Saham

Mr. Market, Sosok Misterius Pengatur Pergerakan Harga Saham

Ajaib.co.id – Ketika kamu terjun ke stock market/pasar saham kamu pasti memperhatikan harga saham yang naik-turun. Pernahkah kamu bertanya-tanya tentang siapakah yang mengatur pergerakan harga saham? Yuk, mari kita kenalan dengan Mr. Market!

Please welcome; Mr. Market!

Bayangkan kamu memiliki seporsi kepemilikan atas sebuah perusahaan internet, bukti kepemilikan tersebut dinyatakan dengan lembaran saham. Saham internet yang kamu miliki misalnya kamu beli di harga Rp10 juta.

Mr. Market setiap harinya datang mengetuk pintu rumahmu menanyakan kepadamu kira-kira saham milikmu itu layak dihargai berapa? Kemudian ia akan menawarkan kepadamu bahwa ia bersedia membeli dan menjual saham kepadamu di harga yang berbeda-beda setiap harinya.

Harga yang ditawarkan Mr. Market bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari saham yang kamu pegang. Dan kamu bebas untuk menolak atau mengambil penawarannya. Kamu bisa tambah, membeli saham lebih banyak lagi, atau kamu bisa jual kepemilikanmu.

Gambar oleh: The Swedish Investor

Misalnya di bulan Maret tahun 2000, Mr. Market saat itu berkata bahwa ia siap membeli saham dot com milikmu di harga Rp26 juta. Saham perusahaan internet yang listing di bursa Amerika seperti Amazon, Google dan dot com lainnya memang luar biasa nilainya saat itu. Semua orang seperti tergesa-gesa untuk bisa memiliki saham-saham dot com. Kenaikannya sungguh pesat dalam setahun saja harga saham dot com meroket dan mengguncang benua Paman Sam di tahun 2000.

Akhirnya saham-saham dot com kebanjiran permintaan dan dihargai mahal sekali. Kamu bisa bayangkan bahwa saat itu bahkan badut ulang tahun, tukang masak kedai kaki lima, hingga pengamen saja mengoleksi saham dot com. Sebagai informasi, penetrasi saham di Amerika sangat besar; lebih dari 50% orang Amerika mengoleksi saham.

Kamu yang punya saham dot com di harga Rp10 juta berhak menjual sahammu kepada Mr. Market di harga yang ia tawarkan yaitu Rp26 juta. Kamu juga punya pilihan untuk tidak menjual sahammu dan bahkan membeli lebih banyak lagi dari Mr. Market.

Saat itu Mr. Market dengan bangganya berkata bahwa saham dot com yang terbaik. Tapi hanya setahun setelahnya yaitu di tahun 2001 Mr. Market rupanya punya pendapat lain.

Gambar oleh: The Swedish Investor

Di tahun 2001 bulan yang sama yaitu Maret rupanya Mr. Market tidak lagi berbaik hati. Ia mendatangimu dengan wajah kecewa, marah dan panik berkata padamu bahwa saham dot com milikmu hanya akan dihargai Rp5 juta saja jika dijual kepadanya. Kamu juga bebas untuk membeli lebih banyak darinya jika kamu mau.

Sebagai informasi saja bahwa di tahun 2001 saham-saham dot com mengalami kenaikan pendapatan sebesar kurang lebih 50% dengan kenaikan laba bersih lebih dari 20%. Tapi harga saham-saham dot com saat itu sudah seperti balon yang meletus! Rontok seketika dan saham milikmu yang semula bernilai Rp10 juta hanya akan dihargai Rp5 juta saja jika kamu jual ke Mr. Market.

Mr. market ini rupanya plin-plan. Baru setahun sebelumnya ia bilang bahwa saham dot com yang terbaik, tapi lalu ia berubah dan bilang bahwa ia sudah sangat baik mau membeli saham dot com-mu yang tidak populer lagi.

Begitu terus ia berubah-ubah, kemarin-kemarin ia bilang saham pot stock yang terbaik. Kemarin-kemarin juga ia bilang Bitcoin adalah investasi terburuk. Sekarang ia berubah haluan 180 derajat.

Sosok Mr Market

Mr. Market digambarkan seperti seseorang yang memiliki kepribadian mania-depresif. Ia emosional, euforia, panik, mood-nya berubah-ubah dengan cepat, seringkali tidak waras, siap melayanimu namun tidak memandumu.

Ia adalah mesin voting untuk jangka pendek di mana suara mayoritas yang menang. Namun untuk jangka panjang ia adalah mesin timbang di mana kinerja perusahaan adalah daya tarik sesungguhnya. Ia seringkali efisien tapi tidak selalu begitu.

Jadi, Mr. Market adalah istilah yang diberikan oleh Benjamin Graham untuk menggambarkan situasi kolektif dari pasar saham. Tak hanya untuk Amerika, semua pasar saham adalah seperti itu karena pelaku pasar modal memiliki emosi yang menggerakkan transaksi saham.

Gambar: Benjamin Graham by The Swedish Investor

Mr. Market diperkenalkan dalam buku The Intelligent Investor yang ditulis oleh Benjamin Graham di tahun 1949 untuk menggambarkan situasi yang menyebabkan fluktuasi harga saham.

Warren Buffett, orang terkaya keempat di dunia versi Forbes, seringkali merujuk ke Bab delapan di buku Graham yang membahas tentang Mr Market. Ia berpendapat bahwa itu adalah bagian terbaik di buku itu dan berpendapat bahwa The Intelligent Investor adalah buku investasi terbaik yang pernah ditulis.

Mr. Market di Indonesia

Tidak hanya di Amerika, di Indonesia, dan semua pasar saham di berbagai belahan dunia juga dihadapkan dengan Mr. Market yang sifatnya plin-plan ini.

Itu karena pergerakan harga saham secara jangka pendek ditentukan oleh suara kolektif. Dan mayoritas pelaku pasar saham pernah membiarkan emosinya mengatur tombol buy dan sell.

Misalnya saja saham BUMI yang pernah dihargai Rp8000, kini Rp100 per lembar saham pun tidak. Atau ENRG yang pernah dihargai Rp11.000, lihat saja saat ini berapa harganya.

Ratusan kisah tentang naik-turunnya saham seperti tidak ada habisnya jika diceritakan. Tapi intinya harga saham seringkali tidak rasional. Inilah yang menjadi dasar dari ajaran Value Investing-nya Benjamin Graham.

Graham tidak mau terus-menerus memperhatikan grafik dan ikut serta dengan suara populer karena Mr. Market ini seringkali tidak rasional. Saham perusahaan yang dekat dengan kebangkrutan bisa saja dihargai mahal sedangkan saham bagus kadangkala dihargai rendah.

Graham percaya bahwa penting adanya untuk fokus hanya pada valuasi saham saja. Jika nilai wajar sebuah perusahaan di bawah harga saham yang ditawarkan Mr. Market maka itulah alasan rasional untuk membeli. Bagi Graham menghitung nilai melalui analisa fundamental adalah yang utama.

Ia mengajarkan kepada seluruh investor melalui bukunya untuk tidak terpengaruh Mr. Market yang tidak rasional dan berubah-ubah pendapat dan berinvestasi berbasis nilai/value investing.

Artikel Terkait