pengembangan Cardano.

Setelah dua tahun pengembangan, mainnet pertama blockchain Cardano dilahirkan pada September 2017, yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual koin ADA, didukung oleh protokol Ouroboros PoS (Proof of Stake).

Fase Byron ini juga merupakan debut pertama Daedalus wallet (Desktop wallet) dan Yoroi wallet (iOS).

2. Fase Shelley

Fase Shelley adalah fase yang krusial karena menciptakan fitur staking di Cardano. Nama Shelley sendiri diambil dari seorang Penulis terkenal. Transisi dari Fase Byron ke Shelley dirancang untuk mencapai transaksi yang lancar dan berisiko rendah tanpa gangguan layanan.

Fase Shelley dirancang sebagai tonggak desentralisasi karena pengenalan fitur staking yang akan mendesentralisasikan validator. Sederhananya, di fase 1 ada sejumlah kecil validator yang mengamankan jaringan Cardano.

Sekarang, fase 2 telah diimplementasikan, siapa saja bisa menjadi validator. Ini menciptakan jaringan yang lebih kuat dan lebih aman.

3. Fase Goguen

Diambil dari ilmuwan komputer yaitu Joseph Goguen, Fase Goguen adalah fase ketiga dari lima fase dalam peta jalan jangka panjang Cardano.

Salah satu tujuan utama Goguen adalah memungkinkan pengguna jaringan cardano menciptakan smart contract dan aplikasi terdesentralisasi / Decentralized Applications(dApps). Fase Ini dicapai pada September 2021 melalui hard fork Alonzo — atau Alonzo Upgrade.

Fitur penting lainnya adalah perilisan bahasa pemrograman Marlowe, atau salah satu fitur fase Goguen yang paling menarik. Ide di balik Marlowe adalah bahwa bahasa pemrograman ini akan memungkinkan orang yang tidak memiliki pengalaman pemrograman untuk membuat kontrak pintar.

Pada Q4 2021, Cardano masih dalam Fase Goguen. 

4. Fase Basho

Nama Basho diambil dari seorang penyair jepang Matsuo Bashō. Fase Bashō berfokus pada pengoptimalan skalabilitas dan interoperabilitas.

Tujuan utama dari fase ini adalah pengenalan model akun paralel atau menambahkan side chains ke Blockchain Cardano dan akan terus menggunakan model Extended Unspent Transaction Output (eUTXO); model akuntansi berbasis akun akan dapat diakses melalui side chains Cardano.

Dalam Fase Bashō ini, terdapat implementasi Hydra yang merupakan solusi Layer-2 lanjutan Cardano.

5. Fase Voltaire

Diambil dari nama seorang penulis dan filsuf Prancis, fase terakhir ini akan difokuskan pada pengintegrasian sistem (governance) yang terdesentralisasi. Akan ada sistem pemungutan suara(voting system) dan sistem perbendaharaan (treasury) yang didanai dari biaya transaksi di blockchain Cardano.

Artinya, ketika Fase Voltaire diterapkan, Cardano tidak lagi dijalankan oleh IOG; melainkan akan sepenuhnya diatur oleh komunitas Cardano itu sendiri. Pemegang koin Cardano akan dapat mengusulkan perubahan ke jaringan, dan kemudian pengguna lain akan dapat memilih proposal tersebut.

Cardano berharap pendekatan terdesentralisasi untuk pemeliharaan dan peningkatan jaringan ini akan lebih bermanfaat daripada memiliki satu organisasi terpusat yang membuat semua keputusan.

Fitur di Ekosistem Cardano

Selain upgrade 2021 yang mengaktifkan token Cardano, kontrak pintar Cardano, dan alat keuangan terdesentralisasi (DeFi), Cardano memiliki fitur penggunaan lain untuk individu dan institusi. Beberapa fitur yang patut diperhatikan antara lain:

1. Minting NFT (mencetak NFT) dan permainan berbasis blockchain:

Cardano sekarang memungkinkan pencetakan token, termasuk token non-fungible (NFT). Industri NFT yang sedang tren memiliki aplikasi untuk seni digital, koleksi, game yang terintegrasi dengan blockchain, dan banyak lagi.

2. Identitas digital dan pelacakan inventaris

Ditargetkan untuk entitas pemerintah dan perusahaan, Cardano memiliki beberapa aplikasi yang memanfaatkan blockchainnya untuk menawarkan layanan Blockchain-as-a-Service (BaaS). Alat-alat ini dapat mengurangi penipuan, meningkatkan transparansi, dan menyederhanakan kepatuhan hukum di yurisdiksi tertentu.

3. Staking dan DApps

Pemegang koin ADA dapat menggunakan kepemilikan mereka untuk mendapatkan rewards dengan di fitur staking Cardano. Dana DeFi Cardano memiliki rencana dalam pengerjaan untuk membangun Cardano DEX, yang akan diikuti oleh platform yang akan menawarkan Penawaran DEX Awal (IDO) berbasis Cardano dan peminjaman dan peminjaman DeFi peer-to-peer (P2P).

Kelebihan Cardano

1. Lebih ramah lingkungan. 

Cardano adalah salah satu sistem blockchain yang paling ramah lingkungan. Dalam wawancara tahun 2021 dengan Forbes, Hoskinson mengklaim bahwa Cardano 1,6 juta kali lebih hemat energi daripada bitcoin.

2. Transaksi lebih cepat

Cardano juga jauh lebih cepat dalam memproses transaksi daripada Bitcoin atau Ethereum 1.0. Cardano dapat memproses lebih dari 250 transaksi per detik (TPS), dibandingkan dengan sekitar 4,6 TPS untuk bitcoin dan antara 15 dan 45 TPS untuk Ethereum 1.0. Ini membuat jaringan Cardano sangat skalabel. 

3. Peer-review Network.

 Tim Cardano bekerja sama dengan akademisi untuk menghasilkan penelitian peer-review untuk memaksimalkan pengembangan blockchain Cardano. 

Kekurangan Cardano

1. Masih dalam tahap Pengembangan

Cardano sedang mencoba untuk membuat versi blockchain yang lebih baik, tetapi pesaing seperti Ethereum memiliki keuntungan dari sejarah penggunaan yang lebih lama dan lebih banyak penyerapan oleh developer. Akibatnya, ia harus mengejar ketinggalan dengan protokol smart contract yang sudah berjalan terlebih dahulu seperti Ethereum dan Solana. 

Mulai Investasi Aset Kripto di Ajaib

Setelah tahu apa itu Cardano (ADA), apakah kamu tertarik untuk mulai langsung investasi aset kripto ini? Bila ya, langsung saja aktivasi aset kripto kamu di Ajaib! Ya, selain menawarkan saham, reksa dana, dan margin trading, kini Ajaib juga menghadirkan investasi dan jual beli aset kripto di dalam aplikasinya. 

Aset kripto yang ditawarkan oleh Ajaib juga beragam, dan bisa dipastikan aman karena Ajaib sudah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, dan juga dijamin oleh CoinCover dan Fireblocks, platform perlindungan aset kripto dengan proteksi dan keamanan tingkat dunia.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, lanjutkan perjalanan investasi kamu dengan berinvestasi aset kripto di Ajaib dengan klik link di bawah ini!

Artikel Terkait