Perencanaan Keuangan

Wajib Tahu! Begini Cara Beli Rumah di Usia Muda

Beli Rumah di Usia Muda

Ajaib.co.id – Mau beli rumah di usia muda? Kata siapa nggak mungkin? Dengan perencanaan yang cermat dan komitmen yang tinggi, sebetulnya membeli rumah di usia yang muda tetap bisa dilakukan.

Ada banyak keuntungan beli rumah di usia muda. Masa muda merupakan masa produktif ketika semangat berkarya meluap dan tubuh masih fit untuk menyelesaikan banyak pekerjaan. Keinginan untuk membeli rumah sendiri dapat lebih cepat tercapai karena belum banyak tanggungan yang harus dibiayai.

Selain sebagai kebutuhan primer, rumah juga dapat menjadi aset investasi yang bisa memberikan keuntungan. Sehingga lebih awal kamu memiliki rumah, maka akan semakin besar peluang untuk memperoleh keuntungan dari investasi tersebut.

Kamu bisa mendapatkan rumah sebelum harganya naik, kemudian kamu bisa menjualnya di masa depan dengan harga yang jauh lebih tinggi. Tren harga properti memang cenderung naik setiap tahunnya.

Meskipun banyak keuntungan beli rumah di usia muda, tidak dapat dipungkiri bahwa harga rumah tidak murah. Bahkan di beberapa kota harga rumah telah melambung tinggi tanpa diiringi dengan kenaikan UMR daerah tersebut. Sehingga bagi pekerja dengan gaji UMR seolah-olah tidak mungkin bisa beli rumah di usia muda.

Jika tidak bisa mengelola keuangan dengan tepat, rasanya memang sulit untuk memiliki rumah sendiri. Jangan berkecil hati. Banyak juga orang yang berhasil memiliki hunian impian di masa muda walaupun gajinya tidak besar. Kamu bisa mengikuti cara beli rumah berikut.

5 Cara Beli Rumah di Usia Muda

1. Berhemat

Langkah awal yang bisa kamu lakukan agar bisa beli rumah di usia muda adalah dengan cara berhemat. Hemat berbeda dengan pelit. Hemat artinya kamu berhati-hati dalam membelanjakan uang yang dimiliki. Sehingga kamu tidak impulsif dalam membeli barang-barang konsumtif.

Salah satu cara berhemat adalah dengan menekan pengeluaran. Biasakan untuk membuat anggaran keuangan pribadi setiap bulannya agar kamu mengetahui berapa budget yang tersedia untuk digunakan sehari-hari. Usahakan selalu disiplin mematuhi budget yang telah ditetapkan.

Perlu diingat bahwa berhemat bukan berarti mengabaikan kebutuhan yang penting, seperti kebutuhan kesehatan. Kamu tetap memerlukan makanan yang cukup dengan gizi lengkap untuk menjaga kesehatanmu. Yang perlu dihemat adalah pemenuhan keinginan konsumtif, bukan pemenuhan kebutuhan pokok.

2. Menabung

Menabung merupakan cara mengumpulkan uang untuk berbagai keperluan yang telah diajarkan oleh para orang tua sejak dahulu. Konsep menabung ini masih sangat relevan dilakukan saat ini.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kamu bisa mencapai tujuan finansial dengan cara menabung. Kamu perlu memisahkan rekening tabungan dengan rekening operasional yang digunakan sehari-hari untuk mencegah tercampurnya dana yang mengakibatkan dana tabungan terpakai.

Selain itu, baiknya kamu menabung di awal ketika menerima pendapatan, bukan menabung di akhir menunggu sisa uang yang tersedia. Hal ini sangat penting agar jumlah uang yang kamu sisihkan untuk menabung memiliki target minimal tertentu secara rutin setiap bulannya.

Baca Juga: Tertarik Investasi Properti? Simak Tips dan Triknya di Sini!

3. Mencari Penghasilan Tambahan

Cara beli rumah di usia muda selanjutnya adalah mencari penghasilan tambahan. Penghasilan tambahan ini bukan hanya dari bidang yang sama dengan aktivitas utama, namun bisa dari mana saja. Kamu bisa bekerja freelance di luar pekerjaan utama maupun membangun suatu bisnis.

Kamu dapat memperoleh penghasilan tambahan dari kemampuan yang dimiliki. Sebagai contoh kamu bisa mengajar les Bahasa Inggris, bekerja part time di restoran, atau menawarkan jasa bersih-bersih rumah.

Kamu juga bisa membangun bisnis sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Bagi kamu yang suka memotret, tidak ada salahnya untuk menawarkan jasa fotografer untuk acara wisuda, ulang tahun, dan lain-lain. Suka menyanyi atau memainkan alat musik? Kamu bisa menghibur pengunjung kafe dengan imbalan tertentu.

Perhatikan peluang yang ada di sekitarmu. Kamu bisa mulai membangun bisnis agar memiliki penghasilan tambahan. Sebagai contoh kamu bisa membuka warung jajanan anak-anak, menawarkan jasa antar jemput sekolah, atau membuka jasa cuci motor.

4. Investasi

Setelah tabunganmu terkumpul pada jumlah tertentu, kamu bisa menempatkannya pada instrumen investasi. Keuntungan dari investasi jauh lebih besar dibandingkan uangmu hanya disimpan di rekening tabungan.

Ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih, antara lain obligasi pemerintah, RDPU, reksa dana, saham, dan lain-lain. Kamu perlu memerhatikan karakter dari tiap jenis investasi agar risiko yang menyertainya dapat terukur.

5. Mengajukan Pinjaman

Mengajukan pinjaman untuk beli rumah di usia muda menjadi jalan pintas bagi banyak orang demi memiliki hunian impian. Apalagi saat ini tersedia berbagai produk KPR dengan DP ringan dan syarat yang mudah.

Kamu bisa menggunakan kalkulator simulasi KPR yang banyak disediakan website perbankan. Dari situ dapat terlihat berapa besarnya uang muka, jumlah angsuran, serta jangka waktu kredit. Kamu bisa menghitung berapa bunga yang harus dibayarkan. Kemudian sesuaikan produk KPR yang dipilih dengan kebutuhanmu.

Sebelum mengajukan pinjaman, kamu perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain status kepegawaian ataupun stabilitas pemasukan dari bisnismu, kemampuan membayar angsuran tepat waktu, dan urgensi memiliki rumah sendiri.

Perlu diingat bahwa rasio angsuran yang harus dibayar sebaiknya tidak lebih dari 30% dari total penghasilan agar kondisi keuanganmu tetap sehat. Kamu juga perlu mempertimbangkan tambahan biaya yang harus dibayar setelah memiliki rumah sendiri, seperti biaya perawatan rumah dan PBB.

Ternyata beli rumah di usia yang masih muda bukan sekedar khayalan kosong, bukan? Kamu bisa mewujudkannya jika konsisten menerapkan cara yang telah dijelaskan di atas, sehingga berbagai keuntungan beli rumah di usia muda bisa kamu peroleh.

Baca Juga: Intip Daerah di Indonesia dengan Rumah Harga Murah 2022

Artikel Terkait