Milenial

Bagaimana Menjamin Kesehatan Mental Saat Pandemi COVID-19?

Ajaib.co.id – COVID-19 jelas telah memberikan dampak yang besar di ekonomi Indonesia, mulai dari banyaknya perusahaan yang harus gulung tikar hingga tingkat pengangguran yang terus meningkat, dan menyebabkan Indonesia masuk ke jurang resesi. Namun COVID-19 tidak hanya menghadirkan masalah kesehatan atau ekonomi saja, tetapi juga kesehatan mental yang kini menjadi ketakutan masyarakat dalam melewati masa pandemi COVID-19.

Dalam survei terbaru yang dirilis International Committee of the Red Cross (ICRC) di sejumlah negara di dunia, mengungkapkan bahwa satu dari dua orang mengatakan COVID-19 memberikan dampak langsung terhadap kesehatan mental mereka.

Ketakutan dan kecemasan karena COVID-19, serta membayangkan apa yang akan terjadi dianggap menjadi penyebab utama perasaan tertekan bagi masyarakat. Selain itu, kebijakan WFH yang cukup lama dapat membuat masyarakat merasa terisolasi dan sendirian. 

Rasa tertekan di masa pandemi biasanya disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:

  1. Takut dan khawatir akan kesehatan diri sendiri dan keluarga, kondisi finansial yang tidak menentu.
  2. Perubahan pola makan dan tidur.
  3. Sulit untuk tidur dan konsentrasi.
  4. Kondisi kesehatan memburuk.
  5. Kondisi mental memburuk.
  6. Meningkatnya konsumsi rokok.

Jika kamu merasakan beberapa gejala di atas atau menyadari kerabat terdekat mengalami hal yang sama, penting untuk mengambil langkah tepat guna mengantisipasi masalah kesehatan jiwa yang lebih kompleks. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu coba untuk tetap merasa waras di kondisi yang tidak menentu.

Menyadari Bahwa Perasaan Cemas adalah Wajar

Apakah kamu takut dengan kondisi kesehatan kerabat terdekat, cemas akan kondisi finansial, atau lelah dengan tajuk berita? Tenang saja, kamu tidak sendiri. Faktanya, kamu memang harus merasakan hal tersebut.

Menurut Dr. Damour, penulis buku sekaligus kolumnis New York Times Seller, psikolog menyadari bahwa kecemasan, ketakutan, rasa tertekan merupakan perasaan wajar dan sehat yang mengingatkan akan ancaman dan membantu mengambil tindakan untuk melindungi diri sendiri.

Kecemasan dan ketakutan yang kamu rasakan membantu mengambil keputusan yang tepat saat ini, misalnya keputusan untuk tidak pergi ke fasilitas publik yang ramai, mencuci tangan setelah bepergian, dan mengenakan masker ketika keluar rumah. Perasaan wajar ini tidak hanya membantu kamu, tetapi juga orang-orang disekitarmu.

Namun, jika kamu merasa cemas karena memiliki gejala COVID-19, penting untuk melakukan langkah awal dengan memberitahu keluarga atau menghubungi nomor darurat terkait dengan COVID-19, alih-alih merahasiakannya.

Lakukan hal di atas, maka kamu telah membantu negara untuk menekan laju penyebaran virus COVID-19 dan juga melindungi kerabat terdekat.

Tetap Terhubung dengan Teman

Teman adalah salah satu sistem pendukung terbaik yang dimiliki oleh individu. Meskipun COVID-19 mewajibkan untuk membatasi interaksi sosial dengan orang di luar rumah, kamu bisa tetap terhubung dengan teman melalui media sosial. Jika kamu memiliki akun TikTok, manfaatkan dengan membuat video lucu untuk dikirimkan ke temanmu. 

Aplikasi Video Call seperti FaceTime, Zoom, atau Google Meet juga dapat membantu kamu tetap terhubung dengan mereka. Kamu bisa mengajak beberapa teman dekat untuk mengobrol hal-hal yang ringan setelah jam kerja berakhir.

Tetap terhubung dengan teman membantu kesehatan mental tetap terjaga karena ketakutan dan kecemasan akan hilang seiring dengan berjalannya interaksi.

Mencari Distraksi 

Dr. Lisa Damour mengungkapkan bahwa mereka memahami ketika kesehatan mental individu sedang tidak baik. Biasanya mereka menghadapi masalah yang dibagi menjadi dua kategori, yang pertama adalah masalah yang mereka tahu solusinya dan yang kedua adalah masalah yang menurut mereka tidak ada solusinya. 

Di masa pandemi COVID-19, banyak masyarakat yang sedang berada di masalah yang saat solusinya belum ada. Namun, Dr. Damour menambahkan bahwa hal tersebut adalah wajar adanya.

Salah satu metode yang dapat dilakukan ketika kamu sedang merasa tertekan adalah dengan mencari distraksi seperti menonton serial televisi favorit, membaca buku, Cara ini dinilai ampuh untuk mengalihkan pikiran negatif yang memicu rasa tertekan.

Fokus Pada Diri Sendiri

Masalah finansial bisa menjadi penyebab utama kecemasan di masa pandemi COVID-19. Beberapa masalah finansial yang menjadi penyebab rasa cemas di antaranya tidak memiliki dana darurat yang cukup, berkurangnya rasa aman di pekerjaan, fluktuasi pendapatan, membayar tagihan, membayar utang, gejolak pasar finansial, hingga tabungan menipis. 

Kita sudah mengetahui beberapa kerabat terdekat terpaksa menekan pengeluaran karena pendapatannya dipangkas atau kehilangan pekerjaan. Beberapa dari mereka juga harus mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk merawat keluarga.

Pandemi COVID-19 tidak diragukan lagi menyebabkan tekanan finansial yang memicu masalah kesehatan mental. Namun, kamu bisa mengubah kecemasan dan ketakutan ini menjadi kekuatan yang tidak terbatas.

Mulai fokus dengan diri sendiri. Yakin pada diri sendiri bahwa kamu dapat melewati fase ini. Jika kamu dapat mengantisipasi perasaan ini, kamu dapat mengambil langkah yang tepat ke depannya.

Jika kamu menjadi salah satu pegawai yang terpaksa diberhentikan, bayangkan hal positif yang bisa dilakukan; kamu bisa menemukan pekerjaan baru dengan lingkungan yang berbeda, kamu punya lebih banyak waktu luang untuk berkumpul dengan keluarga, dan meningkatkan kemampuan dan kompetensi yang berguna di tempat kerja baru.

Jika finansial menjadi stressor utama, sementara kondisi finansial sedang tidak baik, pertimbangkan untuk menceritakan masalah tersebut ke kerabat terdekat yang bisa dipercaya. Ceritakan apa yang kamu rasakan dan butuhkan ke mereka. Tanyakan juga pada mereka jika ada lowongan pekerjaan atau hal yang bisa dilakukan sehingga kamu bisa mendapatkan bayaran dari hal tersebut. 

COVID-19 bukan masalah individu, tetapi masalah bersama. Pastikan kesehatan mental diri sendiri dan keluarga tetap terjamin. Apakah kamu punya metode lain agar tetap waras di masa pandemi?

Sumber: How to Help Your Employees Deal with Financial Stress, dengan perubahan seperlunya.

Artikel Terkait